Copy Strategy, cara yang tidak disarankan Pakar Strategic Marketing.

Artikel kali ini dikhususkan mengangkat  buah pemikiran Mr. Wiyanto Sudjono dalam komentar pada artikel Mind Genesis sebelumnya yaitu : https://mygoldmachine.wordpress.com/2015/04/11/canibalism-mio-m3/

Dimana pada artikel tersebut, Mind Genesis membahas tuntas mengenai Cannibalism produk Mio M3 akibat eksekusi strategy yang kurang pas.

Seorang komentator kelas wahid yaitu Mr. SAS dengan sangat tajam mempertanyakan strategy yang dipakai M3 ini dulunya adalah strategy yang memiliki “Success Formula”, telah berbuah sukses dalam kasus New Blade vs Jupiter Z dengan track record tingkat kesuksesan yang tinggi dan amat luar biasa. Mengapa bisa berkebalikan dengan kasus M3. Apakah perbedaannya? Dan mengapa bisa terjadi? Begitulah kalau gue terjemahkan tantangan pertanyaan Mr. SAS yang tajam ini.

Nah berikut tantangan ini dijawab dengan apik dan begitu mendalam oleh Mr.Wiyanto Sudjono.

Wiyanto Sudjono on April 11, 2015 at 4:22 pm
@SAS
@Numpang lewat

Saya ikutan rembuk,
Menurut saya kasus New Blade yang desainnya mengikuti trend market menyerupai market leader saat itu Jupiter Z , tidak sesimple masalah value maupun fitur.

Banyak kasus dimana produk yang memiliki fitur maupun value lebih unggul juga tidak “sakti” dalam upaya enggaging market saat berkonfrontasi langsung dengan kompetitornya sebagai market leader. Melihat value produk dalam upaya membandingkan sah sah saja. Akan tetapi tidak akan menjawab kasus ini secara konperhensif dengan tepat ke inti masalah.

Hal kedua, kondisi image new jup z sendiri saat itu mulai masuk ke masa kritis dimana imagenya tidaklah sebaik dan sekokoh saat masa jup z burhan model. Issue115cc engine yang kurang powerful cukup membuat posisi jup z sendiri secara value preposition tidak 100% accurate inline terhadap customer segment value precieved. Memang kondisi inilah yang dimanfaatkan kompetitor, namun ini juga bukanlah major factor yang akan menentukan product brand switching dikemudian hari kelak. Why? Mengingat saat itu image product blade tidaklah sebaik dan sekokoh jupiter z, bahkan saat itu jauh dibawah itu dgn gap image equity yang sangat jauh.

Nah…apakah major factor kesuksesan new blade?

Menurut saya. Inti dari kekuatan new blade untuk enggage dgn rivalnya adalah kemampuan untuk merebut Preposition Value. Salah satunya dengan masuk head to head ke mainstream market yang sama persis. Memotong ke arah tendency trends yang selanjutnya. Point terpenting justru adalah merebut dan menduduki market psychographic motor Yamaha yang memiliki ciri khas taste yang more agresive. Dalam kasus ini market konsumen Y yang dimakan, bukannya canibal memakan konsumen H sendiri. Sehingga jajaran produk bebek/cub/moped Honda yang lain, revo dan supra x series aman dari kanibalisme. Sebaliknya market new Jup Z benar benar termakan habis habisan, dalam 3-4 bulan setelah launch new Blade, market share Jupiter Z di kelas bebek premium 110cc tergunting oleh new Blade.

Tentu saja dalam upaya memuluskan merebut preposition value dari kompetitor, maka penambahan value seperti fitur tertentu akan memiliki nilai lebih dimata konsumen. Hal ini baru bisa mulus terjadi apabila inti dari upaya yang dilakukan adalah fitting pada value preposition yang tepat, bukan sebaliknya cuma menambah value secara asal saja.

Dapat dilihat secara kasat mata bahwa design new Blade masih lebih agresive dari pada new Jup Z. Market yang dibidik tepat, yaitu adalah market yang saat itu menjadi milik kompetitor. Hal ini berkebalikan dari kasus M3 yang ditulis dengan apik dan cermat pada artikel diatas. Seharusnya kasus Jup Z vs New Blade yang lampau bisa menjadi study kasus yang didalami dengan betul betul cermat dan baik sebelum ditiru untuk diaplikasikan, sehingga M3 tidak mengalami masalah seperti saat ini.

Kesalahan umum dari banyak praktisi strategic marketing adalah hanya mampu melihat kulit kasus yang terjadi. Seringkali mencoba mengaplikasikan strategy yang sama untuk melakukan sesuatu hal yang dulunya dianggap “pernah berhasil baik” . Tanpa melihat kedalaman dan core strategic nya , mengapa bisa mencapai sukses tersebut.
Baik mencoba meniru keberhasilan strategy lawan maupun mencoba ulang strategy pada kasus keberhasilan sendiri yang terjadi di masa lampau.

