Kecap No 2

Sejarah membuktikan, Brand no2 yang bergerak maju melawan Brand no1 dan akhirnya berhasil mencapai menjadi no1 tidak boleh serta merta meng-claim dirinya nomer 1. Dunia Bisnis mencatat setidaknya hal ini sudah beberapa kali terjadi.  Brand yang meng-claim nomer 1 tersebut jatuh kembali menjadi nomer 2 bahkan bisa lebih buruk lagi.

Sialnya hal ini juga dilakukan oleh Yamaha Indonesia, walau tak mutlak nomer 1 dalam satu tahun, setidaknya Yamaha pernah menjadi nomer 1 dalam beberapa bulan. Sayang sungguh sayang, saat Market Share menyentuh nomer 1, ekpos dan claim no 1 langsung disajikan secara besar-besaran. Bukan simpati dan dukungan yang diraih, justru sebaliknya, karena customer dan market tak menyukai brand yang pongah dan congkak.

Gue rasa sungguh tak mungkin jika para pengambil keputusan dan direction strategy pada top level  management Yamaha Indonesia tidak pernah tahu sejarah bisnis seperti pada kasus ini. What wrong? Kok bisa ya? Ya udah lupakan dech….ntar kalau Gue bahas malah berkepanjangan jadinya.

Jadi dari pada membahas masa lalu, kita bahas aja masa depan. Yamaha harus berani untuk mengambil langkah mundur dan menata ulang semua Grand Strategy untuk kembali Fight di masa depan. Mundur untuk maju dan menang. Jadi alangkah baiknya jika Yamaha mau menjadi brand yang humble dengan menyebut “Ya, Kita memang Nomer 2, Tapi Konsumen kami selalu menjadi nomer 1″. Tentu saja ganti juga tag line “Semakin Di Depan” yang sudah tidak sesuai dengan kondisi market saat ini. Ganti aja dengan “Touching Your Heart” yang dulu lagi. Itu jauh lebih baik pada kondisi saat ini.

Saat ini, langkah terbaik bagi Yamaha adalah mundur, melupakan segala ambisi untuk bersaing dengan Honda. Mundur dan menata Visi Baru, Direction yang Baru, dan tentu saja Grand Strategy yang Baru. Menata dari awal lagi, mulai dari baru. Seperti Halnya Honda menata segalanya dari 2007. Yamaha harus banyak belajar lagi dari kondisi saat ini dan menata lagi Grand Strategy jangka panjangnya.

Melanjutkan Kecap No 2, Yamaha harus menetapkan menjadi Brand Yang Humble dan selalu menempatkan konsumen Yamaha diatas segalanya;

  • Kembali ke Tag line; “Touching Your Heart” dengan slogan yang baru “Ya, Kita memang Nomer 2, Tapi Konsumen kami selalu menjadi nomer 1″
  • Lupakan untuk menguasai pasar menjadi nomer 1, tetap focus di DNA awal Yamaha yang membuat Yamaha Besar dan diakui kehebatannya. “Kencang, Desain Keren, Modern” yang sangat disukai oleh anak muda.
  • Potong Produksi beberapa line up Produk yang over, sehingga tidak terjadi penumpukan unit di dealer yang menyebabkan terjadinya price war antar dealer Yamaha sendiri (Canibalism Sales Net Work). Hal ini menyebabkan panic action dan panic condition di dealer-dealer akibat macetnya cashflow akibat unit yang sudah menumpuk.
  • Focus pada beberapa product yang masih dapat melawan di pasar dan masih memiliki brand image dan brand loyalty yang cukup tinggi. Serta product tersebut memiliki kontribusi penjualan yang cukup besar untuk menunjang kelangsungan hidup Yamaha. Misal di Jupiter Series. Segera develop product dan marketing strategy pada jajaran product-product ini.
  • Segera perbaiki product yang sudah tidak lagi sesuai dengan DNA Yamaha; Kencang, Keren Desainnya, Modern. Segera perbaiki Mio dengan New Product yang harus kembali ke DNA awal Yamaha yang strong. Mulailah dari Backbone product yang menopang kontribusi paling besar pada market size.
  • Jaga loyalitas Konsumen dengan ketersedian produk yang pas pada item product yang masih indent seperti Byson, jika perlu berikan Program Indent Berhadiah sebagai balas rasa terima kasih karena setia dengan produk Yamaha yang diminati konsumen.
  • Jaga selalu Loyal Konsumen dan para Brand Loyalist Yamaha yang seringkali tergabung pada komunitas-komunitas motor, baik club maupun on-line bikers communities. Jika share turun, merekalah yang seringkali menahan turunnya share hingga batas tertentu saja. Selebihnya share tidak akan turun lagi karena ditopang oleh konsumen loyal dan Brand Loyalist ini.
  • Keluarkan satu Super Premium Flag Ship Product, yang bisa menjadi kebanggaan Yamaha, baik bagi Yamaha sendiri, karyawan Yamaha, Brand Loyalist Yamaha (FBY) dan tentu saja bagi Konsumen Yamaha Indonesia. Misal R1 atau R6 atau V-Max untuk pasar Indonesia. Mereka mungkin tidak sanggup membeli product ini. At Least mereka bangga karena ada Product Yamaha yang masih bisa mereka  banggakan Superioritasnya.
  • Stop BC dan fokus perbaiki Image Product di Market lewat Re-positioning yang tepat dan teknik komunikasi yang tepat pula.
  • dan masih banyak lagi………………i

