Category Archives: TEST RIDE

Kok Iritnya beda ama iklannya??? Fuel Consumption Jauh Banget!!! Oh….Bikin…….

Mio J Teen

Cerita ini berawal ketika salah satu karyawan Gue, si Jey membeli motor Baru untuk menggantikan motornya yang lama. Alhasil setelah tengok sini dan sana, baca sini dan sana, tertariklah si Jey ini dengan salah satu iklan brosure yang menyebutkan motor matic baru ini SEMAKIN CEPAT, SEMAKIN IRIT, 1lt : 70km.

Tak mudah begitu saja percaya dengan brosure, si Jey lantas cari informasi di beberapa tabloid otomotif dan informasi via on-line. Menurut pengakuan si Jey didapatlah hasil bervariasi antara 1lt : 58,5km  ada yang 1lt : 64km ada juga yang 1lt : 68km, masih masuklah angka segitu selorohnya. It’s Magic kata si Jey berapi-api saat pertama beli dan membawa motor barunya ke kantor.

Eit…selang 5 hari kemudian si Jey uring-uringan, katanya “rasanya kok boros ya, gak sesuai ama pemberitaan dan janji iklannya”. Ini baru 5 hari tanki dah hampir kosong, motor lama saya bisa seminggu Pak. Continue reading

Test Ride Vega ZR

Sesuai permintaan Bro Arrow89,

vega-zr-display

Ini dia hasil Test Ride Vega ZR yang akan di launching bulan January 2009.

Ya pertama Gue naikin nih motor, tak sabar untuk segera plutir-pluntir gas grip…rng rng rng….rrreeengn…..

Segera setelah itu, Gue masukin gigi 1 lalu gas grip Gue plintir dikit aja, eh langsung nariiiik….tenaga putaran bawah enak gila. Terasa lebih kuat dari Blade. Walau secara spec torsi maksimum masih kalah dengan Blade, tetapi khan ini dikail di rpm yang lebih rendah. Mungkin inilah penyebabnya mengapa terasa power mesin yang kuat pada putaran rendah. Atau kalau Gue inget-inget lagi ini karena pengaruh overstroke yang lebih panjang. Ya khan?

Mesin enak diajak jalan nyantai kalau menurut Gue sih. Power terasa dan gak “kempos” saat melintasi jalanan yang macet dan padat. Tetapi begitu gue coba di kecepatan tinggi sekitar 80-90km/jam rasanya kok mesinnya sedikit meraung dan powernya kurang oke bagi Gue. (maklum speed lover maniac). Walaupun ini masih lebih baik dari Vega R sih.

Secara keseluruhan Gue setuju dengan YMKI kalau ini pahe bagi  konsumen berbudget pas-pasan yang mendambakan performa yang Oke. Performa sangat jauh lebih baik jika kita bandingkan dengan Supra Fit X dan Revo series, bahkan dari Vega yang lama. Gue kasih nilai PLUS buat performa di jalan yang padat, mesin ZR ini cocok buat bermanuver di kecepatan rendah. Tetapi untuk Jalanan lurus luar kota…mhm masih kuranglah secara standart Gue. Masih lebih enak mesin Jupiter Z di Track lurus panjang macam begini. Kesimpulan Gue, untuk pemakaian di rpm rendah Vega ZR ini bahkan lebih enak dari Jupiter Z, tapi di rpm tinggi tetap saja enak sang legenda road race Jupiter Z.

Suspensi…mhm untuk urusan kenyamanan emang kurang jauh jika dibandingkan dengan Blade, dan tentu saja suspensi ini juga terasa sama dengan suspensi Vega R. Agak keras untuk ukuran pantat Cewe Gue. Saat bermanuver di kecepatan rendah cukuplah, karena Gue rasa ada yang masih sedikit mengganjal, yaitu sedikit rasa nge-buang keluar saat rem gue tarik dan injak dengan keras. sedikit saja…kok. Mungkin ini cuma pengaruh frame yang tidak serigid Blade. Begitu di tikungan kecepatan tinggi, suspensi belakang terasa cukup pas untuk ukuran suspensi pabrikan walau tentunya sekali lagi tidak semantap Blade.

