Yamaha selalu create Reactive Product, Bahaya nich… bisa jadi boneka mainan Honda loh!!!

Artikel ini Gue tulis karena melihat ada diskusi yang menarik antara 2 orang pegunjung Blog yang memiliki komentar Super. Berawal dari diskusi mereka, tiba tiba timbul ide untuk nulis artikel yang sama sekali baru. Pembahasan yang berbeda, akan tetapi masih inline muncul dan berkembang dari diskusi yang ada.
Nah sebagai bentuk Apresiasi buat mereka berdua, Gue siapin satu artikel khusus yang dikupas dan dibahas lagi lebih dalam.
Berikut Diskusi antara Bro Kamen Rider Cibi RR dan Bro Motor Batangan
Kamen Rider Cibi RR

@motor batangan
Awal kehancuran yamaha salah satunya ya ini. Kurang pas menyiapkan produk yg masuk di segmen market yang gemuk.

Akibatnya Honda yg lebih jeli lihat market bisa ambil dan penetrasi market itu dengan baik.

Selanjutnya Yamaha tidak punya nilai jual dimata leasing.

Selanjutnya leasing mulai tinggalkan yamaha dan tidak support sepenuh hati.

Nah selanjutnya harga kredit motor Yamaha dipasar tidak bersaing.

Nah selanjutnya lagi jaringan dan sales yamaha susah bermanufer dan kehilangan tajinya.

Selanjutnya lagi konsumen merasa produk Yamaha susah dibeli dan gak flexible lagi.

Semuanya berawal dari strategi positioning produk yang salah.

@Kamen Rider Cibi RR

Bener.. Jadi berantai ya. Keliatan kalo produknya hanya dirilis untuk reaktif terhadap produk honda tapi tidak dipikirkan matang secara strategis. Plus back up finansial tidak sekuat astra, kelar.

============================================

Nah disini titik point dan fokusnya, YAMAHA merilis/create product yang reaktif terhadap produk produk Honda. Seperti yang kita ketahui bersama, Honda adalah penguasa market roda 2 di Indonesia saat ini. Sebagai Brand yang M/S Leading, Honda memiliki kekuatan untuk mengarahkan trend motor ataupun sangat kuat dalam adu power jika harus head to head membentrokkan diri dengan kompetitor di produk produk yang Honda mau. Nah disinilah Yamaha “terpaksa”(dipaksa) reaktif.

Yamaha akhir akhir ini create produk yang reaktif terhadap produk kompetitor, walau ada juga yang tidak. Tapi hampir semua produk yang dibuat dan dirilis merupakan bentuk strategi reaktif bukan Strategi yang utuh dan matang. Dalam hal ini Gue sependapat dengan komentar Bro Motor Batangan, Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy Bro!!!

Nah Bahayanya di mana?

Masih ingat Rumusan Utama Strategy Terhebat?

“Strategi terhebat adalah strategi yang dapat mempengaruhi, men-driven/mengarahkan strategi lawan, sehingga lawan akhirnya mengambil keputusan sesuai dengan yang kita prediksikan dan kita sengaja pilihkan dari berbagai alternatif strategi yang ada. Sehingga kita dapat mengatur Strategi lawan sesuai yang kita inginkan.” by Mr. Wiyanto Sudjono.

Nah… sering kali suatu strategi tidak plain, bisa jadi ada perpaduan dan kamuflase hebat di dalamnya. Coba  ingat strategi Tsun Zu yang satu ini, maka kawan kawan akan lebih jauh mengerti.

“Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang” by Tsun Zu

 

Sangat berbahaya bagi Yamaha atau bagi perusahaan manapun juga yang bertindak Reaktif tanpa memiliki Strategi yang utuh dan matang mendalam. Musuh bisa dapat dengan begitu mudahnya mempengaruhi dan selanjutnya mengatur strategi yang akan dibuatnya sekalipun. termasuk dalam hal ini Product Planning Strategy-nya. Sikap Reaktif adalah sikap yang paling mudah ditebak!!! Berbeda 180 derajat dengan sikap Reflektif yang membuahkan sesuatu yang mendalam dan utuh.”Inner Awareness” istilah Gue.