Kesimpulan, selalu jadilah Brand yang Humble dimata Konsumen apabila Brand Anda bukan penguasa mutlak di Market. BC lebih effective jika Brand Anda adalah Brand yang menjadi market leader, BC yang dilakukan oleh pihak Brand yang lebih lemah dari market leader akan dianggap cuma bagian dari ketidak mampuan dan kesirikan Brand yang melakukan BC. Jangan pernah lupakan Brand Loyalist yang selalu memperjuangkan Brand Anda. Ingat merekalah yang membuat Brand Anda menjadi Brand yang Luar Biasa. Terakhir, Akui saja, menjadi Nomer 2 tidaklah jelek, ini menunjukan Brand Anda adalah yang terhebat ke 2 dibelakang Sang Market Leader, tidak ada yang salah dengan itu. Dan Selalu ingat konsumen Anda Selalu yang Nomer 1.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

About these ads

76 responses to “Kecap No 2

  1. podiumm dulu .

    uhuy.

  2. pertamax

  3. ijin nyimak dulu masbro..baru x ni ngrasain pertamax..hehe

  4. setuju sm juragan warung..kalo yamaha ngoyo lawan honda bukan skrg waktunya..rapatkan barisan sambil atur ulang strategi..fokus n perkuat brand yg puny kontribusi besar..mantap juragan

  5. sangat setuju sekali

  6. Komengtator

    Yah begitulah seharusnya Yamaha, harus lebih bijaksana lagi…

  7. mojakomojamoja

    sipp.. lebih cepat,lebih baik..

  8. hemm….ymki menang lagi pongah….

  9. moch rasyiid

    bagus….bagus..sebuah pelajaran untuk mau mengkoreksi diri untuk menang…..selama kita mau mengevaluasi diri kita secara jujur maka masih ada harapan untuk bangkit kembali…kalo tidak ……???????

  10. apa gak terlalu berlebihan bro,,, soalnya, kalo manurut saya sih brand yamaha udah kuat, cuma yamaha merusaknya sendiri itu bukan karena kesombongna, tapi kayak program undian 1 milyar itu kali yaa :D

  11. Cuma TMC blog yg bisa bikin adem pembaca n komentator. Selalu seimbang n ga berat sebelah dalam ber opini……

  12. @Mercon
    Sependapat Bro. Brand Yamaha masih kuat koq, cuman kalau Grand Strategy nya sudah salah langkah dan komunikasinya sudah gak tepat, mhmmmmm bisa rusak juga. Baik lewat promotion claim maupun promotion program yang justru akan melucuti kekuatan Brand itu sendiri.

  13. setuju sekaleee mas bro !

  14. selain grand strategy disebutin juga jaga loyalitas konsumen, di sini dealer sebagai ujung tombak harus ditertibkan, biarpun gak punya hirarki kekuasaan, melainkan cuma hubungan bisnis, ATPM harus bisa menertibkan dealer menyebalkan yang karena pas dibutuhkan, secara halus maksa kredit. Dealer Yamah saat itu merasa dibutuhkan, percis kaya agen bis pas musim lebaran, pongah dan congkak. Penilaian ini yang ikut berimbas ke ATPM yamaha.

    ijin nebar jaring ah…

    http://umarabuihsan.wordpress.com/2011/04/03/bicara-kecepatan-motor-ada-yang-hilang-di-rumus-einstein-4/

  15. Berorientasi pada proses …. memberi pelayanan terbaik bagi konsumen…. masalah posisi MS biar mengalir dengan sendirinya…
    Sebenarnya hal ini sudah mulai jadi perhatian jajaran manajemen YMKI… tp belum terimpementasi dalam ranah Komunikasi perusahaan..

