3 backbone Product Yamaha telah Tumbang, satu pilar lagi tumbang, Kiamat bagi Yamaha Indonesia

Seperti telah terjadi 3 backbone produk Yamaha yang memberikan sumbangsih penjualan utama Yamaha di Indonesia telah tumbang di habisi Astra-Honda. Apa saja itu?

Mio Series

Mio dari tahun 2003-2012 telah menjadi Backbone Utama penjualan Yamaha di Indonesia. Sebagai “cash cow” product, penjualan Mio di Indonesia memberikan margin keuntungan yang sangat besar bagi Yamaha Induk di Jepang. Dengan adanya hantaman Beat yang pelan tapi Pasti….all Mio series keok di tangan Honda Beat, bahkan penjualan Beat series mampu mengalahkan penjualan all matic line up Yamaha. Cerita seterusnya tentu Bro bro sudah sangat paham….

Jupiter Z Series

Jupiter Z, motor bebek Legenda Yamaha yang terkenal mulai dari arena pasar senggol sampai ke road race yang lebih profesional, dari balap liar jalanan ke circuit balap, dari kota hingga ke desa-desa. Penjualan Jupiter Z series ini tentunya juga luar biasa bagi Yamaha. Hampir 90persen penjualan bebek Yamaha premium model didukung oleh penjualan Jupiter Z, sedang Jupiter MX yang mandul cuma memberikan sumbangsih yang sangat kecil. Honda tidak tinggal diam, setelah Blade 110 versi lama mandul, perubahan besar besaran dilakukan di desain body Blade, lahirlah Blade yang memiliki garis DNA Jupiter Z. Market pada perkembangannya lebih memilih Blade yang lebih superior di fitur daripada Jupiter Z yang saat itu malah mencoba lari dari pakemnya menggunakan mesin Vega113cc yang inferior serta fokus dikeiritan. Maka tumbanglah satu Backbone lagi… walau Jupiter Z1 sudah mencoba kembali ke pakem awal dengan DNA racingnya, tapi jaman telah berubah, jalanan tak lagi melenggang sepi…kini kemacetan tak hanya menghiasi ibu kota, hampir seluruh kota di Indonesia mulai akrab dengan kemacetan jalanannya. 2 Backbone Product Yamaha telah tumbang.

Vega R Series

Ya inilah backbone ketiga Yamaha, LPM (Low Price Model) Yamaha cukup berjaya di tangan Vega R Series, hingga terjadilah saat inovasi jaman fuel injection. Yamaha yang coba melangkah lebih dahulu di segment ini malah berbuah kehancuran. Bayangkan segment LPM Yamaha kaya akan konsumen konservatif, berbeda dengan pesaingnya Honda di market Revo-nya. Konyolnya Yamaha malah berusaha duluan hadir maju perang di medan keras ini. Suksesi Force sebagai pendamping Vega malah ndelosor sebelum masuk tikungan pertama. Maka Tumbanglah 3 Backbone Utama yang mensupport penjualan ini.

baca juga ini http://mygoldmachine.wordpress.com/2014/02/04/market-bebek-low-end-dan-issue-penetrasi-teknologi-fi-market-outlook-2014-lanjutan-1/

Ceritera berlanjut……

Setelah 3 Backbone ini Tumbang hancur lebur, kebanggaan Yamaha tinggal 1 saja, yaitu Vixion yang masih mampu menyokong penjualan sport Yamaha berjibaku dengan keroyokan produk kompatitor. Sebenarnya pasar sport ini sangat kecil jika dibandingkan dengan 2 pasar lainnya. walau ada kecenderungan trend membesar, akan tetapi justru pada Sport Premium 250cc dan LPM Sport 150cc (Versa Class). Sedang Sport 150cc reguler malah stagnant. Jika satu pilar ini juga Tumbang, maka Yamaha Kiamat.

Bagaimana langkah Yamaha untuk mempertahankan pilar kecil ini (Vixion) sebagai benteng pertahanan terakhir di tengah kepungan kompetitor? Tumbangkah juga, atau malah survive? bagaimana jalan keluar dan strateginya? Nasib Yamaha di market sport sangat tergantung hanya pada satu Produk ini saja. Nantikan di edisi artikel berikutnya, atau…diskusikan rame rame di komentar di bawah ini.

 

Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

 

About these ads

39 responses to “3 backbone Product Yamaha telah Tumbang, satu pilar lagi tumbang, Kiamat bagi Yamaha Indonesia

  1. waduh #tepokjidat

  2. selama itu juga YIMM gak benar-benar kenal sama produknya sendiri terutama mio series.

