Kebijakan Kenaikan BBM dan Public Trasportation masalah Klasik Bangsa yang menjadi Blunder Ekonomi

Sopir Angkot Demo BBM
Setelah kenaikan BBM hari Sabtu dini hari Pk00:00 dari Rp 4.500,- menjadi Rp 6.000,-.
Rupanya Domino Effect mulai bergulir, Bola salju mulai menggelinding untuk semakin membesar.
Hari ini giliran supir angkot di Indonesia yang unjuk rasa untuk meminta kenaikan tarif angkot minimal setara kenaikan BBM yaitu sebesar 30%an juga. (bensin dari 4500 ke 6000 naik 33,33%)
Nah pantaskah kenaikan tarif angkot sebesar 30%?
Kalo mengkaji secara langsung dampak kenaikan tarif BBM terhadap Kenaikan tarif angkot, seharusnya tidak perlu sampai naik menjadi sebesar 30%an juga.
Kenapa???
Harga pokok tarif angkot sebelum keuntungan salah satu elemennya adalah harga BBM, dan memang harga BBM ini sangat berkaitan erat dan berpengaruh besar terhadap harga pokok tarif angkot. Tetapi ingat, cuma salah satu element, artinya masih banyak element lain yang mungkin tidak mengalami kenaikan harga. salah satunya biaya tenaga sopir angkot kalau memang kita mau menghitung secara profesional tentunya, beberapa suku cadang juga masih dapat terpakai dengan perhitungan harga yang lama. tidak semua suku cadang kendaraan akan naik dalam tempo singkat.
Masalahnya justru Isu kenaikan harga BBM justru lebih laten dari pada kenaikan harga BBM itu sendiri, sehingga memancing semua element masyarakat untuk melakukan survive action apalagi sampai melakukan aksi economic strata uping action untuk saling mencari keselamatan dan keuntungan dalam keterhimpitan masalah ekonomi yang sudah lama menghantui setiap sendi-sendi perekonomian bangsa Indonesia. Nah aksi inilah yang menyebabkan efect domino kian rumit dan saling terkoneksi dan menghasilkan imbas kenaikan harga yang saling mendorong.
Apalagi Public Transportation adalah element yang sangat vital dalam masalah ekonomi dan sosial. Jika kenaikan harga tarif angkot naik diatas 30%, katakanlah sampai 50% maka element ekonomi yang lain akan melakukan survive action yang lebih besar lagi terdorong oleh kenaikan tarif angkot. katakanlah harga bermacam-macam bahan pangan yang tesedia dan dijual di Pasar akan mengalami kenaikan yang tinggi juga berdalil kenaikan BBM dan tarif angkot. Dan effect ini akan kembali mempengaruhi urusan dapur si sopir angkot lagi. Belum lagi semua element ekonomi akan semakin terpicu dan saling mempengaruhi ditambah lagi dengan setiap survive action yang dilakukan oleh setiap element ekonomi bangsa ini.
Nah Inflansi akan semakin tinggi dan bisa kembali naik diatas angka 15% (asumsi pemerintah cuma 13,5% dari kondisi saat ini yang bermain di angka 7%an dengan kondisi kenaikan BBM sebesar 33,33%), sehingga berdampak lagi pada APBN, tentu saja ujung-ujungnya kembali pemerintah kita akan mengeluh APBN tidak lagi cukup dan membutuhkan aliran dana lagi, entah mendorong eksport, atau memangkas subsidi lagi .
Kalau pilihan pemerintah ini sudah dilakukan lagi, maka semua lingkaran kejadian ini akan terulang lagi dari awal………………………
Salahkah sopir angkot berdemo untuk kenaikan tarif angkot lebih dari 30%;
karena mereka berpikir BBM saja naik 30%,
karena nanti akan terjadi kenaikan kebutuhan hidup,
karena nanti harga makanan naik lagi,
karena nanti tarif listrik naik (pembangkit listrik kita kebanyakan memakai bahan bakar solar),
karena nanti ……akan naik.
karena nanti angkot kami akan jadi lebih sepi.