  16. Setuju Bro… Genesis, artikelnya kok mirip2 komen saya kemarin ya…he he, mungkin ini penjabaran yg lebih lugas dgn perspektif yg lebih luas. Ini yg perlu dibaca oleh petinggi yamaha

  17. punk locust

    bener2 konsultan jempolan om komeng ini, gak ada sarannya yang mubazir… pas banget…!!!

    tapi saya pingin nanya om, case brand yang pongah, mengklaim no. 1 meski sebenarnya no. 2 hingga tidak disukai oleh masyarakat itu berlaku universal atau hanya di Indonesia? mengingat karakter masyarakat Indonesia yang suka dengan sesuatu yang santun meski itu ternyata hanya sebatas pencitraan.

    kalau memang berlaku universal, bisa diceritakan brand apa dan seperti apa peristiwanya, agar kami bisa belajar dari sejarah dengan banyak sudut pandang, terimakasih.

  18. Yah uji coba berbagai strategi untuk mengalahkan kompetitor selalu terjadi, yang penting apakah konsumen mendapat manfaat maksimal dari kompetisi itu…

  19. betul betul betul..
    Dealer yamaha memang susah diajak komunikasi.. Terutama tentang indent.. Bikin BT PuoooLL!!
    Bengkel, apalagi.. Msh bnyk karyawan bengkel yg susah tuh diajak komunikasi, mau ganti seal rem cakram kok suruh ganti 1 set rem cakram + master dan lain2nya, setelah aku pindah ke beres resmi yg lain bener to, hanya dgn ganti sael dan handle rem cakram berfungsi kembali..!! Coba bayangkan harga seal sama 1 set cakram? (ini untk salah 1 yamaha di bandung)

  20. Stop BC dan fokus perbaiki Image Product di Market lewat Re-positioning yang tepat dan teknik komunikasi yang tepat pula

    =====================================================

    laik ndis gan….

  21. lae togar anak medan

    berarti tetap moto honda donk. bagaimana pun juga honda yang tetap unggul

  22. penting podium baca belakangan :D

  23. HO O ymki mbok yang legowo mengakui keunggulan honda jangan pongah dan congkak baru unggul di bulan terakhir ngakunya kaya jagonya….tagline nya apalagi, iklannya weleh weleh…

  24. Kalo dilihat dari acara sunday riding n beberapa acara CSR YMKI belakangan sepertinya Yamaha memang udah sadar bro, mereka sedang “touching your heart” ke konsumen R2

  25. thanks om masukannya :D

  26. that’s why
    like apple or yamaha, i hate it
    jujur saya benci yamaha dan apple sekarang karena 1 biji hal … Black Campaign :D
    Dulu saya suka produk apple, dan yamaha …. tapi gara2 black campaign beberapa orang baik dari pihak pabrikan or fansboy … bikin saya jadi benci sama mereka :D

  27. yap..
    harus jadi humble brand dong.. apalagi pake tagline “semakin pasrah”.. ga banget ah..

    gue yakin banyak suka yang white campaign.. kompetitor bukan ancaman, tapi malah jadi stimulator kalo menurut gw

  28. robotic_munky

    dulu saya suka dengan tag line “semakin di depan”
    saya sih dapet image “semakin di depan” ya semakin di depan dalam inovasi, ga kaya sekarang, kok menurut saya jadi (semakin) ngejelek2in kompetitor ya dengan mengganti dari “yang lain semakin jelas ketinggalan” jadi “semakin pasrah”
    —-
    dan saya salut dengan AHM yang (akhirnya membalas dengan) membuat tagline yang (menurut saya :D ) jauh dari ledek2an, dan (menurut saya :D ) lebih kearah untuk menghimpun kembali loyalitas konsumen . . . .

