New Mio VS BEAT, Round 2 Fight !!!

Setelah berjalan satu Bulan Ronde 1, dimana BEAT sang jagoan Honda yang baru saja muncul menantang MIO lama dalam pertarungan di kelas skutic, kini gantian kubu Yamaha yang memunculkan jagoan barunya yaitu: New Mio.

Kalau kita mengikuti jalannya pertarungan ronde 1 dimana Mio lama hanya bertahan dalam menghadapi gempuran yang gencar dari pesaing barunya Beat, maka jalannya Ronde 2 akan lebih seru dan jauh lebih menarik dimana New Mio juga akan membalas serangan dengan gencar pula. Jalannya persaingan dalam kelas skutic ini akan semakin panas dan jauh lebih seru lagi di Ronde 2 ini.

Mari kita ikuti komparasi Ronde 2 ini, dimana komparasi kita akan membedah keunggulan dan kekurangan dari masing-masing “petarung” skutic ini, silahkan di pelajari dahulu tabel komparasi di bawah ini:

Jika kita membandingkan kemampuan mesin antara New Mio dan Beat akan tampak bahwa kedua skutic low end ini memiliki kemampuan mesin yang hampir setara dengan dimensi yang hampir sama pula. Mesin Mio dan Beat memiliki ukuran Bore yang sama hanya berbeda pada panjang Stroke-nya saja, sehingga menghasilkan kapasitas cc yang sedikit berbeda. Alhasil Mio yang memiliki kapasitas mesin sedikit lebih besar dan berat yang sedikit lebih ringan akan memiliki akselerasi yang lebih baik pada kecepatan rendah dan menengah (rpm mesin rendah) walaupun kompresi mesinnya lebih rendah dari pada Beat. Sedangkan Beat yang memiliki stroke lebih pendek dan kompresi yang sedikit lebih tinggi dari lawannya akan memiliki akselerasi yang baik pada kecepatan tinggi dimana rpm mesin pada putaran tinggi.

Begitu pula dalam hal konsumsi bahan bakar, New Mio dengan spesifikasi yang lebih over stroke akan lebih irit apabila dipakai pada kecepatan diatas 55 Km/jam dibanding dengan Beat, sebaliknya di kecepatan rendah dibawah 55Km/jam tentu saja Beat dengan cc yang lebih kecil akan lebih irit. Untuk lebih jelasnya bagaimana perbandingan konsumsi bahan bakar di tiap level kecepatan, kita dapat nikmati dengan lebih jelas lagi pada tabel berikut ini:

Nah setelah anda mengetahui kemampuan dan tingkat konsumsi bahan bakar kedua skutik di atas, tinggal Anda sendiri tentukan mau pilih yang mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda, untuk pemakaian yang bagaimana? Jika untuk pemakaian ekstra tunning kecepatan, tentu saja New Mio lebih enak untuk di Over Bore, karena stroke-nya lebih panjang, jadi ketika di Bore-Up akan menghasilkan perbandingan yang lebih pas.

Untuk sistem pendinginan mesin Beat yang lebih unggul karena adanya tambahan aliran udara untuk pendinginan mesin dari kipas yang berguna saat menghadapi kemacetan di jalan, sedangkan untuk keperdulian pada kadar emisi gas buang New Mio lebih peduli Lingkungan dengan AIS (Air Induction System).

Beralih pada kelengkapan Fitur, Honda Beat terbukti lebih lengkap dalam hal Fitur keamanan, sudah menggunakan Secure Key Shutter, dimana lebih terbukti lebih susah untuk dibobol pencuri dari pada sistem kunci standart yang masih dipakai oleh New Mio. Ada juga parking brake lock yang berguna saat Honda Beat diparkir di jalan yang tidak datar, sekali lagi New Mio juga kelewatan fitur ini.

