Yamaha Indonesia jeboooool Mas Brow, Karyawan second line generation bedol desa pindah Suzuki

Seperti slogan Meikarta; “Aku ingin pindah ke Meikarta”, barisan second line generation Yamaha kini juga memiliki slogan baru, “Aku ingin pindah ke Way of Life” atau ada juga yang sudah pindah kini berani berteriak lantang, “Dulu kami pernah sama-sama berjuang Semakin Di Depan, sekarang sama sama ketemu di Way of Life”.

Ada apa dengan trend ini, disaat Yamaha tengah mencoba berjuang Fight Back kembali kok malah ada gerakan “Youth Movement” mirip Slogan Meikarta ini?

Nah banyak alasan yang mendasari karyawan yang sepaham, sevisi dan se-way of life ini untuk bersama sama bergaung dan menggaungkan bedol deso!!! Memang Tawaran Salary, Position dan Tunjangan+Bonus serta Fasilitas yang wah bisa jadi sesuatu yang menjadi alasan kepindahan mereka. Tapi ingat itu hanya yang menjadi alasan di permukaan. Trigger-nya ini loh biangnya yang harus diketahui…

Nah biar Gamblang dan blejeeeet sekalian aja yuk dibaca lanjutannya….

.

.

.

.

Alasan dari Second Line Generation ini sebenarnya cukup simple, mereka sudah tidak nyaman dalam lingkungan Semakin Di Depan yang semakin tak lagi sesuai impian, visi hidup mereka, way of life mereka heu heu hue. Ingat pelajaran tentang Komunikasi antar generasi Baby Boomer, X Generation, Y Generation dan Z generation. Mereka yang keluar ini adalah golongan tertentu bukan….. lain golongan dengan yang saat ini lagi membuat kebijakan utama perusahaan. Di tempat ini mereka merasa dipaksa untuk mengikuti pola pikir generasi yang lain yang gak lagi make sense bagi logika mereka (terlalu semena-mena kali), tidak lagi menemukan kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi. Akhirnya setelah menemukan secercah harapan di kapal lain yang menurut mereka itulah kesempatan dimana Idealisme dan Pemikiran mereka dibutuhkan banget dan dihargai…pindahlah mereka ke tempat baru dimana bisa menjadi Way of Life mereka. Apalagi..di tempat yang baru ini, perusahaan lagi melakukan bersih bersih orang orang lama dan lagi proses cuci darah di jajaran managemant, sehingga memerlukan orang orang muda yang kompeten dan siap diajak tempur dan menuangkan ide ide mereka. Nah cocok khan…. maka muntahlah beramai-ramai dari satu Kapal ke Kapal lain yang siap menampung para teruna teruna muda ini.

Analisa:

Kondisi ini cukup mengkuatirkan loh… Paduan berbagai generasi dalam satu tubuh perusahaan akan sangat bagus, ada yang ber-ide liar ada yang balancing dengan kehati-hatian dalam mengambil tindakan dengan wise. Ada yang memiliki konsep konsep mutahir, harus ada pula balance dengan selalu kembali ke basic (back to basic) dengan sangat sangat detail dan rapi. Ada yang memulai ada pula yang mengakhiri. Ada yang Melangit dan ada yang Membumi. Cukup berbahaya apabila kehilangan salah satu unsur tersebut.

Sebaliknya bagi yang bergerombol keluar mungkin merasa merekalah gerak maju dan kehebatan perusahaan….akan tetapi tetap diperlukan unsur lain untuk menghasilkan kesuksesan mereka ini. Akan sangat dahsyat atau malah terlampau bahaya apabila tempat yang baru ini nanti minim kontrol dan memberi kebebasan yang terlalu berlebihan bagi ide ide liar mereka.

Sebaliknya bagi yang kehilangan…ini total damage bagi kondisi masa depan perusahaan 5-15 tahun mendatang!!! Mereka kehilangan para manager manager muda yang tersisa manager manager senior… bila sudah saatnya nanti yang Senior naik tahta… bagaimana nanti posisi mereka dapat digantikan lagi dengan orang orang yang mungkin belum matap dan matang apabila kehilangan satu line second generation.