  29. Setuju White campaign

  30. revisi om komeng kecap no 2 apa ke cap no 2….kalo kecap ya bango om :D

  31. Batikguy Master Yang Taiji

    udah ymki teruskan BC mu sampe kebablasan juga gpp… gua yakin 100% AHM tidak akan membalasnya ….karena AHM punya Visi yang jelas dan smart :D … wah master mind genesis malah kasih tau ymki lagi cara2nya …. gawat deh

  32. Ayo Yamaha kamu BISA dengan strategi yang sudah disediakan di warung Mind Genesis ini. Ayo semangat.

  33. emprit terbang

    salut, mantap solusinya Mas Genesis. benar-benar membuka pikiran, sebelumnya tak terpikir solusi buat Yamaha.

  34. Mana ada kecap No.2 Bro :D

    Semua kecap No.1

  35. kalau ada kata kata byson saya kok langsung teringat temen kita pak bambang nunggang jaran yg dah inden byson 5 bulanan..mbok yao…org2 yg deket dengan petinggi ymki sudi kiranya membantu…
    inggat loo pak bambang ini tipe org yg loyalitas terhadap merk yamaha[walaupun tadinya pake honda winxixixxi]lha…inden motor hampir setengah taun kalau gak loyal pasti dah cabut ganti dgn merk lain….

  36. waduh.. tadi saya sudah antusias aja, kirain beneran ngomongin kecap..

  37. Mas Tri, tulisanmu bagus. Gw ga bisa ungkap dengan tulisan…gw kasih dua jempol!! Sesaat blank trap otak dan langsungg inget sama teori marketing di bangku sekolah….

  38. iYA MAH jujur aja kalau masih no 2 jangan bilang semakin pasrah lagi ya. kan ketahuan siapa yang pasrah

  39. @Harry32
    Wah gak bisa dibandingin Bro, levelnya beda jauh. Ini Genesis levelnya.
    Orang ATPM aja pada ngelihat dan ngikutin mantengin nich Blog tiap hari. Pada takut strateginya diblejetin bulat-bulat. Ini levelnya Top Level management for Top Level People.

  40. Tulisan yang bagus…kritis tapi ndak mancing orang norak bakar2ran…I will put this link to my facebook account thanks.

  41. Dan minta ijin juga buat njemurin ditempat lain thanks.

  42. Kalo boleh ninjau kasusnya suzuki juga donk!! walaupun secara urutan dapet nomor 3 tapikan penjualannya jauh bgt dibanding 2 besar. apa yang salah?? dan apa yang harus dilakukan??

  43. bagian Yg BC panjang banget. sepertinya memang itu masalah akut Yamaha.
    Produk superior… like it.

  44. “kumsumen kami selalu nomer 1″
    intinya layanilah konsumen anda sehingga puas, contoh kasus:
    stater mio ane ga jalan, harus ganti satu set seharga 300rb…tapi ternyata oleh mekanik masih bisa diakali dgn mengganti satu bagian part saja yg sudah aus (kalo dulu ga salah bendik sama pernya) yg harganya cuma 30rb saja….
    masalah selasai harga murah.
    jangan melulu harus ganti satu paket (yg harganya mahal) karena tidak selamanya konsumen punya uang lebih…..dan memang kebanyakan mekanik di beres inginnya segala ganti secepatnya ga boleh diakali (dikasih alternatif yg bijak)…..

  45. tambahan 1 usulan buat YMH:
    jangan mengganti produk yg sudah baik dgn produk dibawahnya:
    contoh kasus vegaZR versus New VegaR, secara irit iya, CC naik iya….tp power turun, model bagusan NVegaR (IMHO).
    sama halnya dgn New jupiterZ.

  46. @hadi
    betol itu, janagn ganti produk yang dah baik dengan yang dibawahnya

  47. masukan yang bijak dan cerdas…nice broooo

  48. mantabh..