Tentu saja alasan mereka manusiawi, dan tidak hanya mereka yang memiliki alasan klasik semacam itu. Pedagang di pasar juga berfikir sama, Pedagang Toko juga berfikir sama, karyawan juga berfikir sama (yang ini justru malah remuk, apakah gaji bisa naik lagi, apalagi sampai 30% he he he)…..semua element masarakat juga berfikir sama……
LALU………………………………..
APA SOLUSINYA……..???
APA LANGKAH TERBAIK PEMERINTAH di saat harga minyak dunia NAIK DASYAT???
Seharusnya pemerintah mulai dari melakukan perbaikan pada publik transportation;
Membangun publik transportation yang aman ,nyaman, murah, dan terjangkau oleh masyarakat.
Bila semua sarana ini sudah siap dan masyarakat tidak menyukai sarana ini juga tidak menjadi masalah. Justru disaat kebijakkan untuk melakukan kenaikan harga BBM seperti ini, bisa jadi kenaikan harga BBM tidak perlu tanggung-tanggung lagi, kenaikan 70% langsung juga tidak masalah dengan syarat subsidi penuh BBM tetap berlaku pada semua sarana Publik Transportation. Sehingga terjadi migrasi ke Publik Transportation yang sudah siap tadi (aman,nyaman,murah dan terjangkau).
Adapun masalah subsidi BBM tadi supaya tidak disalahgunakan juga bisa diatur dengan kuota BBM bersubsidi dengan menghitung jarak dan jumlah trayek per-hari/per-bulan. Tiap jenis Publik Transportation juga harus mengalami perlakuan dan perlindungan yang berbeda.
Tentu saja mengSWASTAnisasi-kan Publik Transportation akan merupakan langkah bijak pemerintah untuk menimbulkan kompetisi sehat untuk menghasilkan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat sebagai konsumennya. (ingat kasus masuknya pemain swasta dalam bidang TELEKOMUNIKASI) Harga akan semakin bersaing dan murah.
Dengan langkah ini Blunder ekonomi dapat dicegah, bola salju menggelinding yang semakin membesar juga dapat dicegah. Domino Effect yang terkoneksi juga dapat diputus mata rantainya.
Tetapi tentu saja, harus didukung dengan berbagai kebijakan pemerintah yang bersifat koperhensif dan penyuluhan tentang program pemerintah terhadap semua lapisan masyarakat. Dan jangan lupa tindakan tegas pemerintah dan aparat sebagai penegak hukum juga harus jelas, transparan dan tegas.
Ini memang cuma satu langkah kecil saja, tentu saja banyak langkah yang masih bisa ditempuh oleh pemerintah kita jika memang kemajuan Bangsa dan kesejahteraan bersama yang menjadi tujuannya.
Apabila Pemerintah dan Masyarakat Kita bisa Sinkron dan Sinergi dalam menghadapi permasalahan klasik bangsa kita ini tentunya membalikkan keadaan yang buruk ini bukan lagi perkara sulit dan mustahil.
NB:
tapi untung saja pemerintah Indonesia ngak sesiap dan mau untuk memikirkan kemajuan bersama bangsa ini. sehingga Pabrikan MOTOR tetap memiliki masa depan.
Makin mahal Publik Transportation, demand motor akan semakin besar.
Kondisi ini menciptakan suasana dimana masyarakat memandang motor sebagai kebutuhan utama lagi, bukan cenderung sebagai kebutuhan dan life style seperti saat ini.
Nah Motor yang irit BBM, harga beli terjangkau (DP kecil dengan angsuran ringan dalam tempo yang lama) akan dicari oleh golongan masyarakat yang migrasi dari publik transportation ke roda dua.
Tentu saja model dan design bukan lagi yang utama, tetapi kemudahan untuk mendapatkan dan keekonomisan akan menjadi faktor yang utama.
Tentu saja opini ini adalah opini yang awam dari seseorang yang bukan pakar ekonomi, dan tentu saja opini ini bersifat pribadi. jadi tidak mewakili suatu Departement, Perusahaan, Institusi maupun pihak-pihak lain