Contoh paling jelas adalah keberhasilan H di kasus new Blade meniru dgn desain yang lebih agresive model rivalnya Jup Z yang berbuah kesuksesan merebut market kompetitor, diaplikasikan secara mentah oleh Y dalam kasus Mio M3 yang meniru dgn desain yang lebih agresive model rivalnya Beat dan mengharapkan keberhasilan yang sama mampu diraih.

Saya bilang ini adalah situasi yang berbeda, so dibutuhkan strategy yang berbeda pula.

———————————————————————-
Akhir kata, gue ulangi lagi penekanan yang apik di akhir tulisan tersebut adalah : situasi yang berbeda, so dibutuhkan strategy yang berbeda pula.

Jangan pernah anggap strategy yang berhasil dengan tingkat kesuksesan hebat, dapat dicomot, dan formula kesuksesan tersebut dapat di copy paste untuk mengharapkan mendapatkan kesuksesan yang sama.

“Copy success formula” hanya biasa digembar gemborkan oleh seorang “badut” Marketing Motivator dalam seminar seminar maupun buku buku marketing picisan, Bukan oleh Pakar Strategic Marketing yang Sejati.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

44 responses to “Copy Strategy, cara yang tidak disarankan Pakar Strategic Marketing.

  1. bukannya pada saat jupiter z lahir, njmx belumn lahir?

    setelah itu lahir njmx dan new blade?

    kalu menurut saya njmx ikut serta memakan jupiter z.

    bukannkah penjualan new blade dan jupiter z 11-12?

  2. Numpang lewat

    Lantas kesalahan fatal dari mio m3 ini apa om? Bukannya memang mio m3 ini ditujukan generasi lanjut dari mio series, so sudah pasti produk2 sebelumnya memang akan tergerus dan diharapkan produk switching ke mio m3? Jika menurut om MG, sebagian konsumen yg switching justru ke beat, menurut saya dikarenakan pengemasan mio m3 itu sendiri yg tanggung, artinya tidak adanya usaha memotong tendency trends sebagaimana yg dikatakan om wiyanto S. Malah yang ada terkesan jadi follower semata… hal itu diperparah lagi penyematan fitur2 yang belum sesuai dengan trend market segmen ini yang mengutamakan kenyamanan dan irit… satu lg, saya melihat apakah dengan menaikkan cc ke 125 itu bisa disebut langkah untuk memotong tendency trends ya om? Dengan harapan yamaha ingin menggeser trend marketnya ke arah cc yg lebih tinggi? Mohon pencerahannya om MG.

  3. @bdt
    Njmx beda segment dan tidak saling memakan.
    New blade jadi market leader, dari sebelumnya njpz market leader mutlak pegang market share diatas 90 persen nasional. Awalnya penjualan blade yg terseok seok ketika keluar new blade, honda jadi market leader untuk kelas moped premium 110cc.

  4. pengguran tajir

    ini pemikiran bodoh gua sebagai pengangguran : saat ini honda corenya di elegance sedangkan yamaha si sporty….nah skrg honda mulai melebarkan kuenya menjadi sporty (elegance sporty) , sedangkan yamaha masih sporty hardcore (lebih sempit)….honda mencontek/membenturkan jupie Z dengan blade yang total di buat sporty dan value lebih tinggi …sedangkan yamaha membenturkan mio m3 dengan beat dengan desain lebih sporty dan value yang lebih tinggi (125 cc) ==> kayanya ada yang aneh , emangnya beat itu sporty hardcore yah modelnya (apakah org2 yg beli beat itu hardcore sporty yah)

  5. masalahnya si mio3 dan gt serta xeon rc itu cuma beda design aja,

    tapi msh satu segment, yach saling memakan.

    mestinya yach soul gt fitur agak lebih, cc lebih, dimensi design lebih.

    jadi mestinya yach soul gt/xeon rc itu jadi 150cc

    kalu si new blade, jelas beda segmentasi konsumennya ama revo, supra,

    jadi yach ngak saling memakan

  6. Yamaha selalu punya masalah di segmentasi.. Maskulin pasarnya akan lebih sempit daripada feminim…laki2 lebih ga masalah bawa model feminim daripada cewe bawa model maskulin.. Itulah kenapa ada jiwa lelaki metroseksual wkwkkw

  7. Numpang lewat

    @subaru, yup…klo menurut saya lebih ke line up productnya yang bisa mengakomodir semua type konsumen… klo dilihat vartech 110 sampai vartech 125 semua desainnya maskulin kok tp yang elegan juga ada vario 110 dan vario 110 fi… sementara line up yamaha lebih sedikit dan cenderung kearah satu segmen saja…IMHO

  8. @numpang lewat
    Yamaha nampak ingin menonjolkan keunggulan value cc 125 lebih besar. Usaha membentuk trend baru. Akan tetapi melawan presepsi umum publik. Ya siap siap aja dech…. Kemas kemas. Saya juga setuju. Tidak ada usaha memotong ttend tendency ke arah yg lebih maju dr posisi kompetitor seperti yg diutarakan mr. Wiyanto. Disini point penting juga sih.

