Category Archives: TECHNICAL

Aha… Kamu (AHM) ketahuan… punya produk baru lagi!!!

Nah…Ketahuan juga akhirnya. Ada senjata Baru dari Honda yang akan segera launch di seluruh pasar ASEAN, khususnya di Indonesia. Ini bukti pasar motor Indonesia mendapatkan tempat khusus di mata Honda Japan setelah sekian lama di lirik sebelah mata saja. Thanks to YMKI, kini Honda mulai menyadari betapa pentingnya contribution Indonesian Market to Honda margin.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!! sekali lagi Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Produk motor baru Honda ini mengambil base bentuk  design “Cup” atau yang biasa kita sebut motor bebek. Dengan Mesin baru 110cc dan system Continue reading

Spesifikasi dan Pricing Strategy Yamaha Vega ZR

vega-zr-display

Spesifikasi Vega ZR

Mesin
Tipe
4-stroke, 1 silinder, SOHC, pendingin sirip udara
Diameter x Langkah
50.0 x 57,9 mm
Volume silinder
Karburator
Tenaga
Torsi
113.7 CC
Mikuni VM15SH
6,5 kW (8,7 PS)@7.500 rpm
8,3 Nm (0,85 kgf-m)@4.500 rpm
Kopling
Manual, basah, multiplat
Transmisi
4 percepatan
Sistem starter
Starter listrik dan kaki
Kelistrikan
Baterai
12 V, 5 AH
Busi
NGK/C6HSA/W2OFS-U
Sistem pengapian
DC- CDI
Sasis
Rem depan
Cakram  hidraulis/tromol
Rem belakang
Tromol
Ukuran ban depan
70/90-17M 38P
Ukuran ban belakang
80/90-17M 44P
Dimensi
Panjang x lebar x tinggi
1.930 x 675 x 1055 mm
Jarak sumbu roda
1.235 mm
Jarak terendah
126 mm
Berat
97.0 kg
Kapasitas tangki BBM
4.2 liter

Setelah melihat spesifikasi diatas, tentunya banyak dari kita yang segera membandingkannya dengan Honda Blade 110 R yang baru saja dirilis AHM. Memang jika kita perhatikan, Vega ZR dengan kapasitas mesin 4.6 cc lebih besar dari pada Blade 110R masih belum memiliki superioritas performa mesin. Adapun Tenaga yang mampu dikeluarkan mesin hampir setara bahkan baru keluar pada rpm yang lebih tinggi. Bahkan torsi yang dikeluarkan lebih kecil. Eit jangan pesimistis dulu……..!!! Torsi sebesar 8,3 Nm ini dikail pada rpm yang sangat rendah yaitu di 4.500 rpm, artinya Vega ZR ini praktis sangat enak untuk diajak ber-manuever di kemacetan lalu lintas perkotaan yang padat. Lebih ekstrim lagi cocok untuk road race pasar senggol.

Mungkin dari sisi mesin superioritas mesin Yamaha tidak tampak, ini bukan berarti Vega ZR mengalami kemunduran dalam hal performa mesin dibanding pendahulunya, akan tetapi kubu Honda dengan Blade 110R-nya memang kali ini tampil “luar biasa” keluar dari pakem ke-Honda-annya. Ya… keluar dari “pakem” ke-Honda-annya.

Pricing Strategy Vega ZR

Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, dengan performa bebek 110cc yang cukup Dashyat ini, Honda Blade 110R dapat dimiliki dengan Rp.13,5 Jt. So what up? Vega ZR dengan performa yang mirip dapat Anda miliki dengan harga Rp. 11,9 Jt-an, paling mahal Rp.12Jt-an. He he h e….ingat om-om, tante-tante, kakak-kakak, adik-adik semuanya…sekarang jamannya cari uang susah…kata orang mulai krisis dunia. Lalu value for money mulai diperhitungkan oleh konsumen. Nah bagi para konsumen yang berorientasi pada performa mesin, tetapi dengan memperhitungkan budget yang terbatas, ya…  ini dia si Vega ZR bisa jadi solusinya.

Yamaha memang membidik pasar ini, dimana banyak kaula muda yang mendambakan performa mesin terbaik, dengan harga yang terjangkau oleh kantong mereka yang notabene banyak diantara mereka yang masih bergantung secara finansial pada orang tua-nya. Nah Yamaha menawarkan solusinya melalui produk baru mereka yaitu Vega ZR.