  3. yimm bisa fokus di 2 segmen penting bang, sport & metik.
    pertama yg utama mempertahankn sekaligus menambah lineup sport dgn entry product #karna sport backbone terakhir :lol: urgensi haha
    yg ke 2 revormasi keluarga si matic khususnya di entry level/mio series #design punya pengaruh sgt besar..

  4. @Oyoo backbone produk itu artinya produk yang menyokong lebih dr 80 persen penjualan. Kalau di Yamaha dulunya ya mio, jupiter z dan vega. Begitu tumbang semua, nampaknya vixion jadi kelihatan penting walau sebenarnya bukan backbone yg sebenarnya. Ibarat tulang rusuk yg harus berfungsi sebagai tulang punggung. Padahal demand sport kecil banget, haizz. Yamaha udah tinggal tunggu waktu.

  5. kehadiran R15 dan 250 pun kelihatannya ngak terlalu berpengaruh.

  6. Sukhoi-47 Berkut

    Ediyyaan..

  7. Pingback: Menebak langkah Yamaha mempertahankan benteng terakhirnya di market Sport | Mind Genesis

  8. yamaha sepertinya akan mati-matian mempertahankan sektor sport 150 termasuk memanipulasi angka-angka distribusi …. kemunculan R15 yang katanya harganya ‘mencengangkan’ karena cuman selisih dikit dgn harga NVL dan pastinya ‘calon penantang’ verza yang membuat yamaha menjilat ludah sendiri adalah upaya besar yamaha untuk memberikan perlawanan terakhir…. setting harga R25 dan R25 Naked/ pengganti Scorpio harus dipikirkan masak-masak oleh yamaha terutama dengan kehadiran Ninja Mono dan next ninja mono naked…..

  9. @MarUto
    Setuju Bro, YIMM bahkah gak kenal Produknya sendiri, gak tau kenapa suatu produk disukai atau bahkan dibenci marketnya…benar benar kebacut

  10. ediyannn….. maticnya juga ndak senggigit dulu

  11. analisa yg bgus buat yimm, semoga dibaca para petinggi buat jamu utk kedepan, krn memang yimm bisa membusungkan dada y dri 1 segmen ini spt halnya suzuki wlau memang lebih Uhuuuuuuuuuuuuuuuy kta om genesis…
    sudah seharusnya yimm menata ulang strategy utk low & mid market layaknya ahm mengkudeta mio series, jgn hanya msk di arena yg lg uforia saja krn kedepan jg bakalan nyungsep jua pelan2 jika gak ada branding strategy jitu utk back campaign, tetapi adakalanya gak spt honda jg yg kekuh akan pendirian & gak mengikuti trend pasar so dri sinilah yimm harus jeli memanfaatkan sebelum ahm tersadar akan trend yg sedang uforia dan ikut terjun pula dalam peperangan baru yg lebih fight

  12. 86LMINIEXCAVATOR80NS lom tembus jg om….
    ap bli produke dlu kali yak??wkkwkkk…..

  13. sintax error

    desa cibebernya sudah bebek belur. jadi ingat iklannya si komeng

  14. 1.kalo mau survive lg ya hajar dgn produk yg fresh fitur ngekor juga gpp (drpd tar desain diekorin ma ttga tp memberikan value lebih malah bisa g jd survive) dan salah satu strategi pol mentok yaitu berikan kualitas maksimal dengan harga yg murah (mungkin dengan mengurangi margin normal 25% skrg dikurangi jadi 15-20%)

    2.untuk pihak dealer jgn mempersulit untuk cash

    3.buatlah kompetitor terlihat overprice

    4.bikin mindset baru tp susah kayak e atau merubah mindset

    5.fitur sama (atau ditambahin), kualitas lebih bagus tp harga lebih murah mungkin cara ini bisa membalikan keadaan jd bisa membentuk pola pikir baru head to head lsg

    just opini sih CMIW

  15. @SAS
    bener juga msbro ini..seolah tumpuan akhir ada di segmen sport sy sampe g nyadar marketnya terbilang kecil susah utk jadi tulang punggung, kecuali demand sport menunjukkan 80% / lebih ya :D

  16. motor batangan

    Yang pegang peranan strategi dan marketing YIMM kudu diganti kayanya nih.. Jurus mereka yang selalu fokus di mesin, bukan fitur praktikal belum berhasil menang tapi dipake terus. Gue rasa setelah Honda keluarin HSX berpower charger ini, bebek Yamaha makin tergerus dalem..

    Setuju, Yamaha kaya ga kenal produk sendiri, dimana lebih dan kurangnya..