  49. smart-innovation

    Kembali ke DNA Yamaha. Mempertajam DNA itu, baik melalui komunikasi promosi, maupun produk2 yg diluncurkan, kembali menyentuh hati FBY dan pecinta Yamaha sejati, bahkan menyediakan flagship product yg “membanggakan” para FBY, semua ini tujuuannya supaya para FBY dan pecinta Yamaha sejati kembali mencintai Yamaha yg selama ini “kehilangan jati diri”. Yamaha kembali membangun “ikatan emosional” yg kuat dgn para Yamahaers – nya. Melalui tindakan ini, sebenarnya Yamaha hendak mengatakan bahwa, Ya, kami memang kalah secara jumlah penjualan dibandingkan kompetitor, tetapi kami mencintai anda, para konsumen loyal Yamaha, bahkan lebih dari kompetitor mencintai konsumen loyalnya, dan kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi anda, para konsumen sekaligus keluarga besar Yamaha. IMHO, Ibarat perang, ini adalah tindakan “menarik pasukan kembali ke ibu kota”. Situasi yg tdk menguntungkan, mengharuskan menarik pasukan kembali ke ibu kota, krn jika diteruskan, ibu kota akan jatuh ke tangan musuh, dan pasukan akan mjd pasukan pengembara yg tdk punya rumah, sebuah Brand yg tdk punya konsumen loyal. Dlm hal ini Yamaha merelakan MS ke honda, tetapi mempertahankan heart share loyalis Yamaha, bahkan, bukan tdk mungkin tindakan “sensational” ini akan menarik “org netral” mjd FBY, bahkan jika dilakukan dengan sungguh2, jauh melebihi apa yg H berikan bagi loyalisnya, bisa saja mengubah FBH menjadi FBY (dengan memahami dan menerapkan konsep yin yang strategi, dmn semakin bnyk FBH, maka akan semakin terbuka celah “ketidakpuasan” FBH thdp Brand Honda). Ketika heart share sudah dimenangkan, MS hanya masalah waktu. Kira2 begitu ya Bro….?? :-)

  50. smart-innovation

    @ dpouwel:
    Konsumen R2 itu sangat beragam bro, ibarat lautan pasifik yg terdapat berribu-ribu jenis ikan, dmn masing2 ikan mempunyai karakter sendiri2. Tidak ada satu jenis rapala atau satu jenis jaring yg bs menangkap semua jenis ikan. CSR ataupun sunday riding adalah ibarat peluuru yg ditembakkan oleh rambo, seratus peluru ditembakkan, hanya satu yg mengenai musuh. Semakin banyak peluuru ditembakkan, semakin rambo cepat kehabisan peluru, semakin cepat rambo nya mati. Semakin kegiatan2 yg anda sebutkan td dilakukan besar2an oleh Yamaha, semakin cepat Yamaha kehabisan napas. Sorry bro, just my humble opinion. Beda pendapat boleh kan??

  51. padahal peluru Yamaha saat ini kalah dibanding peluru Honda, memanh harus hemat peluru dan setiap peluru yang ditembakkan harus tepat sasaran.

  52. memang benar, tapi yamaha (selalu) semakin didepan…yang lain semakin ketinggalan dan pasraaaaaaaaaahhhhhhh………………. (?)

  53. @ krizz FBY ya….??? orang jelas sekarang Honda sedang merajalela koq tetep bilang Yamaha (selalu) semakin didepan. mestinya bukan fanatik buta tapi memberikan kritikan yang membangun buat yamaha, fanatik buta hanya malah akan menjatuhkan Yamaha.

  54. aih…satu dua komen alay bermunculan nih…gak tambah pinter jadinya kalo gini…

  55. manteb ulasannya.

  56. moga aja bener strategi marketing dgn Black Campaign seperti yg selama ini dilakuin Yamaha harus segera diganti dgn iklan2 yg mendindidik

  57. Betul bro2 semua, jadi pendekatan mengambil hati konsumen dan calon konsumen tidak hanya bisa mengandalkan intelektualitas, kurang pinter apa orang2 yamaha, banyak blogger yg pinter2 jg kasih masukan yg tak sedikit, tetapi ada yg gak kalah penting dari itu semua yaitu ikatan emosional dgn mereka (konsumen), ini yg jarang dibahas oleh blogger, hanya blog ini yang sanggup membahas, dan setelah saya baca beberapa komen ternyata memberikan pelajaran berharga bagi siapapun yg pernah mengalami kejayaan. memang yamaha skrg masih kuat akan tetapi apabila tdk segera intropeksi diri bukan tidak mungkin akan terjadi hal2 yg buruk spt yamaha global

  58. tulisan bro genesis sepertinya menginspirasi penulis2 lain…terlihat beberapa penulis mulai mengangkat tema ini…tentu dengan gaya dan pandangan mereka masing2…
    bravo buat bro genesis dah..

