Market Bebek Low End dan ISSUE Penetrasi teknologi FI (Market Outlook 2014 Lanjutan 1)

Sebagai lanjutan dari artikel Marketing Outlook 2014 , mari kita kupas lagi lebih mendalam masing segment dan product category yang ada.

Pertama Gue akan kupas dari Market Bebek Low End yang seolah terlupakan belakangan ini oleh euphoria Sport dan Matic Rising. Padahal kategori ini memiliki tingkat kepentingan value strategic yang cukup berharga sampai saat ini.

Pada kategori bebek, kekuatan Honda berada di level middle up Produk, Line up 125cc series Honda tidak pernah tertandingi sejak dahulu, bahkan pada periode 2013 telah menjadi puncaknya. Disini Honda nampaknya akan melakukan banyak strategi defend. Sedangkan di bebek middle low 110cc premium, Honda telah mulai menancapkan kukunya dalam-dalam. Untuk Low end Product bebek, Honda berusaha keras menghantam lawannya, yaitu Yamaha yang justru basis kekuatan bebeknya berada di sini.

Dengan adanya perubahan situasi market Indonesia yang cukup cepat, berkat adanya laju inovasi FI technology pada market motor di Indonesia, tentunya terjadi pergeseran market. Honda diuntungkan dengan segmentasi market low end product yang lebih educated. Secara psikografis, pembeli low end product di Indonesia untuk merk Honda umumnya lebih terbuka akan hal-hal baru dibanding dengan psikografis konsumen Yamaha. Secara Demografis umumnya pembeli Honda juga lebih Educated people walau sama-sama di kelas SES yang sama. Pembeli Honda lebih terdorong oleh fiture logic dan taste factor sedang Pembeli Yamaha lebih terdorong oleh dorongan emosi yang kuat dan economic logic. Sehingga dengan adanya penetrasi teknologi baru, yaitu FI untuk bebek low end, konsumen Honda lebih mudah menyerap produk baru yang sudah dilengkapi dengan FI. Sedang konsumen Yamaha butuh tidak hanya sekedar edukasi melainkan butuh “bukti” market yang cukup besar telah menggunakan teknologi ini secara luas tanpa masalah.

Disinilah letak PR, sekaligus strategy dan aimming tahun 2014 Yamaha, bagaimana Departement 3S, khususnya Service harus dapat mengedukasi dan membuktikan kepada market bahwa FI Yamaha sudah umum digunakan dan tanpa masalah, perwatan mudah dan seterusnya. Sehingga dapat gain back di market Bebek Low End yg selama tahun tahun sebelumnya adalah back bone Yamaha.

Sedangkan untuk Honda, Pr 2014 ini adalah bagaimana menekan dan melumat Yamaha dengan strategy attack with new valuable product untuk segment kategori bebek low end market. Jadi bukan FI sebagai fitur utamanya, melainkan FI sebagai fitur standart yang harus ada pada motor bebek. Honda akan lebih menitik beratkan pada Advantage Value yang lain yang disesuaikan market yang diincar, jadi selangkah atau satu step lebih maju dari pada strategi dan posisi Yamaha di market segment ini.

Baca selengkapnya:

http://mygoldmachine.wordpress.com/2014/02/03/marketing-outlook-prediksi-peta-strategy-dan-kekuatan-brand-roda-2-indonesia-tahun-2014/

Nantikan pembahasan segment  lain yang lebih seru di Next Artikel

Intidaya Hutama Indonesia Bisnis Direktori

IHI Indonesia

Buka web sponsor di atas untuk mendapatkan Clue dari Next Artikel Rahasia yang seruuuu abis. Atau bisa juga kunjungi http://www.ihi-indonesia.co.id

Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy !!!

About these ads

26 responses to “Market Bebek Low End dan ISSUE Penetrasi teknologi FI (Market Outlook 2014 Lanjutan 1)

  1. Pertamaxxx….. baca dulu ahh…..

  2. kesalip ditikungan

  3. ketika Blade-pun dinaekan kelasnya ke 125 kira2 apa yang ingin dicapai honda? memperkuat market kelas 125cc yg telah digenggam supra ? atau gimana mas komeng? sektor bebek super 150cc kira2 ahm tertarik ga untuk terjun mengerogoti kue satriaFU ?

  4. Mau printer Epson gratis?

    ayo bro, ikuti photo contest Valentine,
    bisa foto dengan pacar, anak, istri, kakek, nenek, teteh atau motor tercinta.

    ikuti link ini http://www.facebook.com/sun.center.indonesia
    gratis gratis gratis

  5. Kalau kelas bebek 150 kayaknya bakalan mati dengan makin trendnya sport ya Bro, tapi ngak tau lagi lah. Prediksi awam.