Side Stand Switch juga masih diaplikasikan oleh Honda pada produk Beat ini. Keamanan mengemudi akan lebih terjamin, cuman fitur ini akan sedikit merepotkan Anda karena mesin akan mati begitu side stan sedang pada posisi terpasang. Selain itu bila banjir dan terendam oleh air, switch on/off mesin menjadi lebih rentan rusak dan aliran listrik menjadi terganggu. Sehingga mungkin saja alasan inilah yang membuat New Mio masih polos juga dari fitur ini.

Nah untuk urusan ketahanan terhadap banjir, lubang sirkulasi udara CVT pada New Mio lebih tinggi, letak lubang knalpot terhadap tanah juga lebih tinggi pada New Mio. Pada bodi CVT sudah dilengkapi Filter CVT bertipe wet filter sehingga perangkat didalamnya lebih awet karena terlindungi dari debu dan kotoran. Selain itu masih pada CVT ada media lubang untuk melihat keausan Belt CVT sehingga lebih mempermudah proses perawatan tanpa harus membuka cover CVT yang tentu saja mempengaruhi keawetan cover tersebut.

Untuk kapasitas bagasi New Mio lebih jago. Kapasitas bagasi lebih besar yaitu 3.5L, bandingkan dengan Beat yang hanya 2L. Kapasitas Console Box juga lebih besar pada New Mio yaitu 1.5L sedangkan pada Beat 1.2L.

Untuk soal perawatan aki, gantian Beat yang lebih unggul dengan aki MF-nya, maintenance free. Sedangkan New Mio masih juga menggunaakan aki konvensional.

Marilah sekarang kita beranjak ke ergonomis faktor, ternyata New Mio sangat memperhatikan masalah ergonomis bagi pengemudi sekaligus yang berada di boncengan. Nah pada posisi pengemudi, jarak antara posisi duduk dengan setang cukup lapang, lebih lapang dari pada Beat. Posisinya juga cukup enak dan pas untuk ukuran postur orang Indonesia rata-rata baik pria dan wanita. Sehingga handling pada skutic ini akan lebih enak ditunjang oleh bobot New Mio yang lebih ringan. Panjang Seat juga lebih panjang New Mio dari pada Beat, sehingga pengemudi maupun yang dibonceng juga lebih nyaman, masih memungkinkan untuk meletakkan anak kecil pada posisi di tengah. Selain itu Posisi duduk penumpang juga lebih nyaman, posisi kaki tidak terlalu menekuk karena adanya additional footstep di sisi kiri dan kanan penumpang. Lihat gambar peraga ini:

Nah lucunya tempat menggantung barang belanjaan pada New Mio tidak lagi berada di dek depan bawah setang seperti pada Beat, tetapi di depan tempat duduk pengemudi. Sedangkan untuk penampilan roda, memang Beat lebih keren dengan penggunaan ban berukuran lebih besar dari New Mio. Beat akan lebih stabil dengan ban yang bertapak lebar dan New Mio lebih lincah dengan Ban standartnya itu.

Sekian komparasi Round 2 ini, pilih yang manapun terserah kebutuhan, keinginan dan ekspektasi Anda, yang penting tetap Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy !!!

Lebih memahami “Bore X Stroke”

Seringkali pada saat anda membaca spesifikasi sepeda motor disajikan pula data teknis berupa Bore x Stroke pada engine kendaraan. Dari data ini, sebenarnya banyak sekali informasi yang dapat kita peroleh mengenai karakteristik power dan torsi engine kendaraan tersebut pada RPM tertentu.

Over Stroke

Engine dengan tipe over stroke memiliki ciri yaitu: langkah / stroke yang lebih besar daripada diameter / bore silinder-piston. Engine dengan tipe ini memiliki karakteristik mampu mengeluarkan tenaga dan torsi yang besar pada RPM rendah dan menengah. Sehingga beberapa motor yang ditujukan untuk penggunaan harian dalam kemacetan kota atau medan berat biasanya mengadopsi engine tipe ini. Engine tipe ini seringkali diterapkan pada motor yang didesain memiliki akselerasi yang bagus pada RPM rendah. Tetapi engine ini juga memiliki kekurangan, selain tenaga yang kecil pada RPM tinggi, juga memiliki getaran yang tinggi dan umumnya akibat dari getaran tersebut suara mesin terdengar lebih kasar atau lebih berisik.

