The Near Perfect R15 v3, alasan anda membeli atau tidak.

Ketika seseorang membeli mobil Ferari, mungkin selain prestige bisa jadi performa mobil ferari itulah yang menjadi pertimbangan utamanya, fitur dan berbagai teknologi kelas atas yang tersemat di mobil tersebut. Lantas apakah pembeli ferari tersebut pernah mencapai top speed dan menggunakan seluruh fitur teknologi seperti merasakan langsung bagaimana performanya sampai limit. Sebagian orang sudah puas mengelus elus kuda jingkrak dari italy ini di garasinya sebagai koleksi. Atau malah dipakai jalan jalan santai dengan speed jauh dibawah performa mobil ini.

Sama halnya ketika anda membeli smart phone, bisa jadi fitur dan spek jadi rujukan. Sekali lagi apakah anda pernah menggunakannya sampai limit? Mungkin ada beberapa pengguna hardcore yang eksplorasi habis habisan, hotspot tethering sampai penggunakan aplikasi game super berat yang membebani grafik dll. Tapi umumnya pembeli pakai buat sekedar pakai “harian” untuk telp, wa, line, fb dst.

Nah begitu pula saat seseorang membeli motor sport fairing 150cc, spesifikasi teknis, design, dan fitur tentu jadi atribut pemilihan. Pemakaian…..kebanyaaakan buat harian, jarang yang buat hobi sport apalagi sampai turun di sirkuit. Image spesifikasi teknis dan fitur sebagai value citra ego dari pemakai bahkan lebih penting dari kebutuhan pengemudi itu sendiri.

R15 2017 ini gue katakan near perfect, bayangkan semua hampir seluruh fitur dan spesifikasi teknis merupakan idaman di kelas 150 sport fairing. Bukan cuma idaman, tapi udah topnya. Kecuali 1 hal, masih SOHC belum DOHC.

Emang DOHC itu penting?

Bagi orang teknis seperti Gue, spesifikasi lebih ke arah penggunaan motor itu sendiri seperti apa dan sangat berhubungan dgn element mesin yang lain, semisal spesifikasi bore x stroke, jumlah dan model katup inlet dan outlet, dohc atau sohc merupakan sinergi teknis yang tak terpisahkan. Lain halnya dengan masyarakat umum, spesifikasi mesin dan fitur juga merupakan Product Image.

Dalam marketing management ada 3 sisi utama yang mendukung, yaitu customer management, brand management, dan product management. Nah dalam product management ini sisi Quality dan Service memiliki pengaruh yang significant terhadap Product Image. Bicara Quality maka fitur teknis, spesifikasi teknis dan design akan memberikan impact yang besar pada Quality Image dalam presepsi konsumen.

Bicara spesifikasi teknis, mesin mesin dengan spek DOHC memiliki presepsi jauh lebih baik dengan tingkatan yang lebih baik dalam teknologi motor balap. Bicara aja motor racingbike di motogp, wsbk dan lain lain semua pasti menggunakan mesin berspec DOHC, karena memang penggunaannya untuk Balap, untuk hobi racing dan sejenisnya, bukan peruntukan harian (daily bike commuters) seperti sport racing 150cc di Indonesia.

Image R series Yamaha begitu baik dengan performa R1 dan R6 yang tentunya DOHC dan Deltabox. Ketika R25 tidak Deltabox walau sudah DOHC juga serasa anti climax. Nah R15 yang dilengkapi deltabox malah masih SOHC dgn alih alih VVA.

Sekali lagi bukan teknologi mana yang unggul sebab baik DOHC maupun SOHC banyak levelnya tergantung element mesin yang lainnya dalam satu kesatuan mesin utuh dan performa yang mampu dimuntahkannya. Akan tetapi kita bicara image dan presepsi di benak konsumen.

R15 is near perfect di kelas 150cc Sport Fairing. To damn Close.

Tinggal anda mau beli atau tidak, cari performa racing dengan mengorbankan sedikit kepuasan desain ya masih ada GSX R, atau mau yang daily use recommended, CBR masih menawan kok.

Satu hal lagi, jika anda speed freak dan performance addicted, jangan percaya dengan spesifikasi power pada pengukuran dyno test pada cranck shaft, karakter sohc dan dohc engine akan jauh berbeda walau hasil pengukuran dyno sama atau mirip. Saya tekankan pada Karakter mesin ya. (Seperti karakter 2 stroke dan 4 stroke yang beda walau tenaga sama).