Jika suatu perusahaan sangat reaktif tanpa memiliki strategi utuh yang mendalam, sangat mudah dijadikan boneka tali mainan lawannya. Semua gerakan akhir berupa eksekusi-eksekusinya dapat dengan mudah diarahkan, ditebak, dan diantisipasi sejak dini.

Terakhir… tambahan terjemahan bebas dari Gue untuk menjelaskan strategi Tzun Su diatas!!!

“Serang musuh dengan dua kekuatan konvergen, baik secara power, timming dan position”.

“Kekuatan yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat jelas (dalam rupa seakan dikaburkan) dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya”.

“Yang kedua secara tidak langsung, adalah sebuah serangan yang sangat menakutkan, hitam seperti malam kelam, licin seperti ular air, cepat seperti kilat, dan tiba tiba seperti hantu. Musuh tidak akan mengira dan membagi kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan yang tiada tara”. by Mind Genesis

 

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Advertisements

41 thoughts on “Yamaha selalu create Reactive Product, Bahaya nich… bisa jadi boneka mainan Honda loh!!!”

  1. Jirrr gw pening langsung mau berusaha memahami tapi apa daya otak keburu overheat… titip komen ajah utk Aerox155 ya Aku masih sabar utk hadirmu…

  2. Hehe such an honor loh, sampe dibuatin artikel khusus segala sama empunya warung.. Makasih, Om MG. Toss dulu sama kamen rider cibi RR!

    Anyway, yamaha terlihat sudah bbrp waktu belakangan bisa disetir honda. Mulai dari mio lampunya pindah ke bawah, kaya beat. Lalu fitur macam ISS, parking brake lock, dll. Mungkin nggak terlalu banyak, gue juga nggak hafal, tapi beberapa move honda diikuti yamaha. Awalnya fitur cuma ada di honda misalnya, yamaha keluarkan juga akhirnya. Jadi keliatan yamaha seperti didikte honda.

    Yamaha tidak melulu didikte sih, misal di kelas matic 125 cc tetap berusaha beda dengan xeon dan GT series misalnya, namun tidak pas dengan keinginan pasar yang sudah terlanjur terlena dengan segala fitur yang honda tawarkan. Honda berhasil menggiring arah pasar. Jadi ibarat cinta, usaha yamaha bertepuk sebelah tangan.

    Walau kini mungkin yamaha mulai sadar, mereka mulai cari jalan sendiri. Rilis nmax, aerox, xmax misalnya, saya apresiasi. Hanya tinggal dibuktikan bisa sejauh apa.

    Menurut saya reaktif tuh kaya contoh tindakan yamaha yang saya tulis di atas. Contoh reflektif ya kaya honda, mereka analisis fitur apa yang pasar akan suka, liat apa yang bisa honda sajikan, buat produk tsb. Laku deh. Kaya strategi bisnisnya apple, siapa sih yang dulu kepikiran ipod? Orang walkman laku keras saat itu. Kalo liat big picturenya, keliatan bahwa yamaha senantiasa reaktif dalam merespon honda, bukan proaktif.

    Monggo dilanjut diskusinya, makasih buat Om MG empunya warung.. uhuuuuuuuyyy!!! –>(contoh reaktif dan ngikutin arus, yang punya warung suka uhuuyy ikutan bilang uhuuyy :p)

  3. Persoalan lain, produk yamaha bukan jadi produk pilihan utama lagi sekarang, seperti ditulis di artikel sebelumnya. Saya kepikiran bahwa cara untuk jadikan produknya yang utama salah satunya adalah dengan menyajikan produk yang tidak ada dan tidak terpikirkan pasar sebelumnya, namun sebenarnya diinginkan serta mampu menggedor pasar.
    Contoh kasus saat nmax, vixion, dan mio pertama kali dulu. Lalu terjadi juga di satria, ninja 250, dan tiger dulu pertama kali keluar.

