Harusnya Indonesia punya juara dunia di MOTO GP

rossi

Suatu saat Gue pernah berkeliling dengan  seorang teman  yang berprofesi sebagai Instruktur Safety Riding di Jepang untuk melihat-lihat ke-eksotik-an alam Indonesia. Setelah berkeliling-keliling sejenak, Teman Gue menyimpulkan bahwa pengendara motor di Indonesia memiliki skill yang sangat bagus. Luuuuar Biasa, Bayangkan dengan tingkat kepadatan lalu-lintas yang begitu tinggi dan lalu-lintas yang semerawut ini, pengendara motor Indonesia memiliki kemampuan untuk ngebut di sela-sela kendaraan lainnya. Jarak antar kendaran begitu tipis dan kondisi jalan yang sempit dilalui dengan begitu mudahnya. Sayang komentar terakhirnya kurang enak…Skill yang very excellent ini, tidak didukung dengan kesadaran berlalu-lintas yang benar, umumnya pengendara kita tidak punya keperdulian terhadap keselamatan pengendara yang lain dan tidak punya rasa untuk menghormati sesama pengendara yang memakai jalan.

Teringat kata-kata Beliau, gue jadi membayangkan skill pengendara kita yang memang luar biasa kalau tidak mau dibilang ngawur. Kondisi lalu lintas mungkin mirip di Italia yang penuh jalan sempit berlorong-lorong dengan kepadatan yang tinggi juga. Tak jarang terjadi kejar-mengejar jambret bermotor di arena yang padat pejalan kaki mirip suasana pasar di Indonesia. Itulah sebabnya banyak orang Italia yang memiliki kemampuan untuk mengendarai motor dengan luar biasa pula. Banyak pembalap Moto GP yang berkebangsaan Italia. Bahkan beberapa diantara mereka sangat hebat dan memiliki nama besar. Sederet nama menghiasi podium Juara balap motor, mulai kelas capung 125, 250, hingga Moto GP, tak lupa juga di kelas Super Sport dan Super Bike sederet nama pembalap Italia menjadi jagoan tak terkalahkan.

doni tata

Bagaimana dengan pembalap Indonesia yang seharusnya menoreh prestasi yang tak kalah dengan mereka? Bayangkan tak susah mencari bibit-bibit pengendara yang  memiliki skill berkendara yang tinggi. Analoginya begini; Pemain bola kelas kampoeng di Brasil memiliki skill setara pemain nasional di negara republik mimpi ini. Atau pemain bulu tangkis kelas kampoeng di Indonesia akan mampu dengan mudah mengalahkan atlet bulu tangkis nasional di Amerika. Mengapa untuk urusan Balap kita malah tertinggal juga di kancah Internasional??? Mengapa??? Mengapa??? Oh Mengapa???

About these ads

102 responses to “Harusnya Indonesia punya juara dunia di MOTO GP

  1. Setuju ulasanya….cuma ko dibahas dari satu sisi saja…..rasa2 nya msh byk faktor yg menentukan seseorang sukses jd pembalap…selain skill yo motornya juga kudu hebat, teknologinya mumpuni…selain itu mental nya juga…so msh byk hal lain yg kudu di benahi…tp secara umum gw setuju ama mas komeng…uhuuuuuyyy

  2. kalimat ini juga pernah di lontarkan valentino rossi saat berkunjung ke indonesia (baca dr inet)….
    btw bro komeng kok gak pakai uhuuuuuuyyyy…

  3. ikutan nimbrung y d blog ini.
    banyak faktor penghambat spt:
    1.ketidakpedulian dari pemerintah yg mengkibatkan indonesia tidak punya sirkuit bertaraf internasional.(mnurut gw,sentul masih byk kekurangannya)
    andai saja ad capres yg berkampanye akan membangun sirkuit taraf internasional d indonesia dan mengajukan indonesia masuk agenda balap motogp(jd bisa nonton motogp langsung k sirkuitnya+liat rossi beraksi beneran ).gw bakal contreng tu capres asal bner tepatin janji.
    2.kurangnya tenarnya olahraga balap d indonesia.bandingkan dgn animo masy peminat olahraga bultang&sepakbola.

  4. Wah, bisa jd bahan kampanye nih oleh pasangan capres. ;-)

  5. motor masih jadi anak tiri. padahal kendaraan yg hemat BBM

    Fauzi Bowo: Motor Biang Keladi Kesemrawutan Lalu Lintas Jakarta

    Motor dituding sebagai penyebab kemacetan lalu lintas Ibukota yang kian merajalela, lantaran pertumbuhan kendaraan roda dua itu tidak sepadan dengan pelebaran jalan. Ini diungkapkan oleh Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Fauzi Bowo, Kamis (11/6), sebagaimana diberitakan Viva News.