Ritme ini akan mengganggu roda perusahaan. Dan sebaiknya sebelum gaung Meikarta terjadi dalam gelombang yang Raksasa. Please cepat dihentikan dan diobati itu “Rewel”, “Kaku” dan “Semaunya” ala diktator dan “Sok paling Benarnya” itu. Gerakan dan Gelombang “Aku Ingin Pindah ke Way of Life” sudah sangat kuat dan besar, sulit untuk memadamkannya saat ini. Ya selamat berjuang aja!!!

Salam Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

UPDATE:

Baca juga Next Artikel di link ini: https://mygoldmachine.wordpress.com/2017/10/04/extreme-analysis-kepindahan-karyawan-y-ke-s-dan-dampaknya-bagi-y

Advertisements

59 thoughts on “Yamaha Indonesia jeboooool Mas Brow, Karyawan second line generation bedol desa pindah Suzuki”

    1. Di tempt saya kerja malah sudah banyak pengurangan
      Karyawan .gajih tidak naik naik
      Yg sudah ada jabatan turun lgi jdi pekerja
      Yg di offic di pindahkan
      Alias pengurangan secara halus kalo tidak mau ya terpaksa keluar perusahaan
      Jam lembur di kurangi

  1. Hal yang mirip terjadi ditempat saya kerja. Bedanya ditempat saya tidak pandang usia dan jabatan. Focusnya hanya pengurangan number of head counts. Ditempat saya juga terjadi yang namanya generation gap
    Yang menurut saya sering jadi masalah adalah para top management dan mungkin cara berpikir yang sama dengan top management di Semakin di depan adalah mereka selalu berfikir diluar masih banyak tersedia orang yang akan menggantikan orang yang pergi dengan sedikit melupakan bahwa butuh waktu untuk membentuk leader dan dalam pembentukan leadership dan teamwork yang solid akan ada harga yang dibayar dari kesalahan pengambilan keputusan.

      1. Cost bangun SDM lebih mahal daripada bangun pabrik karena bangun manusia lebih sulit.. 😀
        Di industri gue turn overnya tinggi sekali, jadi terasa saat jajaran management senior harus pergi, bisa ada ketimpangan. Kekurangan lainnya adalah perusahaan/brand tidak ada jiwanya seperti brand yang dibangun dengan baik. Tapi di industri gue corporate culturenya nggak sepenting otomotif yang hasil dari kreatifitas SDMnya tercermin di produknya sih.. 😀

          1. Di keuangan, om.. Banyak bank sejak dulu bikin program management trainee atau development program, dengan ikatan dinas bbrp tahun. Tapi sekalinya ikatan dinas selesai, itu para SDM muda langsung banyak pindah ke atau dibajak sama kompetitor, industri lain, bahkan sektor riil, posisinya bagus-bagus. Sehingga bangun SDM yang sustainable untuk jangka panjang di 1 perusahaan jadi sulit, karena persaingan ketat, padahal penting untuk meneruskan tongkat estafet management. Alhasil jika posisi middle management kosong, sering hijack lagi dari perusahaan lain, bikin turnover tetap tinggi dan corporate culture tidak mendarah daging.

            Tapi kalo di keuangan kan prinsip dan kode etiknya jelas, asal prudent dan bisa dipertanggungjawabkan ke klien dan regulator, bisnis tetap jalan. Beda dengan yang jualan produk, ada nyawa perusahaan dalam produknya.

  2. yaaahhh walau bagaimanapun, memang susah untuk melawan Honda kalau ternyata internal yamaha sendiri malah ada yg mau pindah ke pabrikan lain, yamaha bukan pabrikan kayak honda yang ibarat kata jualan motor jellek dan rusak saja masih tetep laku terjual, lalu bagaimana dengan nasib vixion baru yg desainnya seperti kehilangan arah tersebut?