  9. @ pengangguran tajir
    Saya rasa akar masalahnya bukan disana. Kebetulan saya sebagai praktisi otomotif merasa kedalaman penjelasan mr.Wiyanto diatas harus diulang ulang baca terus beberapa kali. Disana tergambar jelas betapa value lebih tinggi bukan jaminan memenangkan pasar. Akan tetapi lebih kearah menempatkan prepositions yg tepat untuk merebut market yg tepat. Yaitu market konsumen kompetitor. Bukan market milik sendiri sepert yg mio m3 lakukan. Sehingga berakibat image follower dan mempertegas bahwa kompetitor yaitu beat sudah in the rightvtrack and position. Maka market segera membentuk presepsi bahwa Honda beat adalah yg unggul dan terbaik.

  10. @bdt dan numpang lewat
    Menurut saya masalah Yamaha adalah tidak dapat melupakan masa lalunya. Dalam buat strategy masih terkotak dan terikat dengan kebwrhasilan masa lalu yang nyatanya adalah kebeberuntungan semata. Edisi rambo vs aov 2.

  11. Motor Batangan

    @numpang lewat

    Hi halo. Gue akan menerangkan ulang maksud om WS yang ditangkep om MG dengan lebih sederhana dan to the point ya. Bahasa anak sekolah baru lulus nih, moga membantu, hahaha.

    Kesalahan fatal m3 apa?
    Kasus m3 nyerang beat beda dengan new blade nyerang jupi z, menurut om MG dan WS, setelah baca gue pun setuju. Karena pada kasus new blade vs jupi z, selain karena grafik jupi z yg lagi turun waktu itu, new blade dapat menyasar pasar yang sama persis dituju oleh jupi z, segmen yang ingin desain aggressive bin image balap kenceng. Coba liat jajaran bebek H lainnya, semua desainnya cenderung cocok utk segala segmen dari muda – tua, neutral. Gak terlalu galak, gak terlalu kalem. Pas. Di sinilah new blade masuk dengan bawa image berbeda: tajam, aggressive, kenceng. Persis pasar yang dituju jupi z. Dengan segala value yang disempurnakan dibanding kompetitor, sukses menggedor. Di sini pentingnya ATM, amati tiru modifikasi. Jangan asal njeplak mentah mentah.

    Gimana dengan kasus m3 nyerang beat?
    Di artikel om MG sebelumnya dah jelas bahwa m3 itu kanibal sodaranya sendiri, karena TIDAK menawarkan image berbeda, tetap sama dengan desain sodaranya yang lain: aggressive, tajam, kencang, khas Y. Yang mana, untuk segmen beat, BUKAN itu yang dicari oleh selera konsumennya. Konsumen beat, yang mana sebenernya tertolong oleh jiplakan m3 karena secara langsung mengakui bahwa desain seperti beat lah yang rupawan, TIDAK mencari yang kenceng kenceng laksana m3, makanya m3 malah kanibal, karena selera konsumen yang kenceng tajam nan aggressive tadi malah lari ke m3 kebanyakan, sayangnya ini termasuk konsumen sodaranya sendiri yang sama sama beraura kenceng tajam aggressive.

    Penalaran gue, mungkin akan lain ceritanya kalo m3 didesain senada dengan beat plus penyempurnaan fitur, yang desain cenderung netral bin elegan dan bisa menyasar semua segmen, desainnya all rounder. Orang tua bisa suka, anak muda bisa suka, ibu ibu ke pasar bisa suka, pekerja muda bisa suka. Beda dengan Y yang menyasar pasar cenderung muda dan maskulin yang suka kenceng tajam aggressive. Dari segmen yang dituju aja dah terbayang bahwa proyeksi pasar potensial yang dituju beat lebih luas dibanding m3.

    Jadi, ringkasnya, new blade sukses hajar jupi z karena blade itu bisa menyerang langsung ke jantung selera konsumen jupi z, dengan value lebih baik, apa yang selera konsumen jupi z cari, new blade kasih. Sedangkan m3 tidak, karena TIDAK menawarkan persis apa yang dicari selera konsumen beat. Itu kesalahan fatal m3, kalo gue simpulkan dari tulisan beliau beliau di atas. CMIIW.

    Kenapa dibilang cuma copy paste mentah, karena kasus new blade vs jupi z tidak apple to apple untuk dilaksanakan juga di m3 vs beat, tidak sama dan sebangun kalo bahasa matematiknya. Ibaratnya, yang new blade vs jupi z kaya kipas angin dilawan kipas angin, tapi m3 vs beat kaya AC dilawan kipas angin. Yang ada malah konsumen yang emang suka kipas angin akan lari ke kipas angin m3 semua karena lebih segalanya walau sesama brand kipas angin Y. Tapi yang suka AC mah ya bakal tetep sama AC beat. Mungkin mirip dan sepintas terlihat apa yang dicari konsumen adalah sama, tapi ada yang meleset disitu.