  6. Kalau harga mirip saya pilih yang ccnya 125 dr pada yang 115. Toh bebek sporty harian,boros dikit gak napa napa, lagi pula Honda mesinnya gak boros, jadi mending pilih 125 cc kalau saya gitu Bro Tulus

  7. nyimak om,,,,, dalem nih

  8. mantaf nehhh. semoga saza strategi yamaha tidak dipermainkan honda.

  9. wah bener,

    walu pgmfi nya honda diklaim jadul dan tidak secanggih ymi-jet.
    konsumen honda tdk melihat itu.

    sudut pandang konsumen honda:

    fi itu bagian dari fitur

    bukan faktor irit injeksi sbg penentu keputusan membeli

  10. Disinilah letak PR, sekaligus strategy dan aimming tahun 2014 Yamaha, bagaimana Departement 3S, khususnya Service harus dapat mengedukasi dan membuktikan kepada market bahwa FI Yamaha sudah umum digunakan dan tanpa masalah, perwatan mudah dan seterusnya. Sehingga dapat gain back di market Bebek Low End yg selama tahun tahun sebelumnya adalah back bone Yamaha.
    ==========================

    bukankah klaim fbnya

    ” s3 yamaha plg siap tanggani injeksi , pake laptop dan tdk pake obeng”

  11. @bdt
    nah….itu yang mau saya tanyakan juga sama om Komeng… bukannya konsumen yamaha lebih “melek teknologi” dibanding konsumen honda? Atau hanya di segmen sport saja??
    Setreotipnya kan konsumen honda adalah “awam” atau “bapak-bapak”, sedangkan konsumen yamaha adalah “smart” ???
    atau sebaliknya nih??

  12. sip om komeng…

    makin asoy neh duel sengit

    lanjutkan

  13. @bdt @sa469
    Bicara soal konsumen Yamaha vs konsumen Honda
    Nampaknya di artikel ini jelas merujuk hanya kepada konsumen di segment market bebek lpm (low price model) atau produk bebek low end 115cc ke bawah.

    Pada market ini ( motor bebek low end) berbeda dari market low end secara keseluruhan yang secara garis besar dapat dipandang dari kemampuan finansial dan mind set ekonomis. Kecenderungan konsumen yang lebih memilih bebek dibanding matic ada juga unsur pola pikir konservatif terhadap suatu pilihan produk. Sehingga boleh dibilang secara trends maturity, golongan ini lebih terlambat dalam menerima trends yang sudah datang. Ini sebabnya teknology Fi lebih mudah diserap oleh market matic low end dari pada bebek low end.

    Rupanya disini masih dipilah lagi, secara psychographic ada perbedaan mendasar antara konsumen bebek low end Yamaha dan Honda. Sifat manusiawi, basic emosi, dan kecenderungan juga dapat dipelajari lewat research dan analysis.

    _____________________________________________________________________
    Copas dr artikel:
    Secara psikografis, pembeli low end product di Indonesia untuk merk Honda umumnya lebih terbuka akan hal-hal baru dibanding dengan psikografis konsumen Yamaha. Secara Demografis umumnya pembeli Honda juga lebih Educated people walau sama-sama di kelas SES yang sama. Pembeli Honda lebih terdorong oleh fiture logic dan taste factor sedang Pembeli Yamaha lebih terdorong oleh dorongan emosi yang kuat dan economic logic.
    ______________________________________________________________________

    Menambahkan dari copas ini, hal tersebut pada copas adalah akibat dari positioning yang telah dipilih oleh masing masing brands diatas.
    Lihat bagaimana Yamaha melakukan brand activities untuk bebek low end nya, visualisasi iklan tv yang cenderung ke market akar rumput, komunitas anak muda konservatif, pedesaan, kampung, bahkan acara dangdut, slank dan komunitasnya.
    Bandingkan dengan Honda yang ke arah urban youth, nijie, low end trendy, terpelajar, acara anak muda dst.

    The way to promoted the product it self yang menyebabkan bagaimana suatu product lebih mudah diserap oleh kalangan dengan pola mind set, emosi , kebiasaan dan budaya tertentu, bahkan komunitas tertentu pula.

    Belum lagi the way to Sales the product, Yamaha dan Honda berbeda. Image yang tumbuh juga berbeda.

    Karakter produk juga berperan disini, misalnya dengan karakter high torque ala Bebek low end Yamaha, pengemudi maunya agresive tancap gas, beda dengan motor Bebek low end Honda yang cenderung calm bertenaga. Anak anak “terpelajar” tentunya lebih suka yang calm dan imagenya clean, sedang anak anak yang “free” tentunya lebih suka karakter agresive saat membawakan motor, image yang liar penuh kebebasan dan jagoan jalanan.

