Nasib Otomotif R2 vs Mass Rapid Transit

Siang ini kita kunyah kunyah dan bayangin nasib industri motor jika seandainya di pelosok kota besar seluruh Indonesia sudah tersedia MRT yang baik. Seandainya ya……jadi bayangin aja yang uhuuuuuuy uhuuuuuuuuuuuy!!!

Pernah jalan jalan ke Singapore dimana MRT menjadi backbone public transportation baik untuk orang lokal (warga negara Citizen dan Permanent Resident) atau juga bahkan untuk turis. Nah disinilah segala kemudahan terjadi. Ini juga akhirnya yang menggerakkan ekonomi juga, kemudahan transportasi. Kemudahan ini menunjang Berangkat dan Pulang kerja, Bahkan Jalan jalan puter puter kota buat Turis Asing.

Tak hanya di Singapore, kalau pernah main main ke Bei Jing, Seoul, HK juga ada MRT. Kalau di KL masih semi ya, dominasi BUS umum yang masih kuat disana. Bayangin aja kalau di Indonesia juga ada. Kemana mana jadi mudah dan nyaman.

Bagaimana efeknya terhadap industri otomotif R2?

Saat ini banyak orang rela bersusah payah mengangsur kredit motor. Bisa jadi harga motor yang 20an jeti pada akhirnya terlunasi setelah membayar 30an jeti. Ngeri…. Terpaksa… Hal ini merupakan pilihan yang ada yang terpaksa diambil, jika dibandingkan dengan biaya transportasi umum + faktor kejahatan + kotor + ketidak nyamanan. Motor masih relatif lebih aman, nyaman, dan murah. Bicara masalah relatif, hal ini jika dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini. Dan relatif tadi akan bergeser jika MRT sudah ada dan menjadi fasilitas publik yang aman dan nyaman.

Bagaimana menurut Brow??? Diskusi Yuk.

Advertisements

4 thoughts on “Nasib Otomotif R2 vs Mass Rapid Transit”

  1. Masih lama sekali, itu kalo pelaksanaannya serius dan benar.. Mau jakarta rapi transportasi umumnya seperti kota kota besar dunia aja minimal butuh 10 tahun dari sekarang, gue yakin. Mau seluruh Indonesia? Minimal butuh 50 tahun.. Saat itu tiba, Space X udah bolak balik nganter manusia mudik dari mars ke bumi.. :p

    Industri R2 masih bisa jualan untuk bbrp puluh tahun kedepan lah..

  2. Nah, ini yang dulu saya pertanyakan, disaat harusnya transportasi umum dikembangkan, malah pemerintah mengeluarkan kebijakan LCGC. Akhirnya laju pertumbuhan kendaraan menjadi lebih cepat Padahal tanpa kebijakan LCGC saja laju pertumbuhan kendaraan sudah lebih cepat dari pertumbuhan jalan.

  3. roda dua bakal tetep laku, ntah nanti pake mesin listrik atau engga, struktur masyarakat indonesia itu terlalu lebar terutama dari sisi penghasilan, masih ada bagian/segmen masyarakat yang tetep mengandalkan roda dua sebagai alat transportasinya,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s