Yamaha R15 vs Honda CBR150

“Alkisah lagi blog walking di blog blog otomotif tiba tiba gue menemukan sebuah komentar yang  membuat enzim di otak diperah dan diperah”


Sebuah pertanyaan klasik tentang motor fairing 150cc, Yamaha R15 vs Honda CBR150 kembali terulang dan terus menggelitik untuk selalu ditanyakan. Apalagi jika menyangkut value produk dan angka angka penjualan. Siapa market leader-nya? Dan Why market bergerak untuk memilih salah satunya? Dan Bagaimana peranan strategi pemasaran dalam menentukan kemenangan dalam market share?

Nah kebetulan waktu gue lagi blog walking di salah satu blog yang akhir akhir ini sering membahas marketing otomotif. Awalnya tidak ada suatu yang special sampai gue menemukan suatu komentar yang ditulis oleh seseorang yang MG kenal dengan baik, yaitu seorang teman sekaligus guru dan mentor Mind Genesis dalam ilmu business & marketing strategic, Yaitu Mr. Wiyanto Sudjono yang memang memiliki analisa yg super super tajam dan pandangan yang sangat visioner. Suatu kebetulan langka melihat beliau ikutan rembuk komentar di topik kecil begini.

Kekhasan dari Mr. Wiyanto ini memiliki analisa yang tajam dan memiliki deep insight atas topik yang dibahas.

Langsung aja……….. Berikut cuplikan topik pembicaraan tersebut:

  1. bro ..jujur yah gua nih conding suka ke honda …tapi gua bingung kenapa model R15 bisa kalah dengan CBR150R yang sekarang dalam artian kalah telak penjualannya …secara model R15 lebih racing dan lebih keren …….apakah karena modelnya terlalu racing kah ? SOHC kah ? promosi ? (rasanya si pembeli motor sport fairing mahal ngak kemakan promosi krn mereka pencinta motor sejati)

    Like

    • nama CBR > nama YZF….. lain halnya kalo ngomongin TZM = NSR
      nama YZF masih baru di telinga orang indonesia
      secara model yang over nungging juga ga enak sih..enaknya cuman kalo dari bekalang ada cabe boncengan..

      tapi nama paling terkenal mau udah pasti : NINJA… lu mau make sport fairing apapun orang kebanyakan bakalan bilang elu naik NINJA

      Like

        • R15 vs CBR150

          Bukan hanya masalah brand image.

          Analisa CS:
          Sport fairing 150 bukan murni motor hobbies. Customer Indonesia, pada kelas market 150 cc sport, sebagian besar masih menggunakan motor sport 150cc fairing ini untuk kebutuhan multi fungsi. Jarang sekali yang memposisikan motor kepunyaannya sebagai product full hobbies. Akibatnya terjadi kompromi atas berbagai aspek dengan berbagai parameter pada saat proses pengambilan keputusan pembelian. Kebutuhan passion dan selera ego vs kebutuhan daily use. Misal kebutuhan kepuasan pamer, ego riding, racing feeling vs kebutuhan transportasi berangkat kerja, goncengin istri atau anak, belanja keb harian atau kondisi harian apapun yg sempat terpikir calon customers. Disini CBR150 lebih tahu market needs dan lebih dapat memenuhi semua aspek kompromi yg dibutuhkan calon pelanggannya.

          Analisa VP:
          R15 memiliki blurring positioning sebagai motor sport 150cc berfairing. “Lipstic image” tampil layaknya pure racing model secara desain dan ergonomic tapi tidak dipersenjatai dengan fitur dan kemampuan mesin yang mendukung. Bahasa awamnya mesin harian tapi body sircuit. Bagi konsumen yang suka racy fairing model pasti kecewa dgn kemampuan mesinnya. Sedang bagi yang memiliki kebutuhan harian untuk model malah terlalu racy dan kurang elegant dalam pemakaian harian “katrok” “alay”. Ergonomi yang racy juga membuat mundur calon pemakai yg memiliki kebutuhan harian.
          sebaliknya CBR jelas memiliki positioning dan differensiasi yg sesuai serta mendukung CS yg sudah saya jelaskan di atas. Tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar.