      1. Desain motor yamaha yang bikinan lokal blas nggak keliatan bagus2nya lho Om, kalo diamati desain Yamaha yg keren/bagus justru bukan dari yg lokalan, tapi dari negara lain, tengok saja seperti MX-King, Aerox 155, SMAX 155, Q-BIX, atau bahkan R125. Sedangkan yang Lokalan yang jelas kehilangan arah desainnya alias jadi jelek :
        – Vega series
        -Jupiter Z
        – Mio
        – Vixion Series
        – Dlsb

        Padahal motor2 yg desainnya jelek diatas itu masuk kategori motor yg bisa jadi lumbung duit. Once again, Yamaha itu bukanlah Honda yg ibarat kata jualan motor plastik ember jelek under quality dan atau desain ndompleng aja masih laku keras. Apalagi pabrikan Honda juga mendapat dukungan penuh dari hampir semua blogger yg menggantungkan hidupnya sebagai “official partner”, jelas makin terjal jalan yg harus dilalui Yamaha.

      1. Setuju, khususnya di sektor sport fairing dan big skutik. Kalo di piksen dan matic kecil belum keliatan, padahal pundi uang.

        1. nah itu dia, kadang saat orang lokal dikasih kesempatan, alias pintu dibuka eh… malah kinerjannya under perform, sehingga orang Japan akhirnya susah percaya pada orang lokal.

  3. wah ternyata bener ya perasaan ku, Yamaha itu kog blkgan adem ayem bgt, beda bgt sama AHM skrg, agresif dan sangat mendengarkan konsumen.. walau mereka tetap terkesan pragmatis dengan kurang berani nya mereka buka pasar/aliran baru seperti yamaha dulu..

  4. Internal Yamaha indo nggak belajar belajar ya, dari jaman Pak Eko pindah kayanya mulai terasa benih benih kacaunya. Pun hal ini mulai tercermin di vixion baru, seperti kurang total untuk sebuah penguasa tahta motor sport, nggak senendang dulu. Mulai dari desain yang kurang ok, promosi kurang gencar, nggak seheboh dulu, lalu marketing onlinenya kurang terasa.. Dari bocorannya calon mio baru gue rasa juga Y nggak total. Mungkin ini buah dari kekacauan internalnya..

      1. Gue sebagai orang luar melihat dari jauh, keliatannya ya dari sejak Pak Eko pindah pakbro.. 😀

        Sejak jadi YIMM malah drop yah.. kenapa nih? Hegemoni Jepang terlalu besar dan tangan besi? waktu YMKI lebih bagus performanya, cmiiw.

        Btw welkom bek om MG.. lama vakum nih sebelumnya.. 😀

  5. Berita ini ternyata benar adanya. Check dan recheck teman teman di Suzuki pada mengganggukkan kepala. Sedang teman teman di Yamaha pada bisu tak menolak statement.

  6. DNA genetik Yamaha dirusak anak bawang, jupiter vega itu kenceng, responsif, eh di ksi anak bawang long stroke 57.9, luntur rasa sayang krn khas anak kandung hilang, …. lagi lagi DNA genetik yamaha dirusak anak bawang, Yamaha itu bandel dan awet, eh dirusak si anak baru 5D9 cam shaft tanpa bearing, ………. LAGI DNA genetik Yamaha dirusak anak bawang, yamaha itu modifable, . eh lahir anak pungut 2 layer kampas kopling, jadi ga bisa jumping . ……..LAGI dan LAGI DNA genetik Yamaha dirusak anak pungut,,,,, Yamaha terkenal mudah substitusi part dg COMON PART NYA, eh dirusak dari dalam, VEGA ZR, VEGA RR, JUPITER 31B, JUPITER Z1, FORCE, DKK. siapa sich yg ngrancang tu motor dg final drive alias gir rantai beda beda dan bahkan beda extrim, orang awam ngawur aja pasang gir set, harusnya gir 13 dipasang gir 15, mereka ga tau , taunya yamaha sekarang jadi seolah ga enak performanya,…………. kalau dulu walau salah part msi aman, paling dari vega ke jupiter cuma beda 1 mata gir, depan tetap sama, ga banyak ngaruh performa,… ulah siapa si ini ? hey yamaha. gua cinta loe, gua juga nangis liat kelakuan loe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s