    “Sepeda motor bukan bertambah satu atau dua, seperti beranak manusia, tapi beranaknya seperti kucing,” demikian Fauzi berseloroh.

    Apalagi, menurut Fauzi—yang juga memiliki 10 motor gede Harley Davidson, versi laporan kekayaan periode 2007-2008—pemerintah hanya berhasil melebarkan 0,01 persen jalan di Jakarta. Ya, pelebaran jalan sulit dilakukan lantaran permintaan ganti rugi dari masyarakat yang terlalu tinggi.

    Untuk 2009, Fauzi mengaku bahwa pemerintah belum mempunyai target pelebaran jalan. “Pemerintah lebih fokus membangun jalan bertingkat di sejumlah ruas jalan seperti Jalan Ambasador dan Jalan Antasari, dan beberapa jalan lainnya,” terang Fauzi.

    Ihwal pembatasan kendaraan, Fauzi mengatakan bahwa itu belum diatur. “Coming soon,” janjinya.

    Sejatinya motor bukan satu-satunya biang keladi kemacetan di Jakarta. Kondisi jalan yang berlubang, maraknya galian, angkutan umum yang seenaknya menaikkan dan menurunkan penumpang, pedagang trotoar, dan lain-lain, juga menyebabkan lalu lintas Jakarta semakin semrawut.

  6. Saat ini sih arahnya sudah mulai kesana bro komeng.
    dulu, yah sebelum 5 tahun terakhir-lah.
    siapapun yg skill riding nya tinggi, juara road race, akhirnya prestasi mandeg. ujung2nya pasti dana & sponsor.
    bayangkan biaya yg dihabiskan seorang ananda mikola di kancah balap dg prestasi global yg bisa dibilang ‘nol’.
    kenapa bisa ada dana? karena faktor keluarga, dan sponsor.
    syukur skrg produsen motor mulai mau ngeluarin dana utk anak negri ini go global.

  7. Sindiran Bro Komeng lewat artikel kali ini sangat tajam.
    Emang kesadaran masyarakat soal berkendara dan menghargai pengendara lain sangat rendah.
    Emang pemerintah gak konsen dengan pembibitan atas prestasi dan bakat anak bangsa ini.
    Emang dengan skill dasar yang tercipta akibat kondisi di masyarakat, mengapa koq tak mampu berprestasi di kancah internasional? Kurang suport? Mentalitas kurang? Atau justru belum terarah atau kurang dimasyarakatkan?
    Mengenai kondisi jalan yang padat, berlubang dan semakin padat tidak teratur kenapa pemerintah diam saja?
    Yang kutangkap sih sindiran ini dari artikel kali ini.
    Gaya penulisan artikel yang baru ya Bro Komeng ?

  8. Kaum the have-nya masi banyak pada seneng main mobil…klo budget a1 dipindahin ke motogp,bisa untuk berapa tim ya?(125n250 aja)

  9. Masalah d sponsor bro…
    Lagian bw bebek mulu… Beda tu handling bebek ama sport…
    Yg sport hrg na mahal n nggak kenceng2 amat…
    Klo d itali kan moge multi silindr
    Klo d indonesia…
    Pajak na mahal amit n bny oknum brmain…
    Jd rindu zaman 2tak mrajai jalan krr zx150(ninja rr), nsr, tzm… Legend bgt…

  10. pemerintahnya ca’ur…
    itu aja :P

  11. GUA CUMA BESAR DI JALAN DOANG, NYENTUL AJA GAK KUAT SEWA. SEKARANG UDAH INSAF. HA…..HA….NASIB

  12. hmm,

    KOMENG aja suruh ikut MotoGP

    salam
    aignerblack.wordpress.com

  13. Permasalahannya satu, di Indonesia tidak ada pencari bakat, yang ada pencari hobbi.

    Siapa yang hobbi terus punya uang, punya modal, bisa ikut balapan. Mau jago motornya mo enggak itu urusan nanti. Jadi para panitia balapan mencari orang seperti itu.

    Kalo kebetulan berbakat yaa syujur, klo enggak yaa biarin.

  14. Negri kita ga’ da yang mau modalin untuk hal-hal yang positif. negri kita maunya nerima duit duang..

  15. yg baru punya niat cmn yamaha…AHM yg segtu gede..30 tahun dagang di sini….

  16. Setuju . . .

    jad inget artikel M+ minggu lalu yang mengevaluasi hasil GP Mono . . .memang agak semrawut . . . :D
    kayaknya pembalap2 kita terutama yg rookie harus lebih dibimbing tentang masalah dasar . . . racing line
    karena racing line adalah jalur paling efesien buat balap yg sudah dipelajari pembalap2 sebelumnya
    plus tambahan . . .
    mempermudah segala akses sarana dan prasarana balap seperti sirkuit

  17. gak ngerti masalah motor, tapi kapan yah ada pembalam f1 atau moto gp asal indonesia.