Soal keiritan…mhm Vega R pendahulunya sudah cukup banyak membuktikan keunggulan Yamaha soal irit-iritan. Bahkan sudah diakui sebagai motor paling irit versi Mr. Testo di tabloit “You Know Who!”

Soal harga jual kembali? Yamaha sudah membuktikan bahwa harga jual kembali mereka di beberapa tipe produk bahkan lebih baik dari Honda.  Salah satunya ya… Vega R “si gesit irit” yang memiliki resale value yang tinggi.

Bagaimana dengan harga spare-part? tidak perlu diragukan lagi harga spare-part asli Yamaha adalah yang paling murah dibanding Honda dan Suzuki.

Kalau masalah Desain Body motor mah selera konsumen aja… memang ada harga, ada benefit yang harus dibayar, entah itu value benefit maupun emotional benefit semata.

Pilihan ditangan Anda…

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy aja dulu…

Test Ride Blade 110R, mantap!!!

blade-baru

Saat gue berkesempatan menjajal kemampuan Blade 110R untuk pertama kalinya, sempet ada perasaan kaget. Gimana tidak kaget terkaget-kaget, rasa riding positionnya Yamaha banget, maksudnya terasa seperti nyemplak motor bebek Yamaha yang berkarakter racing. (kaya Jupiter Z gituuu!).

Steering grip positionnya lebih menyudut dan agak sedikit kebawah, tidak seperti rasa motor Honda bebek yang sudah-sudah, Blade 110R sungguh mantap!!! Ergonomic OKE!

Saat itu Gue penasaran aja untuk mengajak si Blade ini berakselerasi dengan seluruh kemampuannya, maka gak sungkan-sungkan lagi gue pluntir gas grip Blade sampai mengeluarkan kemampuan mesin terdasyatnya. Sekali lagi Gue terkaget-kaget, lha ini mesin 110cc si Blade karakternya ganas sekali untuk ukuran mesin motor Honda bebek. Dari gigi 1 pindah ke gigi 2 roda depan terangkat, lalu kejutan masih berlanjut saat pindah dari gigi 2 ke gigi 3 lagi-lagi roda depan masih terangkat karena besarnya tenaga yang disalurkan ke roda oleh mesin mungil ini. Akselerasi Yahuuuuuud….Puas sekali gue dengan performanya. Saat kitiran rpm mulai tinggi, tenaga juga masih terasa penuh kok (untuk kelas bebek bolehlah).

Gue genjot terus kecepatannya sampai ke angka 105km/jam di spidometer lalu gue coba untuk mengerem extreem!!! yeah exellent…pengereman pakem, lain dari product bebek Honda yang sudah-sudah. Ini baru pengereman kualitas prima (untuk kelas bebek 110cc). Stabilitas kendaraan pada saat pengereman extreem juga oke.

Giliran gue coba manuver zig-zag, “lumayan” ini kata pertama yang muncul dalam pikiran gue. Lincah dan gesit, bahkan power mesin terasa besar untuk urusan maneuver kayak ginian. Torsi di rpm rendahnya terasa Uhuuuuuuuuuuy!!! cocok untuk nyelip dan zig-zag di antara kemacetan kota metropolitan. Siiip!!!

Sekarang saatnya mencoba melintas di tikungan kecepatan tinggi, wuuuuzzzzzzh gue pluntir gas kenceng-kenceng, spido menunjuk angka 75km/jam…..wuuuuuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzh tikungan kedua dan wuuuzzzzzzzzzzh tikungan ketiga gue paksain dikit dengan kecepatan spidometer 85km/jam. Sedikit begidik tapi ardenalin gue terpacu juga, detak jantung seperti ingin gue tahan….yeah lolos. Sempurna…baru kali ini ada produk Honda Bebek yang stabilitasnya oke walau memakai dual suspention di bagian belakang. Saat menikung di kecepatan tinggi suspensi terasa mantap (untuk kelas suspensi bawaan pabrik), tidak terlalu empuk, cocok untuk menggulung tikungan berkarakter cepat.

Nah karena penasaran gue berhenti sebentar, turun dari jok terus liatin suspensinya si Blade ini. O..ala…h….panjang seperti suspensi yang diterapkan Suzuki pada bebek-bebeknya. Spring model irrengular spring (satu pegas, tetapi memiliki konstanta pegas yang tidak sama pada sisi yang berbeda) sehingga berkarakter lembut di jalan yang kasar dan tidak rata, tetapi berkarakter keras saat diajak manuver kecepatan tinggi. Inilah kelebihan tipe irrengular spring yang diterapkan pada suspensi Blade ini.