Semoga ulasan ini membantu Uhuuuuuuuuy dulu ya guys.

Advertisements

30 thoughts on “The Near Perfect R15 v3, alasan anda membeli atau tidak.”

  1. Iya secara desain dah soulnya dapet R series
    Secara karakter mesin belum dapet R series, dapetnya separuh N max series.

    #sayangMasihSOHC

  2. Tidak usah ferari. R6 dirumah aja selama ini buat dielus elus kayak kuching.
    Kalaupun riding cuma buat puter komplek tak lebih dari 80km per jam.

    Jujur saya beli karena desain keren dan performa di atas kertas. He heu heu

  3. @Mind Genesis
    Cakep daahh sekarang ada bahasan teruusss.. jempol.

    Kalo soal karakter, seberapa signifikan sih perbedaan SOHC dan DOHC di motor cc kecil dan 1 silinder?
    Saya awam soal teknis, tapi pengalaman riding antara pixen dan cebe pekgo aja untuk harian enakan mesin pixen ya, tenaga lebih gampang didapat di awal. Cebe pekgo itu terasa mesti ngail RPM lebih tinggi, dalam rentang waktu ngail RPM tersebut, ada RPM sia sia yang cuma ngegerung tanpa membuat roda berputar, itu buang bensin menurut saya. Mungkin tidak signifikan, tapi kalau diakumulasi tiap hari pemakaian yaa…
    Pikiran awam saya sih gitu. Sama kaya matic dengan cvt lah kira kira. Jadi untuk harian memang dari pengalaman lebih enak mesin SOHC.

    Tapi kalau sudah image dan ego, sisi emosi, image DOHC terlanjur lebih wah karena lekat dengan dunia balap. Tinggal harus dibuktikan dilapangan apa mindset konsumen lebih senang DOHC walau hanya untuk harian.. Dan apa pabrikan mau ikuti mindset market atau nggak. Cmiiw.

    @SAS
    Om SAS kok R6nya cuma dipake buat ngider komplek.. sunmori donk sini 😀

    1. Nah itu dia, karakter sohc itu lebih enak buat harian, sedang dohc umumnya di mesin high rpm – high performance geber geberan. Nah betul bro motor Batangan nih. Untuk harian piksen lebih gampang di pakai, gaz dibetot tenaga keluar saat di awal. Tapi buat yg pinter mainin rpm dan kopling buat balap ya enak karakter dohc, cebe dan fu. Rasa kitiran mesinnya itu loh pas rpm digantung tinggi, jusssssz spontannya asooooy he he he.

      Itu bicara selera sih.

      Nah kalau bicara nilai ekonomis buat mesin ya lebih baik mesin yang beroperasi di rpm serendah mungkin, ini sebabnya gabungan overstoke dan sohc bikin ekonomis baik secara fuel consumption maupun proses manufacturing hingga perawatan maintenance mesin akan memiliki biaya lebih rendah.

      Ini juga sebabnya mesin SOHC memiliki daya saing harga dibanding mesin DOHC yang lebih komplek dan spesifik.

      Kembali ke Mindset he he heu… Beli motor sport fairing walau untuk harian, doi juga butuh namanya kepuasan sensasi motor fairing. Lain halnya kalau suka tipe motor naked street bike atau touring.

  4. Menurutku yg namanya sohc emang baiknya buat harian.

    Biaya pembuatan murah == harga produk lebih murah dan bersaing

    Biaya perawatan murah == biaya servis terjangkau

    Biaya komponen murah == biaya sparepart juga murah

    Ramah dengan konsumsi bahan bakar == motor irit.

    Kalau suka ngebut dan cari motor sport bukan buat pulang pergi kerja atau bakulan sayur atau buat kulakan ya pilih donk yang motor sport beneran dgn mesin dohc.

    Bukan kayak r15 yang desain sport karakter mesin matic. Nih desain racing cuma lipstik doang.

  5. R15 itu dah top perfek

    Mesin SOHC bisa ngalahin DOHC honda.

    Cbr cungkring
    Cbr gepeng

    Memang sudah DOHC tapi mlayue koyo bekicot.

  6. @Motor Batangan

    Abis R6 buat untuk di sayank sayank.
    Jadi lebih banyak dielus elus dan dibuat jalan jalan romantis aja.