          Analisa CH:
          Honda memiliki marketing communication yang lebih tepat menggambarkan image productnya ke CS yang benar. Termasuk dalam kasus CBR150 ini. Sebaliknya Marketing Communication R15 diffusion menggabungkan berbagai kebutuhan image (yg tak sinergi) yang terpaksa dipadukan dalam satu paket promosi yg ekonomis.
          Channeling BTL yang lebih agresive dan tepat…langsung ke core activation yaitu komunitas biker sport baru spread ke umum. Langkah ini berkebalikan dgn Yamaha R15 yang ditarik dari mass awareness ke core. Apalagi ditambah setengah setengah saat menggarap corenya yaitu biker komuniti dalam kasus ini. Market Sport ini tidak bisa digarap dengan strategy dan digeneraliskan dgn benchmark market matic dan bebek yg cenderung mirip. Beda loh!
          Network Honda yang lebih kuat dan perkasa juga didukung sales power yang lebih siap dan lebih memiliki fighting spirit tentunya juga berpengaruh apalagi pricing fitting yang lebih baik didukung oleh kemampuan kerjasama yang “manis” dengan leasing sehingga harga kredit yang mampu menghasilkan kira2 90persen penjualan juga lebih berdaya saing. Ketersediaan dan support barang yang lebih ready, merata, dan short indent time bound membantu mengurangi potential loss yang mungkin terjadi saat saat awal penetrasi product ini ke market.
          bandingkan kondisi yang terjadi pada Yamaha dengan R15nya. Berkebalikan bukan?

          Analisa CR:
          Honda relatif lebih bagus menerima inputan konsumen dan komunitas. Terutama dalam kasus ini mengaca pada jalinan after sales service dan after sales gathering bagi konsumen motor sport 150cc berfairing. Sedang Yamaha dengan R15nya condong inkonsisten. Walaupun dari CR belum membentuk shadow image yang baku dikarenakan ke2 produk ini masih relatif baru akan tetapi presepsi dan worm yang terbentuk sedikit banyak cukuplah memberikan kontribusi pada saat desicion phase saat seorang calon konsumen dihadapkan pada pilihan produk yang tersedia di market. Disini kedua brand yang bersaing ini harus konsistent dalam jangka panjang. Bahaya jika inkonsisten loh. Termasuk dalam upaya menjaga resale value levelnya. Akhir akhir ini banyak produk Yamaha yang jatuh resale valuenya sedang Honda lebih mampu menjaga resale value produk produknya melalui upaya upaya retention. Nah sampai saat ini orang Indonesia masih memikirkan masalah resale value at least masih 3 besar parameter utama dalam pengambilan keputusan pembelian otomotive. Apalagi product life cycle makin cepat loh! Jangan sampai saat dijual lagi harga bekas turun banyak. Bisa nombok banyak saat mau beli yg baru lagi.

          Analisa BV:
          Brand Value Honda pada tahun 2015 sudah jauh diatas Yamaha. (Sudah dibuktikan oleh banyak survei untuk mengukur BV atau Brand equity).
          masuk ke Brand Value Product yaitu CBRseries dan Rseries (YZF mulai angsur angsur ditinggalkan dan digantikan dgn “R” yang lebih menjual). Penetrasi image CBR masih lebih kuat di sebagian besar masyarakat Indonesia. Khususnya generasi konservative yg biasanya “lebih pegang uang”. Sedang Rseries baru aja mulai ditancapkan oleh Yamaha Indonesia. Hal ini wajar wajar saja bila CBR masih lebih kuat secara BV. Tapi juga ini berarti chance bagi Yamaha untuk menancapkan Image R series bagi generasi yg dinamic dan lebih muda sekaligus memperkuat BV Rseries di Indonesian Market.

          Note:
          Sebenarnya 5 analisa yang saya coba jabarkan diatas ini adalah sebagian kecil saja dari total 15 pilar analisa dari “Business Blue Print analysis method” yang diciptakan dan dikembangkan oleh Empower ICM ‘business strategic counsulting’. Business Blue Print analysis method ini secara total melingkupi 4 business DNA & 11business gen model yang terangkum dalam 15 pilar analisa.

