Apakah motor dengan Delta Box Plastic bisa diterima pasar Indonesia?

Pasar motor Indonesia itu aneh, sering ada anomali dan kadang juga paradox. Misalnya nih, sangat perduli penampilan desain, tapi juga perduli konvigurasi mesin DOHC / SOHC. Atau Maunya punya motor yang cepat dan hi performance engine, tapi masih sangat concern dengan fuel consumption. Mintanya Desain knalpot pabrikan bagus, ehm masih aja diganti dengan aftermarket product. Cerewet dengan desain velg bawaan pabrik, ujung ujungnya juga diganti velg variasi he he he.

Nah trend terbaru nih di Sport pada teriak teriak minta Frame atau rangka DELTA BOX, tapi maunya harga jual masih bersaing/murah. Ntar kalau harga jual naik sebanyak value penambahan harga DELTA BOX pada gak mau beli atau alasan gak kuat beli kemahalan, terlalu premiumlah, fitur lain masih kuranglah dst….

Bagaimana dengan DELTA BOX plastic, aka kondom panel Delta Box look like!!!

Giliran teriak teriak kayak motor modif kampungan, kayak asesoris modif pinggir jalan nah……lho…..gemana noh.

Padahal kalau yang ngeluarin Pabrikan langsung tuh bisa rapi jali, halus dan tampil mewah. Satu kesatuan desain yang utuh, jadi tak akan tampil aneh lagi atau terlihat murahan. Coba lihat foto berikut….

Pabrikan Honda aja sudah mengaplikasikannya pada motor sport loh. DELTA BOX plastic bisa mendongkrak tampilan tapi tetap low cost. Ini sebenarnya solusi praktis, apalagi bila diterapkan pada produk yang secara penjualan dan tampilan inferior dibanding kompetitornya.

Mau ganti the REAL DELTA BOX, otomatis cost terdongkrak naik ke atas, harga jual naik ikut keatas, mayoritas pembeli bisa kabuuur. Apalagi jika suatu Brand kekuatan Imagenya justru ada di pasar bawah. Ditambah jika produk tersebut merupakan produk yang baru baru saja realese, mau ganti model Frame baru karena permintaan pasar juga extra cost yang malah over budget. Apalagi sebenarnya secara teknis frame lama masih okey dan memadai kemampuan mesin dan handling motor. Nah kenapa tidak pakai DELTA BOX plastic?

Bagaimana pendapatmu kawan?

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy kagak ya penerapan Delta Box Plastic ini untuk pasar Indonesia?

Advertisements

16 thoughts on “Apakah motor dengan Delta Box Plastic bisa diterima pasar Indonesia?”

  1. Bagus juga…waktu beberapa saat yg lalu saya sih sudah coba bayangkan. Akan tetapi setelah lihat gambar ini , sungguh ini diatas bayangan saya. Rapi bagus dan menyatu dgn desain. Jauh dari kesan norak dan kampungan.

    Harusnya bisa diterima masyarakat Indonesia sih.

  2. Dari awal sudah salah, ok mungkin diterima, tapi kalo terus nyalahin yang udah lewat dan terjadi, kapan mau maju?

    Saya sih tidak masalah dengan deltabox hanya cover atau nggak, karena pabrikan pasti sudah pikirkan cost and benefit dari rancangan produknya, apalagi sekelas Yamaha. Mau rangka hanya teralis kaya cbr 250 rr juga gpp, asal desain selaras dan terbukti mampu membuat handling motor mumpuni plus durable.

    Orang indonesia seleranya priayi, faktor sejarah juga rasanya. Tapi daya belinya belum banyak yang priayi.
    Kalo rumor ini nggak bocor, publik nggak akan tau kalo itu deltabox plastik kan, andai bener jadi ya. Dugaan saya cenderung akan percaya :p

  3. klo mau laku, si cover ini harus bener bener cuma cosmetic jgn sampe jadi selling point, artinya fitur fitur n spek si new R25 harus lebih wah dari produk yg ada dipasaran, harus bisa ngalahin secara telak cbr250rr dari performa dan ninja secara tampilan

  4. Hmm kalau cover deltabox di cat sedemikian rupa supaya mirip besi atau alumunium sih mungkin ga akan bikin gatel mata dan bisa diterima.

  5. ane malah lebih suka trellis, minimal kayak z250sl atau ngarepnya trellis monster 😀

    tapi diamond pun gapapa, asal berkualitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s