  59. lha wong dr pembalap GPny aja dah norak,congkak,pongah & kemalan sikon kang… ya nyebar ke smua orng2 di tmptny sak sales2 ma pemakainya… ga heran kang… skrg mlah ajur…

  60. manteb gan, ya nampaknya wajar. bergulinganya roda perbisnisan, memang dinamikayang selalu unik dan menarik untuk dicermati

  61. artikel barunya mana Gan?

  62. Bukankah petinggi yamaha sudah sering ngomong, yang penting bukan kalah atau menang , tapi kepuasan konsumen lebih utama. Hanya saja pernyataan itu terasa tidak sungguh-sungguh karena tidak sejalan dengan iklan-iklannya yang masih saja congkak dan pongah.

  63. @sa469
    Terima kasih banyak atas pujiannya Bro Sa469.
    yang pasti Gue Happy karena bikers-blogger Indonesia telah naik level ke level yang cukup tinggi jika dibanding negara lain.
    @Pino Kio
    Segera Bro
    @nhd
    sinergy kayaknya dah problem, setuju dgn pendapat Bro ndh

  64. Nunggu artikel baru…..

  65. ini mocin sport 2 silinder 250cc (cuma 232cc sih…heheheh) ngayal ikut kejurnas 250cc http://mocinrider.wordpress.com/2011/04/13/mocinrider-siap-ikut-kejurnas-250cc/

  66. Kalau tidak bisa menjadi nomer satu, knapa gak jadi nomer dua yang bisa lebih profit, seperti kebijakan toyota mobil. Sebagai perusahaan dengan keuntungan terbesar walau bukan yang nomer satu.

  67. Andre Gunawan

    Problem Sebenarnya dari Yamaha adalah main dealer Yamaha yg buka Dealer sendiri dan menyimpan produk yg laku untuk dijual sendiri sedangkan yg tidak laku diberikan kepada dealer kecil sehingga keuntungan dealer kecil menurun dan dealer besar masuk dan menyebabkan terjadinya perang harga antar dealer Yamaha yg tidak seimbang. Karena dealer besar punya peluru yg lebih banyak dari dealer kecil. Sehingga dealer kecil akhirnya mati. padahal dealer kecil yg mati ini adalah dealer asli di daerah yg bersangkutan.

  68. @ andre
    kagak bs begitu juga bro, jaman sekarang dimanapun pasti terjadi persaingan, ga ada ceritanya karena putra daerah lantas diproteksi, kalau selalu minta diproteksi, jadi nya akan seperti bangsa kita tercinta ini, yg ga bs apa2, bisanya cuma minta dilindungi dari produsen2 asing, mau sampai kapan??? bentar lagi AFTA, perdagangan bebas, udh kagak bs lari semua, kl ndk kuat siap2 aja gulung tikar.

    yamaha membangunkan macan tidur, skrg tuh macan udah bangun, siap2 diterkam. hehehehehe.

    memang menjadi nomor dua adalah salah satu solusi cerdas, tetapi masalahnya kalau penjualan sudah diturunkan, akan sangat sulit untuk menaikkannya menjadi sgitu lagi. apalagi kalau mental tim penjualannya juga mjd tim no 2. sangat berbahaya juga bro. kecuali saat “mundur selangkah” ini, Yamaha bener2 memperkuat internal nya secara cepat, tepat, dan ini membutuhkan keberanian besar dari seorang pemimpin dan kharisma kepemimpinan yg kuat. benar2 sebuah tantangan berat untuk Yamaha.

  69. Salut aja sama analisisnya bro…

  70. mantap bro ulasannya.

  71. weeeh mantep laaah ulasannya…..

  72. aummmmmmmmmmmmmm………………………………..kritik buat yamaha jadilah pebisnis sejati yg gak nyerang lawan lawanya dengan BC,kini nasi dah jadi bubur masyarakat dah terlanjur benci ama slogan/tagline yamaha yang terkesan angkuh dan paling superior,kini setelah slogan/taglinenya gak sesuai kenyataan lagi mau dibawa kemana arahnya? Apa masih tetap dipertahankan keangkuhannya……….? Yamaha ibarat serang lawan tapi gak pakai keris………tapi pakai bumerang senjata negara sebelah….

  73. Pingback: Menelanjangi Strategy, Kebijakan dan Kondisi Yamaha di 2012 | Mind Genesis

  74. ck ck ck ck…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s