Karena ingin mencoba suspensinya, gue bawa ke jalanan yang sedikit keriting. Hasilnya bener seperti dugaan gue, suspensi depan dan belakang bekerja simultan dan terasa empuk. Enak gila……empuk Dual Suspension-nya. Jarak main suspensi juga relatif panjang jadi kenyamanan berkendara juga masih diprioritaskan di product yang satu ini.

Giliran ketahanan mesin yang gue coba sekarang, gue geber terus di kecepatan tinggi, diatas 100km/jam teruuuuus menerus. Sesekali memang ngerem sih gara-gara faktor lalu-lintas dan faktor jalanan yang kadang berliku juga. Tetapi overall gue geber terus mesinnya sampai di batas atas kemampuan bebek. Alhasil setelah 1 jam 20menitan berkendara gue cape juga, Km yang ditempuh juga lumayan, sekitar 115Km. Tetapi dari sini gambaran mesin Blade dan karakternya sudah ketahuan. Mesin ini sampai saat terakhir gue nyemplak masih cukup powerfull, tidak terasa loyo atau berkurang kemampuannya. Memang sejujurnya ada sedikit penurunan daya setelah dipacu terus-menerus seperti itu, tetapi tidak terlalu signifikan. Bro ini mesin bebek sehari-hari lho, bukan mesin touring atau sport!!! jadi udah sangat bagus lho!

Melihat mesin yang durabel gini, gue jadi teringat banyak penerapan effisiensi yang dilakukan Insinyur mesin Honda Jepang di mesin ini. Salah satunya pengurangan gaya gesek yang dapat dikatakan penyumbang panas yang besar pada bagian mesin motor selain proses pembakaran fuel itu sendiri di ruang bakar. Lihat saja sendiri sirip pendingin tidak terlalu banyak menutupi sekujur tubuh mesin ini. (versi Blade emang lebih banyak sirip pendinginnya dari pada versi CZ-i, karena kondisi cuaca berbeda antara Thailand dan Indonesia). Bisa saja karena faktor gesekan yang sangat rendah, mesin ini tidak terlalu panas, sehingga tidak membutuhkan banyak sirip pendingin, apalagi liquid cooled system dengan radiator. Untuk kondisi masyarakat, budaya dan geografis Indonesia kayaknya untuk kelas bebek 110 cc lebih durabel dengan sirip pendingin ginian aja. Gak perlu repot-repot dan semua bengkel dapat main kasar tune-up mesin ini. Satu-satunya kekurangan kalo jalan macet dan mesin hidup saat kendaraan berhenti, mesin dapat “over heat”. Toh mesin ini juga gak gampang panas karena tingkat gesekan relatif lebih kecil dari mesin sejenis.

Eh sebelum lupa….sensasinya itu lho…suara dan model knalpotnya Oke punya.  belum lagi bentuk bahel belakang yang menyatu dengan body, seksi….suit…suit!

Oke sekian dulu deh, Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy    buat semua Bikers!!! Gue cuman bagi-bagi pengalaman Test Ride menurut versi Gue!

Spesifikasi dan Keunggulan mesin Honda Blade 110R

Kali ini Gue harus mengakui, Honda Blade 110R ini memang benar-benar bebek Honda yang revolusioner. Model baru ini ditunjang dengan type engine yang memang benar-benar baru dengan desain mesin yang up to date alias modern, bahkan konsep mesinnya adalah efisien. Baik secara performa maupun proses manufakturingnya. Oke kita lihat spesifikasinya terlebih dahulu:

mesin belah blade 110r.jpg

SPESIFIKASI TEKNIK BLADE 110R
Tipe mesin                          : 4 langkah SOHC
Pendingin                           : Udara
Diameter x stroke           : 50 x 55,6 mm
Displacement                    : 109,1 cc
Tenaga maksimum          : 8,66 dk/7000 rpm
Torsi                                      : 8,42 Nm/5.500 rpm
Kompresi rasio                  : 9 : 1
Karburator                          : Keihin venturi 17
Kopling                                 : Basah, diafragma & sentrifugal
Pengapian                            : DC CDI

Dengan rancang bangun mesin yang memiliki konsep efisiensi baik secara performance maupun efisien pada tahap produksi, maka beberapa part-engine ini dirancang khusus. Diharapkan mesin rancangan baru ini akan memiliki efisiensi mesin yang tinggi dalam artian performa handal dengan input yang minim, input disini berarti juga konsumsi bahan bakar yang rendah / irit.