          Semoga bermanfaat bagi semuanya.

          Liked by 1 person

    • Nah diskusi yang menarik kan. (Kalau mau langsung ke tkp berikut linknya http://mariodevan.com/2015/09/22/busyetproyek-r15-v-3-dipercepat-buat-menangkis-kedatangan-all-new-cbr-150r/)
  2. Sayangnya dalam komentar tersebut baru dijabarkan hanya 5 dari total 15 pilar analisa. Bahkan hubungan antar pilar analisa belum dijabarkan. Belum juga masuk ke dalam gen dan terlebih ke DNA business strategi yang menjadi core keseluruhan pilar analisa tersebut. Bisa dibayangkan dahsyatnya hasil pemahaman yang dapat kita peroleh dengan analisa yang dijabarkan oleh Mr. Wiyanto apabila pembedahan ini dilakukan secara total menyeluruh.

Dengan beranggapan bahwa Beliau (walau memiliki umur yang lebih muda dari gue sih) lebih suka bercerita secara oral dari pada keterbatasan menulis pada kolom komentar, tentunya para pembaca bisa bayangkan betapa dalam dan luas pemikiran beliau. Dalam kolom komentar pastinya cuma ditulis kulit dan penjabaran singkat praktis yang harusnya mudah dipahami oleh pembaca “awam yg pandai”. Belum ke masuk lagi ke pembahasan detailnya.

Bahkan blogger kondang Mario Devan sampai mengangkat dalam bentuk sebuah artikel khusus. Dikarenakan ini ilmu yang luar biasa, termasuk bagi gue sekalipun….langsung aja gue ikutan share dalam bentuk artikel agar semakin bermanfaat bagi banyak orang.

Gara gara ini pula, dari fase dormant gue jadi bangkit nulis lagi. Informasi ini terlalu berharga untuk disimpan saja, maka gue wajib harus menyebarkan seluas luasnya.

Padahal kalau dipikir pikir lagi blog ini dah lama vacum. Salam uhuuuuuuuuy bagi kemajuan dunia otomotif Indonesia.

Sekali lagi Uhuuuuuuuuuuuy!!!

Wait …terakhir jangan lupa diskusi cerdasnya harap memperkaya kolom komentar ya.

36 responses to “Yamaha R15 vs Honda CBR150

  1. jozz, bangun dari kubur

  2. tes spam dulu mang komeng, percuma ga bisa komeng tar hehe

  3. luar biasa sekaliber bos komeng aja sampe terkagum2…..

    salam uhuy

  4. WOW… sementara itu yg bisa gua ketik.

    Mau baca baca sampai paham dulu baru ntar komentar lagi.

  5. kalo mau melek, artikel ini menguntungkan bagi yamaha

    uhuuuy

  6. @dogol
    Betuulll sekaliiiii

  7. Kalau yang saya rasakan dari mengendarai R15 ini antara lain riding position yang seperti dipaksakan menunduk tapi gak nunduk, pada umumnya sport fairing itu pasti bikin pegel punggung, nah R15 yang gak bikin nyaman malah kepalan tangan rider. Thus satu lagi getaran mesin yang lebih kerasa dibanding cbr

  8. Motor Batangan

    Om Komeng kemanaaaa ajaaaaa

    Baca dulu~~~
    *sesekali nyampah di sini :p*

  9. Butuh tambahan asupan ilmu . mohon tambahan ransum bro komeng.

  10. @motorbatangan
    Diskusi yuk.!

  11. Bagaimana next perkembangan r15 dgn adanya MT dan next gen vixion?

  12. nunggu new scopio ala MT 09 jok rata… pasti laris…

  13. Ini enaknya dolan ke lapak bro komeng…ga enaknya susah mau komen apa?? Heheheh..jss lah share ilmu bya

  14. warung yang enak untuk berdiskusi dan nambah ilmu,, ya warung om komeng😀

    warung lain banyak yang suka buat onar, jangan kan nulis di kolom komentar, baca komentar nya aja males ane..
    wkwkwkwkwkwk

    btw di marih kok sepi tukang onar ya??
    takut kena getok kali yee:mrgreen:

    salam uhuuuyyyyyy

  15. Yang menarik dari analisa diatas adalah cbr150 unggul di semua analisa.

    Tak heran begitu cbr150 v.indo keluar…dalam waktu singkat r15 sebagai market leader di segment ini keok.