    Any comments?

    1. Bahasa simplenya itu create produk yang bisa masuk dan fitting di Hidden Need Market. Yang bahkan konsumennya sendiri kalau disurvey gak tahu kalau butuh hal atau produk yg mampu memenuhi hidden neednya itu.

  4. mungkin untuk entry level dan sport semenjak NVL iya, YIMM terlalu reakttif, makanya sekarang dia fokus di kelas lain yg ga bersentuhan lsg dengan AHM dgn nmax & xmax, dan dan kyknya mereka sadar,
    mereka coba memulai lagi dengan produk aerox, tapi produknya tetep ga jelas, masalah utamanya untuk red ocean market yamaha ga bisa “create produk yang bisa masuk dan fitting di Hidden Need Market” seperti yg MG bilang, kesannya trial n error, dan untungnya AHM juga dikepalanya masih belum tahap jual beli pukulan di segala segmen, Nmax sukses juga karena dia buka segmen baru, beda kasus ketika brojolin Vixion dulu buat ngehantam megapro series.

    pertanyaan saya, klo kasusnya karena ketidak mampuan membuat produk yg cocok dengan “hidden need market”, apa yg harus dilakukan YIMM, klo saya jelas rombak total tim marketing pusat..

    1. Rasanya kalau pertannyaan Bro Chibiyabi ini bisa terjawab dgn chartnya Om WS yang diulas oleh om MG dalam artikel sebelumnya.

      Jadi gak perlu ganti management, asal mau mempelajari chart tersebut pasti bisa create produk baru yang bisa fitting di Hidden Need Market yang “gemuk” baik di red ocean maupun di blue ocean market. Terutama di red oceannya ya saya pikir.

    2. @chibiyabi

      Kalau mau rombak total tim marketing pusat, prinsipal yang paling tahu urgensinya. Saya sih orang luar tidak tahu kondisi di dalam seperti apa kinerja sumber daya manusianya, yang jelas strateginya harus diperbaiki.

      Bisa dimulai dari mengerti masalah yang ada di lapangan. Mengerti medan perang dan posisi kita adalah bagian 50% dari memenangkan peperangan.

  5. @MG

    Om btw sering bahas sun tzu nih, punya referensi yang bagus kalau mau pelajari strategi beliau secara lengkap? Buku atau materi atau website maybe?
    Saya cari di toko buku selalu nemu versi ringkasnya, sangat kurang komprehensif. Dulu pernah liat versi tebalnya warna kuning. Tapi sudah lama sekali.. mau hunting nih.

      1. Wew, nggak. Versi inggris yang lengkap aja, apa ada? Duluuuuu sekali pernah liat di gramedia, bukunya tebal cover warna kuning, tapi sekarang tidak bisa ditemukan.

        1. Acuan terjemahan gag ada yang mumpuni, bahasa mandarin penuh dengan sastra yang gak bisa diterjemahan padanannya dalam bahasa lain. Kadang satu kata kalau terpaksa diterjemahkan bisa jadi 1 buku panjangnya.

          Gimana ya…mhm… Apalagi sastra jaman tsun zu lebih rumit lagi. Aduuuuh.

          1. Gue dapet dari sifu dulu waktu latihan. Pas di sela sela waktu istirahat banyak cerita soal Bing Fa. Salah satunya Tsun Zu Bing Fa.

            Terus belajar di buku yg penuh aksara mandarin kuno ini. Gak semua bisa gue baca…tapi dikit dikit aja lumayan karena mendalam artinya.

