2018 eranya Sport Classic di Indonesia, including Japanese Mindset Market Outlook

IMG_9226

Saat ini, kalau kita bicara soal motor sport itu bicara soal selera, bukan cuma kebutuhan angkutan yang sifatnya pribadi. Setelah pasar Indonesia selama berpuluh puluh tahun cuma dipenuhi oleh sport Naked 150cc, pasar Sport Racing 250 menjadi Euphoria, disusul oleh boomingnya sport racing 150cc. Namun Sport Naked 250cc nampaknya kurang diterima oleh pasar Indonesia. Hal inilah yang seringkali menjadi Hot topic saat annual meeting oleh para Prinsipal Pabrikan Motor asal Jepang. Pasalnya dengan membuat 2 macam Varian (Racing & Naked version) untuk mesin kubikasi yang sama, yaitu 250cc maka effisiensi produksi akan semakin baik, margin akan semakin lega. Namun apabila salah satu varian mengalami macet penjualannya/jauh dibawah aiming target penjualan, maka varian tersebut justru akan membebani varian yang lain. Jika sudah begini lupakanlah bermain variasi couple produk yang seharusnya bisa saling menunjang satu dengan lainnya.

Dilema!!!

Inilah yang menjadi dilema… Kawasaki Gagal pada varian Z250nya, begitu pula Yamaha juga mengalami masalah penjualan MT25 (bahkan sejujurnya R25 juga jauh dibawah prediksi aiming dan target awal). Dilema inilah yang juga selalu dibawa ke meja para pejabat pengambil keputusan di AHM, Honda nampaknya tidak berani mengeluarkan varian Naked dari CBR250RR. Mereka lebih tertarik menjadikan varian mesin ini sebagai solo flagship product. Bahkan masalah lama Honda seringkali terungkit lagi apabila membahas major corncern ini di meeting meeting Planning & Product Development……. target produksi mesin single cylinder 250cc juga belum mencapai titik effisiensi kinerja produksi (jumlah yang telah diproduksi dan dijual masih terlalu sedikit untuk mencapai titik ekonomis dalam proses manufaktur).

Putar Otak!!!

Nah Prinsipal selalu mencoba memutar otak, bagaimanapun pasar Indonesia merupakan pasar yang tergurih sekaligus pasar yang paling besar dan empuk bagi pabrikan otomotif asal Jepang. Bandingkan dengan Pasar Domestik Jepang sendiri yang penjualan pertahunnya tidak lebih dari angka jumlah penjualan sebulan di Pulau Bali. Gue paling senang membandingkan memakai pulau Bali saat berbincang bincang dengan teman Jepang Gue. he he he… Bali sangat terkenal dan menjadi pembanding yang cukup mudah ditelaah oleh kebanyakan Orang Jepang. Bali is very Well Know in Japanese People.

Kembali ke Laptop…

Orang dan market Indonesia selalu menarik dipelajari bagi orang Jepang, terutama mereka yang berkecimpung dalam dunia otomotif. Trend yang sangat Unique, yang seringkali cepat berubah tak terkendali dan daya beli yang Luar Biasa Besar ini menjadi magnet yang sangat menarik untuk dipelajari. “Kebanyakan Orang Indonesia seringkali terlampau sulit menerima sesuatu yang baru. Akan tetapi sekali saja mereka dapat menerimanya…, maka mereka akan sangat berlebihan dalam hal penerimaan dan dalam hal penggunaannya di kehidupan mereka” (bahasa kita yang mungkin cukup mendekati adalah kata “Norak+Alay”). Dalam beberapa hal mungkin mirip dengan gaya hidup orang Thailand (cukup berbeda dengan orang Malaysia yang katanya lebih serumpun, atau bahkan sangat berbeda dengan perilaku Orang Singapura negara tetangga terdekat Indonesia). Walau memiliki beberapa persamaan market character dengan Thailand, Indonesia memiliki beberapa kekhasan yang cukup gak make sense bagi cara berfikir logika orang Jepang atau mungkin pada umumnya orang di Negara Maju.

Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar, dimana keberanekaragaman cukup tinggi memiliki banyak sekali golongan social serta psychographic. Cita rasa pribadi yang beraneka ragam dan penilaian pribadi yang beragam pula atas keindahan/manfaat suatu produk, kontradiksi dengan penilaian yang homogen atas suatu produk/hal yang lagi booming secara trend, yang dapat mengakibatkan kegilaan massa. Bagi Orang Jepang, …. “Orang Indonesia itu cukup aneh, mereka memiliki ikatan sosial yang tinggi, tingkat keramahan yang baik, akan tetapi memiliki rasa peka yang sangat-sangat jelek bagi kepentingan umum/social/orang lain disekitarnya.” (hal ini dikemudian hari dipelajari secara khusus dalam penerapan hal/piranti keamanan berkendara di tempat umum, baik lewat perancangan produk yang khusus, hingga campaign campaign social sebagai wujud CSR perusahaan Jepang yang secara khusus hadir di Indonesia). Orang Indonesia juga dinilai memiliki Creativitas yang tinggi, kemampuan menunjukkan Idealisme Pribadi yang sangat baik, akan tetapi memiliki Disiplin yang sangat buruk dan tidak memiliki etos kerja keras sekaligus memiliki Ego yang tinggi. (hal ini akhirnya diaplikasikan ke produk produk otomotif dengan bentuk desain yang khas/cocok untuk psychographic tersebut, Social Commuter Vehicles dengan Desain yang bercorak Egois). Penjelasan mudahnya begini, desain kebutuhan/peruntukan motor untuk rame rame digunakan sekeluarga, akan tetapi selera model desain adalah selera pemegang keputusan pembelian produk dalam keluarga tersebut. Produk juga dirancang agar sesuai digunakan oleh pengguna dengan tingkat disiplin rendah, dan cukup nyaman dengan posisi mengendara secara postur tubuh malas. (kecuali untuk beberapa type global product, beberapa ada pengaturan ulang ergonomi yang tidak nampak lewat pengamatan mata).