21 responses to “Kebijakan Kenaikan BBM dan Public Trasportation masalah Klasik Bangsa yang menjadi Blunder Ekonomi

  1. selamat dulu deh untuk bos komeng

    makan2 duong, jangan langsung BBM naik

  2. first comer-kah?

  3. Thank You Guys,
    Ini memang pertama kali Saya coba-coba, jadi banyak kelemahan disana-sini.

  4. Meng, kok masih begini tampilannya.

    Eh, jawaban Dab sudah ada di Indobikers

    btw Congrat..!!
    Buat bocorin produk ya ini hehehe

  5. kok setingan jamnya masih kacau??

  6. @Kus
    sorry Kus, masih kacau…..
    iya buat main bocorin produk, biar aman Bro!!!!

  7. BJUBAH HITAM

    Pokoknya kaga setuju BBM naik tapi taraf hidup masih ancurrrrr…infra struktur masih jauh tertinggal ….Turunkan Harga sembakoooo

  8. @Bjubah Hitam
    itu teriakan suara hati gue juga

  9. Organda DKI Tolak Kenaikan Tarif Angkutan

    Dewan Pimpinan Daerah Organda DKI Jakarta menolak opsi kenaikan tarif angkutan umum untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM. Organda memilih opsi subsidi BBM dan penghilangan retribusi serta pungutan liar agar tarif dapat bertahan. Pilihan yang diajukan oleh Organda, adalah semua jenis angkutan umum plat kuning, barang dan penumpang diberi kesempatan membeli BBM dengan harga sebelum kenaikan. Selain itu, semua jenis retribusi dan pajak angkutan umum harus dihapuskan guna mengurangi biaya transportasi.

    (Kompas hal 1)

  10. @Yudu
    Nah ini baru sip!!!
    ternyata mereka juga sadar.

  11. 1st, selamat buat komeng atas blog-nya.
    2nd, ditunggu bocoran2nya, hehe…

    salam

  12. @le_bogs
    Thank U
    Bocoran Coming Soon

  13. mana Meng bocorannya…
    masalah anak kucingnya…..
    Emang aman bocorin produk disini, ntar keluar SP3 baru…hehehehe
    Bentuk kucing barunya gimana nih?

  14. @Kus
    baru aja gue publish, kelewatan ya Kus….
    terlalu ngebut sih. hi hi hi hi
    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy

  15. Pingback: Mati Aku, Ternyata Indonesian “Customer Trust Index” di Titik Terbawah!!! « Mind Genesis

  16. Yang mengerikan ada indikasi pristiwa 1998 akan berusaha dibangkitkan kembali … ini yang menyebalkan!

    mahasiswa mulai diprovokasi, aparat mulai naik pitam … rakyat kelaparan … waduh ….

  17. @RETORIKA
    Setuju BOS, ini yang gue kawatirkan juga, pemain dibelakang layar berusaha saling menjegal dan menghembuskan nafas kebencian.

    Eh Terima Kasih atas kehadiran Senior di sini, Saya amat Tersanjung.

    seperti biasa:
    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy

  18. hehehe..
    gocap tambah gocap.. cepe deeehhh..!

    langkah saya selanjutnya siy tinggal mikir, gimana caranya biar tetep bisa beli walo semua pada naek *kancut doang yg turun..*
    soalnya mikir gimana caranya BBM turun kan ga mungkin tho.. ngga pernah ada dalam sejarah negri inih..
    apalagi harga minyak mentah dunia emang naek.. heheee

    tp ternyata dampak BBM naik malah bisa bikin turun prosentase warga miskin negara ini. ga percaya?
    baca aja di sini..
    http://eucalyptusstories.blogspot.com/2008/05/kenaikan-bbm-sudah-tepat-sasaran.html
    wakakakkk…

  19. defrimardinsyah

    komeng,

    terima kasih kunjungan nya….
    saya tambahkan lagi nih….. Tarif Jalan toll dinaikan, tarif listrik bakal dinaikan, tarif anu dinaikan juga.. tarif itu dinaikan…
    ampun deh….

    salam kenal
    defri

  20. @defrimardinsyah
    Sama-sama, terima kasih.
    Ya semua pada naik, yang gak naik mungkin cuma gaji….

  21. ‘meng……
    Saia udah datang ke PRJ (Pekan Raya Jakarta – Kemayoran) dan nanyain SPG plus staff YAMAHA, ternyata YAMAHA hanya ngeluarin striping dan warna baru buat V-Ixion, Jupiter MX dan Jupiter Z ya? Wah…..kudu hati-hati nih masbro’ kOmeng, bisa-bisa dicap balik ama penggemar Honda kalau YAMAHA cuma main ganti striping & warna😀
    No offense loh masbro’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s