Perlukah Biaya Top Up E Money?

Akhir akhir ini bergema keresahan masyarakat akibat berita rencana adanya biaya top up untuk E Money. Bisa jadi hal ini disebabkan penggunaan E Toll Card jadi kewajiban, tak ayal masyarakat pengguna toll mau tidak mau harus pakai atau terbiasa dengan E Money. Belum selesai disitu, Pertamina juga akan berencana melakukan penggunaan pembayaran E-Money lewat Pertamina Card-nya. Uji coba sudah ada di beberapa pom bensin Jakarta, rencananya nanti akan berlaku se-Indonesia Raya.

Masyarakat kian bingung apabila semuanya beralih ke pembayaran e-money, belum lagi semua perusahaan akan mengeluarkan versi card masing masing. Mau seberapa tebel Dompet kita nantinya dipenuhi oleh Card masing masing perusahaan. Mau bayar Toll ada Toll Card, mau bayar Bensin ada Pertamina Card, Air ada PDAM Card, Listrik ada PLN Card untuk beli token, dan Card untuk naik Bus, Taxi dan Card pembayaran yang lain. Sedangkan Card E Money yang dikeluarkan oleh Bank Swasta yang sudah banyak digunakan masyarakat saat ini banyak yang masih tidak bisa diterima sistem BUMN secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia. Butuh Integrasi sistem untuk mensinergikan semua ini agar efisien.

Mengapa E-Money menjadi populer di Dunia?

Ada beberapa alasan mengapa E Money menjadi populer di berbagai negara-negara di dunia dan negara-negara berkembang di ASIA. Simak:

  1. Penggunaan E-Money lebih effisien dan lebih mudah, menghemat waktu untuk melakukan perhitungan uang kartal pada setiap transaksi yang dilakukan oleh masyarakat dimanapun berada. Dalam hal ini waktu konsumen akan lebih “dihargai” lewat pelayanan sistem yang automatis; singkat dan akurat. Tidak perlu pecahan uang kembalian dan waktu menghitung saat transaksi berlangsung ditiadakan. Ujung ujungnya waktu tunggu antrian akan menjadi jauh lebih singkat. Ingat di negara maju, waktu adalah asset yang sangat berharga. Menghindari kesalahan hitung. Dalam hal ini konsumen diuntungkan.
  2. Dengan penggunaan E-Money, perusahaan penyedia layanan atau produk yang dibantu oleh sistem E-Money juga akan menjadi jauh lebih effisien. Biaya operasional akan lebih murah, effisiensi waktu, jumlah tenaga kerja, SOP akan lebih ramping dan singkat, penghilangan beberapa bagian atau tingkat divisi yang tidak diperlukan lagi dengan adanya automisasi akibat penggunaan E-Money. Risk akibat penggunaan uang kartal juga menurun atau bahkan hilang (misal uang rusak, kesalahan menghitung, uang palsu dll). Bahkan Pihak Bank penerbit E-Card akan memberikan insentif bagi Perusahaan yang menggunakan E-Money (baca point 3 untuk sebabnya). Hal ini menyebabkan Margin dan profit akan meningkat jauh dari sebelumnya. Bahkan sebagai apresiasi terhadap konsumen yang mau menggunakan E-Money, Perusahaan seringkali memberikan fare khusus yang jauh lebih murah dari konsumen yang masih melakukan pembayaran dengan cara konvensional. Ada harga khusus yang lebih murah, insentif atau bahkan bonus bagi konsumen. Ujung ujungnya konsumen pengguna E Money juga diuntungkan juga. Dalam hal ini perusahaan akan men-Drive konsumen agar beralih ke sistem pembayaran E-Money yang secara sistem juga akan lebih menguntungkan perusahaan.
  3. Perbankkan akan sangat diuntungkan, Biaya yang timbul dari perawatan uang kartal(kertas dan coin logam), tempat penyimpanan uang kartal, pengamanan uang kartal, distribusi uang kartal dan peremajaan uang kartal jadi hilang. Bandingkan dengan E-Money!!! Itulah sebabnya di luar Negeri, bahkan biaya top up tidak ada. Bahkan perbankkan akan senang apabila ada perusahaan yang bekerjasama menerapkan E-Money dan ada banyak konsumen yang menggunakan E-Money. Uang konsumen akan masuk terlebih dahulu ke deposit kartu mereka masing masing, yang artinya masuk ke pihak Bank yang mengeluarkan kartu itu. Bisa semacam Deposito atau Tabungan yang normalnya mendapatkan Bunga, tapi dalam hal ini tidak, bahkan biaya yang seharusnya dikeluarkan tersebut menjadi keuntungan bagi pihak Bank karena bisa diputar dan dibungakan bagi keuntungan Bank. Karena itu seringkali ada reward-reward dan hadiah bagi para pengguna E-Money. Bagi bagi keuntungan akibat effisiensi dan biaya yang dapat dihemat oleh perbankkan dengan konsumen merupakan bentuk penghargaan terhadap konsumen pula.
  4. Negara diuntungkan, jelas biaya pembuatan untuk desain, proses cetak dan pengamanan uang kartal sangat mahal, berbanding jauh dengan penerapan E-Money. Maka dari itu seringkali negara akan meluncurkan kebijakan yang akan membantu dan mengapresiasi bagi warga negara yang memakai E-Money.