  17. Nasib Yamaha kini semakin menyerupai Suzuki

  18. Apalagi terkena strategi yg dipaparkan di artikel berpaswod, makin cepet nyungsep tuch:l

  19. @mariodevan
    Sebagai ex yamaha tentunya anda orang yang tau benar soal tumbangnya 3 backbone yang ditulis dalam artikel ini, bisa diceritakan kembali story kejatuhan Yamaha tersebut dari kacamata ordal Yamaha. Mengapa bisa terulang sampai 3 kali apa tidak cukup belajar dari kesalahan pertama di kasus Mio.

  20. Duduk manis sambil nyeruput kopi, menunggu jawaban orang ex yamaha dulu… kayaknya bakal seru….

  21. gak usah heran backbone yamaha tumbang satu persatu karena musuhnya ahm yg marketingnya kelas dewa dan malaikat :-|

    sumber daya ahm itu dihuni oleh malaikat semua yg maha suci yg selalu jujur, gak pernah ngibul, gak pernah bc, rajin sembahyang, rajin menabung, rajin minum cucu, rajin gosok gigi, cuka batu nenek nenek nyebrang jalan, pinter karena otaknya teknologi robot asimo dan selalu menegakkan kebenaran dan keadilan pokoknya marketing ahm itu bersih sebening embun gak seperti yimm yg kotor :-|

  22. “YIMM gak mengenal produknya sendiri”
    Kalimat ini sudah sering saya ungkapkan. Contoh betapa “gak mudengnya’ YIMM dengan produknya sendiri adalah Kasus MIO. Lima tahun Mio jadi raja, tapi YIMM gak tahu “apa” yang membuat Mio jadi raja. Jadi wajar ketika Mio-J (yang bener-bener Jueelek) keluar … hanya mempercepat Mio terkapar ! (HRD-nya benar-benar parah !!!)

  23. blade-in
    (HRD-nya benar-benar parah !!!)
    =============

    R & D nya kali omom,

    masak HRDnya

  24. yach karena marketing ymiin nya itu kebanyaken anak muda,

    yg cepet puas diri dan merasa sudah sangat pinter karena bisa mendekati

    raja yg sudajh berkuasas lebih dari 30 thn

  25. Pingback: Honda CBR 150 di lokalkan, usaha menumbangkan Tahta Sport 150cc kompetitorkah?? | Potret Bikers.com

  26. Yang ditunggu tunggu gak muncul….kopi dah habis 5 bungkus, jieeeh

  27. kehancuran yamaha hanya tinggal menunggu hari saja karena organisasi yamaha sudah hancur. sebagian besar garda depan yamaha sudah menyerah sebelum bertanding karena
    1 dealer merasa di khianati oleh pihak yamaha yg mengakibatkan terjadinya price war, channel war & aktivitas war antara sesama garda depan yamaha dimana pabrik hanya menonton / membiarkan saja
    2 distribusi unit yg tidak merata / pilih kasih telah menghancurkan kepercayaan dealer
    3. yamaha yang membuat aturan tapi yamaha juga yang melanggar semua aturan menyebabkan kepercayaan dealer jauh menurun

    solusinya bukan hanya masalah produk tapi juga harus ada pergantian di level puncak di pabrik dan di level puncak distribusi.
    yg tidak kompeten harus secepatnya diganti & harus ada perjanjian mengenai hubungan yg jelas antara yamaha & garda depan
    masalah terbesar adalah di internal yamaha sendiri

  28. Setuju ama Boncel, bahkan beberapa md Yamaha menerapkan kebijakan egois yg hanya menguntungkan pihak md dengan kebijakan pilihkasih terhadap md shop dan sd shop atau group dealer. Internal politik yg bermain untuk kepentingan pribadi. Leasing diperas, sehingga bukan kerjasama yang terjadi akan tetapi pemerasan untuk kocek pribadi oknum yang merajalela. Saran saya, segera DDS kan aja biar lebih terkontrol, terutama area jawa.

  29. Honda sudah terbukti pemain nafas panjang, lambat panasnya…kalau sudah panas gak kekejar. Ibarat peribahasa…Slowly But Sure! Yamaha?…itulah kalau ingin terlalu..semakin didepan…akhirnya overheat alias stag.

  30. sepertinya akhir2 ini kualitas Yamaha menurun ketimbang era 2006-2008….. dan ini terlihat dari fan page Yamaha Motor Indonesia yang banyak mengeluh soal kualitas Yamaha. (terlepas itu ulah dari FBH yang menyamar atau bukan)
    yang penting Yamaha harus memperhatikan kritikan konsumen, toh kritikan2 dari fan page tersebut adalah media survey yang murah.

    maka bila ingin head 2 head dengan Honda, harus meningkatkan kualitas terlebih dahulu, baru setelah itu memikirkan model2 yang oke

  31. yamaha semakin di depan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s