Beberapa hal lainnya tidak Gue tulis karena cukup sensitif, namun semua hal tersebut sekali lagi merupakan murni pengamatan market, dimana bertujuan untuk penyesuaian dengan produk yang diluncurkan di market tersebut.

Trends!!!

Bicara soal Trends, market Indonesia dinilai sangat unik, dan umumnya komunitas komunitas motor yang terbentuk memiliki trend “egois” masing masing yang justru malah berseberangan dengan trend massal. Padahal kesuksesan suatu produk di pasar Indonesia justru sangat ditentukan oleh Trend yang dapat di absorb oleh Mass Market (pasar Masal).

A. Produk yang hadir mendahului “Timming” Trend yang di absorb oleh Mass Market akan mengalami masa masa susah, sebelum akhirnya diterima oleh market atau bahkan layu duluan sebelum itu.

B. Begitu pula sebaliknya…Apabila produk hadir setelah Bomming Trend yang diabsorb oleh Mass Market telah berlalu juga akan lemas secara angka penjualan. Bahkan untuk merebut posisi akan sangat sulit dan butuh effort yang sangat besar sekali.

“Timing is very Important Success Factor” begitu mereka katakan.

Contoh kasus A. Yamaha Nuvo—Mio saat penetrasi Awal. periode 1997-2003, Beat hadir saat on Timing. X ride mendahului Timing, Lexam mendahului Timing.

Contoh Kasus B.Vario on Timing, Xeon terlambat. Scoopy on Timing, sedang Finno terlambat. Ninja 250 on Timing, R25 dan CBR250 terlambat. Sonic sangat terlambat dari Timing.

Akan tetapi jika harus memilih, lebih baik sedikit terlambat daripada terlalu cepat dari Timing. Terlalu cepat biasanya berarti Mati.

Nah umumnya pemerhati otomotif dan pecinta otomotif serta beberapa komunitas otomotif memiliki keinginan yang terlalu cepat dari pada Timing Mass Market. 5 tahun yang lalu sudah koar koar ingin sport Retro seperti yang lagi didemeni oleh konsumen luar negeri. Prinsipal Pabrikan bukan tidak mendengar…., akan tetapi mempertimbangkan Timingnya belum tepat dan belum datang untuk Mass Market. Beda dengan kondisi Niche Market di luar negeri yang harus segera secepat mungkin di sediakan keinginannya. Niche Market di Indonesia dipandang tidak bisa terlalu urgent untuk segera dipenuhi mengingat kondisi pasar dan kebijakan politis di Indonesia berbeda. Sebagai CashCow area market, mau tidak mau tuntutan target total margin harus tinggi untuk menopang Total Brand di seluruh dunia dan dipusatnya. Belum lagi kondisi “u know how” untuk berbisnis di negeri ini, yang penuh dengan pungutan & pengeluaran yang sulit untuk di forecast dan dibukukan. Namun bagaimanapun juga teman dari Jepang juga setuju kalau tahun 2018 ini adalah tahun Era Sport Classic di Indonesia.

Uhuuuuuuuy Khan!!!

 

 

28 thoughts on “2018 eranya Sport Classic di Indonesia, including Japanese Mindset Market Outlook”

  1. saat ini memang kelas sport ala racing sudah jenuh,sedikit demi sedikit bergeser kearah nyaman dan gaya karna skrg 1rumah udah wajar punya motor lebih dr 1 yg memiliki fungsi bebeda.dan kelas retro ini betujuan kearah hoby.sport racing terus menurun.. matic bergaya terus berkembang,dngn cara merubah kelas ini kegenre sport klasik dharapkan akan kembali bergairah lagi… tp siapa duluan bakal mati duluan karna lawan lebih bisa melihat sejauh mana keinginan konsumen setelah genre pertama keluar kmudian tiru,perbaiki,modifikasi

    1. sangat tergantung bagaimana persiapan yang pertama keluar ๐Ÿ™‚ kalau near perfect mendekati apa yang konsumen inginkan, idamkan dan butuhkan…mhmmm follower yang bakalan kelimpungan mengejar. sampai kasih added value juga gak gerak sigificant, gelontor dana promosi yang besar besaran juga gak terlalu ngaruh. Innovator istilahnya akan diuntungkan pada kasus ini, sedang follower akan dalam kondisi yang susah.