Over Bore

Yang dimaksud dengan Over Bore adalah engine yang memiliki ciri yaitu: Bore / diameter silinder-piston memiliki ukuran yang lebih besar daripada panjang langkah / stroke silinder-piston. Dengan desain Over Bore, maka engine mampu diajak berputar pada RPM yang tinggi, tenaga yang besar pada RPM menengah dan tinggi, mesin ini sangat cocok pada motor berkarakter sport. Karena biasanya pada motor sport pengemudi akan memacu motornya dan mempertahankan putaran mesin pada RPM yang tinggi agar dapat mengeluarkan kemampuan maksimum motor tersebut.

Square Engine

Square Engine adalah perpaduan dari kedua tipe engine diatas. Pada Square engine, panjang langkah / stroke dan diameter silinder-piston / bore memiliki ukuran yang hampir sama. Engine tipe ini memiliki tenaga yang hampir merata di semua tingkatan RPM baik di RPM rendah, menengah, maupun RPM  tinggi. Square engine banyak diaplikasikan pada motor sehari-hari yang memiliki kemampuan universal untuk melahap semua medan baik dalam kota maupun perjalanan ke luar kota.

 

Nah, mungkin ini saatnya bagi Anda yang ingin membeli motor baru untuk lebih memperhatikan spesifikasi engine motor incaran Anda, khususnya informasi “Bore X Stroke” yang terpampang pada data Spesifikasi di brosur motor pilihan Anda, agar Anda dapat memilih motor yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan expektasi Anda.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy Bro !!!

NEW MIO, OLD SPIRIT.

Yah ini dia New Mio yang akan segera di launch bulan Juli 2008.

Memang secara tampilan tidak banyak perubahan dari kakak kandungnya, tetapi hal ini mungkin saja demi mempertahankan AURA lama, Spirit lama MIO yang sudah menjadi Skutic Legend di Indonesia.

Mengingat begitu banyak pecinta Mio yang tidak menginginkan adanya banyak perubahan ekstrim pada desain Mio Baru ini, Pihak YMKI menanggapi selera konsumen Indonesia dengan dihadirkannya NEW MIO dengan OLD SPIRIT. Yach kira-kira begitulah.

Sekedar Informasi, New MIO ini sudah dilengkapi dengan console box seperti Soul dan Beat. Knalpot baru yang lebih tinggi dan desain mesin yang telah disempurnakan.

Bagasi dibawah jok, kapasitasnya cukup besar, yaitu 3,5 liter. bandingkan dengan Honda Beat yang memiliki kapasitas bagasi hanya 2 liter saja. Tentunya New Mio dapat memuat barang yang lebih banyak.

Bagian rangka/frame kelihatan cukup kokoh. Tampaknya bagian frame menggunakan tube steel pipe berdiameter besar dan box steel pipe berdimensi besar. Sehingga diharapkan memiliki kemampuan untuk menghadapi medan yang cukup menantang ala jalanan Indonesia. Hal ini sangat diperhatikan oleh YMC Japan dalam tahap desain produk motor ini, sesuai dengan kebijakan bahwa pusat pengembangan skutic Yamaha yang berpusat di Indonesia sebagai main marketnya.

Nah silahkan dipelototin mesinnya, siapa tahu Anda mendapat informasi tambahan yang penting!

Oh iya, sistem starting New Mio menggunakan one way clutch sehingga noise tereduksi dan kerja saat penyalaan mesin jadi lebih halus.

Untuk sementara, sekian dulu informasinya……..

Untuk Spesifikasi New Mio dan Fitur-fitur New Mio bisa baca di sini (ada juga komparasi produk dengan Honda Beat): https://mygoldmachine.wordpress.com/2008/06/28/percobaan/

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy Bro!!!

