Positioning Strategic Sport Fairing Q1 2017 (PART2)

Setelah artikel part 1 keluar 2 minggu yang lalu, saatnya kita kembali dalam “MG Monday Marketing Talk”. Seperti biasa di MG Monday Marketing Talk kita bahas bahas analisa Marketing Strategic seputar roda 2 di Indonesia. Ada baiknya bagi yang belum sempat membaca part1, sebaiknya baca terlebih dahulu di link berikut:

https://mygoldmachine.wordpress.com/2017/02/13/positioning-strategic-sport-fairing-q1-2017-part1/

Nah sekalian juga baca komentar dari teman-teman komentator di kolom komentar pada artikel tersebut, karena banyak sekali komentar berbobot dari teman teman yang turut melengkapi dan memperkaya nuansa blog ini. Sekali lagi juga Gue ucapkan Terima Kasih buat para komentator yang sudah meluangkan waktunya untuk sambung ide dan diskusi serta membagikan ilmu dan wawasannya masing-masing.

picturepvsm-mapping-by-ws

Masuk ke pembahasan PART2, dalam part 2 ini kita akan mulai membahas secara general terlebih dahulu ya, agar semua kalangan pembaca dapat bersama-sama paham dan mengerti, baru nanti kita akan masuk ke part 3 yang tentunya lebih masuk dan lebih dalam lagi.

Mari kita perhatikan Chart di atas ini, dalam Chart ini terdapat 3 Segmentasi utama dari motor sport fairing 150-250cc (Indonesian Market), yaitu: Ordinary, Premium, Prestige. Dimana cc tidak dijadikan batasan agar “PsychoValue” product (minjem istilahnya Mr.WS) itu sendiri yang menjadi acuan konsumen-lah yang memberikan guide bagi kita dalam membaca positioning masing masing produk terhadap satu sama lainnya di level “Value”. Why? karena cc motor tidak bisa dijadikan acuan Value bagi suatu product motor itu sendiri, cc motor cuma salah satu indikator minor saja dalam Value, masih banyak indikator-indikator dan parameter yang lain dan bahkan lebih major dalam menentukan Value suatu Product motor. Dari 3 segmentasi utama ini, masing masing dipecah menjadi 2, sehingga total ada 6 Segmentasi yang nampak pada Chart tersebut; Ordinary City Sport, Ordinary Racing Oriented, Premium City Sport, Premium Racing Oriented, Prestige City Sport dan Prestige Racing Oriented. Coba perhatikan produk apa saja yang fitting di masing masing segment ini!!! Tiap segment ini memiliki PsychoValue masing masing yang tentunya akan berbeda dengan segment yang lainnya. Contoh; suatu fitur teknologi akan sangat berharga di suatu segment, sedang di segment yang lain mungkin akan dianggap biasa biasa saja, atau di segment yang lain akan dianggap merepotkan, bahkan di segment yang lain akan dianggap norak dan kampungan yang tentu saja berbuah negative image value.

Berikutnya, coba perhatikan grafik garis yang berada di tiap tiap quadrant di ke 6 segment tersebut. Itulah “Trend Line on Demands” (mohon dibedakan dengan garis Trend Line ya). Garis kurva ini terbentuk oleh volume demand pada suatu kulminasi value tertentu oleh pengaruh trend line yang pada saat research tersebut sedang terjadi. Karena kita sebut sebut Trend Line, maka sedikit kita singgung bahwa trend line selalu bergerak dan berubah dalam satuan waktu (t) tertentu. Jadi untuk membaca Chart ini dengan baik perlu juga kita tahu pergeseran Trend Line on Demands yang disebabkan oleh perubahan Trend Line untuk menebak (forecasting) masa depan demand suatu market dan pergeseran value value di dalamnya. Untuk informasi Trend Line yang sangat berharga, mohon maaf tidak bisa di jembeng buka bukaan di artikel ini atas permintaan sumber MG, walaupun sangat “disayangkan” MG sendiri saat ini sudah memiliki kiriman file gambar Chartnya ;p Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Potential Market Size dan Potential Market Quantity serta Potential Market Volume dapat dibaca dengan lebih mudah dan jelas bukan jikalau sudah memahaminya Trend Line on Demands di tiap tiap segment yang ada bukan??? ayo coba didiskusikan.

Langkah berikutnya adalah melihat positioning suatu produk, gampang kalau yang ini, lihat saja titik tengah dari lingkaran lingkaran yang memiliki nama produk dari 4 brand utama yang diperlihatkan dalam chart ini. Titik tengah itu adalah posisi positioning masing masing produk sport fairing 150-250cc yang ada di Indonesia. Perhatikan bagaimana suatu produk bisa fitting di posisi posisi tertentu dan perhatikan pula pengaruh atau impact yang terjadi antar product pada posisi yang berdekatan atau bahkan berseberangan.