    NEW MIG33 V.4.10 BETA

  18. @ashley
    wah, bisa memicu kebakaran nih bro… ha ha ha

  19. Valentino_resi

    Yah at least udah ada yang jadi pembalap reguler di WSS lah….
    Gw Dukung DONI… Maju terus Don….

    Ini berita menarik tentang DONI tata, kl yang udah tau ya maap cm mo berbagi.
    Awal Juni Doni latihan di sirkuit BRNO portugal.
    setelah latihan si Doni ikut kejurnas yang diadain di negara itu (portugal). dalam lomba supersport 600cc yang diikuti oleh 40 peserta Doni berhasil menjadi juara 1 dengan selisih 6 detik dari pembalap yang finish ke 2. tapi panitia lomba tahu kalo doni satu-satunya peserta yang terdaftar sebagai pembalap reguler kejuaraan dunia supersport (WSS) dan dengan alasan motornya Doni paling kencang daripada peserta lain maka Doni tidak mendapat hadiah uang dan Piala….(Kasian ya..)

    Nah dari situ aja kita bisa lihat, trelepas dari motornya yang kencang, Bahwa wakil kita di WSS bukan orang sembarangan lagian kalo motor kencang g bs bawanya apa bisa menang???

  20. Valentino_resi

    Maju Terus Doni…
    Maju Terus Pertamina (jangan dicolong lagi ya minyaknya)
    kita untung bangsa untung….
    Maju terus bung Komeng
    UUUhhuuuyy……

  21. betul meng, kesadaran berlalulintaz, apalagi khuzuz motor memang betul 2x kurang. kalo tak zalah info, bahwa korban meninggal kecelakaan lebih bezar dari korban perang. sorry kalo zalah. ini menandakan bahwa memang kezadaran berlalu lintaz memang kurang.

    zkill untuk berlalintas di jalan raya mungkin berbeda dengan zkill yang ada di lintazan balap.

    zorry mengenai lintazan balap di zaya kurang faham. yang ada itu ya lintazan balap liar. wkwkwkwaak

  22. wakakakakaka lucu meng… mungkin ada korelasinya sedikit tapi tanpa ditunjang pelatihan dan tentunya modal yang cukup yaahhh tidak lebih dari pengendara sruntulan..

  23. gue tau kenapa indonesia belum bisa jadi juara di kancah balap motor internasional.. karena indonesia belum punya industri otomotif internasional, dan masih banyak orang yang malsuin umur cuman buat dapetin SIM!

  24. Yamaha-FriendS

    Salam kenal untuk Bro Gen,
    Perkenankan kami mengundang Anda, dan mengundang juga rekan-rekan blogger untuk memeriahkan dan berbahagia bersama kami MD Yamaha, PT. Surya Timur Sakti Jatim (Distributor Yamaha JaTim, NuTeng, Kalimantan) untuk bersama-sama berkumpul pada acara Grand Launching Blog kami, http://www.yamaha-friends.com pada hari Jumat tanggal 26 Juni 2009 jam 18:00 di Surabaya.
    Untuk keterangan lebih lanjut, kami persilahkan kunjungi:
    http://www.yamaha-friends.com/?act=articles&aid=62

    Dapatkan juga Puluhan Hadiah menarik sebagai penghangat suasana Grand Launching Blog Kami.

    Terima Kasih,

    Yamaha-Friends

  25. Dari 2 kondisi yg mirip, mengapa satu kondisi membentuk sang juara yg satunya lagi tidak?? Apa yg salah?? Apakah memang kualitas bahannya yg tidak bagus?? ataukah kokinya yg tidak kreatif?? Saya jd teringat ketika teman menceritakan bhw dia pernah makan masakan yg bahannya dari kecoak, karena masakan tsb begitu enak, bahkan teman saya itu tdk akan tahu bhw masakan tsb berbahan kecoak kalau tdk dikasi tahu. Menurut saya ini luar biasa. Bahan yg tidak menarik (atau bahkan jorok) akan menjadi bagus di tangan koki yg tepat. Dan kembali lagi, setelah kokinya ada, apakah budgetnya ada? Sayang sekali ya kalau bahan yg seharusnya not bad akhirnya mjd useless krn tdk diperhatikan. Gmn bro?

  26. Hah situ makan kecoa tapi merasa enak? Amit-amit deh Bro!!

    Hati-hati, jangan mudah tertipu oleh hal-hal (komentar) yang sudah dimasak sebelumnya, bisa jadi hal yang jorok dan sampah akan kalian makan karena sudah di”masak”dengan baik sehingga terasa begitu lezat saat dimakan.

