Positioning Strategic Sport Fairing Q1 2017 (part1)

picturepvsm-mapping-by-ws

Yeah,…. udah lama sekali MG gak bahas strategi marketing, nah kali ini MG coba untuk bahas lagi strategi marketing di blog yang sudah tuwir dan jelek ini dalam “MG Monday Marketing Talk”.

Berhubung pasar yang paling panas, ganas dan paling menjadi buah bibir adalah pasar Sport Fairing baik yang ada di kelas light sportbike 250cc maupun kelas harian 150cc, maka kita bahas pasar itu duluan yuk!!! (walau matic adalah pasar yang dengan Market size yang paling gemuk, akan tetapi lebih baik bahas market Sport Fairing yang lebih Hype dan Passionate Growth Market).

Coba lihat

dan pelajari baik baik Chart di atas ini…. jreeeng!!!

Bingung??? mudah mudahan tidak ya. Chart Product vs Market Mapping ini menghubungkan sekali banyak informasi yang dirangkum dalam satu Chart saja, sehingga sangat mudah kita membayangkan kondisi real market yang terjadi karena bantuan Chart ini. Intinya Chart ini bercerita tentang Positioning Strategic berbagai produk Sport Fairing dari 4 Brand Utama, Yaitu Honda, Kawasaki, Yamaha dan terakhir adalah pemain lama yang baru saja aktif dari vacum yang cukup lama seperti MG adalah Suzuki. Nah dari beragam informasi ini, dapat kita tarik beberapa kesimpulan, semisal:

  1. Kondisi Market di tiap Segments yang ada.
  2. Product Positioning yang sudah Fitting di tiap segment market yang ada.
  3. Blue Ocean Market dan Red Ocean Market.
  4. Product Image Power yang berpengaruh satu sama lain. (terhadap pertumbuhan produk Brand kompetitor atau malah terhadap pertumbuhan produk saudara dalam satu brand).
  5. Peluang baru yang lebih baik dengan menggeser Product Positioning suatu produk ke arah lain.
  6. Langkah Strategic yang dapat diambil untuk Facelift atau New Product kedepan.
  7. Langkah Taktis yang dapat diambil jika umur life cycle produk masih baru/pendek, atau karena minus/kalah dibeberapa atribut/value (termasuk harga juga) dibanding kompetitor yang berada di segment yang sama.
  8. Market Trends ke depan.
  9. Product Planning Strategic information & analysis.
  10. dan masih banyak lagi.

Nah, pada part 1 ini, silahkan kawan kawan mengamati terlebih dahulu Chart yang disuguhkan dengan apik oleh Guru dan Mentor marketing strategic MG, yaitu Mr. Wiyanto Sudjono. Thank Mr. Wi atas bantuan Chartnya.(sekaligus bantuan analisanya yang MG simpen dulu dalam part 1 ini).

Jika masih tertarik, nantikan pembahasan Chart ini pada artikel part 2 ya. Saat ini cukup diamati dan dipelajari terlebih dahulu dengan seksama. Thanks

 

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Note: untuk copy dan penggunaan chart mohon ijin terlebih dahulu kepada pembuat chart dan pemilik haki chart ini. Silahkan menghubungi langsung Mr.Wiyanto Sudjono.

Advertisements

54 thoughts on “Positioning Strategic Sport Fairing Q1 2017 (part1)”

  1. untuk pembacaan grafik bar yg wavi itu gimna ya?
    ini untuk CBR150RR harga jadi jauh diatas R15 ya nantinya? sekedar flagship ny 150 gitu?

  2. Yg trlihat sejajar horizontal walau ga sejajar2 amat itu N250,R25,n CBR250 bs dkatakn satu segmen prestis dlm kondisi red ocean,klo dh red ocean bikin produk jgn nanggung n kurang jelas product positioningnya macam R25,maunya buat daily use tp udh ada yg lbh nyaman yaitu N250,n jg power lbh gede buat racing tp udh ada yg lbh racing look n powerfull yaitu CBR RR,kegencet deh hihih
    trlihat RR mono ga ada produk yg sejajar horizontal menandakan msh blue ocean (aman hihih)
    pun kondisi R15 mirip kyk kakaknya R25 yg kegencet dlm kondisi red ocean hihih
    udah ah pusing gue Pak hahaha
    #ngawur

      1. Klo ane sih ngartikan segmennya sama (harga beda tipis) tp positioning produknya beda bro (daily or hobbies)
        entahlah ane jg nunggu jwbn dr yg punya warung

  3. Asiikk artikel pembahasan lagi~ ๐Ÿ˜€

    Ok ini akan panjang, sebagai orang awam saya akan tulis sesuai yang terlintas di kepala, namun mungkin penyampaiannya akan kurang sederhana.