New Yamaha YZF-R25, masuk pasar Indonesia.

Di masa depan maksudnya………………

Setelah Kawasaki menelurkan ZX250R yang fenomenal, dan Suzuki sudah mengumumkan ambisinya untuk terjun di industri moge pada tahun 2010. Bukan tidak mungkin dan tidak lain Yamaha dengan YZF-R25 akan turun pula kekancah persilatan “moge” light sport 250cc di Indonesia.

Tentu saja upaya yang mungkin dilakukan di tahun 2010 ini, tidak semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi lebih sebagai strategy Yamaha untuk melakukan upaya Branding Corporate dan menjadikan produk YZF-R25 ini sebagai flagship perusahaan Yamaha di Indonesia.

Riset dan pengembangan teknologi 250 cc di varian YZF yang telah dilakukan oleh YMC (Yamaha Motor Company, Japan) telah membuka peluang YMKI di Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam memasarkan Produk ini nantinya. Sebenarnya pengembangan produk ini lebih ditujukan untuk Yamaha YZF-R25 sebagai produk Internasional, jadi tidak hanya untuk pangsa pasar Asia, apalagi hanya khusus untuk market Indonesia. Karena itulah kemungkinan besar semua varian YZF-R25 ini akan memiliki spesifikasi yang sama, baik untuk pasar Asia tenggara maupun pasar Asia Timur, bahkan Pasar Eropa-Amerika.

Kemungkinan besar produk ini akan memakai mesin dengan konvigurasi 2 silinder segaris (in-line twin silinder) yang lebih ekonomis dari pada konvigurasi V 2 silinder seperti kebiasaan Pabrikan Yamaha. Dengan adanya Produk ini nantinya diharapkan Yamaha mampu memberikan pengalaman mengemudi yang berbeda dari lini produknya yang sudah ada di Indonesia. Bisa jadi Yamaha YZF-R25 akan menjadi lawan yang tangguh untuk Kawasaki ZX250R dan Produk masa depan Suzuki yaitu GSX250R.

Nah selamat Menantikan…

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy !!!

BEAT VS MIO, ROUND 1 FIGHT!!!

Pertarungan Pasar Skutic akan semakin panas, khususnya di kelas low end yang diprediksikan segera terjadi pertempuran yang sengit antara Yamaha dan Honda.

Setelah sekian lama dinantikan, akhirnya Honda meluncurkan BEAT di kelas skutic low end. Bel Pertarungan Pasar Skutic Low End ronde 1 telah berbunyi.

Sekedar untuk menambah informasi akan jalannya pertarungan ronde 1 ini, tidak ada salahnya bila kita sedikit berbekal komparasi produk antara skutic low end Honda yang baru meluncur, yaitu Beat dengan Produk Yamaha yaitu Mio yang sudah 5 tahun berkelana lebih dahulu di alam skutic. Nah agar komparasi semakin jitu dan tajam Yamaha Mio Soul digunakan sebagai pembanding yang layak di perhitungkan juga mengingat bahwa sebenarnya di market tidak ada produk yang benar-benar head to head 100%. Memang kali ini Beat terasa sangat “mirip” Mio dibanding produk Honda VS Yamaha yang lain, akan tetapi tetap saja beberapa fitur semisal posisi lampu depan dan inner box console bisa dikatakan lebih menyerupai Mio Soul bukan?

Sekilas mengenai komparasi produk dapat dilihat di dalam table berikut ini:

Sebagai gambaran dengan wheel base yang sama, yaitu 1.240mm antara MIO dengan BEAT, tetapi bodi BEAT secara dimensi panjang lebih panjang 39mm. Lebar BEAT dan MIO juga sama persis, sehingga kedua produk ini nyaris sama dalam hal dimensi dan kelincahan. Tetapi bobot kosong MIO lebih ringan 2,3kg dengan kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar 0,2 liter. Yang agak aneh BEAT memiliki kapasitas oli mesin cuma 0,7 liter untuk penggantian periodik.