Untuk mendapatkan mesin  yang memiliki efisiensi mesin yang tinggi/baik ini, hal paling dasar yang diperhatikan Enginier Honda Japan (mesin type baru ini dirancang langsung dari Jepang) adalah bagaimana menekan gaya gesek yang ada pada mesin motor. Beberapa cara dilakukan untuk mengurangi friksi yang terjadi pada beberapa komponen mesin yang selalu bergerak dengan kecepatan tinggi.

Nah coba kita ulas satu per-satu, oke;

ROLLER ROCKER ARM

bedah-blade-a1-3

Head cylinder dengan tutup lebar untuk mempermudah penyetelan  valve, sudah seperti pada Vario atau Beat. Untuk mengurangi gesekan antara kem dengan pelatuk, rocker-arm sudah dipasangi roller seperti pada Yamaha Jupiter MX. Dengan adanya roller tadi maka gesekan yang terjadi antara noken as dengan pelatuk rocker-arm akan berkurang.Sehingga terjadilah efisiensi mekanis atau minimalisasi gesekan/friksi. Dengan berkurangnya gesekan, mesin semakin enteng berputar, tenaga lebih besar, konsumsi bahan bakar lebih irit dan yang pasti panas di sektor ini akan berkurang jauh, itulah sebabnya tidak perlu lagi adanya sirip-sirip pendingin pada bagian head cylinder ini. Sistem roller rocker-arm ini juga bikin buka-tutup klep lebih presisi, sehingga kompresi real pada dapur pacu akan maksimal. Inilah yang menyebabkan tenaga/performa mesin yang besar.

PISTON PENDEK & RINGAN

Piston dibuat lebih  ringan. Caranya panjang piston dibuat lebih pendek. Persis seperti desain piston Honda Beat. Jadi, bidang gesekan akan semakin sempit dan otomatis gesekan antara dinding silinder dan dinding piston akan berkurang banyak.

Untuk memperingan gesekan pin piston dibikin offset. Artinya posisi pin piston tidak di tengah-tengah diameter piston. Namun digeser sedikit supaya gaya resultan piston yang menekan stang piston tidak langsung tepat mengenai pusat crankshaft. Alhasil putaran crankshaft akan lembut dan semakin ringan karena gesekan pada dinding cylinder / liner juga berkurang.

Body piston dilengkapi lubang oli. Oleh pihak Honda, lubang oli ini biasa disebut oil-jet. Terutama pada alur ring oli. Maksudnya supaya aliran pelumas lancar lewat lubang itu. Ini juga yang bikin piston awet dan licin sehingga gesekan juga berkurang.

CRANKCASE OFFSET

Ketika piston berada di TMA (Titik Mati Atas), titik tengah pin kruk as dengan titik tengah pin piston tidak sejajar. Fungsinya tentu untuk  memperlancar putaran crankshaft dengan cara memberikan awalan momen gaya pada pin kruk as sekaligus mengurangi gesekan piston dengan liner ketika naik-turun di dalam silinder. Ini sepaket dengan Offset Pin Piston.

Selain itu, terjadinya gesekan sangat besar bila piston menonjok liner pada fase naik menuju TMA. Di motor dulu yang tidak dilengkapi crankcase offset, liner kerap cekung akibat ditonjok piston berkali-kali. Akibatnya gesekan akan semakin besar dengan semakin cekungnya liner.

Dengan penggunaan metode ini pada mesin Blade 110R, maka getaran akibat mesin akan lebih rendah. Selain didapat suara mesin yang lebih halus, rasa tidak nyaman pengendara akibat vibrasi mampu dielimir sistem offset.

KOPLING SISTEM MATAHARI

Masih dalam rangka memperkecil gesekan sekaligus untuk menghasilkan akselerasi yang jempolan, kopling Blade 110R berbeda dengan generasi C-Series. Sistem kampas kopling tidak seperti dulu yang dilengkapi 4 pegas spiral. Sekarang seperti di mobil yang manganut sistem matahari atau pegas diafragma. Kopling sistem matahari ini selain lentur juga mampu menekan kampas lebih merata. Bahkan sistem kampas kopling ikut dibenahi. Kini hanya memakai tiga lembar. Sehingga tidak menimbulkan banyak selip. Karena semakin banyak jumlah kampas kopling pada tipe kampas kopling basah akan lumayan menyumbang terjadinya slipper.

