Category Archives: ECONOMIC

Menelanjangi Langkah dan Ambisi Honda di tahun 2012

Tahun 2011 ini adalah tahunnya Honda Indonesia (AHM), perolehan prestasi penjualan dan peningkatan market share secara significat berhasil mereka raih dengan gemilang. Selain Grand Strategy Honda yang telah terencana dengan baik, Honda juga all out menerapkan strategy yang telah mereka rencanakan dengan baik. Pada tahun 2011 dan 2012 ini mereka akan melakukan strategy Pressure Superiority All Out War dimana hasilnya terbukti dapat mempora-porandakan posisi competitor-nya.

Sampai di bulan ke 10 tahun 2011 ini, Posisi Honda sudah sangat Dominant  terutama di pulau Jawa. Peperangan di Jawa Dwipa ini telah berhasil dimenangkan secara mutlak oleh Honda. Area ini berhasil dikuasai dengan manis. Mengapa harus pulau Jawa terlebih dahulu yang dikuasai? kita telaah bersama-sama berikut ini; Continue reading

Diskusi Asik dari komentar Bro Kakang Ali

Kali ini kita diskusi ringan aja Bro, biar makin banyak yang ikutan diskusi.

Berdiskusi dan menebak-nebak itu memang asik, apalagi ada data sebagai basic bahan perdebatan, pastinya jauh lebih asyik lagi. He he he… Alkisah Gue sedang membaca komen-komen para Bro-Bro sekaligus Sahabat-Sahabat Gue di lapak ini…eh ada salah satu Komentar yang cukup menarik perhatian Gue. Tak perlu tunggu waktu lama lagi….ini dia…komentar yang cukup menarik perhatian Gue, yaitu komentar dari Continue reading

Minum Obat Batuk terus-terusan, bisa TEWAS!!!

Sudah lama Gue absen nulis di Blog ini karena kesibukan Gue di Jasa “Nasehat”, jadi mohon beribu-ribu maaf bagi para pembaca setia MG (Mind Genesis) yang selalu dengan setia menanti artikel baru bahkan berdiskusi sehat lewat komen-komen yang bermutu. Karena kali ini klien yang  Gue hadapi cukup mengalami masalah yang complex, maka perbaikan yang harus dilakukan harus menyeluruh. Mulai dari Rebranding sampai Remaping Business Core Strategy . Mulai dari perubahan Brand DNA, Logo, Tag line sampai pada perubahan Marketing Strategic Style, Promotion Strategic dan Services Procedure. Mulai dari Positioning, Differentiation, hingga ke Brand  Services Character. Jadi Continue reading

BI rate naik, penjualan kredit bisa hancur.

Saat ini kondisi perekonomian sangat susah ditebak, akibat pengaruh resesi dari Amerika bank-bank di Indonesia menerapkan “tight money policy” . Buktinya BI rate naik terus nih!

Lho lalu apa pengaruhnya bagi dunia roda dua di Indonesia? jelas besar sekali pengaruhnya, lha wong penjualan secara kredit bisa mencapai 88% untuk area nasional. Itu berarti hanya ada sekitar 12% saja pembeli motor melakukan pembelian dengan cara tunai dibayar kontan, alias CASH…!!!

Bila BI rate naik, semua bank di Indonesia yang haus likuiditas juga pasti menaikkan rate diatas lebih dari itu. Lembaga leasing khan juga kulak-an uang di bank-bank ini. Kalo kulak-an naik, pastinya harga jualan juga naik donk, bisa-bisa interst rate pertahun akan naik jika dihitung secara flat mencapai angka kritis diatas 35% nantinya. Wuih…kuat ngak yang beli motor secara kredit ya?, bisa-bisa risk rasio-nya jadi tinggi, lalu lingkaran setan ini kembali berputar kalo risk ratio tinggi, maka suku bunganya harus lebih tinggi lagi biar gak kolaps tuh lembaga leasing kalo banyak nasabah yang kredit macet. Masalahnya disaat bunga begitu tinggi siapa sih yang masih mau beli motor secara kredit??? bisa buyar demand motornya….lho kukut pabrik-e……lha wong penjualan kredit sudah mendominasi pasar sekitar 88%, dengan estimasi saat ini banyak konsumen yang masih susah beli secara kontan, maka sebenarnya pangsa pasar kontan masih sekitar 30% demand saat ini.

