Mind Genesis

Pilih Varian Matic atau Motor Irit BBM ???

Mei 28, 2008 · & Komentar

Dalam kondisi krisis minyak Dunia yang semakin hari semakin mencekam ekonomi, harga minyak dunia semakin melambung tinggi. Tetapi tuntutan kebutuhan akan transportasi yang modern, praktis dan personal juga menyebabkan pertumbuhan populasi motor dan demand motor di Indonesia tidak juga terbendung.

Di saat motor matic mulai menjadi trend di Indonesia, justru krisis harga BBM mulai melanda negri ini. Lalu apa hubungannya? ya tentu saja motor varian matic relatif sedikit lebih boros jika dikomparasi dengan varian bebek murni. Mengapa? unjuk kerja mesin matic membutuhkan rpm yang lebih tinggi agar kopling dan ‘automatic ratio transmition’-nya berfungsi dengan baik.

Bagaimana dengan trend matic, apakah terus berlanjut, atau malah demand motor akan kembali ke varian moped/bebek?

sedikit pemikiran penulis:

  • Sekali manusia merasakan kemudahan, sulit baginya kembali ke kondisi awal, dimana kemudahan tadi tidak dapat dirasakannya lagi (diambil dari padanya). Sulit bagi seseorang yang sudah terbiasa memakai mobil untuk kembali memakai motor di saat krisis BBM/ekonomi melandanya. Tentu saja sulit bagi seseorang yang sudah terbiasa menggunakan motor matic untuk kembali lagi ke motor manual transmition.
  • Banyak wanita yang tidak dapat menggunakan sepeda motor, kini bisa menggunakan dan mau belajar mengendarai motor karena dipermudah dengan hadirnya motor matic. Maukah mereka kembali ketahap belajar lagi, jika harus menggunakan motor non matic. Belum tentu, kecuali faktor ekonomi sangat besar pengaruhnya. Sedangkan Premium cuma naik 33.33% tidak sampai naik 2 kali lipat.
  • Trend kadang-kadang lebih kuat pengaruhnya terhadap pemilihan suatu produk dari pada faktor barrier/penghalang ekonomi yang menghalanginya. Faktor Emosi dan Nafsu seorang Pembeli akan lebih kuat pengaruhnya dari pada perhitungan akal sehat manusia. Apalagi di negara Indonesia yang tercinta ini.
  • Semua orang tahu bahwa kenyamanan akan dibayar dengan harga yang pantas. Pilih Varian matic yang lebih nyaman tentu saja akan ada konsekuensi yang harus dibayar, yaitu pemakaian bahan bakar yang relatif sedikit lebih banyak untuk jarak tempuh yang sama, dan tentu saja harga yang dibayar untuk jarak tempuh tersebut akan relatif lebih mahal bukan. (analoginya: mobil lebih nyaman dari motor, tetapi pemakaian BBM juga relatif lebih banyak mobil).

Nah bagaimana dengan Anda sekalian? mana yang Anda pilih?

Atau punya pendapat yang berbeda dengan saya?

Kategori: MOTOR

15 tanggapan so far ↓

  • teha // Mei 28, 2008 pada 7:13 pm

    mending pakai motor pribadi dari pada makai mobil kantor yang di suruh tulis kilometernya, tengsin.

  • kus // Mei 29, 2008 pada 11:42 am

    @teha
    di semarang kan Bro? kantor dimana? jangan2 di A Yani hehehe

  • kus // Mei 29, 2008 pada 11:44 am

    @pamilik blog
    kalo aku karena sekarang gak punya motor ya santai aja Meng mau pilih yang mana…. Tp tetep pengen beliin matic buat istri, kalo perjalanan tidak terlalu jauh kan perbedaan juga tidak terasa. Makanya adiknya mio harus bagus biar kepilih….

  • Abon Sapi // Mei 29, 2008 pada 12:53 pm

    majesty dimana noh….kok ngilang….bagus lho, eropah bgt

  • k0meng // Mei 29, 2008 pada 1:17 pm

    @Abon
    iya ngilang karena yang berminat gak banyak walau model bagus gaya dan standart Eropah. Kemahalan bagi kocek orang Indonesia, dan yang punya kocek kaya juga gak begitu minat model ini.

  • DEN BAGUS // Mei 29, 2008 pada 1:35 pm

    @ kus

    kantor di jakarta

    cuman rumah di semarang

  • teha // Mei 29, 2008 pada 1:37 pm

    @ kus

    kantor di jakarta

    rumah di semarang

  • kus // Mei 29, 2008 pada 11:53 am

    lhahhh kok isinya sama ^^
    Rumah di Pati ya…. sega gandhul…

  • kus // Mei 29, 2008 pada 11:54 am

    komennya kok loncat ini, padahal komen buat teha dan den bagus

  • k0meng // Mei 29, 2008 pada 12:02 pm

    @Kus
    maaf ada penyesuaian waktu Kus, tapi jadi Jumping Effect kaya gini. Sekali lagi maaf atas ketidak nyamanan Anda.

  • kibi-kibi // Mei 29, 2008 pada 1:23 pm

    Yang pasti motor matic tetap akan dicari oleh pembeli. Alasan di Posting ini sangat masuk akal.
    Bravo

  • rajanya_matic // Juni 4, 2008 pada 8:42 pm

    @ all

    gue sih sejak pertama keluarnya matic udh gue lego tuh motor bebek, gue beliin yang matic…

    biar gimanapun, BBM mao naik kek, gue kagak peduli pokoknya gue te2p naek matic..

    namanya aja udah rajanya matic.. hehe

  • Asphalthadi // Juni 19, 2008 pada 11:56 am

    @ Komeng
    gambarnya new Mio mana ???????
    istri gue udah nanya2…….

  • k0meng // Juni 19, 2008 pada 12:59 pm

    @Asphalthadi
    Sabar, ntar lagi khan udah bulan Juli….
    ehemmmmm

    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

  • pamuji // November 28, 2008 pada 1:09 pm

    Kalau saya setuju dengan tulisan saudara.
    namun, secara pribadi, saya akan memilih kendaraan yang hemat bahan bakar. selain ramah lingkungan, juga “ramah” kantong.
    Oke, makasih.
    Senang, “mampir’ ke “rumah” saudara.
    Sukses selalu untuk Saudara.
    Wassalam,

Tinggalkan sebuah Komentar