Extreme Analysis kepindahan karyawan Y ke S dan dampaknya bagi Y

Slogan AipkWOL (Aku ingin pindah ke Way of Life) dampaknya tidak main main. Mulai dari sisi Idealisme, Posisi, Salary, Tunjangan, Bonus dan Kesempatan membuat banyak generasi muda yang saat ini berada dan berkarya dalam tubuh Y tergiur untuk ikutan pindah ke kapal sebelah. Makin didengungkan gemanya akan semakin besar beresonansi dalam intern Perusahaan, seperti sirene tanda serangan bom yang diputar terus menerus saat terjadi WWII.

Baca artikel sebelumnya : https://mygoldmachine.wordpress.com/2017/09/23/yamaha-indonesia-jeboooool-mas-brow-karyawan-second-line-generation-bedol-desa-pindah-suzuki

Sebenarnya sampai saat ini masih cuma beberapa gelintir orang di posisi Middle Management Y yang sudah menyeberang ke S. Gue tekankan lagi; masih cuma beberapa gelintir orang!!! Akan tetapi… kalau kondisi yang tidak kondusif ini tetap dibiarkan seperti ini adanya, akan ada gerbong gerbong selanjutnya yang akan ikutan. Yang berbahaya bukan orang-orang yang sudah lepas dan kini bergabung di bawah panji Way of Life, justru yang menjadi bahaya laten adalah Slogan “AipkWOL” ini sudah menjadi virus yang menyebar dan menggerogoti mental kesetiaan kalangan pekerja middle management.

Dari berita ini, banyak pembaca yang sudah memprediksi bagaimana pengaruhnya terhadap Yamaha Kelak dan Suzuki Kelak??? Akan tetapi MG mau berbagi analisa dan prediksi menurut pemikiran MG dalam artikel ini.

KONDISI:

Dalam kondisi ini, intern Y tentunya tidak tinggal diam, divisi OD tentunya yang paling kelimpungan dan aware terhadap ancaman intangible ini. Memang cuma terasa seperti slogan bercanda aja antar karyawan yang sudah memiliki hubungan yang sangat dekat, atau malah dari kawan yang sudah menyeberang ke S. Namun kata kata AipkWOL ini akan menancap kuat ke sanubari dan akan menggangu pola pikir dalam fokus bekerja. Iman kesetiaan terhadap perusahaan akan di gerus, dan keinginan untuk melompat dan memperoleh kehidupan kerja yang lebih baik dan lebih dihargai akan masuk merasuk membubung tinggi dalam angan angan.

LATAR BELAKANG:

Anak anak yang MG golongkan dalam generasi muda ini umumnya di generasi Y  dari sononya juga selalu terpacu untuk mendapatkan posisi pekerjaan yang lebih baik, perusahaan terbaik, kehidupan yang baik dan idealisme pribadinya. Catet ya!!! IDEALISME. So kalau soal paham harus bekerja dengan LOYAL di satu perusahaan sampai pensiun itu sama sekali tidak ada dalam benak mereka, justru inilah prinsip yang terus selalu dipegang oleh Generasi Baby Boomer yang saat ini bercokol di Board of Director. Apalagi jika idealisme itu sudah dihembuskan oleh sesamanya yang mungkin saja sudah dapat menikmati “fantasi” kebebasan untuk ber-idealisme di tempat yang baru. Jooooooosss!!! Slogan diciptakan oleh generasi Creative ini dan menyebar seperti Virus di kalangan mereka juga, seperti hantu kegelapan yang menyerang di siang hari, seperti penyakit sampar di dalam kegelapan malam.

Dalam hal ini, Idealisme memiliki porsi yang terutama, Derajat kebebasan berfikir dan diterimanya gagasan mereka, pengakuan dan pujian atas prestasi mereka (bukan bossnya mereka yang menerima pujian dan mereka harus puas ketika dianggap tugas mereka sukses sedangkan yang menerima pujian dan mengambil kehormatan tersebut adalah atasan langsung mereka). Mereka akan membanding-bandingkan kondisi di dalam Y dan kondisi rekan rekan mereka yang sudah menyeberang ke S, mereka juga membanding-bandingkan perlakuan dan feedback atasan mereka di S dan di dalam Y.

