CBR250RR tak lagi menjadi GADIS idola

Bagi penikmat sport fairing250cc, CBR250RR yang sudah hadir lebih dari 10 bulan ini mulai tak lagi terasa gaungnya, Pesonanya mulai pudar dan angka angka penjualanya tak lagi cemerlang. Padahal dari semua kompetitornya, segala keunggulan ada pada motor ini. Bisa dikata hampir semua Sport Fairing 250cc lagi seret penjulannya, baik Ninja 250cc ataupun R25. mengapa demikian?

Kabar berhembus terlalu cepat…. sedang konsumen lebih memilih wait n see!!!  ingat ini motor bukan barang murahan 20-30 jeti. Konsumen juga butuh effort dan waktu untuk ngumpulin duit sebegitu banyak. Jadi hampir semua orang menunggu penghujung tahun untuk melihat pilihan terbaru…R25 Face&Arm Lift, Atau bahkan menunggu calon idola Baru, yaitu New Ninja 250 yang kabarnya gak akan setengah setengah lagi dan bermain full trottle menghadapi permainan Honda yang agresive.

Di sisi produk CBR250RR nya sendiri, Nampaknya Honda bermain terlalu memaksa, angka angka penjualan masih di dewakan di intern Honda. Segment yang harusnya dibawahnya dipaksa dan dikatrol naik (atau lebih tepatnya diiming-imingi untuk berani take action melakukan pembelian) dengan skema kredit dengan DP yang begitu menggiurkan. Akibatnya ….makin banyak orang yang seharusnya tidak sampai di strata “Premium” ini melakukan aksi passionate buying produk ini. Damn……!!! (premium adalah kata yang disematkan Honda untuk produk CBR ini, he he he)

Lah terus kalau makin banyak yang beli makin baik donk? Kata siapa? Justru the real segment CBR250RR jadi jijay untuk meminang produk ini. Il Fill… karena merasa gak lagi Premium Product seperti yang disematkan oleh Honda selama ini dalam segala aktivitas promosi dan komunikasi mereka. Mereka lebih menunggu Ninja baru yang infonya bakalan lebih Premium. Atau bagi para FBY nampaknya masih rela menunggu next R25 dengan USD yang segede Gaban.

Honda nampaknya cukup peka akan hal ini, namun untuk menghadapi nasi yang sudah menjadi separuh bubur ini tidak mudah. Perbaikan image dilakukan melalu beragam aktivitas Komunitas CBR250RR yang makin gencar aja akhir akhir ini. Belum lagi CBR250RR menghadapi beragam isue kualitas yang ternyata tidak sebaik yang digembar gemborkan saat peluncuran awal dahulu. Dari Awal MG sudah merasa, promosi CBR250RR terlalu “mengecap” terlalu tinggi jauh diatas value yang sebenarnya akan berakibat Fatal yaitu kekecewaan para buyernya yang sudah terlalu berharap dan mematok standar tinggi akibat promosi yang kebablasan ini.

Langkah yang dapat Honda ambil saat ini re positioning ke core market segment yang semula. Perbaikan image lewat aktivitas BTL. Dan tentunya penetapan Pricing Strategy yang tepat untuk memperbaiki image PREMIUM yang diharapkan oleh Honda. So lupakan total margin jangka pendek untuk mendapatkan return Value dari Brand ini secara maximum di masa depan.

Salam Uhuuuuuuuy!!!

 

Baca juga link berikut ini: https://mygoldmachine.wordpress.com/2017/02/07/pikir-dahulu-sebelum-anda-membeli-cbr250rr-ini-beberapa-hal-yang-perlu-anda-ketahui-terlebih-dahulu/

Advertisements

28 thoughts on “CBR250RR tak lagi menjadi GADIS idola”

  1. penetapan Pricing Strategy yang tepat untuk memperbaiki image PREMIUM yang diharapkan honda ini apakah dengan cara menghilangkan “kemudahan” pembelian dg DP ringan apakah tdk menyebabkan makin ngedopp angka penjualan dan membentuk image produk gk laku atau bagaimana ya?

    1. kalau hitungan cuman pake ilmu kelas sales pasti drop.

      akan tetapi kalau dihitung sungguh sungguh berapa banyak sales lost terjadi karena image murah/terjangkau membuat orang/konsumen urung niat membeli produk yang katanya premium ini loh!!!

      caranya bagaimana Value CBR250RR benar dulu sebagai premium product, angka penjualan pasti ikutanlah. itu yang harus dipikirkan as major concern terlebih dahulu kalau ikutan hitungan marketing yang benar.