    Semoga membantu.

    Btw, gue masih butuh pencerahan memotong tendency trends selanjutnya/yang lebih maju maksudnya gimana ya?

  12. Nah kira kira begitu juga apa yg ditangkap Bro motor batangan dgn apa yg saya tangkap. Hanya saja karena komentatornya kelas dewa bahasanya juga tinggi bahasa yg dipakai pakar marketing sehingga banyak bagian bagian yg commonly tidak dijelaskan lagi karena pelaku marketing seperti bro Motor Batangan pasti bisa mengerti🙂 bahkan ada kata kata yg di perluas artinya, semisal kata agresive yang akhirnya di jelaskan rinci oleh Bro Motor Batangan. Memang masih banyak hal yang hilang saat diterjahkan…tapi pastinya sangat membantu banyak para pembaca lain akibat penerjemahan ini. Mengenai tendency, arti dari tendency menurut saya adalah sinyalmen sinyalmen arah bergeraknya suatu trend yg akan terjadi, atau forecast trend kedepannya.

  13. Meng om Komeng, ini terlalu berat, tapi gua suka ihuui om.

  14. penganguran tajir

    @SAS
    yah saya sependapat dengan komen anda

    kalo pemikiran pengangguran spt gua sih :
    honda ini lebih enak dalam bermanuver apalagi sekarang mereka market leader …..maksudnya enak gimana ? honda itu sudah pegang konsumen2 yang menyukai desain2 elegan..tapi untuk yang sporty masih kurang pada akhirnya honda PR (step 2) fokusnya adalah mendapatkan hati anak muda untuk di sporty ini (kita buktikan perjalanan arah honda di tahun ini dan tahun depan baik dari produk motor sport , aktivitas2nya di balapan or dll – apakah berhasil- ) …terlihat honda ini enak sekali mainnya , ngak terkukung di satu segmen tapi lebih luas. plus sudah pasti dukungan fincoy lha hahahah

    sedangkan yamaha sudah pegang konsumen2 sporty akan tetapi ada sesuatu yang membuat yamaha ngak bisa keluar ke segmen elegan ..pada akhirnya mainnya disitu2 aja (sporty) alias anak muda..ngak luas ..apakah ini memang sudah konsekwensi dari posisinya yang bukan market leader sehingga dia sedang memperkuat corenya dia yang anak muda sporty (atau ini adalah gerakan yamaha untuk membendung honda yang 2 tahun ke depan akan mulai menancapkan image sporty hehehe)

  15. Numpang lewat

    @om SAS, saya tiba2 teringat dengan kasus CB dgn NVL… CB juga melakukan pembenturan desain dgn Vixion series.. apakah kasus ini juga bisa dikatakan sama dgn mio m3 vs beat? Saya jadi berpikir jangan2 posisi mio m3 yang terkesan tanggung hanyalah untuk memperbaiki image mio series selama ini saja… setelah image ini membaik dimata konsumen, maka berikutnya baru bener2 head to head dengan beat facelift jg… artinya strategi ini kan sama dengan strategi ahm dgn CB nya menurut penjelasan bro madev… dan sepertinya yamaha mencoba menggeser trend market dgn menaikkan cc minimum di produk metik entry levelnya dari 110 menjadi 125 dan seterusnya…

  16. tenang bapak bapak,
    sebentar lagi Honda akan dengan senang hati mengajari Yamaha cara yang baik tentang core pada kasus CB150, kita pantengin😀

  17. Numpang lewat

    @motor batangan, sip thanks pencerahannya sedikit banyak sudah saya tangkap maksudnya tp lebih gamblang setelah anda jelasin…hehehehehe
    Melihat seringnya kesalahan langkah yamaha dlm menelurkan produk2nya dari tahun 2007 kesini, sepertinya yamaha masih terkungkung dgn ideologi desain nya.. belom lg banyaknya masalah durability produknya yg terkesan ringkih banget… entahlah, apakah ini impact dari kebijakannya menjaga profit rangenya agar tidak menurun atw berkurang ditengah2 persaingan harga yang berujung pengurangan kualitas dan fitur.. atw ada penyebab lain… intinya saya melihat dalam usaha memenangkan suatu persaingan terkadang ideologi harus disingkirkan sementara untuk menjawab keinginan pasar dan merebut hati konsumen… kekuatan modal pun memang mutlak berperan dalam bermanuver menelurkan produk2 yang benar2 diinginkan konsumen… sehingga sering kali saya pribadi merasakan saat ahm mengeluarkan vartech 110 dgn harga yang sama dgn mio soul, maka dgn otomatis apresiasi saya terhadap produk yamaha kala itu juga menurun… inilah salah satu PR yamaha juga dlm bertahan dipersaingan yg makin hari makin panas dan ketat… IMHO…

  18. Copy Strategi.. Adalah tindakan yamaha yg sebenarnya sdh diinginkan oleh Honda. Memang itu tujuan dari jebakan Honda dlm memanfaatkan lawan agar ikut menaikkan image productnya secara tdk langsung.
    Dan Bung Popin diatas nampaknya sdh tau juga bagaimana klimaks dari Terhempasnya image NVL. Hehe😆

  19. Yg membuat sy penasaran skrg adalah..
    Adakah keinginan yamaha untuk bermain disegment ayago juga? Mengingat posisi Mx king pasti akan tergencet atas bawah hingga menjelang akhir tahun. Apalagi konon selain ayago, honda pun sdh siap head to head dgn Mx king dari segi bentuk sesama moped.