Tentu saja secara bijak MG katakan hal ini tidaklah bisa dibandingkan apple to apple walaupun sama sama pada perusahaan di bidang otomotif roda 2. Kondisi perusahaan Y dalam fase Stabil dan Establish, sedangkan S pada kondisi fight back dan mencari bentuk baru, looking for a new effective form dengan sangat aggressive. Tentu saja keran – keran terhadap berbagai masukan kreatif dan ide ide segar baru akan dibuka selebar-lebarnya. Sangat berbeda dengan di Y yang akan melakukan filter idea dan  sangat membatasi ide ide segar yang masuk. Apalagi budaya Y saat ini adalah lebih baik mengeksekusi ide ide atau konsep yang sudah terbukti berjalan dan berhasil dengan baik saja. Y sangat hati hati dan berhati hati sekali dengan konsep baru dan ide segar, bagi Y lebih baik stagnant di porsi 1/5 market, dari pada harus jatuh turun lagi karena adanya kesalahan dalam pengambilan keputusan yang berisiko dikarenakan hal hal baru atau ide ide baru. Bagi para Idealisme muda ini, kolam S tentunya lebih indah dan terasa gurih, a new hope, an promise land, kebebasan berpendapat dan mengemukakan ide baru, penghargaan atas ide dan saran, juga posisi dengan derajat pengambilan keputusan yang lebih lebar dan luas.

Selain idealisme, tentunya Posisi, Salary, Tunjangan, Bonus dan Kesempatan menunjukkan prestasi juga akan mengikuti penawaran dan pertimbangan untuk pindah ke Meikarta #eh ke Way of Life tentunya.

DAMPAK:

Dampak terbesar yang dirasakan Y adalah kondisi Mental Drop bagi generasi muda yang masih memilih bertahan dan yang terpaksa bertahan di dalam Y. Bagi mereka tantangan untuk berani ber-ide liar menjadi mental block yang menghantui mereka.  Walau begitu generasi Tua yang lebih bijak akan tetap mendorong para muda mudi ini untuk tetap berani terus beride baru yang fresh, akan tetapi kondisi yang terjadi justru sebaliknya, secara policy perusahaan akan tetap ketat memfilter berbagai fresh new idea dan menghasilkan keputusan keputusan yang konservative dan itu itu saja.

Dampak di dalam pengembangan Produk baru tidaklah akan terlalu significant seperti yang dikuatirkan oleh banyak pembaca blog ini. Menurut MG produk produk Y akan tetap berada di jalurnya seperti Business Plan jangka panjang Y yang biasanya memiliki road map hingga 50-60 tahun ke depan. Nah DNA produk produk Yamaha selama ini jelas masih di tangan keputusan orang orang Jepang Aseli. Walau mereka (orang Jepang) ini tidaklah selalu duduk dalam dewan BOD atau Up Level Management, bisa jadi cuma di Middle Level, namun suara mereka akan jauh lebih didengar oleh para pengambil keputusan yang juga orang Jepang Aseli. (Orang Jepang hanya akan percaya pada input/saran/suara sesama orang Jepang). Dan para Jepang ini sangat Loyal pada perusahaan walau mereka tergolong generasi muda, berbeda jauh dengan orang lokal yang lebih mudah pindah ke perusahaan kompetitor atau perusahaan lain. Atas alasan loyalitas, keamanan rahasia perusahaan dan kepercayaan kemampuan intelligentsia inilah yang menyebabkan Product Development Key akan tetap secure aman di tangan orang Jepang. Jadi seandainya akan ada pengaruhnya, MG rasa tidaklah akan significant berpengaruh terhadap pengembangan produk.

Dampak terhadap pola Marketing!!! ini point utamanya… sebagian besar orang-orang yang pindah berada di Divisi marketing, sales dan promosi. Maka gaya marketing Y akan lebih konservatif dan akan tampak lebih ke arah Oldschool Japanese management. Begitu pula impact dari kepindahan, yaitu makin maraknya slogan AipkWoL di kalangan internal pekerja mereka, yang tentunya bergaung di seputar divisi marketing, sales dan promosi. Nah… gaya aggressive nekad akan ditinggalkan, sebaliknya menurut MG akan lebih positif dengan pemberlakuan Policy Marketing/Sales/Promosi yang “Back to Basic”, pembenahan secara menyeluruh mulai yang basic basic, tidak ada yang aneh aneh, biasa saja akan tetapi dilaksanakan secara akurat dan mendetail penuh kehati-hatian. MG ulangi penuh kehati-hatian…. makin mirip gaya Honda AHM loh!!!