      Namun sebaliknya apabila produk pertama yang keluar penuh kelemahan… follower yang akan diuntungkan pada kasus ini.

      salam uhuuuuuuuy!!!

  2. klo motor touring 150-250 gimana chancenya om, klo ngomongin kawak dengan versys 250 mah kyk ngomongin dunia lain, test AHM dengan crf250 lumayan sukses, sizuka malu malu kucing bawa motor tooring 250 ccnya..

  3. naked dn sport emang sdh jenuh,

    roda kehidupan yg tambah ruwet dgn krisis dll,

    org mungkin sdh cukup naek beat ato vario ke kantor

    plesiran keluarga , pake mobil kalu punya

    konsumen ingin menenangkan sejenak kembai ke masa lalu,

    kadang org ngak pikir panjang utk mencoba kembali ke kenangan indah,

    dibela belain kata org betawi, sampe motor baru dipretelin

  4. artikel diatas itu mata kuliah teknik industri,

    kebetulan dosen managementnya salah satu boss konsutan management di kemang,

    rekan kuliah juga Project planning di ymh waktu itu, jadi tau kondisi internah ymh,

    karena dia kadang cerita kalu ikut meeting utk project produk baru, siap yg lebih didengar ( kebetulan dia Project Control Planning)

  5. Orang Indonesia juga dinilai memiliki Creativitas yang tinggi, kemampuan menunjukkan Idealisme Pribadi yang sangat baik, akan tetapi memiliki Disiplin yang sangat buruk dan tidak memiliki etos kerja keras sekaligus memiliki Ego yang tinggi. (hal ini akhirnya diaplikasikan ke produk produk otomotif dengan bentuk desain yang khas/cocok untuk psychographic tersebut, Social Commuter Vehicles dengan Desain yang bercorak Egois).

    =============================

    yach slah satunya aerox, suzuki ignis.

    tapi karena konsumen type ini sedikit, ahm blm akan produksi si cb exmotion.

    saya rasa ahm thn ini akan masih fokus ke matic gede,

    2019 lah sptnya baru akan mulai dipelajari

    1. Contoh nya mungkin beat /scoopy

      Kebutuhan bisa dipakai rame rame sekeluarga. Bapak ibu anak cowok anak cewe

      Yang jadi penentu keputusan pembelian si Ibu ๐Ÿ™‚

      Ya Selera desain ya selera si ibu donk. Siibu egois masalah selera desain dan warna. Terpaksa anak cowok dan bapak ikutan.

    2. strategi ahm terhadap pcx125-vario125 dan crf250rally-crf150l ini akan d terapkan d segmen retro-modern ini, pertma test pasar dengan melempar produk cbu kepasaran lalu d lihat perkembanganny, responya positif kah atau ke perlu kah pengembangan varian lalu d ambil keputusan,…. thun ini akan mulai terlihat 2 produkny kok,… tpi yg 150exmotion itu sekitar thun 2019-2020(tergantung performa 2 produk yang tadi)

      1. kalau gak bener bener Yakin , emang AHM selalu test pasar dengan product-product CBU dulu yang dilempar ke pasar dalam jumlah terbatas… dilihat animonya bagaimana.

        sebenernya Gue gak terlalu seneng dengan cara ini sih, bukan cara “samurai”.
        Kadang harusnya bisa take profit dan take advantages dengan start yang cepat, eh malah kelamaan obok obok dulu. Tapi sebaliknya emang kalau loss gak banget banget kayak kasus CS-1 sih. Kapok mungkinan.

        sense pengambil keputusan masalah motor yang diminati market gak “hidup” sih. terlalu lihat angka angka doank. he he he

    3. honda cs1 125 adlah produk yg potensial tpi sayang kemunculanny mendahului timing ny,.. dan sepertiny ahm tak mau lagi mengiangat-ingat memori kelam s cs1 125 ini, pdahal sekrang ini, desain atau segmentasi ala motor cs1 ini sangat cocok d duetkan dengan cb150exmotion ….

      bhas pergerakan segmen maxi scooter 250 dulu katuo, rumorny @hm sudah mulai bergerak dan akan tampil all out se all out yg mereka lakukan terhadap segmen sport fairing 250 2cly …

        1. dulu memang gak ada potensiny, tpi sekarang atau 2thun belakang segmentasi ala cs1 ini justru banyak peminatny, yg perlu d rubah suspensi depan pnjang lyakny motorsport, tanki bbm pindah ke depan, mesin plus kaki d upgrade dan tentuny pendekatan desainny lebih d adventurkan(mengikuti klan cb500x),…

          mind genesis# klau sumber yg saya dapat ktany maxi scooter ahm akan nongol lebih cepat dri yg orang2(blogger mainstream) perkirakan,… gmna tuh??

          1. Segmentasi CS1 iya, betul juga banyak peminatnya. Tapi untuk positioning model motor cs1 ngak banget lah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s