    Wah kalo saya bacanya garis yang line chart fluktuatif itu adalah trend/hype, bener nggak?
    Trend line ini mungkin sejalan dengan jumlah konsumen yang ingin masuk di segmen tsb.

    Bisa dilihat pada ninja 250 yg lingkaran besar hijau, posisi ninja ada di kuadran daily commuter sport dan ninja 250 tepat berada di tengah, serta ada di puncak line chart tsb di kuadran itu. Ini sepertinya untuk puncak trend line chart, posisi/value yang ninja 250 tawarkan persis dengan ekspektasi pasar/pergerakan trend.
    R25 current saat ini lebih ke kanan karena performanya lebih ganas dari ninja 250 dan riding position sedikit lebih nunduk dari ninja 250, makanya posisinya lebih di kanan bawah dari ninja 250, tapi trend linenya tidak setinggi ninja 250, makanya tercermin dari penjualan lokalnya lebih sedih dari ninja 250. Sebanding dengan line chartnya yang menurun dari titik ninja 250.

    Namun saat bergeser ke kanan, kuadran pure sport, trend linenya meningkat drastis dan CBR 250 RR baru ada di sana, si lingkaran besar merah. Artinya, value yang ditawarkan CBR tepat sasaran dengan trend tsb. Mungkin bisa diartikan bahwa CBR menjawab peningkatan pesat trend dan value yang ditawarkan CBR 250 RR tepat sasaran dengan peningkatan pesat trend tsb.

    Kalau dilihat dari pergerakan lingkaran hijau si ninja 250 dan biru kecil si R25, 2 produk ini bergeser mengikuti trend yang sedang meningkat pesat di kuadran kanan (meningkat amat pesat, awas auto reject atas :p), artinya ninja 250 dan R25 ingin ikutan kereta CBR 250 RR dimana sekarang jumlah kue segmennya meningkat juga.

    Namun jika benar 2 produk tsb bergeser, akan ada kekosongan di kuadran kiri, yaitu daily commuter sport-prestige. Nah siapa yang akan isi? Itu kue yang mesti dilihat pabrikan, krn ternyata trend linenya masih cukup lumayan, walau kalah tinggi dibanding pure sport di kanan (terutama di titik yang nanti akan ditinggalkan ninja 250 jika benar akan geser ke kanan, karena line chartnya lumayan tinggi).

    Bergeser ke kelas di bawahnya, kelas premium, terlihat trendnya justru terbalik, trend line chart di daily commuter yang diisi CBR 150 R malah paling tinggi. Ini mungkin berarti sebenarnya kue segmen yang diisi si CBR pekgo lebih besar dari pada R15 new dan GSX R 150, yang mana di trend line chart terlihat tidak setinggi di kuadran kiri segmen premium. Jadi bisa diartikan kue yang diperebutkan R15 dan GSX R 150 lebih kecil daripada kue yang dilahap CBR 150 R sendirian, dilihat dari trend linenya.

    TAPI kalo CBR 150 R keluar versi RR, CBR pekgo lengkap melahap kue di kiri dan kanan. Jadi trend yang bagaimanapun Honda akan dapat.

    Sedangkan di segmen paling bawah, ordinary, hypenya ya begitu gitu saja, cenderung flat.

    Sooo.. trend sport fairing antara 150 cc dan 250 cc beda keliatannya. Jika hype/trend 150 cc lebih tinggi di daily commuter, hype konsumen 250 cc lebih suka pure sport. Dan jika benar akan ada pergeseran kuadran oleh produk-produk tsb, akan ada kekosongan di kuadran yg ditinggalkan, kecuali untuk CBR pekgo yang bukan bergeser namun malah nambah di kuadran kanan. Ini celah. Itu *ala-ala Mario Teguh*

    Ninja RR Mono kayanya akan didiamkan Kawasaki dulu ya, proposisinya nanggung karena sangat di tengah, dan konsumen di segmen sport fairing nggak suka yang all rounder/kuadran tengah.