    Saat terjadi innovation yang mempengaruhi kecanggihan teknologi produk, tentu saja penyerapan antara 2 model karakter market ini berbeda. Hal ini nampaknya yang di utarakan dalam artikel ini.

  14. wiyanto
    thanksyou
    wah ada dosen marketing management

    dah lama ndak liat arsip kuliah strategy pemasaran.

    nanit tak liat lagi . pptnya msh tersimpna ndak dirumah

  15. Sepertinya nggak cuma di bebek low end, di matik pun, baik low, medium maupun high end matik, injeksi honda tampak nggak kesulitan. Berarti konsumennya memang sudah siap dgn teknologi baru.

    Kalau sport agak susah, krn walaupun segmen ini mengaku paling melek teknologi, kenyataannya membeli motor sport saja sebenarnya lebih ke dorongan emosi drpd kebutuhan. Buktinya ketika hujan, macet, bawa barang dll, matik/bebeknya yg dikeluarkan sebaliknya drpd sport.

  16. @joko kalau metic gak usah dibahas lagi lah, baik honda maupun yamaha tak terkendala masalah penyerapan teknologi fi. Karena market matic adalah market trendi, sedang market bebek lebih konvensional. Selebihnya ada di penjelasan @wiyanto diatas

  17. @ SUN indonesia
    Yamaha nggak terkendala di matik injeksi? Memang sih, pasar mio sudah menurun sebelum jadi injeksi. Tapi perubahan mio j jadi mio gt, xeon rc jadi gt125 merupakan tanda2 Yamaha mengalami kendala di matik injeksi. Kalau nggak salah, lumayan lama mio karbu dijual berbarengan dgn mio j.

  18. @joko
    mio karbu switch to mio j emang awal penetrasi fi sih, yamaha main aman aja seperti saat vega z ke vega zr dulu, terus vixion ke new vixion. Bukan begitu?

    Seandainya kendala , saya rasa bukan di fi nya coz, yg diutak atik modelnya terus, artinya matic yamaha yg kalah ama matic produk honda.
    kalau kendala di fi nya, mereka akan campaign fi lebih gencar dan model tetap mio j terus yg di campaign fi.
    Logikanya githu sih?

  19. @ SUN indonesia
    Memang sih, mungkin menurut Yamaha, model yg terutama jadi masalah. Tapi kampanye fi gencar juga kok. Sampai dibanding2kan dgn produk sebelah. Tetap dijualnya mio karbu berbarengan dgn mio j yg bikin aku berpikiran begitu. Bagaimanapun, main aman berarti nggak percaya diri bukan? Jadi walaupun nggak sebesar pengaruh model, fi tetap ada pengaruhnya. Coba bandingkan dgn vario 110 ke 125 dan beat ke beat fi. Penjualan langsung naik begitu saja, seolah2 konsumen sama sekali nggak keberatan soal injeksinya. Produk lama yg karbu juga langsung tdk diproduksi lagi. Benar2 yakin kalau pasar akan menerima produk injeksi.

  20. @joko
    masalah yamaha emang runyam ya

    bandingkan dengan honda , dimana beat ke beat fi nyaris tanpa masalah
    revo ke revo fi hanya sedikit mengalami kendala sales decrease bila dibanding moped low end yamaha yg langsung nyungsep saat pindah ke fi.
    honda sendiri mengalami masalah di bebek low end saat pindah ke fi, tapi teratasi. Yamaha sebaliknya…runyam.

  21. Jangan lupa buat bro teman teman semua, ikutan photo contest berhadiah printer Epson dan puluhan hadiah hiburan lainnya. Gabung di fb Sun indonesia atau tweeter @sunindonesia , instagram: sunindonesia untuk mendapatkan info detail.

  22. berita basi, dulu honda jual purna jual bagus , sekarang parah banget seperti jualan motor cina, partnya susah didapat walau di bayar di muka tetap ngak bisa? parah

  23. Bebek Yamaha low end macam vega dan force hancur di penjualan. Padahal vega dulunya salah satu backbone penjualan Yamaha, selain mio dan jupiter z. Artikel ini ternyata mengupas akar permasalahan yang selama ini dicari oleh divisi product development YIMM, mengapa lpm alias low price model Yamaha tidak laku dan terkendala di pasaran akhir akhir ini.

  24. Pingback: 3 backbone Product Yamaha telah Tumbang, satu pilar lagi tumbang, Kiamat bagi Yamaha Indonesia | Mind Genesis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s