          2. Oh iya ingat… Kapan hari ada buku Korea yg menerjemahkan Tsun Zu dalam bahasa inggris. Itu juga cukup baik karena dikerjakan oleh pengarang korea yang ngerti budaya timur dan filosofi timur. Jadi masih oke lah.

          3. Inget judul atau pengarangnya kah? Nanti saya hunting. Nemu sih beberapa buku terjemahan inggris, tapi pengarang bule semua.

  6. Y@m@h@, brojolin aja 250cc naked yang tampilannya gahar dengan fitur yang maut, misal: ABS 2-channel, Slipper & Assist Clutch, Keyless & Immobilizer, Ride-By-Wire, LED Lights, Panel LCD. Trus ga semua orang suka sprot yang bungkuk2 bikin cape. Hehe. MT-25 perlu penyegaran itu tuh. Bagus jualannya sudah bisa ngalahin kompetitor sekelas, cuma perlu ditingkatin lagi noh!

    Di kelas skutik kurang lebih sama. IMO Aerox nanggung ya ABS nya, 2 channel sekalian pasti lebih manstab. Trus ga semua orang suka matic gambot. Matik mungil nan lincah dengan segudang fitur pasti banyak dicari. Jangan lupa juga dek rata & ban yang sedikit gambot.

    Motor impian ane tuh dua model diatas

      1. Bener bro. Kasihan kaum hawa klo bawa matic yang bodynya gambot-gambot. Klo ban yang agak gambot ga masalah.

        onda Mbit yang dulu terkenal mungil, makin gambot aja lama kelamaan.

    1. Daerah indonesia timur hanya beberapa aja yang masih bertahan. Product image Yamaha masih cukup kuat ditunjang md disana adalah raja dagang daerah yg bersangkutan. Jadi faktornya bukan Y aja tapi sudah faktor politis bisnis dan lobi lobi juga sangat berpengaruh terhadap citra produk dan merk Y di area mereka.

  7. kasih fitur lampu sein yg mati sendiri setelah berbelok (kayak mobil) soalnya banyak yg suka lupa matiin.
    khusus matic, buat agar suara mesin senyap bagi pengendara dan boncenger, selebihnya keras kayak geledek gpp.
    nunggu wr150r/x gak nongol2 juga (seharusnya bisa laku banyak).
    seminggu sekali diler harus parade biar tu produk bisa lebih dikenal masyarakat.

  8. kayaknya honda dan yamaha saling setir…

    yamaha setir honda buat mengikuti apa yg ud dibuat yamaha dan akhirnya honda yg ganti setir yamaha untuk tetap menjadi dibelakang honda

    xmax nmax bakal disetir balik forza dkk

    mungkin pinternya yamaha ttp keep dohcnya dan mengahabiskan sampe titik darah penghabisan untuk sohc sportnya dpt menekan marginnya ttp stbil walau kalah ms..

    selama sohc bisa survive knp engga buat hadepim dohc honda dan apa bila kepept baaammmmm…..the real dohc yamaha 150 bakal membumi hanguskan dohc para tetangga….g tanggung2 dohc vva 155 bakal keluar…

    1. Hmmm….spertinya bakalan telat. Sekarang ja dah telat apalagi nanti. Fitur2 baru boleh c u counter, tapi efeknya gak kan lama. Yang disayangkan kenapa gak sekalian all out n head to head. Jangan bilang kami gak mau ngikutin kompetitor, tapi buktikan dong kalau bisa buat yang lebih powerfull dan lebih value…
      U Market leader c juga mesti hati2 n jangan jumawa…inget ja apa y terjadi sama brand2 besar dulu n nasibnya sekarang.

  9. klo ane pgn bgt yamaha ngeluarin ayago lgi tapi cc 125/135,gpp power dbawah satria or sonic tapi diatas new athlete..pasar ayago skrg kurang laku menurut ane karena harga yg kemahalan+desain yg kurang sregg,,yamaha psti bisa kok buat motor keren tajem2 buat anak muda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s