Untuk sektor mesin kedua produk ini hampir sama, teknologi yang digunakan yaitu 4 stroke SOHC dengan 2 klep yang relative sederhana dan konvesional. Kedua produk tadi juga memakai sistem pendinginan mesin dengan udara, bedanya pada BEAT sudah ada kipas pendingin yang membantu menjaga suhu mesin di tengah kemacetan.

Dengan Diameter Bore yang sama persis, kedua Produk ini berbeda dalam panjang Stroke, sehingga memiliki kapasitas mesin yang berbeda, MIO dengan kapasitas 113.7cc sedangkan BEAT Cuma 108cc. Tentu saja tenaga yang dimuntahkan oleh mesin MIO lebih besar dari BEAT, yaitu 8,9PS untuk MIO dan 8,22PS untuk BEAT yang sama-sama dapat dikeluarkan pada 8.000 rpm. Untuk Torsinya walau BEAT memiliki torsi lebih kecil dari MIO, akan tetapi untuk mengimbanginya torsi maksimal BEAT dapat dikeluarkan pada rpm 5.500rpm, 1000 rpm lebih rendah dari MIO, yang berarti torsi maksimal dapat dikeluarkan pada putaran yang relative lebih rendah.

Dapat dipastikan BEAT enak dikendarai mulai putaran bawah dengan tenaga yang cukup mantap sampai pada putaran mesin yang tinggi karena memiliki perbandingan bore / stroke yang lebih besar walau kapasitas cc lebih kecil dari MIO. Selain itu perbandingan kompresi yang lebih tinggi dari MIO akan memberikan unjuk kerja mesin yang lebih baik sebagai kompensasi atas kapasitas mesin yang lebih kecil. Tentu saja dengan kapasitas mesin yang lebih kecil ditambah dengan kaburator vacuum type Keihin VK22 yang sudah terpasang pada mesin BEAT ini, faktor keiritan akan menjadi salah satu senjata andalan produk BEAT ini.

Akan tetapi soal keperdulian lingkungan akibat gas buang kendaraan bermotor, Yamaha lebih concern dengan AIS (Air Induction System) untuk mereduksi senyawa beracun yang terkadung dalam gas buang. Sayangnya BEAT masih belum terlampau mementingkan hal ini. Mungkin saja masalah keiritan yang diutamakan terpaksa membuat pabrikan Honda untuk putar otak dengan menggunakan kapasitas cc lebih kecil tetapi tidak ingin masalah performa mesin motor menjadi inferior, akibatnya fitur pereduksi senyawa beracun dalam gas buang bukanlah elemen yang penting untuk diperhitungkan dalam konsep perancangan produk ini.

Kalau berbicara soal tampilan dan desain memang sangat relative, tetapi setidaknya produk yang baru dengan desain lebih modern tentu saja lebih menarik perhatian masyarakat, apalagi dengan Brand Besar HONDA yang mendukung dibelakang BEAT ini. Ditambah pilihan warna yang sangat customize sesuai dengan target dan segment yang dibidiknya, menjadikan 6 pilihan warna ini sebuah keunggulan dalam hal keleluasaan pilihan yang sesuai selera calon pembeli.

Kalau berbicara di seputar sektor roda, BEAT memiliki tampilan yang lebih gagah dengan penggunaan BAN tapak lebih lebar dibanding MIO. Selain itu lebih stabil dalam penggunaan yang tentu saja sedikit mengurangi faktor kelincahan.

Berbicara masalah fitur, justru disinilah letak keunggulan BEAT yang paling terasa nyata. Soal keamanan dari pencurian, BEAT sudah memiliki fitur Secure Key Shutter, yang tidak dimiliki MIO, sebagai catatan SOUL sudah memiliki fitur ini. Fitur perlengkapan kenyamanan juga sudah dimiliki BEAT seperti yang tersedia di SOUL tetapi tidak ada pada MIO, yaitu Inner Box Console yang terletak dibawah stang kemudi. Apalagi soal keamanan Pengemudi, Side Stand Switch dan Parking Brake Lock cuma ada pada BEAT yang diadopsi dari VARIO di kelas skutic premium.

