Belajar dr KorSel

Udah lama MG tidak menulis di blog ini… semua aktivitas MG stop dulu. Gue jalan-jalan ke KorSel dalam 2 minggu ini, full menikmati trip ini. Sudah lama KorSel tidak MG kunjungi, lebih dari 3 tahun, ternyata perkembangan KorSel sungguh pesat dan sungguh memukau.

Raksasa Ekonomi Asia ini tumbuh bergerak leading dalam electronic manufacture sekaligus electronic product seller meninggalkan negara Jepang seterunya. Bahkan dalam dunia pergadgetan khususnya smart phone, Samsung (S4) mulai membekuk i Phone (iP5) bahkan di negara Amerika sekalipun.

Luar biasa negara ini, semua ini berawal dari industri entertainment yang tumbuh, berkembang, diseriusi secara extra professional, sehingga lahirlah bintang-bintang dunia mulai dari BOA sang diva pop Korea, beraneka boyband dan girlband hingga sang sensational PSY dengan Gangnam Style-nya.Dari industri entertainment inilah industri pariwisata tumbuh berkembang, industri garment dan fashion juga tumbuh berkembang, shopping industri juga tumbuh berkembang, bahkan resto dan food industri asal Korea meledak di dunia. Perkembangan positive di satu vektor industri akan mendorong perkembangan positive di industri lain yang mendukung, termasuk di dalam memperkuat brandname asal Korea. Raksasa industri Korea mendapat angin segar untuk leading,  Samsung dan LG berusaha menjadi no1 di dunia.

Saat ini bahkan konsumen di belahan dunia manapun berusaha mengenal berbagai produk asal Korea. Suatu lingkaran positive yang begitu cepat, kuat dan dahsyat mendorong kekuatan ekonomi Korea.

Bagaimana dengan industri motor Korea? pertanyaan ini adalah pertanyaan  fundamental yang harus dijawab.

Industri motor di Korea tidak berkembang, kebutuhan dalam negeri tidak ada, masyarakat Korea Selatan lebih memilih naik mobil atau public transportation yang tersedia atau bahkan berjalan dari blok ke blok. Ya memang di KorSel orang akan lebih memilih public transportation yang murah, bersih, aman dan nyaman menurut standart masyarakat di KorSel tentunya. Bagi yang berlebih secara ekonomi tentunya akan membeli mobil, buatan dan merk Korea tentunya.

Ketika Gue berjalan-jalan di Seoul, tidak banyak yang mudik diatas tanah, lebih banyak yang berjalan dan memilih naik subway, diatas tanah jalanan sepi melenggang, dibawah tanah ramai. Link antar distrik dan blok dipenuhi para pekerja. Malam hari jalanan di atas tanah mulai ada tanda-tanda pengguna motor, nampaknya terlihat beberapa biker minum-minum di cafe-cafe pinggir jalan, memarkir motornya sambil membunyikan music audio di motornya. Motor apakah? Moge Matic itu yang Gue tangkap, Matic gambot yang panjang seperti motor masa depan di anime-anime Jepang. Aneh juga pada awalnya melihat…tapi inilah belahan bumi yang lain…kehidupan yang lain dengan motor yang bentuknya lain pula. Seperti capsule besar berjalan wk wk wk wk….

Pertanyaan yang tidak kalah penting apa yang membuat ekonomi Korea menggurita? memang tidak disangkal industri entertainment sangat mendukung kemajuan ekonomi KorSel. Akan tetapi mendorong bola salju yang bergerak turun semakin cepat dan semakin besar adalah hal yang mudah. Bagaimana awal terbentuk bola salju itu? siapakah yang mendorong bola salju kecil pada awalnya? hidden questions  inilah yang Gue tanyakan pada Mr. Kim, teman perjalanan dan seorang pakar bisnis di KorSel.