    @Mind Genesis
    Saya setuju kalau yang namanya image produk banyak terbentuk dan dipengaruhi quality dan service. Quality dan service adalah element2 utama dalam product management.

    Nah pertanyaan saya berikutnya apakah ada juga element2 utama lainnya dalam product management, tapi sedikit saja berpengaruh terhadap image?

    Thanks

  7. Sudahlah ga usah debatkusir padakenyataannya R15 lebih superior ketimbang cibi, ngahem kebanyakan pencitraan si kesian mbek mbek nya jadi pd ngambek ga terima di asepin

  8. Kalau buat harian ya jangan pilih fairing sportbike. Pilih naked bike.

    Kalau pilih fairing sport ya harus siap dgn karakter putaran atas, khas mesin dohc. Ribetnya parkir dan gak luwes saat melintas di jalan macet.

    Kalau mau fairing sport tapi karakternya kayak mesin naked bike. Torsi dan tenaga besar di putaran bawah aja, pilih r15 2017. Dijamin fairing sport banci, bagus tampilan dari pada isi.

    Kalau lu pada laki sejati pilih suzuki GSX, itu mesin real sport.

  9. @SAS @MG
    Sedikit saja menambahkan dan meluruskan;

    Untuk meraih dan sekaligus membangun Product Management yang baik, diperlukan Opertional Excellence yang baik pula.

    Ada 4 Goal utama dalam “Operational Excellence” ini:
    1. Cost
    Effesiensi dan pengurangan biaya dengan cara mengoptimalkan proses pembuatan produk/jasa. Pricing Competitive Advantages / Margin Competitive Advantages.
    2. Quality
    Optimalisasi kualitas yang akan membentuk presepsi pelanggan terhadap suatu merk. Quality Advantages
    3. Delivery
    Optimalisasi proses penerimaan product/jasa diterima / sampai di tangan pelanggan. Seberapa cepat dan seberapa mudah. Dalam marketing modern dapat diperluas sampai seberapa mudah dan cepat ditemukan oleh pelanggan.
    4. Service
    Optimalisasi proses pelayanan untuk mencapai pelayanan yang melebihi harapan pelanggan. CARE

    Nah optimalisasi pada Quality & Service sangat mempengaruhi / berdampak pada Brand Image, sedang optimalisasi Cost & Delivery sedikit berdampak pada Brand Image.

    Sedang optimalisasi pada Quality dan Cost sangat mempengaruhi proses produksi, sehingga diperlukan banyak penyesuaian dan peningkatan komponen komponen manufacturing. Hubungannya juga pada beban biaya improvement.

    Semoga keterangan singkat ini banyak membantu.

  10. Wow lengkap banget penjabarannya. Justru dari sana saya bisa petik benang merah kenapa Ninja 250 tetap memiliki image yang baik. Juga bagaimana peluang image suzuki GSX R150 berkat penjabaran Mr Wiyanto.

    Kuncinya pada Service, yang memiliki pengaruh besar pada brand Image akan tetapi sedikit saja perubahan proses produksi yg dibutuhkan.

    Apakah benar begitu?

  11. range harga 25-35juta pilihannya padet banget…

    versa kog dibiarin maen sendirian yach??

    gap 18-25 juta kosong mlompong nich gk da pemain …

  12. INMHO, yamaha kurang bs menjual setiap produk (bukan hanya 1 atau 2 yah) dengan maximal, di rentang 18-25 masih ada byson fi, yg klo di branding dgn maximal bs lah sdikit mendekati verza penjualannya (walopun seharusnya lawannya adlh megapro fi). marketingnya kacau, hanya produk yg dirasa premium yg di “manjakan”, pdhal semua produk bs mendulang uang klo diseriusin jualannya. lalu buat apa YIMM lahirin produk bnyak klo cm buat pajangan? FYI verza/ncb 150 aja
    msh ad loh iklannya di radio.

  13. Tidak sepenuhnya DOHC dan SOHC nya yg begitu berpengaruh, tapi sama Perbandingan Diameter Bore x Stroke nya, apakah pake Overbore, Square, atau Overstroke?
    Dari semua kombinasi, mesin 1 silinder yg IMHO lebih cocok digunakan buat harian (harian bukan berarti cuman buat nganter anak ato pergi ke pasar lho) adalah pake kombinasi Square, sebab mesin ini mampu membagi rata power diputaran bawah, tengah hingga atas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s