    Yamaha harus cepat dan banyak berbenah…

    Justru analisa semacam ini begitu terpublish sangat sangat menguntungkan Yamaha. Walau dilain pihak menampar muka direksi pengambil keputusan dalam tubuh Yamaha.

    Tapi obat yg terbaik itu pait dan baja terkuat ditempa oleh panas yang tinggi.

    So menurutku r15 next harus berubah total. Dimulai dari mesin dohc yg harus lebih berperforma dibanding cbr150 next yang akan keluar awal tahun 2016. Usd di depan. Lampu led dan trends lampu ngumpet. Lebih agresive dan lebih sesuai ciri khas dna racingnya yamaha.

  16. Yamaha akan hadir dgn MT150. Rupanya mulai coba CS by psychomarket.

    Ntar di 150cc akan ada
    Daily Sport yaitu Gen Vixion overstroke SOHC
    Muscle Sport yaitu Gen Byson conventional engine
    Power Sport yaitu Gen MT overstroke SOHC
    Racing Sport yaitu Gen R15 overbore DOHC (x)
    Dan Touring Sport #upsss

    Nah knapa sport 150cc jadi melebar lininya. Karena prediksinya market sport akan makin membesar terutama di kelas 150cc. Jadi Yamaha akan masuk dgn banyak product lebih dulu. #upsss again

  17. nyimak para analis marketing unjuk pendapat… ilmu gratis ini🙂

  18. Halo halo, baru ada waktu join lagi nih. Piye kabare?

    @SAS
    Yuk!
    Apa kabar, om?😀

    Gue setuju sama analisis di tulisan atas.
    Dulu pernah gue komen juga serupa di blog ini deh perasaan. R15 dan cbr150 agak beda positioningnya kalo dari produknya.

    Anyway, imo R15 sekarang itu mirip cbr 150 dulu yang masih import thailand, cbr kurus yg dikopas banyak pabrikan cina :))
    Karena hanya cocok untuk murni enthusiast. Dan afaik dimana mana yang namanya enthusiast gak akan sebesar segmen yang tidak. Jadi ya wajar aja R15 gak akan bisa ngalahin jumlah penjualan cbr150 sekarang.

    Nah tujuan yamaha apa? Mau jual banyak atau sasar market sport enthusiast yang jadi DNA dia? kalo yang kedua, rasanya ya tujuan yamaha sudah tercapai, dapet segmen enthusiast. Sport murni kaya DNA yamaha yang jadi jualannya, walau iya mesinnya gak nendang terutama dari image di market. Mestinya rela aja dibalap jumlah penjualannya sama cbr150.
    Kalo mau ngalahin jualan honda di sisi sini, produk yang riding positionnya gak murni balap akan lebih banyak kejual. Sport touring cem ninja 250 tuh, cbr 150 rasanya mirip itu dalam hal ini.
    Jadi balik lagi ke tujuan yamaha, dan hanya mereka yang tahu.

  19. @Ring Piston

    Ini kang Taufik TMCblog?

    Power sport tuh gimana ya, baru denger segmen itu.
    Jadi Y akan balas strategi H di matic yang pake sandwich untuk segmen sport?

  20. Masuk akal juga bila yamaha sudah merasa tidak mungkin lawan honda di matik. Yang bisa lawan honda di sport. Main diversifikasi produk masuk disetiap celah segment. Harian hingga hobies atau niche market. Semua yamaha mau masuk buat batasi gerakan honda.

    Yang bodoh disini itu masih ngeyel andelin sohc overstroke.

  21. @motorbatangan

    Kalau emang sasaran Y itu ditujukan untuk murni enthusiasm class segment dan mengacu pada DNA balapnya itu mesinnya mutlak harus mesin dgn ciri khas dan performance racing. DOHC overbore high rpm high power. Lupakan angka penjualan dan goal setting buat image sebagai pilar brand value. Bukan begithu?