  20. sama seperti mengerjkan soal!mampu menghafal rumus saja belum tentu bisa mengerjakan soal dengan benar, butuh penalaran dan kemampuan problem solved untuk melihat akar soal itu….

    apalagi ini hanya copy jawaban mentah2…

    ah… sudahlah….

  21. …cara yang baik tentang core pada kasus CB150…
    @popin
    @om MG
    @etc…
    ini neh yg bikin penasaran, butuh kupasan dri sang master strategy neh biar lebih gamblang ttg core strategy pada sport H & Y yg semakin panas…

    masak yo metik terus yg dikupas, krn dri kemasan & implementasi strategy market Y sudah skak mat dluan oleh H jdi hrus mulai lg dri 0 yaitu branding image & proposition produk serta proposition value harus berjalan beriringan dan saling bersinergi jika mau bangkit utk lebih baik

  22. Motor Batangan

    @SAS
    Hahaha gue cuma anak sekolah baru lulus kok

    Hmm.. tendencynya gak sesederhana itu kayanya yg dimaksud om WS. Tapi kalo memang maksudnya juga cenderung mengarahkan trend utk kedepannya gue jadi inget kasus BMW dengan bangle buttnya, krn kasusnya sama sama soal design. Saat itu hampir semua praktisi otomotif dan bahkan BMW fanboys sendiri mencela desain seri 7 2001 yang mana head design BMW saat itu adalah Chris Bangle, hence the name the bangle butt. Tapi ternyata makin kesini jadi ketauan bahwa desain seri 7 waktu itu adalah desain yang terlalu maju pada zamannya, sekarang BMW malah berpatokan pada design Chris Bangle yang dah resign dari BMW utk mobil mobil barunya.

    Tapi nampaknya H bisa mengarahkan trend design lebih maju daripada saat ini tanpa dicibir oleh konsumen, hingga dapat “pengakuan” m3. Hebat.

    @Numpang lewat
    Gue melihatnya karena pasar potensial yg dari awal dibidik H memang lebih besar dibanding punya Y, maka H lebih leluasa bergerak. Berenang di kolam 3 meter pasti lebih leluasa dibanding yang 1 meter ceteknya. Bagusnya H lagi adalah bisa menerjemahkan strategi besarnya lewat fitur fitur yang membantu kenyamanan konsumen.
    Soal durabilitas, baru baca survey media luar beberapa waktu lalu, Y malah menempati urutan puncak utk soal reabilitas dan durabilitas produk, tapi soal kesenangan memiliki produk, Victory dari amrik yang menang. Ya tapi itu skala global sih, kalo utk lokal pernah denger juga katanya material mesin NVL gak sebagus vixy lama.

    Untuk kasus mainstream seperti ini gue setuju bahwa kadang harus menomorduakan idealisme. Kecuali kita Apple yang bisa buka pasar baru dengan produk berujung tombak inovasi.

    @O=O
    Gue rasa kasus cb copy vixy lama dan cb vs NVL kedepannya mirip new blade vs jupi z, tapi semoga Y jauh lebih siap dan smart berstrategi kali ini, hingga bisa kasih perlawanan bertaji.

  23. Tendency Trends
    @SAS @Motor Batangan

    Tendency Trends bukan bicara masalah design loh.
    Yang dimaksud disini dgn tendency trends adalah tendency trends dari Value Preposition yang tentunya selalu bergerak mengikuti waktu di Customer Segment tertentu.

    Semoga membantu mencerahkan.

  24. Yup setuju sekali tendency trend bukan hanya masalah design, tapi value yang unik yang sesuai dengan keinginan customer di segment sport! value unik bukan berarti value yang terbaik ya??banyak contoh suatu produk punya value yang terbaik tapi tidak bisa diterima pasar!

    kalo kita bedah disegment sport naked ini desire customer itu ingin motor yang moge look… (kaki-kaki gambot, mesin DOHC gak ada kan moge SOHC hehehehe, sasis gagah tralis) nah ini yang saya takutkan karena ini nantinya akan hadir di Next CB150, menjawab semua keinginan konsumen!!