    Contohnya ya Bro Ring ini.
    Makan kecoa serasa makan makanan yang lezat….duh duh duh…

    Hati-hati pula terhadap berita kecoa yang dimasak sampai terlihat dan terasa lezat.

  27. Tolong comment saya dibaca lg kata per kata dgn jelas ya pak ramen. Saya bilang “teman” saya mencoba makanan itu dan dia bilang enak. Itu pertama. Yang kedua, yg hendak saya kemukakan di atas adalah bhw bahan yg jelek di tangan koki yg bgs akan menjadi bagus. Apakah produk2 yg market leader adalah selalu pny quality yg lebih dari kompetitiornya?? Tidak kan?? Tetapi knp bs jd market leader, krn ada koki yg bgs yg bs memasak bahan biasa mjd luar biasa. Kalau koki itu bs merubah bahan jelek mjd hasil bgs, apalagi kl bahannya bagus! Jd esensinya ada pada koki nya. Gmn caranya menciptakan koki-koki yg demikian?? arahnya kesana. Kok anda malah belokkan ke kecoaknya?! Itu cuma salah satu contoh extreemnya saja. Tolong ya pak dibaca sekali lagi. Dan satu lagi yg paling penting, saya rasa alasan kenapa berada di forum ini adalah utk saling belajar, jd saling menghargai pendapat itu mutlak. Terima kasih.

  28. Kok ngomongnya marketing terus??

    Kalo menurut saya sih, banyak sekali faktornya.,
    Mau dijelasin satu-satu ntar malah bikin artikel lagi disini.,
    Salah satunya mungkin adalah masalah dana.,
    Hehe..

  29. @adicuzzy
    Sama.,dana nya balap tuh nyang kurang :-D
    ..bahasa in-telek-nya gmana yak

  30. @ring piston
    Nah tuih dia yang pertama, orang yang makan kecoa seringkali bilang temannya yang makan kecoa, wakakakkakakak.
    Kedua….akhirnya anda akui khan kalo produk jelek ditangan koki yang hebat bisa menjadi produk yang market leader. Jadi seperti kata saya yang sudah sudah…hati-hati makan, jangan sampai anda (konsumen) makan (product) kecoa yang sudah dimasak oleh koki handal wak kak kak. Nah hati-hati ini seringkali kebohongan terhadap konsumen. Kecoa dibilang daging rusa. Wakakakakakak

    Lebih hebatnya lagi korban tidak lagi merasa tertipu atau bahkan jijik terhadap product kecoa tadi, malah bilang enak atau bagus. :) Ya contoh real nya ya si Bro Kecoa ini, eh salah Bro Ring Piston ini. Wakkakakakak

  31. Valentino_resi

    Waduw… udah deh yang jelas kawasaki itu sekarang udah bikin taste tersendiri yang belum dipunya YMKI/AHM..

  32. Valentino_resi

    Wah sori yang di atas salah pos neh…

  33. @ bro adicuzzzy
    Nah setuju 100% tuh bro, coba dibaca komen saya yg pertama. Disana saya sebetulnya ingin mengarahkan pembicaraan ke arah sana, krn itu di kalimat terakhir saya menyinggung mslh budget. Cuman org yg dgn komen yg bertujuan menjatuhkan itu yg akhirnya membuat kita berbelok dari arah yg benar. Bener ga bro?

  34. Salam kenal
    Numpang lewat ya bro..
    Banyak hal faktornya (versi saya):
    – disiplin terhadap peraturan lalu lintas yang rendah
    – hanya patuh jika ada petugas
    – petugasnya juga sama kadang saya lihat juga kurang memberi contoh yang baik
    – wibawa penegak hukum yang nyaris dititik nol, ditakuti karena hanya menegakkan disiplin diatas uang (walaupun saya sangat percaya masih banyak polisi yang benar-benar baik)
    – budaya korupsi menyebabkan dana yang seharusnya untuk mengembangkan olahraga indonesia termasuk otomotif menguap entah kemana..
    – kesemrawutan berbagai event otomotif oleh panitia, membuat sponsor besar enggan mendukung, apalagi sampai event international.
    – tidak semua ATPM mau mendukung pembalap lokal untuk maju di event regional dan international, karena mungkin beranggapan “toh udah laku ini, ngapain mesti ngeluarin duit lagi buat kayak gituan”..hehe…

    Salam

  35. @ring…
    Walah weleh…
    Jelas aja bicara kecoa, sekarang malah lari dari pembicaraan….