    Kalau sudah beghitu. Jangab masuk klas 150cc ya nanggung masuk aja 250cc nya atau kalau tidak mau masuk di kelaa ini sekalian aja eksklusive class special engine 125 cc kaya r125 itu.

  22. di indomotoblog kok ilang ?

  23. sangat jelas, bagi fbh beli r15 itu emang keren, tapi nyiksa badan,

    so jalan tengah ada di cbr 150, model keren,

    walu garis lekukan di belakang ngak sikron dgn lekukan stoplamp

    sama dgn kakanya dan kakek buyutnya,

    cuma beda di kaki ama lengan, msh wajar,

    jadi bagi fbh , ngak perlu beli 250 cc , cukup cbr 150 aja,

    yach walu nakednya sedikit kemakan

    fby ato fbs juga yg mau sedikit nyaman bisa beli,

    selingkuh dulu sambil nunggu motor kesayanganya lebih manusiawi,

  24. SAS | September 30, 2015 at 8:29 am |

    @motorbatangan

    Kalau emang sasaran Y itu ditujukan untuk murni enthusiasm class segment dan mengacu pada DNA balapnya itu mesinnya mutlak harus mesin dgn ciri khas dan performance racing. DOHC overbore high rpm high power. Lupakan angka penjualan dan goal setting buat image sebagai pilar brand value. Bukan begithu?

    Kalau sudah beghitu. Jangab masuk klas 150cc ya nanggung masuk aja 250cc nya atau kalau tidak mau masuk di kelaa ini sekalian aja eksklusive class special engine 125 cc kaya r125 itu.

    ——————————————————-
    halo bro mo nimbrung yah….

    seandainyan begini, tahun 2016 semester 2 yamaha mulai main di DOHC, apakah tidak terlalu telat, inget yah kita bicara midset disini….

    dohc CB sudah main 2 tahun awal…( bisa dibilang masa pelebaran awarness…walau penjualan tidak signifikan )…sekarang pun walau dengan citarasa overstork ( sebut linear yah)….tapi dalam jangka waktu 4 tahun apakah tidak bisa menuai hasil ( bukan hasil penjualan)…inget CBR adalah DOHC, dan honda terus menajamkan midset DOHC kencang dan irit…dibawahnya adalah verza/nmp dengan mesin SOHC, saat yamaha mulai memainkan dohcnya saat itulah midset orang indonesia sudah kuat DOHC yah yamaha, sama hal nya 2 silinder yah ninja, sport kencang yah ninja, bebek kencang yah epyu…musti mulai mengangkat lagi konsep sport mereka….walaupun sohc dan dohc gak beda secara signifikan yah….

    imho dan cmiiwww

  25. Dohc ya Yamaha? Maksutnya…. gagal paham

  26. @MOTOR Batangan

    Saya ring piston yang ASLI Bro. Yang asli dr mula mula sejak jaman komen komen di menipuk air menghasilkan riak (judul artikel lama bro Komeng yang melegenda).

  27. Over Bore DOHC di kasih silang X dalam tanda kurung itu maksutnya apa? Gak jadi githu? Awal rencana DOHC karena mesin gak siap atau salah desain terlalu overbore jadi dibatalkan?

  28. Motor Batangan

    @SAS

    Yes, itu diatas juga gue kasih “walau iya mesinnya gak nendang”.
    Memang jadi terasa nanggung kemana mana, di 150 cc dikasih sport murni tp mesinnya biasa aja. Di 250 cc juga fitur dan mesinnya kurang nendang.

    R15 ini mesti upgrade mesin, imagenya yang sport murni baiknya dipertahankan. Kalo mau punya sport yang head to head sama cbr 150, mending buat produk baru yang sejenis.

    @Ring Piston

    Oh ok, salam kenal.

  29. Yang jadi pertanyaan bagaimana MT150 dgn sohc seadanya? Haruskah master of torque DOHC? Atau SOHC ?

  30. Motor Batangan

    @SAS

    Sabar dulu, belum tentu bener itu jadi MT15, tunggu rilis nanti. Lagian selama penjualan vixy belum bisa disalip DOHC cb150, gue rasa yamaha akan terus pede dengan SOHC. Walau katanya DOHC lebih menang secara image, angka penjualan kan buktinya.
    Gue rasa kita debat sampe berbusa kenapa gini gitu tapi kalo penjualan vixy yg SOHC masih mentereng ya yamaha akan terus pake itu mesin, walau iya di R15 gak pas.