Jawaban Mr. Kim sungguh mencengangkan. Awal kebangkitan Korea Selatan didasari Mental Berjuang para penduduknya, kemauan berwirausaha dan membangun bisnis walau kecil-kecilan. Support bagi Micro Business (mirip UKM di Indonesia) ini dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan Micro Business. Salah satunya dengan mengharuskan para Consultant Bisnis memberikan dukungan kepada Micro Business dengan harga yang murah. Memberikan konsultasi bisnis terhadap para pelaku Micro Business dikenakan tarif yang sangat rendah, yaitu sekitar 100.000 Won – 1.000.000Won per kasus pertanyaan yang disepakati (1%-5% saja dari tarif yang seharusnya). Dalam 40 jam kerja para  consultant professional ini diharapkan memberikan 1 jam saja waktunya untuk para pelaku Micro Business yang membayar fee harga khusus ini. Bayangkan bagaimana Micro Business ini tumbuh dan tumbuh dan tumbuh dengan tuntunan para professional consultant ini. Ketika mereka tumbuh menjadi  Mega Business, tentunya jasa para consultant ini akan semakin dibutuhkan.

Suatu rahasia dahsyat yang selama ini tersembunyi tentang kemajuan Ekonomi KorSel telah terbuka. Tidak banyak yang mengungkapkan hal ini. Orang KorSel sekalipun lebih suka mengungkapkan mental, semangat dan kerja keras merekalah yang telah mengubah wajah KorSel semaju ini.

Gue jadi berfikir tentang Indonesia. Di negara kita banyak sekali Micro Business, sayang tidak di arahkan dan dimanage secara professional. Sedangkan para Consultant sejujurnya lebih tertarik membenahi perusahaan besar yang mapan, selain lebih mudah mengarahkan, juga secara nilai ekonomi tentunya memberikan feed back yang besar. Berbanding terbalik dengan keadaan Micro Business (UKM) di Indonesia yang relatif konservatif, lack of knowledge, management amburadul dan mindset yang susah. Belum lagi feedback secara nilai ekonomi yang sangat kecil. Bagaimana bisa tumbuh menjadi Perusahaan Besar yang dituntut Professional?

Dari pelajaran perjalanan di Korea Selatan bersama Mr.Kim ini, Gue tersentuh berbuat hal yang sama juga. Saat ini Gue lagi berfikir bagaimana membuat konsep yang baik untuk memberikan konsultasi secara tepat bagi UKM dan para entrepreneur pemula yang membutuhkan konsultasi professional secara mendetail dengan memberikan program Konsultasi dalam bentuk Social Responsibility yang bertarif rendah.

Mudah-mudahan terlaksana, mohon dukungan.

Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Atas berbagai masukan dan dorangan di e-mail akhirnya Gue dedikasikan waktu Gue untuk memberikan support untuk Micro Business Indonesia.

Selengkapnya di sini:  https://mygoldmachine.wordpress.com/2013/06/10/micro-business-consultation-konsultasikan-bisnis-micro-anda-bersama-mind-genesis/

About these ads

16 responses to “Belajar dr KorSel

  1. Salut

  2. Artikel yang berbobot

  3. Cita-cita yang sungguh mulia… Lanjutgan!!!

  4. bisnis mikro di indonesia itu susah. Dari pak rt, kelurahan, semua minta ‘pajak’. Belum lagi preman. Gak ada dukungan sama sekali dari pemerintah. Yg terjadi justru sebaliknya, pemerintah bikin ribet.

  5. Memang harus diakui mental orang asia timur itu kuat2
    Orang indonesia mayoritas kalah di mental dan banyak yang punya sikap nyari zona aman abis tu stagnan disana. Mental yang harus dibenahi dan lumayan susah.

    Bro komeng….serius…salam saya buat yoona disampaiin ga? :mrgreen:

  6. Boleh jadi pabrikan Roda dua harus memulai mendukung pengembangan UKM dengan memanfaatkan dana CSR untuk konsultan pengembangan UKM, bukankah UKM banyak menyerap kendaraan roda dua sebagai moda transportasi penunjang UKM tersebut.