Terakhir…tapi bukan yang yang paling akhir he he heu (karena masih harus dianalisa dan dijabarkan lagi)… perhatikan besarnya Volume pada masing masing lingkaran product yang ada, besarnya lingkaran yang ada mempresentasikan besarnya Value masing masing product dalam benak pelanggan sesuai segment masing masing; “Value by Customer Insight”. Nah kalau bicara Volume Value, tentu akan ada “kekuatan” yang terkandung didalamnya, “Power Value”. Semakin besar Volume Valuenya, maka akan semakin jauh lebih besar juga Power Valuenya. Tentunya jika suatu product memiliki Power Value yang besar akan dapat mempengaruhi market (menyedot demand disekitarnya sampai seberapa jauh tergantung besarnya), mempengaruhi future Trend Line yang ada dan yang paling jelas mempengaruhi product lain yang ada disekitarnya. Besaran pengaruh  itu yang istilahnya disebut Mass Gravity. (istilah Mass Gravity, Power Value dan Volume Value adalah istilah ciptaan Mr. Wiyanto Sudjono, sehingga tidak dapat kita jumpai pada buku buku literatur marketing & Bisnis yang biasa kita baca dan ada di pasaran. MG comot dan pinjam istilah ini karena istilah ini begitu menggambarkan dan sangat baik untuk menjelaskan hal hal yang ada tergambar dalam chart yang juga hasil ciptaan  Mr.WS ini.)

Untuk pendalaman yang lebih dalam lagi masih ada beberapa penggembangan Chart diatas yang baru saja MG terima file gambarnya, dari MR.WS. Akan tetapi bahasan kita sementara di chart basic ini dulu saja sambil kita lanjutkan di pembahasan product di Part 3 mendatang. Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!! ayo Diskusi lagi yuk!!!

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Advertisements

8 thoughts on “Positioning Strategic Sport Fairing Q1 2017 (PART2)”

  1. Dilihat dari sisi manapun, R25 dan R15 positioningnya tidak bagus dan tidak nyaman.Yang r25 membenturkan diri dengan Value Ninja, padahal jelas jelas kalah Value.

    yang bingung kenapa CBR250RR yang jelas jelas berada jauh di kuardran yang berbeda juga bisa turut mempengaruhi penjualan Ninja?
    @MG @Motorbatangan

    Kalau pada R15 jelas fitting di area Demand yang tidak subur, pilihannya mau geser ke arah kiri bertabrakan dengan CBR150 atau geser kanan adu kekuatan dengan GSX R yang bermain pricing power.

  2. berarti besok ada produk br cbr150rr yg masuk di kelas racing oriented( hobbies n collector item)
    yg cbr150 r skrg msh masuk city sport (daily commuter sport!!
    berarti nanti…..cbr 150 ada 2 model….!!!
    uhuyyyyyy!!!

    1. disitu terlihat ada tanda + di cbr150rr… artinya memang ada 2 cbr150… yg skrg dg produk biasa saja… cbr150rr pake usd banana arm power 20hp sc n ac…. uhuy!!!

  3. gsx 150 msk racing oriented tp msh ordinary blm premium…..???

    cbr150 diantara ordinary n premium???
    r15 jg diantara ordinary n premium??
    new r15 premium??
    new cbr150rr premium??

  4. Wah komen simpel dulu deh, dah malem, hehe

    @MG
    Untuk bisa proyeksi dan buat trend line apa bisa diambil dari data historis perkembangan suatu segmen/produk/kelas?
    Ini pemikiran ringkas saya saja sih, tapi misal mau proyeksi trend line market sport, so liat perkembangan distribusi produk sport plus demand (bisa dari volume inden atau order). Kalo chartnya masih menukik, berarti forecast bertambah. Tapi kalau mulai flat atau sideways, ada kemungkinan drop dan pabrikan harus antisipasi; antara kasih gebrakan untuk ungkit itu trend line lagi atau lirik segmen lain.

    @SAS
    Liat trend line on demandnya, om. Cbr 250 rr lingkarannya besar plus ada di trend line on demand yang menukik tajam tinggi sekali. Berarti cbr 250 rr adalah produk dgn value yg tepat di saat yang tepat, pinternya honda baca trend. Cmiiw @MG

    1. Untuk proyeksi bikin trend line tidak bisa dari data histories.

      Kalau dari data histories entah itu penjualan atau distribusi, hanya untuk bikin forecast penjualan manual yang sangat standard, by growth, by contribution, biasanya hanya segitu segitu aja.

      Trend line lebih berlaku sebagai direction ke depan, sedang Trend Line on Demand adalah hubungan trend line terhadap demand yang ada di market, selaras tapi belum tentu sama, kadang juga ada anomali TLOD.
      Nah dengan tahu trend line on demand akan SANGAT membantu kita untuk melakukan forecast ke depan. Tidak hanya forecast angka demand, produksi, stock dan sales, tapi utamanya untuk forecast Strategy. (Bahasa gampangnya mau ungkit trend lagi, tinggalkan, fight , atau lirik segment lain dst…. Tapi ini contoh pengkerdilan loh ya. Strategi di sini itu luas sekali. Contoh hanya buat supaya klik di otak bikin pijaran pertama, padahal sesungguhnya kita bicara product planning strategy)
      Untuk lebih lengkapnya bisa tanya ke om WS langsung aja yang memang pakarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s