  31. Saya rasa Yamaha punya strategi sendiri untuk penerapan sohc dan dohc.. untuk kelas 150 cc mungkin yamaha ttp akan pake sohc dikarenakan karakter kelas ini seperti yang dibilang om WS, bukan murni hobbi or enthusias. porsinya masih lebih banyak konsumen yang berpikir hanya sekedar gaya tp dominan sisi orientasi ekonomisnya (irit, murah perawatan, nyaman dipake tiap hari buat kerja dan boncengan dengan istri dan anak).. hanya sebagian kecil orientasi balap.. so, kekalahan R15 murni hanya desain yang masih kurang dibeberapa sisi dan ergonomi yang kurang nyaman.. so, jika yamaha dapat menyelesaikan PR nya itu dengan baik, bukan tidak mungkin kedepan market R15 dapat kembali mengungguli CBR ttpi dengan catatan ‘lipstik’ banana arm, delta box dan lampu led ttp disematkan…IMHO.. untuk mesin sendiri, saat ini performa kedua motor tidak terlalu jomplang dan baru terlihat dengan membutuhkan kenekatan dan tingkat adrenalin yang tinggi.. tidak terlalu urgent tapi masih bisa dimaksimalkan dengan penggunaan VVA.. keunggulan sebuah motor dikelas 150cc kebawah dimata konsumen jika keunggulan dan kelebihannya dapat dirasakan dan diterima secara riil oleh sebagian besar konsumen..cmiiw..

  32. Analisa desain:
    R15 itu motornya aneh😀 kepala gede tangki kecil buntut nungging
    CBR modelnya mirip sama CBR1000 manusiawi, nice bike for nice guy, tapi buntut klo malem keliatan kaya verza gituh ?:D
    analisa mesin:
    R15-SPORT Koq SOHC ?
    cBR-Sport koq gitu” aja dri atas ampe bawah
    analisa harga:
    R15-28jt wajar (sesuai poin 1-2)
    CBR-YMjt wajar (sesuai poin 1-2)
    analisa terkahir:
    koq pada ribut sih😀 emang yg ada disini pada beli tu motor ?

    Om komeng

  33. Menurut saya analisa yang diberikan bapak wijayanto sudah biasa dan sering di lontarkan dari agensi marketing service. Bini gw ms di suatu stasiun tv terbesar di asia tenggara dan hari2 bicara ttg marketing analysis.

    Hal tsb sudah sangat biasa bagi matketing TAPI yg saya salut dengan bapak adalah mau meng share hasil analisa bapak entah dari bapak sendiri maupun dibantu dengan rekan2 tim lainnya membocorkan reasearch bapak walaupun hanya 5 dr 15 pilar tsb.

    So be wise, jangan terlalu mengagung agungkan sesuatu bagi yang suka dan melek marketing dan juga bakat sudah menjadi hal yang wajar ttg ilmu tsb.

    Sebenarnya kalau anda sekalian suka baca buku pasti akan bisa tapi bukan berarti gampang.

    Gw juga merasa gitu dulu kapten2 gw kelihatannya pinter2 bgt terbang nya entah itu skill dan knowledge nya toh ternyata hanya sebatas gitu doang untuk inti dari semua ilmu yab tapi ingat kerja keras usaha dan ditambah beberapa pemanis bakat pasti akan bisa. Dunia ilmu itu luas dan tidak akan ada habisnya. Selalu ada inovasi lain yang dituntut oleh konsumen.

  34. Analisa nya sangat menarik, tentu kembali lagi ke selera masing-masing. Ada yang menyukai r15 dan ada juga menyukai cbr150.

    Selagi kantongnya masih banyak kenapa ga beli langsung dua-duanya.. hehe.

  35. om komeng emang uhuyyy….salam iostoconvale, (bagi jaket dong om ehehe)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s