    @Mr. WIyanto, minggu ada pameran HD di Ciwo,datang yuk, sekalian aku mau berguru sama master strategi, harus upgrade ilmu nie, da usang hehehehe

  25. Motor Batangan

    @Wiyanto Sudjono

    Thanks pencerahannya. Iya pasti bukan hanya desain, tapi dari atas yg dibahas lagi soal desain terus.

    @mariodevan

    Moge ada yang SOHC, H goldwing sendiri SOHC, pun HD ada yang SOHC. SOHC dan DOHC gak ada yang mutlak lebih baik satu dibanding yg lain, semua tergantung peruntukan. Motor yang pentingkan torsi rasanya akan lebih prefer SOHC, motor trail misalnya atau cruiser kaya goldwing. Sedangkan motor yang pentingkan performa balap utk bergerung di rpm atas jelas ke DOHC. Masalahnya, mindset pasar lokal banyak yang sudah kadung menelan anggapan bahwa yang lebih banyak pasti lebih bagus, DOHC dengan cam lebih banyak, ya dianggap lebih bagus. Salah satu akibat dari gaung Motogp gue rasa, apa pun yang serba balap ya pasti hebat, dianggapnya. Padahal menurut gue ini misconception.

    Ya gue pun semangat soal new cb150 ini, ciri khas H yang sudah dilakukan di kasus new blade vs jupi atau matic mainstreamnya, MENJAWAB keinginan konsumen!

  26. @ motor batangan

    kembali lagi ke segment customer tertentu, dalam hal ini yang sya bahas moge naked bike, naked bike sbagai satu segment dng nvl dan cb, yang tentu saja mtor yang umum dimata org awam, beda segment beda pemahaman… beda keinginan…..

    setuju juga ada faktor motogp dsna…..

    skali lagi sya gak bahas lbh bagus mna sohc atw dohc, tapi market trend itu sndri, desire customer!…. yang scara perlahan mulai bergeser….. ke mana arahnya?? ya pasti sudah bisa pada jawab

  27. honda juga cerdik slain produk,kegiatan event atau btl-nya bersinergi mengilas image sport yamaha,.yang sedang jalan skg honda motorsport show……

    jadi ingat tulisanq sndiri

    http://mariodevan.com/2015/04/09/honda-sport-motorshow-diam-diam-mematikan-image-sport-yamaha/

  28. Nampaknya yang dijelaskan Bro Mario adalah cuma kulit terluar dari trends tendency. Kita biasa namakan Context Tendency yang meliputi fitur, spesifikasi, desain, performa, ergonomic, dst….masih banyak.

    Nah sampai saat ini yang masih belum disentuh adalah Content Trend Tendency dan Core Trend Tendency itu sendiri.

    Ayo bikin lebih Uhuuuuuuy diskusinya.

  29. @wiyanto sudjono @motor batangan @O=O @mariodevan @bdt @numpang lewat @pengangguran tajir @popin

    Wah jadi masih jauh dari dasar pemahaman nih. Ayo diskusi diteruskan lagi bapak bapak.

  30. ini mah dah diskusi dosen manajemen,
    bahasanya aja bahasa manajemen

    nyerah ah

  31. Numpang lewat

    Hahahhaahaha bener bro bdt… ini mah kelas berat euy istilah2nya… saya cuma kuli proyek dengan pengetahuan pas2an yg lagi interest dengan perkembangan roda 2 diindo cuma pengen ikut nimbrung dgn istilah2 yang terjangkau dgn pengetahuan dan daya nalar saya aja….hehehehehehe
    Back to topik, saya menangkap garis besarnya yang mudah2an bisa dan masuk dengan analogi ini… saya ambil bidang kuliner, contohnya jualan empek2 berhubung saya jg asalnya sama…hehehehe mungkin sama dengan kasus seperti rendang dari padang, coto makasar dari makasar de el el… klo melihat empek2 dikota asalnya masih kental banget dengan idealisme orang sana dlam meracik empek2 yang harus pedas kuahnya, bahannya asli ikan empek2nya dan bla bla… tp diluar pulau sana, ambil contoh jakarta, yang dagang empek2 dgn membawa idealis kota asalnya umumnya justru jarang berkembang… banyak faktornya, ada yang gak kuat terlalu pedas, ada yang gak suka terlalu asem cukanya, ada juga yang gak suka terlalu amis… nah bbrpa pedagang ada yang sukses dgn berdagang ini ternyata telah mengalami penyesuaian dalam meracik empek2 dan kuahnya ini, katanya menyesuaikan lidah orang sini katanya… berbagai macam trik dilakukan demi menyesuaikan lidah orang setempat tp tanpa meninggalkan ciri khas makanan itu sndiri, akhirnya sukseslah dia menjual empek2 ditanah rantau dan laris… begitulah kira2 persepsi saya dalam melihat pertarungan penjualan sepeda motor nasional saat ini yang mungkin sedikit banyak mempunyai kemiripan tp dengan tingkat kerumitan yg lebih tinggi lagi tentunya… ahm sebagai pabrikan yang menjadi leader dikarenakan pandainya dalam membaca karakter konsumen, tren market dan kemampuan produksi massal terbesar dibanding kompetitor sehingga dalam meracik produknya kerap langsung diterima konsumen tp tanpa meninggalkan brand image itu sndri yg terkenal dari jaman batu (lebay dikit hehehehe) ampe sekarang yaitu irit… hal ini berbanding terbalik dengan YIMM yang justru banyak salah langkah dalam mengantisipasi produk kompetitor dan mengcounternya… entah mungkin karena kekurangan SDM atw SDM nya yang kurang menguasai pada posisinya sebagai bagian dari R & D dalam usaha mengakomodir masukan dari tim marketing atw surveyor untuk diimplementasikan ke produk yang akan dijual nantinya… maaf klo ngaco dan gak nyambung tp inilah hasil penalaran saya….hehehehehe monggo ditanggapi dan dikoreksi…