Bayangin jika saat suku bunga begitu tinggi dan pembelian secara kredit sudah bukan merupakan pilihan yang bijak, demand motor cuma jadi 30%nya, sepertiganya kondisi demand saat ini. Maka pabrikan Honda, Yamaha dan Suzuki bisa berebut untuk menguasai pasar yang cuma tinggal 30% itu. Hard selling akan jadi prioritas dikala perang menjadi berdarah-darah, ingat kapasitas produksi Honda dan Yamaha sudah diatas 3 juta unit untuk tahun 2009 apalagi jika ditambah dengan kapasitas produksi Suzuki, Kawasaki dan MoChin/MoInd. Woowww…. perang berdarah-darah untuk memperebutkan pembeli akan semakin rame penuh intrik dan perang diskon. Heu-heu-heu…..

Ya, dilihat sajalah….2-3 bulan kedepan….saat ini masih gelap gak keliatan masa depan yang jelas seperti apa… wait ‘n see dulu lah.

Mati Aku, Ternyata Indonesian “Customer Trust Index” di Titik Terendah!!!

Kenaikan BBM kali ini memang tidak terlalu tinggi secara percentage, cuma 28,7% secara average total harga Mitan, Premium, Solar dan Petramax (Premium naik 33,33%). Tetapi rupanya masyarakat kita telah kehilangan kepercayaan terhadap Pemerintah Indonesia.

Berdasarkan Survei AC Nielsen, ternyata Customer Trust Index berada di level terendah dalam sejarah Negara Republik Indonesia yaitu cuma 13%. Hal ini berarti dari 100 orang, cuma 13 orang yang percaya kepada Pemerintah Indonesia, bahwa ekonomi Indonesia dapat pulih dalam waktu 6 bulan.

Jika dibandingkan dengan kejadian kenaikan harga BBM di tahun 2005 yang terjadi sampai 2 kali, yaitu pada bulan Maret 2005 (Premium dari Rp.1.810,- ke Rp.2.400,-) dan bulan Oktober 2005 (Premium dari Rp.2.400,- ke Rp.4.500,-). Pada saat itu tentunya memang terjadi penurunan terhadap Customer Trust Index, hanya saja penurunan index tersebut tidaklah separah seperti penurunan index kepercayaan konsumen yang terjadi pada saat ini. Pada saat itu masyarakat masih percaya pada janji-janji yang diumbar oleh Pemerintah, tetapi saat ini masyarakat sudah jenuh untuk mau mendengar segala janji Pemerintah dan tentunya tidak lagi percaya terhadap solusi yang diberikan Pemerintah untuk mengatasi masalah kali ini.

Kondisi ini sangat parah tentunya, ada apa gerangan yang terjadi di benak masyarakat Indonesia pada saat ini, sehingga tidak lagi percaya pada kemampuan pemerintah untuk mengatasi krisis ekonomi saat ini.

Ya tentu saja jika kita melihat dari sudut pandang customer (customer insight), maka sudah selayaknya mereka menjadi kawatir dengan masa depan ekonomi bangsa ini. Hal ini tentunya sudah diperparah dengan kondisi dimana kebijakkan pemerintah sudah mulai masuk dalam lingkaran setan yang berefek seperti bola salju yang menggelinding semakin besar setiap waktu untuk menggerus apapun yang dilewatinya.

Baca juga:

http://mygoldmachine.wordpress.com/2008/05/26/kebijakan-kenaikan-bbm-dan-public-trasportation-masalah-klasik-bangsa-yang-menjadi-blunder-ekonomi/

Tentu saja terjadinya Krisis Pangan di awal tahun 2008 ini, turut andil dalam memperparah turunnya angka kepercayaan konsumen terhadap pemerintah yang tidak berkutik dalam menghadapi masalah krisis pangan tersebut. Bahkan solusi yang diberikan oleh Pemerintah serasa berjalan di tempat saja, tidak berhasil untuk menunjukkan kemajuan dan perbaikan yang berarti di mata masyarakat kita.

Saat Customer Trust Index berada di Titik Terendah seperti saat ini, maka segala sendi perekonomian bangsa ini juga merespon secara negatif. Tingkat Pertumbuhan Ekonomi akan berada dalam kondisi terendah, bahkan dikawatirkan juga bisa minus. Tingkat Inflansi akan menjadi semakin tinggi dikarenakan level kepercayaan yang begitu rendah terhadap Pemerintah, tentunya akan berimbas terhadap kepercayaan kepada nilai Mata Uang Resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah tersebut.

Nah, rakyat jelata seperti kita, cuma bisa berteriak;”Mati Aku!!!”