Akibat bila salah menetapkan kebijakan di level Grand Strategy

Pada artikel sebelumnya, yaitu; “Grand Strategy”, kita memahami betapa pentingnya sebuah Grand Strategy bagi sebuah Perusahaan. Untuk kepentingan Competitive Advantage Perusahaan, untuk Effisiensi dan Synergy antar Depatment dalam suatu Perusahaan. Terutama sebagai Basic dan Pondasi Penentu Kemenangan dalam persaingan Bisnis.

Sebegitu sangat pentingnya sebuah Grand Strategy dan sebegitu amat vitalnya Grand Strategy ini, sehingga apabila terjadi kesalahan pengambilan keputusan di level Grand Strategy ini akan berakibat fatal bagi seluruh kinerja perusahaan, bukan hanya terjadi pada saat penerapan keputusan ini, akan tetapi berdampak jauh beberapa tahun ke depan karena effect-nya yang Vital akan berpengaruh dalam jangka panjang. Sering kali disaat terjadi kesalahan di level Grand Strategy ini, entah karena salah memprediksi kondisi pasar /ekonomi dimasa yang akan datang atau karena salah memprediksi arah pergerakan Grand Strategy Pesaing, atau justru Grand Strategy dari Pesaing lebih unggul saat beradu, maka akan terjadi stuck yang cukup berdampak selama beberapa masa. Untuk memperbaiki kondisi ini tentunya tidak semudah membalik telapak tangan, seringkali dampak terbesarnya atau kehancuran total baru akan dirasakan setelah 2-4 tahun sejak kesalahan ini terjadi. Seandainya kesalahan di level Grand Strategy ini cepat ditangani, untuk recovery kondisi  competitive Perusahaan juga tidak bisa dalam waktu singkat, tidak bisa seperti membalik telapak tangan. Semakin besar perusahaan itu akan semakin lama dan semakin dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit untuk memperbaikinya.

Akan tetapi apabila Para pengambil keputusan di Level Company Direction (Dewan Direksi) cepat tanggap dengan tanda-tanda kesalahan saat keputusan Grand Strategy ini sudah diambil/terjadi dan bahkan cepat memperbaikinya sebelum effect terkecilnya mulai terjadi, biasanya penurunan Competitive Advantage Perusahaan dan stuck yang terjadi tidak akan lama. Bahkan seringkali tidak terasa. Hanya memang dibutuhkan “Gift” alami atau  bakat luar biasa bagi seorang Pemimpin untuk memiliki kemampuan yang luar biasa dalam melihat masa depan  (Vision). Sehingga kesalahan langkah penerapan Grand Strategy ini cepat dirubah dengan segenap “kerendahan hati” dan secepat mungkin merumuskan Grand Strategy baru dan menerapkannya keseluruh bagian dari Perusahaan tersebut.

Disini kita belajar bahwa sebagai Pemimpin suatu Perusahaan dibutuhkan kemampuan sebagai Visioner untuk menentukan Direction yang Benar dan memiliki ke-Rendah Hati-an untuk mampu cepat bertidak merevisi kebijakan yang kurang tepat dan cepat menggantinya dengan Kebijakan baru yang lebih Baik.

Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Mind Genesis

28 responses to “Akibat bila salah menetapkan kebijakan di level Grand Strategy

  1. Pertamaxxx!!!

  2. keduaxxx!!!

  3. ketigaxxx!!!

    Borong semuaxxx!!!

  4. kalau begitu, artinya selaku dewan direksi seharusnya justru semakin harus mencari informasi yang “murni” mengenai keadaan/kondisi di lapangan, tidak bisa hanya duduk-duduk di belakang meja saja, apalagi kalau hanya mendapatkan informasi dari bawahan2nya yang notabene informasi tersebut telah dimasak dan bercampur minyak goreng bekas dan MSG sehingga terasa nikmat namun tidak murni sehingga tidak sehat lagi untuk dikonsumsi.

  5. Paul Gurita

    Kempax…
    prediksiku, baik di perusahaan Honda maupun Yamaha sama saja, petinggi dan direksinya pasti TINGGI HATI, tak pernah naik produk sendiri.

  6. bro, bgmana cara implemen ini untuk kelas ukm?

  7. arielsupraporn

    @ Paul

    Ya iya lah bro, lha ngapain direksi naik sepeda motor. Trus kalau pabrik spd onthel, apa direksinya disuruh ngonthel ???? hahahahahha. gak masuk akal elu bro!!! wakakaakakakk

  8. @Aryo
    Kelas UKM justru lebih mudah, dimana struktur organisasi didalamnya relatif jauh lebih ramping dan lebih kompak dibanding perusahaan besar. Dimana penerapan Grand Strategy akan lebih mudah dan lebih cepat di-announce, diterapkan dan dikontrol oleh seluruh bagian dalam UKM tersebut.
    Biasanya kelas UKM lebih sering memakai model komando terpusat, dan ini akan mempercepat penerapan Grand Strategy. Seandainya harus berubah sewaktu-waktu, tentu saja akan lebih mudah bagi Anda untuk menerapkan kebijakan Grand Strategy yang Baru.

    Semoga cukup ada gambaran dan bisa membantu Bro Aryo.

    Untuk kasus khusus semacam ini, nantinya Gue berencana untuk mencoba memberikan media Konsultasi khusus, dimana kondisi UKM Bro Aryo tentunya tidak dapat Gue generalisasikan. Kondisi tertentu akan memerlukan detail penanganan tertentu pula.

    Uhuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

  9. wedew…
    mending ta’ save pake microsoft word aja nih artikel2…

    copas ya bro komeng ..

  10. thanx bro.
    Pencerahan buat saya. Kebetulan ane bergerak di bdg jasa f0tocopy n rental, alhamdulilah dah 3 cabang.
    Namun ketiganya memiliki segmentasi berbeda dan k0mpetisi yg berbeda pula.
    Kadang itulah yg bwt ane puyeng krn ane k0mando sendiri, audit sendiri, n supervise sendiri. Sedang anak buah belum ada yang mampu krn padat karya dr tetangga yang putus sek0lah.

  11. Waduh dah keluar dari 10 besar.

    Gara-gara Bro RingPiston borong semuaxxx.

  12. analisanya bagus sekali, stiap pemimpin diharuskan memiliki visi ke depan, seperti kemampuan meramal nie..mau tnya nie bro komeng, Vixioner tuh apakah bisa dipelajari?caranya gmana? kalo tidak apakah itu bakat alam, yg hanya dimiliki oleh orang-orang besar tertentu…

  13. @ Bro Hide

    Hehehe. Peace Bro!!

  14. lae togar anak medan bung

    lebih tepatnya mungkin kalau salah mengambil keputusan efeknya akan berantai kalau tidak ditanggapi dengan cepat kali. hmmm.

  15. lae togar anak medan bung

    berarti kalau strategi yg salah bila tdk diatazi dengan cepat pazti efeknya berantai.

  16. Seperti menahkodai kapal TITANic, sekali salah arah, susah untuk memutar arah menuju arah yang lain. Butuh waktuyang lama untuk muter ke arah lain yang hendak dituju.

  17. yahonsuwakanja

    @Mario
    Vixioner jelas bisa dipelajari bro….
    gambaran yg paling gampang adalah MIMPI atau impian supaya menjadi kenyataan…
    setiap mimpi ada rencana
    setiap rencana ada tindakan…
    setiap tindakan ada hasil..
    setiap hasil bisa dievaluasi….
    setiap evaluasi ada perbaikan….
    jadi hidup ini adalah perbaikan….
    hehehehehe ….cmiiw

  18. apakah kasus tutupnya kymco merupakan contoh dari salah grand strategy? dimana salahnya?

  19. si paul itu termasuk vixioner ya.. ?

  20. Bro,
    Minta cara-cara kiat ber-investasi, maksudnya supaya beramai-ramai investasi di bengkelsepedamotor😀

  21. memang diperlukan suatu proses yang jelas diatas jalan itu, sehingga menapak dibumi tempat kaki berpijak.keberhasilan adalah sebuah proses. proses adalah suatu usaha yang membutuhkan kesabaran

  22. Pingback: Grand Strategy Historis dalam Industri Roda 2 Indonesia « Mind Genesis

  23. Mind Genesis

    @lae togar
    Betul Bro.

    @mario
    bisa dipelajari emang. tapi tidak semua orang bisa mempelajarinya, butuh bakat alami juga. kadang butuh ke-geniusan. Karena itu tidak semua orang dapat menjadi pemimpin yang Visioner dan bisa kasih Direction.
    Contoh yang termasuk Visioner itu salah satunya pencipta Strategy Community-Coorporate blog yang implementasinya berupa blog Yamaha & Friend.

    @Bengkel
    Salam Uhuuuuuuuuuy Bro Bengkel, nanti pada kesempatan yang lain Gue coba beri kiat untuk investasi dech, biar bengkelsepedamotor makin rame.
    Thanks sudah mampir.

  24. @Hadi
    He he he Bro Hadi, tentu Bro.
    Salah satunya saja kesalahan pada Strategy Product Planningnya.
    Pada Brand yang kecil (image), product yang revolusioner (skuter matic/jet matic) pada jamannya, harus dapat dipasarkan dengan cara menggali kebutuhan dan area karakter masyarakatnya. Tidak dapat dipaksakan secara product oriented apabila produk ini dipasarkan, tetapi costumer insight dan hidden demand yang perlu dipelajari terlebih dahulu dan dieksekusi dengan baik.

    Contoh lain adalah kegagalan Nouvo dan kesuksesan Mio.

    Ini salah satunya aja lho Bro.
    masih banyak yang lainnya lagi.

  25. @ komeng
    ow…gtu klo Yamaha-friends saya tahu siapa yg punya strategi itu….harus blajar banyak nie dari empunya😀

    mudah2an saya juga punya bakat alami itu…😀

    @ yahon
    bisa belajar di kamu ga bro??😀

  26. Pingback: Belajar dari Grand Strategy Honda-AHM « Mind Genesis

  27. sayang aja….padahal produk kymco bagus2 dan yang saya pernah dengar banyak produk kymco yang lisensinya dibeli oleh honda……(mungkin bisa dibilang produk kymco merupakan cikal bakalnya produk honda, tp itu ntah bener atau ga.)

    dan memang sayang juga kalau nouvo pada akhirnya gagal, padahal menurutku yg pernah pakai, enak tenan….body besar, tenaga besar, cuma kesalahan di punuk tengah, padahal kalau dibandingkan skywave juga ada punuk tengahnya (atau mungkin skywave terdongkrak karena CCnya yg lebih besar?). ntahlah…..

  28. Pingback: Yamaha Indonesia akan Kalah Telak tahun ini (2011) | Mind Genesis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s