Urusan modif ringan dengan budget terbatas, mungkin Vega ZR akan lebih kompetitive dibanding tipe motor bebek apapun juga. Lha basic dapur pacu masih mirip dengan mio series, easy to modified dengan budget terbatas tetapi hasil maksimal. “low budget high impact” ngutip dikit kata Hermawan Kartajaya, marketer wahid kelas Dunia dari Indonesia ini. Lho kok Gue malah ngelantur ke modif ya, ….sorry…sorry..biar ada sedikit aura ke-positif-an he..he..he..

Mengenai masalah panas mesin…Gue gak banyak komen…mungkin Gue pakenya terlalu ekstrim banget, sehingga saat suhu mesin terlalu tinggi tenaga agak nge-drop dikit seperti motor bebek lainnya, so ini hal yang wajar saja.

Nge-bahas handling saat manuver, seperti product Yamaha lainnya, siiplah. Dijamin Uey. Cuman sayangnya, kok gak ada peningkatan yang berarti seperti dari Supra-Revo ke Blade..(gak bisa jadi perbandingan juga sih, habis handling Supra tidak didesain untuk manuver, jadi terasa ada peningkatan yang luar biasa di product Honda) Untuk Konsumsi bahan bakar, Gue gak sempet ngitung…tapi dari feeling Gue sih..Vega ZR ini gak salah kalau di klaim irit oleh YMKI. Emang rasanya juga irit sih.

Hoooo ho hoooo… (meniru suara Sinterklas)…Vega ZR ini ternyata cukup responsif di tanjakan lho.  Napas juga cukup panjang, mungkin saat per klep diganti per kompetisi, akan enak juga di putaran tinggi. Eh yang ini bukan test ride..ngaco..lagi Gue… jadi ber-analisis nich…

Back to Test Ride…

Pengereman seperti pada varian Jupiter Z dan Vega R, no problem..stabil aja, juga tidak ada sesuatu yang istimewa. Khas Yamaha..mantap lah!!!

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuy gitu aja dulu, moga-moga Bro Arrow udah puas.

Test Ride Blade 110R, mantap!!!

blade-baru

Saat gue berkesempatan menjajal kemampuan Blade 110R untuk pertama kalinya, sempet ada perasaan kaget. Gimana tidak kaget terkaget-kaget, rasa riding positionnya Yamaha banget, maksudnya terasa seperti nyemplak motor bebek Yamaha yang berkarakter racing. (kaya Jupiter Z gituuu!).

Steering grip positionnya lebih menyudut dan agak sedikit kebawah, tidak seperti rasa motor Honda bebek yang sudah-sudah, Blade 110R sungguh mantap!!! Ergonomic OKE!

Saat itu Gue penasaran aja untuk mengajak si Blade ini berakselerasi dengan seluruh kemampuannya, maka gak sungkan-sungkan lagi gue pluntir gas grip Blade sampai mengeluarkan kemampuan mesin terdasyatnya. Sekali lagi Gue terkaget-kaget, lha ini mesin 110cc si Blade karakternya ganas sekali untuk ukuran mesin motor Honda bebek. Dari gigi 1 pindah ke gigi 2 roda depan terangkat, lalu kejutan masih berlanjut saat pindah dari gigi 2 ke gigi 3 lagi-lagi roda depan masih terangkat karena besarnya tenaga yang disalurkan ke roda oleh mesin mungil ini. Akselerasi Yahuuuuuud….Puas sekali gue dengan performanya. Saat kitiran rpm mulai tinggi, tenaga juga masih terasa penuh kok (untuk kelas bebek bolehlah).

Gue genjot terus kecepatannya sampai ke angka 105km/jam di spidometer lalu gue coba untuk mengerem extreem!!! yeah exellent…pengereman pakem, lain dari product bebek Honda yang sudah-sudah. Ini baru pengereman kualitas prima (untuk kelas bebek 110cc). Stabilitas kendaraan pada saat pengereman extreem juga oke.

Giliran gue coba manuver zig-zag, “lumayan” ini kata pertama yang muncul dalam pikiran gue. Lincah dan gesit, bahkan power mesin terasa besar untuk urusan maneuver kayak ginian. Torsi di rpm rendahnya terasa Uhuuuuuuuuuuy!!! cocok untuk nyelip dan zig-zag di antara kemacetan kota metropolitan. Siiip!!!