  2. Krn memang promosi yg terlalu mengecap itu berlaku untuk non real segment om (para blogger yg di endorse pun bahasanya macam baru kenal ma yg namanya motor, seolah sebelumnya mrk hidup di zaman batu) , nah yg real segment udah tau mending nunggu produk lain yg katanya lebih premium, kalo untuk segment premium honda jepang masih percaya dg produk dr ap honda Thailand, krn memang dsini semata hanya cash cow produk low segment

    1. @renhan
      bumbuin kecapnya emang terlalu over, seperti baru kenal ama motor sport 250 cc aja. Endorse sih sah sah aja, tapi bumbunya selain kebanyakan kecap, micinnya juga over tuhhh. eneeegh jadinya saat makanan sesungguhnya disajikan.

  3. Desain yang terlalu over juga jadi masalah sih, desain full futuristik tapi boring, pertama liat gw wow banget tapi ga sampe sebulan udah bosen sama desainnya yang berat bgt.. desain ninja fi yang everlasting juga jadi kunci

    1. Benar bro. Awal2 liat keren bgt nih motor. Tp lewat beberapa bulan cepat bosan liat design nya. Lebih sep ninja 250 atau R25 malah. Terlalu wah dan dipaksakan. Harga kalo dipikir2 juga gak karuan. Coba yamaha sadar kekurangan utama R25 karena absennya rangka Deltabox,..

      1. R25 mah kalah di build quality, sama tampilan yang ga yamaha banget, semoga sih diperbaiki di next gen
        CBR 250 sayangnya juga build quality ga sebagus yang di blog2 bilang
        .
        .
        .
        .
        .
        .
        .
        .
        .
        ditambah kasus rembes yang bikin para blogger autorecall artikel juga diributin di dunia maya dan nyata hahaha

  4. Mungkin ini juga sebabnya KMI tetap anteng saja. Desain CBR memang futuristik dengan konsekuensi model yang terasa kaku namun cepat membosankan.
    Ada juga standard knalpot tumpuk yang suaranya nyaris tak terdengar karena sangat halus, sementara banyak orang yang ingin nampak menarik secara audio visual.
    Lalu ada kontradiksi desain knalpot tumpuk itu bagus tapi ga inline dengan produk aftermarket dan juga yang digunakan tim balap karena ga ada atau jarang knalpot racing yang dipakai model tumpuk yang sama, kebanyakan tetap single muffler.
    Anyway gimana dengan MT-25 yang penjualannya landai tapi justru stabil bahkan melampaui Z250?

    1. Knalpotnya blunder sih dengan model tumpuk. Maunya tujuan utamanya adalah bikin aware kalau ini cbr udah 2 silinder, berbeda dengan generasi cbr250 yang sebelumnya.

      akan tetapi knalpot dengan single muffler tetap terbaik untuk performa mesin sport250cc. lihat aja di sircuit atau knalpot after market yang mengandalkan performa sebagai barang dagangannya.

  5. ini bukan karena kejahatan yamaha merakit xmax 250 lokal disini kan ya?
    matik premium lebih berkelas ketimbang sport premium

  6. Next bakal calon R25 juga katanya hampir gak jadi pake Deltabox Om MG, masih dipertahankan sasis pipa ledeng namun modelnya mirip CBR punya, inilah menurut ane blunder jilid ke 2 dari Yamaha dlm menelurkan produk R25 nya. Menurut ane yang namanya Deltabox itu adalah harga mati kalo buat sport full fairing Yamaha, karena nama Deltabox sendiri sudah menjadi Brand Name dari Yamaha itu sendiri, ibarat kata menyebut deltabox pasti inget Yamaha, lha kok ini pada R Seriesnya dikasih pipa ledeng 😦

    Menurut ane untuk kelas 250cc sederet fitur2 “gak guna” macam TBW, Riding Mode, TC, dlsb itu gak penting, tapi kalo Deltabox itu wajib bagi Yamaha, bahkan tak perlu USD pun bukan masalah besar yg penting Deltabox.

  7. Ini yg nulis posting dan yg balas koment, komeng yg dulu atau staff nya komeng. Ulasan dan bahasanya terbaca kurang bernas gt. Apa saya yg salah nyimak, karena dah lama gk ngunjungi blog misterius ini….hehehe !!

    1. Bahasanya terlalu “rewel”. Banyak kata tapi isinya dan ujungnya udah ketebak. Laen dg Komeng yg dulu. Sedikit bicara tapi kena !!! Maaf kl sy salah …
      ..

  8. Wah.. 👍 Blog ini jauh lebih berkelas bahasa dan pembahasannya dari pada blog sebelah yg cuma bisa jass jess joss gandozz kotozz kotozz jebule kuping truwelu njengat tenananannnnnnn… 👎

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s