  36. Sudah lama saya juga Bro, memimpikan pembalap moto gp dari Indonesia, saat melihat “Abaw” turun sebagai wild card di Sentul tahun 1996 saat itu sedang jaya-jayanya Michael Doohan, dan Rossi masih di kelas 125 cc….
    Tadi pagi malah lihat pengendara Mio yg bonceng istrinya, pukul pengendara motor laen dengan helem-nya…..indonesia……oh indonesia :)

  37. @r1ngpiston
    Halah, ane kan cuman komen gitu doank, situ langsung bilang stuju 100%..hehe..
    Dana cuman salah satu faktor aja, tu aja masih bisa dikembangin jadi bermacam-macam faktor lagi.,
    Dan juga masih banyak Faktor lain2nya selain dana, seperti faktor dari SDM-nya sendiri.,

    @noem3d
    Tepat sekali bro.,
    Itu juga yang berada dalam benak saya, tapi males nulisnya.hehe..

  38. To ramen: tolong pak, komen saya dibaca lg sekali, kl msh kurang jelas dibaca lagi 3x, 5x, kalau perlu 10x sampai anda bener2 paham apa yg saya tulis, maksud saya, dan kemana arah pembicaraan saya serta pesan terpenting di akhir tulisan. Jd anda tdk ngawur dalam mengartikan maksud komen saya.,

  39. To ramen: tolong komen saya dibaca sekali lagi, kalau masih gak ngerti, tolong dibaca 3x, 5x, 10x lagi sampai anda bener-bener paham komen saya, apa yg saya maksud, kemana arah pembicaraan komen saya, message terakhir yg mjd kesimpulannya. Tolong dibaca dulu sampai paham, baru ngobrol lagi, supaya tdk salah menerjemahkan komen saya.

  40. hihi..coba deh di puteran cengkareng..
    orang nya gw yakin pda berskill tinggi noh..
    dimlai dari nyari jalan “off-road” ato pinggir jalan yg udah ancur banget .. ditambah lagi dengan jumlah pengendara sepde motor yang banyak..

  41. @ring
    sudah lah bro … tanggapi dng santai ajah
    gw nangkep yg bro maksud inti penekanannya ada di ‘koki’ bukan ‘kecoa’ meski dlm pemahaman gw kecoa jg halal karna termasuk serangga spt belalang jangkrik dll
    jd kalopun bro makan kecoa … so what gitu loh (saykoji mode:on)

  42. Kokinya dan kecoanya, sama sama gue singgung, artinya dengan koki yang hebat, banyak konsumen yang gak tahu telah makan kecoa, walau akhirnya mereka tahu yang mereka makan adalah kecoa, tapi akhirnya mereka tetap bilang enak, atau mungkin sangat enak, dan bodohnya lagi konsumen yang jelas-jelas tahu itu kecoa malah makan dengan lahap dan bilang enak seperti bro ring ini. Weleh weleh weleh.

  43. Gue dah baca 3X 5X 10X seperti yang Bro Ring sarankan…..dan kesimpulan saya yang namanya kecoa tetap kecoa, dan konsumen yang begitu bodohnya makan kecoa itu koq sampai tak sadar bahwa itu kecoa, kecoa ya tetap kecoa, mau dipecel, dibrengkes, mau digoreng ya tetep kecoa. Emang kalo konsumen pinter walau seenak apapun rasa kecoa ya pasti sadar telah salah makan…..wak kak kak kak.
    Sejuta cewek dikasih makan kecoa belum tentu ada satu yang mau makan. Kalaupun ada yang terlanjur makan begitu tahu itu kecoa pasti muntah…..alangkah sedihnya bila masih ada manusia yang mau makan kecoa. Toh ayam dan teman temannya masih tersedia kok…..kecoa yang hidup di gorong gorong dan sampah bukan produk yang tepat jika mau dimakan….
    Makanya harus bener2 pilih koki yang mau menyajikan makanan berkualitas dan tetap enak….TOP.

    Turut berbela sungkawa untuk temen-temen yang masih makan produk kecoa. Apalagi bagi yang sudah tahu tetapi tetap merasa enak. Turut berduka cita Bro.

  44. Ternyata pak ramen ini tipe org yg membaca gak bisa tuntas. Buktinya udh baca komen saya 10x msh juga tdk mengerti pesan di akhir komen saya. Saya rasa dibaca 100x pun jg tdk akan tuntas kalau yg baca pak ramen sendiri, saya bantu ya bapak, di akhir komen saya jelaskan bhw bahan yg jelek (sejelek kecoa pun) bisa jd bgs kalau kokinya bagus. Apalagi kalau bahannya not bad (saya yakin pengendara motor di indonesia sebenarnya punya qualitas yg not bad) hanya saja di republik ini tdk ada koki yg bagus. Nah utk memilih bahan yg bagus kita perlu sistem rekrutmen calon berbakat, pembinaan konsisten, serta koki (pelatih) yg hebat. Apakah itu semua gak butuh duit?? Apa mau dibayar pake daun?? Enggak kan?! Trus apa pemerintah ada alokasi dana kesana? Kalau gak, trus gimana kepedulian pihak perusahaan2 otomotif roda2 ttg hal ini? Apakah ada care atau diam saja??