  32. Bro MG benar, dalam membaca trend tendency yang paling penting adalah Core Trend Tendency, dimana apabila sudah mengetahui dan menangkap core tendency maka segala strategy yang jitu dan akurat dapat dikembangkan dari sini. (Baik untuk memperkuat ataupun melawannya).

    Content Trend Tendency adalah perluasan Value dari Core, sedang Context Trend Tendency adalah bagian luar yang langsung terbaca. Nah dari Context sering kali kita bisa meraba contentnya.

    Bahasa gampangnya seperti buah. Yang kita lihat, raba dan bau adalah kulit buahnya. (Setidaknya kita cuma bisa lihat, raba , dan bau kompetitor, yg bisa kita bedah jika itu produk kita sendiri) Nah nilai yang dicari konsumen ibarat daging buahnya ini / content. Akan tetapi Core atau bijinya ini akan dapat digunakan untuk menanam kembali pohon pohon baru. Lihat H dgn produk produknya. Kelihatan mereka memiliki core yg sama walau content dan context trend tendencynya beda beda.

    Nah sekali kesatuan Trend Tendency ini terbaca oleh kompetitor maka akan berbahaya…untungnya tidak banyak perusahaan yang memiliki kemampuan seperti ini. Mampu melihat ke dalaman strategy lawan dari produk placement dan difersifikasi yang dilakukan. Mampu meraba pergerakan lawan dari positioning product dan marketing mix yang dilakukan kompetitor. Nah kalau sudah begitu jadi asyik. Seperti orang nonton sepak bola atau tinju, jika paham dan mendalami strategy dan tactic, data data para pemain atau petarung akan makin asyik dan bisa menerka hasil pertandingan dgn membayangkan saja.

  33. penganguran tajir

    inget lho …beat/icon itu produk desain asli dari thailand …dan itu adalah produk gagal di thailand …sampai skrg tuh thailand alergi sama namanya icon/beat …wkwkwk…apa iya ahm sejago itu sih ??? apa krn hanya lucky saja ..gua ngak yakin kalo yang masarin itu honda jepang (tanpa campur tangan asatra) bakal laku disini

  34. Nah asyik diskusi lanjuuuut.

    @motor batangan @mariodevan @O=O @MG

  35. Honda global memiliki benang merah atr produknya. Bahkan Honda Mobil seakan jg satu benang merah dgn motornya. Seakan ada satu core atau inti yg sama. Satu visi, satu value, satu darah atau jiwa gt. Semua produk Honda pasti elegant apapun itu, mulai dari mobil nya, motor cbr1000 smpi mobil brio yg lgcc ttp ada elegansinya.

    Honda AHM tanpa astra gag bagus menurut sy. Tapi apa Astra tanpa Honda? Astra banyak belajar dr toyota jepang dan honda jepang. Baik budaya kerja dan lain lain, dgn pemikiran Bisnis ala China, budaya kerja ala Jepang dan paham akan market Indonesia bikin astra jaya. Bayangin jika pemikiran bisnis dan cara kerjanya ttp ala mental Indonesia, gag akan bisa jaya astra itu.

    Honda icon dan beat di Thailand sono gak sm posisinya ama di Indonesia. Di Thai sono nembak niche market aja. Lain ama di Indo yang nembak mass market

  36. Motor Batangan

    Wah lanjut nih :))

    Hmm.. setelah baca komen komen barunya, jadi inget sama motto baru AHM yang one heart. Itu pasti ada hubungannya dan wujud ringkas core tendency H di Indo, ya gak sih? Dari situ plus pengamatan akan produknya, bisa dibedah rasanya.

    Imo, jelas terlihat bahwa dari ONE HEART saja bahwa H memang ingin membuat produk yang amat massal dan masuk ke berbagai kalangan. Mirip bhinneka tunggal ika kayanya, walau berbagai segmen dan lapisan konsumen, jawabannya ya H. Makanya diterjemahkan ke dalam, let’s say for example, desain yang cenderung netral, kalem, elegan, dan pas dengan selera berbagai lapisan segmen. Lalu fitur praktikal yang menambah kenyamanan penggunaan harian. Yang gue selalu salut dari H adalah hampir selalu lebih dulu menyediakan fitur seperti ini; parking brake lock, bagasi helm in, iss, cbs, dst. Krn fitur seperti ini adalah gimmick yang menambah kenyamanan harian konsumen.