  7. Waaah cb di blogna di buat ttg bimbingan berwirausaha gt,, pasti aq lbih setia berkunjung,,
    Hihihohiii

  8. Jawaban Mr. Kim sungguh mencengangkan. Awal kebangkitan Korea Selatan didasari Mental Berjuang para penduduknya, kemauan berwirausaha dan membangun bisnis walau kecil-kecilan. Support bagi Micro Business (mirip UKM di Indonesia) ini dilakukan oleh pemerintah dengan memberikan kebijakan yang mendukung pertumbuhan Micro Business.
    ________________________________________________________
    jangankan d sektor pelaku Usaha (produsen),dsektor konsumen pun Indonesia malah terkesan gak ingin maju.Mau bukti???

    tuh FBH n FBY??cuman konsumsi motor aja,hmmmm udah kayak “raja” yang berHAK mencaci konsumen yang motornya secara penjualan gak sebesar motor yang dbelanya (you know what i mean).Padahal itu cuman motor buatan Jepang aja.Gmana mau maju dan berusaha untuk memajukan ekonomi Indonesia coba kalau sifat dari FBH n FBY aja udah tercermin kayak gtu???

    itu tadi dari sisi dunia motor,adalagi dunia Gadget,yang sifatnya sama dengan FBH n FBY,

    mungkin Korsel belajar dari Cina yah ttg sifat ingin maju.Toh cina kan juga begitu melahirkan banyak sekali produk murah,produk yang menjiplak,produk yang multifungsi,yang meskipun keawetannya kurang begitu terjaga,tapi mereka gak peduli kan???mau dkatakan jiplaik,mau dkatakan produsen yang gak niat,asal produk mereka ada yang beli,kenapa mesti malu???bahkan FBH n FBY pun juga suka mencaci produk Cina (padahal tahu sendiri kan siapa yang lebih hina??)

    kesimpulannya,kayaknya susah untuk mengajak generasi muda untuk memajukan dunia ekonomi Indonesia,lha gmana gak susah,mereka semua masih ada “gengsi”.Kalau motor gak Jepang gak keren,motor kalau gak pakai Honda namanya bukan motor asli (Yamaha aja dkatain produk motor abal2),Smartphone kalau gak iphone gak keren,dan banyak lagi hal yang demikian.

  9. Nyuuuuuss,…korea cepat maju dgn akar budaya dan tradisi yg kuat.kerja keras,disiplin tinggi,saling menghormati dan budaya malu kalo punya kesalahan ditambah pemerintahan yg amanah..indonesia dengan keanekaragaman budaya,suku bangsa,tradisi dan agama,plus pemerintahan yg bobrok dan korup,butuh waktu dan effort lebih untuk bisa mengejar ketertinggalan..

  10. Mas admin ki piye toh..
    Indonesia tidak perlu belajar dr korsel mas
    bangsa Indonesia itu bangsa yg kuat…
    Yang berani hidup miskin dr lahir sampe mati
    yang hidup ikhlas meskipun pejabatnya pada korupsi
    yang tidak marah walaupun disengsarakan negara
    yang ditindas tapitidak mati-mati
    yang taat bayar pajak meskipun jalan dan infrastruktur lain masih berantakan
    yang berani kredit motor walaupun gak punya kerjaan
    yang dijajah belanda 3,5 abad tapi tidak menyimpan dendam, malah rakyat indonesia banyak yg cinta timnas belanda

  11. o MG bagi2 oleh2 dar korsel nich

  12. di Indonesia memang banyak UKM bahkan industri otomotif skala kecil, tapi apa daya pemerintah seperti sangat menghamba pada jepang.
    tengok saja kasus LCGC dimana pengusaha mobil lokal merasa seperti dikadalin, bukannya disupport malah dibantai dengan ditandatanganinya pengesahan LCGC,
    hebat kan pemerintah kita.
    dan banyak pejabat kita yg lebih suka bisnis daging, entah itu daging sapi atau daging mulus hidup. (if yu no wot ai min)

  13. murah ok . gratis jozz gandoz. bro… gratis menggiurkan tp membuat kita terlena … hahaha

  14. uhuyyy… JOSS>. aku daftar ya bos..

  15. Yg bikin males premannya…kios baru dibuka udah beberapa pengamen datang, nggak sekali duakali, tp rutin harian…pernah pula kedatangan rombongan klub motor, sebagian pesen mie ayam, yg lain rame2 naker es buah sendiri…duhhhh….

  16. @ most… ane numpang ngakak ya…
    Emang banyak kontradiksi di kita.. mudah2-an berubah terutama pemerintah-nya… Rakjat swasta di Indonesia kih rajin2 kok..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s