    Gitu lho maksudnya kang mas,,, besok2 kalau baca yg lengkap, supaya gak salah mengerti.. Ok pak ramen??

  45. @ring
    kalau kecoak mah terlalu ekstrim, mungkin bekicot atau yg lain bisa mewakilin. coba kita lihat bekicot dihalaman, pasti deh gak bakal mau makan tuh mahluk, tapi kalo di paris… orang pada bayar mahal buat makan sepiring mahluk itu yg ganti nama doang jadi escargot.
    btw, makanan apa tuh yg pake kecoak & dimana? mungkin jenisnya bkn kecoak yg kayak kita temuin di kakus disini kali?

    @ramen & ring
    piss ah, gak capek apa?

  46. @ring
    Justru situ yang gak mengerti, saya mengerti maksud ring, cuman karena masih polos dan mentah, saya lengkapi eh situ malah gak ngerti sama sekali…saya pastikan gak salah baca.
    Justru saya kasihan sama konsumen yang telah diberi makan kecoa bertahun-tahun, tapi tetap memuji muji si koki seperti bro ring ini….ck ck ck ck

    Kalo masih gak ngerti juga ya…..!
    Kasihan juga kalau sindiran halus kayak gini masih gak ngerti….ya betapa begonya…tapi mana ada sih orang yang sebodoh dan sebego ini kalau bukan….si ….(Tebak sendiri)

  47. @ring
    Eh…kok di dua artikel yang lalu; artikel siasat saat kepepet dengan kekurangan dan keterbatasan ala kawasaki dan artikel iklan bajaj emang paling uhui kok bro ring GAK BERANI KELUAR LAGI ? Kenapa? Wk k k k k.

  48. Cabut dulu ah!
    He he he he he.

  49. Saya tahu kalau situ sebenarnya mau ngomongin para “penipu” yg bahan kecoak diolah dgn bumbu sedemikian sehingga org jd suka makan makanan tsb yg sebenarnya sangat tidak menyehatkan sehingga anda coba menyindir sekaligus mengingatkan konsumen mengenai hal ini. Gue sih setuju, cuman anda menjadikan saya contoh konsumen yg tertipu, ya saya jelas mjd tdk setuju krn yg makan makanan kecoak tsb TEMAN SAYA, saya ulang sekali lagi, TEMAN SAYA! Bukan saya. Kalau saya, mau seenak dan selezat apapun saya tdk akan makan kecoak, walaupun dikemas berupa pepes ataupun pizza. Sekali kecoak tetap kecoak! Jorok! Wong hidupnya aja di tempat2 yg sangat jorok. Ngebayangin makan aja udh mau muntah! Jadi, sebenarnya anda tahu mksd saya dan saya jg tahu mksd anda, trus ngapain kita berantem? Capek kan? Trus bbrp hari ini gue sibuk bgt, ga sempat komen trlalu bnyk, cb abis ini gue lihat artikel yg laen

  50. Obsesiq jadi pembalap g kesampean….

    cuma bisa balap dijalanan dengan motor ninja R…

    Balapan suatu hal yang menyenangkan…bikin adrenalin terbakar…semangat hidup ada….

    wah pengennya jadi pembalap…

    aOBSESI…

  51. @Ring piston
    Tiga : Kosong
    Gitu aja kok repot mas, lha gak dari awal aja ngaku…..hie he he he.
    Soal makan kecoa, terus terang saya masih ragu, biasanya dalam kontext itu si pembicara yang justru adalah si obyek penderita. Wk k k k k !
    Tapi ya sudahlah….toh yang makan yang ngerasa sendiri……dan bro bro lain yang ikut baca yang menyimpulkan sendiri. He h h h h .

  52. Bukan.
    Satu : satu

  53. Gue juga ngitungnya 3 : 0

  54. Bagi gue. Orang yang makan kecoa ya tidak mungkin juga ngaku. Andai saja cerita ya katakan aja temannya yang makan.

    @ramen
    Bro, cecunguk ini gak mau ngaku kalau dah KO di tiga argumen di tiga artikel. Hajar aja Bro!!!
    Kita sesama pengharam kecoa.

  55. @ ninin
    Udah lah, terserah eloh yg itung jg eloh

  56. diziram boz pake minyak zupaya makin kebakar

    udh lah damai aja. ngapain ribut ribut bro. zemua kan punya zudut pandang yang berbeda. udh akur aza ya .