    1 lagi, kalo sport fairing, KTM punya mana nih, Om MG? Apa karena mereka kecil, kurang cukup dapat menggedor market jadi nggak masuk?

      1. bisa jadi ancaman buat current cbr150, di segmen itu sangat sensitif harga, dan jugabanyak alay yg baru lulus sekolah, baru masuk kerja yg pengen punya motor untuk bergaya, buat keberangkat kerja. harga murah performance tinggi, tinggal tampilan GSX aja bisa diterima pasar atau engga, kita liat usaha sizuka

        1. Menurut saya demand yg ada di hidden market premium racing oriented, ordinary racing oriented dan ordinary city sport adalah demand yg tidak menemukan pemuasan saat ini. Dan bisa lari kemana saja yg terdekat dgn product positioning terdekat sekaligus yg memiliki gravity mass paling besar dan mampu menarik mereka.

          Beruntung GSX R masuk di ordinary racing oriented. Nah otomatis yg ordinary city sport tak punya banyak pilihan… naik level ke CBR150R atau melupakan idealisme ke GSX R. Nah kalau menurut saya akan lari ke GSX R karena di market ordinary ini pricing lebih menentukan larinya demand. Berbeda dgn premium market.

          Jadi problem R15 new masuk di Premium Racing oriented yg rada setengah setengah dgn SOHC vvanya. Sehingga GSX masih mampu menarik bagi demand premium racing oriented garis keras yg ada di sisi kanan dengan penyebaran 2 peak. Tinggal bagaimana langkah komunikasi Yamaha vs Suzuki agar demand ini tertarik ke bawah atau geser ke kiri. Justru CBR 150 R masih aman dengan sedikit merubah positioning agak kanan dikit untuk lebih memaximalkan posisi terhadap penyerapan demand di sekitarnya. Nah CBR150R perlu pembesaran Gravity Mass kayaknya. Apakah ini sebabnya honda tampil habis habisan di CBR250RR?

          @MG @ motor batangan @ bdt

          1. @SAS

            Haha penjelasan gravity massnya keren. Ya setuju, tapi di segmen paling bawah, si ordinary sport, hypenya tidak setinggi 2 kelas di atasnya. Saya setuju yang akan lebih berhadapan adalah si R15 new vs GSX R 150. Jika marekting suzuki tokcer, GSX R 150 akan booming.

        2. @chibiyabi

          Bisa jadi, tapi value si GSX pekgo dengan CBR pekgo agak beda. Si GSX pekgo pure sport, dan sebagai pure sport riding positionnya enak sekali. Kaya riding position ninin 2 tak, buat yang demen kenceng pas bener. CBR masih daily commuter, tidak terlalu nunduk.

          Menurut saya tinggal tim marketing GSX pekgo aja kerja tepat sasaran, ini produk akan booming.

      1. Wah…kalau pinter pinteran Om Motor Batangan ini yang luar biasa smart.

        Jujur saya bisa baca chart mapping ini karena pernah ikutan Kelas Business Strategic Coaching Tertutup yg diadakan oleh Mr. Wiyanto Sudjono setahun lalu. Dari situ saya banyak sekali belajar. Salah satunya saya mengenal teory Gravity Mass dalam Product Value vs Customer Segment ya dari Beliau ini.

        Nah makanya dikit dikitlah saya bisa baca gambaran dari chart ini. Om MG pasti jauh lebih hebat lagi tuh.

  4. Tapi di luar semua analisis di atas, terbukti lagi bahwa Honda sangat pintar membaca maunya pasar dan menjawab sesuai keinginan pasar. Rasanya kita tidak akan lihat sport Honda tumbang dari sisi penjualan dalam waktu dekat kalo begini ceritanya..

    Kalo dilihat lagi pula, di kuadran kiri, daily commuter sport, antara 2 segmen prestige dan premium, itu ada ceruk pasar lumayan ya. Kalo ditinggal ninja 250 yang bergeser ke kanan, mungkin pabrikan mana pun bisa isi kekosongannya dengan kasih produk yang posisinya ada di antara CBR 150 dan current ninin 250.