Dampak terhadap pola Management Policy!!! dalam jangka pendek tidak akan tampak perbedaannya, toh penguasanya ya masih orang itu itu saja. Namun dalam kurun waktu 5-15 tahun yang akan datang, pola Management Policy akan significant berubah sangat tergantung kepada karakter management strategi generasi yang terpaksa bertahan (yang kuat bermain aman dan mampu beradaptasi menerima keadaan dengan memendam idealisme), atau malahan kepada karakter management strategi generasi baru yang masuk kemudian hari akan tetapi sanggup mendobrak tatanan yang ada saat ini, yang menyembul ke atas dengan segenap kekuatan di era baru 5-15 tahun lagi. Entahlah…!!!

Saat ini wait n see aja, toh kondisi situasi politik dan kebijakan ekonomi lagi tidak kondusif bagi banyak pelaku Bisnis dan Usaha!!! Uhuuuuuuuuuuy aja dulu!!!

30 thoughts on “Extreme Analysis kepindahan karyawan Y ke S dan dampaknya bagi Y”

  1. Sebenarnya dampak kepindahan karyawan ini tdk nampak dalam 2-3 thn kedepan tspi makin lama biasanya dampaknya makin terasa .

  2. Perlu sekali. karena divisi marketing yimm amburadul dan sering upping price. kalau perlu tradisional marketing yg dipakai yaitu door2door dan memberikan good option kpd calon pembeli. Attitude sales yamaha yg bobrok pasti sdah didengar oleh Jepang. Ini mungkin sudah disett pada medio 2010 awal. Saya gak kaget kok. Cmn yg perlu dibuka mata hatinya ya Yamaha Iwata Jepang ttg manajemen pegawai. Reward punishment jgn disamaratakan dgn jepang maupun thailand wong budaya dan etos kerja sudah berbeda kok..
    Balancing antara perusahaann dan pegawai itu perlu dalam mencapai tujuan yaitu kesuksesan. Mari kita ambil hikmah yg ada di yimm ini agar kita bisa menghindar dari permasalahan yg seperti itu.
    Sukses mg. Uhuyyyyyyy

  3. Marketing Y mmg ketinggalan jaman & pasif.
    Ide di dapat dari jalur yg salah.
    Jadi mmg lebih baik ada perubahan mendasar di Y

  4. Manajemen lebih denger Ide ngaco kayak bikin XRide baru yg gak karu”an. Atau keukeuh pakein New Fino ring 14 saat kompetitor panen dg ring 12, hanya karena secara kaku menerjemahkan kata “differensiasi”. Semua ini tentu sangat membebani bagian marketing karena produk di bawah ekspektasi konsumen. Gue aja yg liat di luar gregetan. Apalagi yg ada di dalem !!!

  5. sikon tsb jelas akan sangat menguntungkan “pabrikan” tertentu dalam menggempur pasar. red alert buat Y kiye. inyong melok pindah ae ah. pindah kamar. ekekekekkk
    wuuuuhhuuuuyyyyy

  6. Reblogged this on rideesign machine blog and commented:
    JIkalau benar bahwa akan ada “Tsunami” di Yamaha, bukan tidak mungkin jika nantinya produk yang keluar di pasaran pun akan mengalami kemuduran desain dan bahkan mungkin lebih parah pada proses penjualan produk itu sendiri !!!

  7. yg sy heran tu kenapa yimm stop produk bagus utk digantikan oleh produk jelek/ancur, dan ini udah berlangsung lama sampai sekarang. contoh:
    vega r –> vega zr –> vega force
    jupiter z –> jupiter palsu –> z1 (mending daripada jupiter palsu)
    vixion –> nvl –> nva (mending) –> all new vixion (ancur)
    byson –> byson fi
    mio & soul karbu –> generasi ymjet gagal mesin & gagal desain
    dll..
    walaupun beberapa memang “menyamakan” produk yamaha di ASEAN..

    kondisi ini sebenernya menurut saya mirip suzuki di medio 2011-2014 waktu ngluarin axelo gantiin shogun robot & shooter gantiin smash titan.
    tapi suzuki udah mulai berbenah semenjak keluar address, satria fufi, dan GSX series.

    1. Ya itu yg disayangkan dari vega ke vega zr, down grade kualitas biar untung banyak lagi. Eh begitu vega zr terseok seok keluarlah produk gak jelas force

      Jupiter burung hantu udah oke…eh diganti jupiter mesin vega zr… Downgrade kuadrat demi laba berlipat lipat.

      Mio semakin gak jelas… Apalagi waktu keluar x ride, produk banci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s