  57. dunia ini indah karena beraneka ragam boz. coba bayuangin kalo di dunia ini laki2x zemua atau kebalikannya.

    akur dah

  58. 2011 doni tata juara SBK (kata kembarannya mama lourent). hidup PERTAMINA ,hidup PLN.

  59. Horas bah! Ok ok, peace!

  60. @ramen
    guoblok temen sih le, lulusan ngendi to

  61. inti nya lo punya duit nyentul.
    lo kere cuma ngetrek di jalan.
    jatuh di sentul selamet.
    jatuh di jalan mati di sambit truk or bus or trotoar.

  62. @mantan begajulan
    Mantan begajulan aja banyak bacot, paling-paling begajulan kelas trek-trekan jalanan.

  63. Fantastis…..kemenangan 1st podium yg ke 100 di Assen, ayo Bro……artikel barunya ditunggu lho !

  64. ramen, ringpiston, ninin, mantan,
    oii…oiiii…peace aja bro…sesama bikers jangan ribut dunk..jangan bikin corong pasna..jangan bakar2 an terus…..saling teliti dan memberi masukan yang berguna duunk….

  65. Sayah setujuh dengan pendapat masKomeng, memang kebanyakan masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan Motor, baik Skutik, Bebek, Sport apalagih kalo seandainyah banyak juga motor sekelas SPORT MOGE dengan harga murah.

    Maksutnyah adalah jika sudah terbiasa dengan membawa SKUTIK dan BEBEK, maka pindah/naik kelas ke Motor 600cc pasti butuh adaptasi lagih. Lalu coba bayangkan apabila seandainyah sudah terbiasa dengan motor 600cc, bukan tidak mungkin skil Masyarakat Indonesia bisa setaraf dengan Stoner, Perdosa, Lorenzo or Rossi sekalipun..he..he..he.


  66. motor listrik bisa kenceng juga yah… nyaris gak ada suaranya…

  67. kok lom ada artikel baru yah

  68. Mana si Ring Piston?
    koq kagak muncul lagi ya?
    Hoooooooooooi!

  69. r1ngpiston

    Gue disini bro, kok elu jadi ribut ama si mantan begajulan?

  70. Aaagh.,
    Pada gag nyambung, bro ramen bahas ini, bro piston bahas itu.,
    Mbok ya komentarnya jangan pake bumbu emosi ya mas2 bro sekalian.,
    Kalo udah emosi itu komentarnya jadi nyakitin hati lawan komentar.,
    Apalagi ampe pake skor-skoran segala, emang bro komeng ngasih hadiah buat yang skornya banyak??
    Fair aja dagh, tak ada kalah dan menang.,
    kita mengakui komentar orang lain lebih benar itu bukan berarti kalah, begitu juga sebaliknya, kalo orang lain mengakui kebenaran komentar kita, jangan merasa jadi pemenang.,
    Jadi saling menghargai aja.okey.,

    Lanjutken!!

  71. @adicuzzy

    setuju om, cuma buang2 energi doang, kayak meributkan pepesan kosong. Calm down deh, jangan bawa2 emosi

  72. @Proud2pride

    seinget ane “Abaw” tuh panggilan Hendra Tirta Saputra, dia bukan pembalap era 96. Tapi era sebelum itu, kalo ga salah jamannya Tinton, Beng Soeswanto masih aktif. Kalo yg jd wild card di GP 125 seri Sentul itu Ahmad Jayadi, Ade Taruna ama Petrus “Tobun” pake motor Yamaha. CMIIW

  73. mana artikel laennya? udah basi nih…

  74. Diborgol ama bininya lagi kayaknya hehe..

  75. Motor baru Jupiter Z!!!

    Pagi ini saya lihat motor baru Yamaha. Sepertinya Jupiter Z baru yah…. karena karakter desainnya Jupi banget.

    Lampu depan tetap dua, tapi agak kotak. Lampu sein di bodi seperti MX135. Lampu belakang tajam, seperti huruf T dengak aksen krom. speedometer dua lingkaran seperti Skywave. Bodi belakang mirip Revo 100, tapi bagian belakang lebih runcing. muffler dan footstep masih pake yg sekarang.

    First impression saya… Sporty abisss. kalo liat bentuknya, mungkin udah final. dan bisa jadi bakal di launch di event Indonesian Motor Show akhir Juli nanti.

    Bro Komeng ada info lain kah?

  76. vario baru juga akan launching bro dgn pake combi brake.

    udh banyuak meng yang akan di kupas dari jupiter, vario baru, tvs rock dll.

    mana meng artikel selanjutnya ?

  77. iya nih mana artikel barunya?
    Sibuk ama “maenan” barunya ya?