Sekarang saatnya mencoba melintas di tikungan kecepatan tinggi, wuuuuzzzzzzh gue pluntir gas kenceng-kenceng, spido menunjuk angka 75km/jam…..wuuuuuuuzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzh tikungan kedua dan wuuuzzzzzzzzzzh tikungan ketiga gue paksain dikit dengan kecepatan spidometer 85km/jam. Sedikit begidik tapi ardenalin gue terpacu juga, detak jantung seperti ingin gue tahan….yeah lolos. Sempurna…baru kali ini ada produk Honda Bebek yang stabilitasnya oke walau memakai dual suspention di bagian belakang. Saat menikung di kecepatan tinggi suspensi terasa mantap (untuk kelas suspensi bawaan pabrik), tidak terlalu empuk, cocok untuk menggulung tikungan berkarakter cepat.

Nah karena penasaran gue berhenti sebentar, turun dari jok terus liatin suspensinya si Blade ini. O..ala…h….panjang seperti suspensi yang diterapkan Suzuki pada bebek-bebeknya. Spring model irrengular spring (satu pegas, tetapi memiliki konstanta pegas yang tidak sama pada sisi yang berbeda) sehingga berkarakter lembut di jalan yang kasar dan tidak rata, tetapi berkarakter keras saat diajak manuver kecepatan tinggi. Inilah kelebihan tipe irrengular spring yang diterapkan pada suspensi Blade ini.

Karena ingin mencoba suspensinya, gue bawa ke jalanan yang sedikit keriting. Hasilnya bener seperti dugaan gue, suspensi depan dan belakang bekerja simultan dan terasa empuk. Enak gila……empuk Dual Suspension-nya. Jarak main suspensi juga relatif panjang jadi kenyamanan berkendara juga masih diprioritaskan di product yang satu ini.

Giliran ketahanan mesin yang gue coba sekarang, gue geber terus di kecepatan tinggi, diatas 100km/jam teruuuuus menerus. Sesekali memang ngerem sih gara-gara faktor lalu-lintas dan faktor jalanan yang kadang berliku juga. Tetapi overall gue geber terus mesinnya sampai di batas atas kemampuan bebek. Alhasil setelah 1 jam 20menitan berkendara gue cape juga, Km yang ditempuh juga lumayan, sekitar 115Km. Tetapi dari sini gambaran mesin Blade dan karakternya sudah ketahuan. Mesin ini sampai saat terakhir gue nyemplak masih cukup powerfull, tidak terasa loyo atau berkurang kemampuannya. Memang sejujurnya ada sedikit penurunan daya setelah dipacu terus-menerus seperti itu, tetapi tidak terlalu signifikan. Bro ini mesin bebek sehari-hari lho, bukan mesin touring atau sport!!! jadi udah sangat bagus lho!

Melihat mesin yang durabel gini, gue jadi teringat banyak penerapan effisiensi yang dilakukan Insinyur mesin Honda Jepang di mesin ini. Salah satunya pengurangan gaya gesek yang dapat dikatakan penyumbang panas yang besar pada bagian mesin motor selain proses pembakaran fuel itu sendiri di ruang bakar. Lihat saja sendiri sirip pendingin tidak terlalu banyak menutupi sekujur tubuh mesin ini. (versi Blade emang lebih banyak sirip pendinginnya dari pada versi CZ-i, karena kondisi cuaca berbeda antara Thailand dan Indonesia). Bisa saja karena faktor gesekan yang sangat rendah, mesin ini tidak terlalu panas, sehingga tidak membutuhkan banyak sirip pendingin, apalagi liquid cooled system dengan radiator. Untuk kondisi masyarakat, budaya dan geografis Indonesia kayaknya untuk kelas bebek 110 cc lebih durabel dengan sirip pendingin ginian aja. Gak perlu repot-repot dan semua bengkel dapat main kasar tune-up mesin ini. Satu-satunya kekurangan kalo jalan macet dan mesin hidup saat kendaraan berhenti, mesin dapat “over heat”. Toh mesin ini juga gak gampang panas karena tingkat gesekan relatif lebih kecil dari mesin sejenis.

Eh sebelum lupa….sensasinya itu lho…suara dan model knalpotnya Oke punya.  belum lagi bentuk bahel belakang yang menyatu dengan body, seksi….suit…suit!

Oke sekian dulu deh, Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy    buat semua Bikers!!! Gue cuman bagi-bagi pengalaman Test Ride menurut versi Gue!