Side Stand Switch akan menjaga mesin tetap mati selama standart samping masih dalam kondisi digunakan. Tentu saja motor tidak mungkin dapat berlari dalam kondisi posisi standart samping masih terjulur ke bawah, tentu saja kondisi yang sangat berbahaya ini telah menjadi perhatian yang cukup serius bagi para perancang Honda.

Bagaimana dengan MIO yang masih polos dengan fitur ini? Alasan kepraktisan menjadi menu dan pertimbangan yang utama. Misalnya saja Anda harus keluar rumah memakai motor, yang ada lakukan pertama kali menghidupkan mesin motor untuk memanasi mesinnya bukan. Setelah itu hendak membuka kunci pagar, motor mati karena di standart samping. Giliran pintu pagar sudah terbuka, motor di starter lagi dan keluar pagar, kemudian harus mati lagi karena hendak mengunci pintu pagar. Setelah pagar dikunci motor kembali harus di starter untuk menghidupkan mesin motor. Hendak pergi saat itu juga tiba-tiba ada panggilan dari dalam rumah karena ada telephone penting atau dompet anda masih tertinggal di dalam rumah??? Wah terbayang betapa repotnya bukan.

Parking Brake Lock adalah fitur yang memang berguna, terutama pada saat Anda harus memarkirkan kendaraan Anda di tempat yang miring, atau untuk piranti keamanan saat motor berhenti dengan kondisi mesin hidup. MIO minus di fitur ini.

Urusan AKI MF (Maintenance Free), Cuma BEAT yang mengaplikasikannya, lagi-lagi MIO dan SOUL juga kalah.

Akan tetapi kalau mau berbicara soal Accessories baik yang Genuine Yamaha maupun yang after sales market. Giliran MIO dan SOUL unggul telak dari BEAT. Komunitas yang banyak mendukung banyaknya accessories yang beredar pula di toko-toko accessories kendaraan bermotor. Anda sangat dimudahkan untuk melakukan modifikasi ringan sampai berat pada MIO, tersedianya beragam accessories akan membantu Anda untuk meng-customize MIO Anda sesuai dengan keinginan dan mimpi Anda.

Belum lagi apabila Anda seorang yang suka performa racing motor skutic, spare part racing MIO sangat mudah ditemukan dan banyak sekali bengkel yang mampu memodifikasi MIO menjadi lebih gahar dan kencang.

Kalau berbicara soal Harga, nah silahkan Anda bandingkan kembali pada Tabel.

BEAT dengan harga sekitar 12 jutaan memiliki beberapa fitur sekelas SOUL dan bahkan fitur dan piranti yang tidak dimiliki oleh SOUL. Belum lagi model lampu depan yang sekilas lebih mirip SOUL dari pada MIO dengan cita rasa Honda-nya. Tetapi bodi yang ramping layaknya MIO bisa jadi disengaja oleh pihak HONDA untuk mengangkat perceived / presepsi konsumen tentang produk ini. Bisa jadi Perceived Price akan terasa murah dibenak konsumen karena dibandingkan juga dengan SOUL yang lebih mahal sekitar 600 ribuan. Rasanya harga BEAT yang “cuma” 12 jutaan layak dijadikan senjata ampuh untuk menaklukan MIO yang bertengger di harga 11,7 jutaan, kira-kira selisih 300 ribuan saja dari BEAT. Bagaimana?

Artikel ini memiliki judul “BEAT VS MIO, ROUND 1 FIGHT!!!” karena saat ini barulah Ronde Pertama saja, mengapa dinamakan ronde 1 ?

Karena nanti di bulan JULI 2008 akan hadir MIO yang baru, sehingga Ronde 2 baru terjadi di bulan Juli nanti…

Baca saja Ronde 2-nya di: https://mygoldmachine.wordpress.com/2008/06/28/percobaan/

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!!