    Soal core trend tendency atau content trend tendency.. gue bisa ngeraba tapi bingung numpahkannya ke dalam kata kata. Lanjut dulu deh diskusinya. Yang jelas 2 aspek ini yang mendikte segala pergerakan perusahaan.

  37. Nah…jadi lanjut diskusi. Memang dalam sekali penuturan Mr.Wiyanto ini. Moga moga aja beberapa pembaca ada yang bisa paham dan mengerti.

  38. Mhm…akhirnya jadi jelas. Mulai paham dan mengerti. Pertanyaannya bagaimana dengan Yamaha dan Kawasaki?

  39. Numpang lewat
    =========
    palagi saya, belajar majement cuma kulit luarnya aja,

    blm sampe ke sini, kadang ngak dateng waktu sekolah, gurunya sich bagus,

    boss konsultant manjemen di daerah kemang kantornya

    jadi yach gitu, dan emang bukan jurusan yg di ambil,

    kita di teknik industri, lebih sering ngurusin proyek

    kebetulan juga jadi kuli proyek.

  40. Numpang lewat

    @bdt, so jadiin aja artikel ini sebagai kelas strategy marketing yg dimulai dari pelajaran apa itu core, conten dan context trend tendency… saya yakin apapun bentuk bisnisnya soulnya dalam melakukan strategy yaa… seperti penjelasan pak WS…
    sepaham dgn motor batangan, nangkep sih penjelasan pak WS tp sulit mendeskripsikan melalui kata2…hehehehehe
    Bahasa simple saya, yamaha awalnya masih konsisten dgn DNA nya, hanya saja setelah kembali terdesak oleh ahm, yamaha ingin bangkit dan mengkonter tp seperti tanpa arah, strategy atw apalah aka panic reaction… saran saya sih, langkah awal adalah melihat kedalam dlu, perbaiki yang perlu diperbaiki (dlm hal ini seperti yang diungkapin om MG dan pak WS mengenai mengapa seringnya atw mudahnya rahasia penting perusahaan bocor sehingga mudah dibaca kompetitor), menata kembali strategy yamaha kembali kepada filosofi awalnya tapi ttp dinamis membaca keinginan atw trend market… tidak ada yang salah dengan produk yamaha yang identik dengan kencang, gesit dan high performa… tp jangan lupakan kebutuhan masing2 segmen yang pasti berbeda2… setelah itu baru dilanjutkan dengan strategy pemasaran yang betul2 efektif dan mengena serta informasi bener2 sampai ke konsumen tanpa ‘bumbu’ berlebihan… sayur aja keasinan malah dibuang kok….hehehehehehe satu lagi lupakan membuat produk kelas entry dan mid level dimasing2 segmen dengan orientasi topspeed… buat yang mudah stop n go, akselerasi bagus dan pasti jadinya irit… that’s it…

  41. Motor Batangan

    @MG & WS

    Yoih dalem, penjelasan mudahnya gimana? haha

    @SAS

    Mantap, menurut anda gimana? Bisa tolong jelaskan juga biar kita satu pikiran dan punya pemahaman yg sama.

    @numpang lewat

    Yes, setuju. Tapi gue belum puas krn rasanya belum nangkep yg dimaksud om WS sepenuhnya..

  42. Numpang lewat

    Hmmmm…. setelah dipikir2… dibayang2in dgn berbgai analogi lain… kayaknya kalo berbicara core trend tendency urutan mata rantai pertama yang nantinya akan berbuah content dan disempurnakan oleh context trend tendency… so, penangkapan saya akan core strategy ini lebih seperti membaca isi hati dari sang innovator atw si ahli strategy yang sebuah pabrikan… pantesan pak WS bilang tak banyak perusahaan atw pabrikan yang mempunyai kemampuan dalam membaca core strategy kompetitornya… membaca isi hati jeh….hehehehehehe tp mungkin akan terbaca setelah melihat beberapa produk hasil buah pikirnya dan rangkaian aktifitas marketingnya itupun yang terbaca adalah step pada titik tertentu… untuk membaca trend tendency selanjutnya pasti akan menemui berbagai simpangan2… apalagi dalam merancang sebuah core strategy ini pasti ada istilahnya plan A, plan B dan bla bla…tergantung respon pasar dan kompetitor… so, menurut saya untuk bisa membaca core strategy ini tak hanya dibutuhkan satu disiplin ilmu saja melainkan paling sedikit 3 smpai 4 disiplin ilmu neh… wah….dari sini saya sudah dapet gambaran seperti apa neh pak WS…. ck ck ck…. #nyimak lagi ah….

  43. ketinggalan… nyimak dulu deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s