    Saya kepikiran semacam ninja 650 versi 250 ccnya, harga 40-45 jutaan, jadi tidak terlalu nyentuh segmen prestige dan pada segmen premium atas sedikit. Dengan gitu gravity massnya bisa narik bekas pasar current ninin 250, setelah ninin 250nya geser ke kanan, dan CBR 150 untuk naik sedikit. Krn grafik 2 kuadran itu kalo digabung keliatan yummy.

  5. Woowww.. Para Suhu ngumpul di sini ternyata..
    Btw , analisisnya tingkat dewa semua , baca pelan-pelan baru paham.. Itu pun sebagian kecil doank :mrgreen:

  6. Tenang aja….R25 akan hadir dg 2 versi …silahkan tebak sendiri…hehehehehe….yg pasti tampilannya moge look habis dan full fitur……semua sektor berubah dr velg,kaki2,buritan,Tanki,fairing,headlamp,sampai sasis pun kalau tdk berubah jadi delta box setidaknya akan mengalami perubahan pada bagian pangkal bawah biar kelihatan kekar krn selama kelihatan imut,,,,,,,satu lagi min gosipnya nih nanti sasis tsb akan dipakai juga motor sport terbaru Yamaha tp beda segmentasi…..mungkin ada yg tau ????hehehhehe

    1. Selama R25 terjun fitting dgn positioning yang salah dan di demand yg miskin…mhm…sia sia saja Bro. Penjualan juga pasti letoi.

    2. @Wawan

      Masalah Yamaha beberapa tahun belakangan tuh sama, secara umum. Mereka kurang pas memberi produk sesuai keinginan pasar, nanggung disana sini. Kalo pun pas, telat. Jadi kurang disambut market deh.. sayang sekali.

        1. @MG

          Nah itu juga. Dulu kalo mau matic ya mio, bbrp waktu lalu mau sport ya pixen. Sekarang?

          Cara biar produk kita jadi produk utama gimana, Om?

          1. Kebetulan kapan hari ngobrol masalah ini dgn om WS, ntar jawabannya buat artikel aja sekalian karena panjang kalau dijabarkan di kolom komentar. setelah serial artikel yg ini tentunya. ๐Ÿ˜‰

      1. @motor batangan
        Awal kehancuran yamaha salah satunya ya ini. Kurang pas menyiapkan produk yg masuk di segmen market yang gemuk.

        Akibatnya Honda yg lebih jeli lihat market bisa ambil dan penetrasi market itu dengan baik.

        Selanjutnya Yamaha tidak punya nilai jual dimata leasing.

        Selanjutnya leasing mulai tinggalkan yamaha dan tidak support sepenuh hati.

        Nah selanjutnya harga kredit motor Yamaha dipasar tidak bersaing.

        Nah selanjutnya lagi jaringan dan sales yamaha susah bermanufer dan kehilangan tajinya.

        Selanjutnya lagi konsumen merasa produk Yamaha susah dibeli dan gak flexible lagi.

        Semuanya berawal dari strategi positioning produk yang salah.

        1. @Kamen Rider Cibi RR

          Bener.. Jadi berantai ya. Keliatan kalo produknya hanya dirilis untuk reaktif terhadap produk honda tapi tidak dipikirkan matang secara strategis. Plus back up finansial tidak sekuat astra, kelar.

        2. @Kamen Rider Cibi RR

          Bener.. Jadi jelas berantai. Keliatan bahwa produk yamaha hanya dirilis untuk reaktif terhadap produk honda tapi tidak dipikirkan matang secara strategis. Plus back up finansial tidak sekuat astra, kelar.

  7. Setuju om SAS ….waktu launching pertama aja sdh bisa ditebak kalau R25 hanya akan tenar sesaat krn tdk punya kelebihan yg patut dibanggakan selain kencang,model fairing,Tanki buntut,headlamp,sasis kelihatan jadul banget,ga ada kesan wownya ….menurut saya sih Yamaha harus merombak sasis R25 ..kalau ga bisa pakai deltabox setidaknya robah bagian pangkalnya yg kelihatan imut…..Yamaha harus all out……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s