Jangan kaget bila Brow & Sist jalan jalan ke luar negeri apabila menemukan SMART CARD yang bisa untuk bayar segala sesuatu, mulai dari Express Train, MRT, TAXI, BUS, Toll, LRT, Train, Belanja di SEVEL, Toko makanan, Restaurant, Kedai, Cafe, Toko Hobby, Dept. Store, voucher isi ulang Operator Telp, masuk ke Theme Park, Bioskop, beli bensin, beli baju, beli minuman dan masih banyak lagi. Intinya dalam hal servis, konsumen dan warga negara dimudahkan. Tidak ada halnya double tap, secara sistem akan aman, sehingga gak mungkin bayar Toll jadi kedobelan bayar seperti yang seringkali masyarakat di negara terbelakang harus alami apabila memakai sistem E-Money yang masih setengah setengah, entah disengaja atau tidak. Biaya juga jauh lebih murah bila memakai pembayaran dengan sistem E-Money, semisal kita naik MRT dari stasiun A ke stasiun X, fare $3.8 dengan pembayaran E-Money fare cuma $2.7. Naik Bus dari Bus Stop Y ke Bus Stop H harga $1.2 dengan E-Money cuma $0.7. Nonton Bioskop juga lebih murah harga ticket $4 dengan E Money cukup bayar $3.5

Sayangnya di Indonesia terkesan penggunaan E-Card dan E-Money terkesan dipaksakan, entah ikut ikutan agar terkesan Modern dan Maju, atau menjadi Life Style bagi para follower dan wannabe supaya merasa gak ketinggalan dengan negara-negara maju. Lebih sialnya lagi, para Netizen pendukung dengan mindset follower dan wannabe ini koar koar inilah kemajuan dengan menggunakan E Money seperti yang mereka lakukan adalah orang dengan gaya hidup modern yang smart. Smart tapi kok masih bisa diGobloki ya? wk k k k k Mungkin mereka gak pernah jalan jalan studi banding keluar Negeri, kurang tamasya kali, seandainya studi banding mungkin cuma ke Malaysia aja.

Giliran ada Kritik membangun jawabnya “Pindah aja ke Luar Negeri!” leh ale…. ale…. Diajak Maju kok malah songong. Justru karena Cinta Indonesia kita ingin Indonesia lebih baik dan akan menjadi yang terbaik untuk tempat tinggal dan hidup kita bersama. Tidak mudah cukup berpuas diri dengan sistem yang masih cupu dan tidak sempurna yang memiliki resiko besar merugikan konsumen sebagai warga negara. High Achievement jangan mudah berpuas githu loh! “Jangan mau dibodohin pakai…….Kemajuan!!!”   Yeeeey Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Advertisements

9 thoughts on “Perlukah Biaya Top Up E Money?”

  1. Berbagi pengalaman om..pernah jadi kuli di negeri orang..pertama sih gk tau tp setelah pgn naek bus,kata temen pake juga starter seharga twd100 trs diisi twd100 jg..dipake naek buskota gratis tis sampe kemana mana,saldo gk berkurang..dipake buat belanja minimarket bisa gk hanya 1 merek,tp seluruh minimarket bisa..naek komuter kalo pake tiket seharga twd15 pake kartu twd14,nah waktu pulang ngiri sebenarnya pake sistem tersebut hampir seluruh pelayanan menerima kartu tersebut..maaf om bila kalimat agak tidak bisa dimengerti.

  2. Kadang disitu saya merasa sedih, kita di paksa tapi dipersulit, kita di arahin kejalan baru tapi jalan yang lebih terjal dan yang akan terhibur orang-orang yang melihat kita dati atas sebagai hiburan mereka.

  3. Regulatornya nggak mau proses.. maunya karbitan.. kagetan harus langsung sama dengan negara maju, padahal masyarakat dan sistem belum siap. Semua data belum terintegrasi.. Tapi sudah mau ini itu.. Belum kalo itu wacana diproyekin.. susah maju lah negara ini.

      1. Impoten bro.. hehe
        Dari tahun 1995 aja Jakarta sebenernya sudah mau punya MRT rencananya, eh sampe sekarang baru akan mau terwujud.. jalanan dah keburu macet.. wkwk

        Niatnya banyak, rencananya dibuat, eksekusinya bikin sedih.
        Itu gara gara kebijakan masuk tol harus pake e toll, macet panjang di banyak pintu tol Jakarta tiap jam sibuk. Belum soal masy yang debat sama penjaga pintu tol karena nggak siap pake e toll.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s