  78. panda_loecoe

    wah kambuh lagi penyakit om komeng….:)

  79. baca detik 17.07.2009 bahwa suzuki zedang meriset produk barunya.kayaknya motor zport gitu loh .
    ayo meng mana ulazan lainnya. tambah lagi yang akan di bahaz meng.

  80. @LAE TOGAR ANAK MEDAN

    hmm, moga2 aja bebek sport ya..
    jangan motor matic / bebek biasa..
    muga2 aja bersodara gtu sama satria, siapa tau aja bisa lebih menyempurnakan mesin satria-fu..

  81. sibuk ngentot jadi gak bikin artikel

  82. Kenapa pembalap Indonesia nggak bisa juara di kelas moto gp, 250 atau 125???
    Jawabnya karena postur pembalap yang kecil, nyali kecil, dana kecil juga.

  83. di blog zebelah lg bahaz izu fazer 160 yang bakalan keluar.katanya bakalan ditampilkan di iims 24.07.09. katane lg di uji coba gitchu. zip dah pokoke

  84. Kayaknya kok R15 duluan kali?

  85. om komeng kan orang Yamaha…. sekarang lagi sibuk siapin model baru. Katanya FZ16, New Jupiter, ma Bebek Matik (bodi mirip MX) segera meluncur…
    Buktinya..
    1. FZ16 udah tes harian… bisa diliat sekitar pabrik Yamaha
    2. Penampakan Jupiter baru juga sudah ada. Udah tes harian juga…
    3. Kalo Bebek Matik, info dr temen yang kerja di Vendor….

  86. Kabar Panas-Panas-Panas….

  87. @Monyet
    u orng umat bragama/brbudaya ga c,??
    Ngomong ga pke Etika..

    @ AA game
    lucu bngt comment u
    gw ampe mules2..

    yg pnya warunk lg belanja ke pasar dlu x buat persiapan lebaran..

  88. Wake up om genesis, wake up!! Blog bagus kok kagak diurus?

  89. gak punya duit boss..itu kayaknya jawaban yang tepat…

  90. tommy helfiger

    saya ingin rossi jalan di aceh

  91. soalnya dari pemerintah indonesia juga sedikit sekali kucuran dana untuk dunia balap motor.y makanya tidak akan pernah berkembang

  92. Kenapa Indonesia tidak bisa juara ? Pertanyaan yang mudah di jawab. Itu karena kita selalu mengirimkan talenta dengan menggunakan produk2 bangsa lain, Contohnya pada sepeda motor pemuda serta orang2 sini selalu berperang argumen Honda is the best atau Yamaha is the best, suzuki lah, kawasaki lah… Hal itu yg membuat kita terus kalah dan hanya menjadi pemain kelas dua atau bahkan kacangan di dunia internasional. Karena apa? karena tidak menjadi seorang yg menjadi diri sendiri mulai dari ujung kepala hingga kaki. kalaupun ada produk bangsa sendiri kebanyakan orang kita sendiri bilang, bagus nggak, ah paling bagus luarnya doang isinya kayak gepuk…. Bagaimana mau maju lha wong baru mau maju saja sudah diremehkan. Ahh ada2 saja peace bro semua, hidup INDONESIA !!

  93. Kalo mau gampang dan pengen cepet (instant) dapat juwara dunia dari Indonesia, dengan menasionalisasi ngajak Valentino Rossi pindah jadi WNI. Kalo pakai cara lain kayaknya gak mungkin,keburu balapan motoGP ganti nama atau sudah gak ada lagi.

  94. sponsor nya kurang. Liat aja beberapa tahun lalu. kenapa doni tata sering gagal finish?

    kebanyakan problem teknik. alias motornya jelek.

    kedua, mungkin pembalap indo kurang nekat.

  95. mudahan-mudahan selain doni tata masih ada lagi ya yang lain.. semangat Indonesia Biker !!

  96. @ramen ma nin250 lagu lu dah kayak jagoan. pa lagi si nin250 maen hajar aja, lo aja ya yg gw bunuh mo ga? gw pengen bgt nih bunuh orang2 kayak lo. paling dipenjara 15 tahun, yg penting puas bisa bunuh orang2 kayak lo itu.
    paling orang2 kayak gini yg cuma berani ngebut di jalanan membahayakan orang lain, ntar kalo di tegur dia duluan yg paling nyolot…..dasar kon**l lo…

  97. Ada lowongan gak buat jd pembalap motor GP indonesia …. ??

    gimana caranya yaa ?

    butuh bibit baru untuk membawa harum nama bangsa.

  98. Ditunggu Political will dari pemerintah….

  99. sehrs nya indo cri bbt pmblp, jngn cma cri pmin bola saja,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s