OVERSTROKE TORSI LEBIH GEDE
Jika melihat diameter x stroke yaitu 50 x 55,6 mm. Termasuk mesin overstroke atau lebih panjang langkah piston dibanding diameter.

Sistem mesin yang menganut konfigurasi Overstroke  mampu mendongkrak torsi gede pada rpm bawah. Lihat saja dari spesifikasi tekniknya. Torsi 0,86 kgf.m (8,42 Nm) pada 5.500 rpm. Lumayan dashyat untuk mesin 110cc yang diklaim irit.

Yang paling luar biasa adalah dengan desain mesin modern yang beraspek pada efisiensi di dalam proses produksi, maka lead time produksi, production process, dan biaya produksi akan lebih rendah.

Ujung-ujungnya ke HPP/unit akan lebih rendah, tergantung mau untung lebih banyak atau keuntungan ini akan di share ke konsumen.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy !!!








Seputar COMBI BRAKE…..Ciiiit!!!

Apa-an sih Combi Brake itu?

Combi Brake adalah suatu teknologi mekanis untuk mendistribusikan kekuatan pengereman antara roda depan dan roda belakang dengan hanya menekan satu tuas rem sebelah kiri saja.

Dengan teknologi Combi Brake ini, sepeda motor akan berhenti dengan jarak pengereman yang lebih pendek secara lebih maksimal dengan pengereman yang merata pada kedua roda depan dan belakang secara bersama-sama. Intinya Bobot kekuatan pengereman akan terbagi secara otomatis antara  roda depan dan belakang sesuai kebutuhan pengereman pada motor.

Nah Combi Brake ini sangat cocok digunakan oleh pengendara pemula maupun kaum hawa. Dimana dengan adanya teknologi Combi Brake ini akan membantu pengendara pemula untuk melakukan pengereman layaknya pengendara motor yang sudah Pro. Combi Brake akan mengambil alih kemampuan pengendara yang pro pada saat melakukan distribusi pengereman pada roda depan dan belakang, sehingga pengendara pemula-pun akan sangat terbantu oleh Combi Brake.

Bagaimana cara Combi Brake bekerja ?

Ketika tuas rem kiri (1) ditekan, maka equalizer gaya akan bekerja untuk mendistribusikan tenaga tekanan tadi menjadi dua; yang satu menuju rem pada roda belakang (2) yang satunya lagi menuju ke tuas ungkit (3) untuk menekan knocker yang akan menekan piston hidrolik (4) yang tentu saja akan bereaksi untuk mengaktifkan rem cakram depan. Pada proses ini power pengereman akan terbagi secara otomatis pada kedua roda depan dan belakang.

Nah Intinya justru ada di mekanisme Equalizer yang akan mendistribusikan gaya berdasarkan momen gaya akibat adanya perbedaan panjang lengan tuas kabel di equlizer.

Dengan segala kelebihan Combi Brake tadi, apakah lantas Combi Brake sangat ampuh dan tidak memiliki kekurangan sama sekali? tentu saja tetap ada kelemahannya, yaitu penyetelan rem belakang (drum brake) yang harus bener-benar PAS agar Combi Brake dapat benar-benar bekerja dengan baik.

Nah, jika di Thailand motor Matic Honda sudah menggunakan Combi Brake mengapa justru motor Matic Honda Indonesia tidak ada yang mengadopsi sistem yang bagus ini?

Apa alasan AHM melepas fitur ini pada motor Matic Honda yang beredar di Indonesia? Pertama mungkin alasan menekan harga. Kedua mungkin AHM menganggap biker-biker di Indonesia sudah dianggap canggih dan Pro, jadi gak perlu lagi perlindungan sistem pengereman yang canggih ini lagi.

Kalau masih belum puas dengan kedua jawaban di atas, mari kita bikin Combi Brake sendiri aja setelah tahu cara kerjanya. gampang kok!!! Bahkan bisa diterapin di Vario, Beat, maupun product matic di luar Honda macam Mio, Soul, Spin dan Sky-Wave.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!