Kenalan dengan Sistem Pendinginan pada Mesin Bakar.

Resin coatedArtikel ini Gue tulis gara gara iseng iseng ikutan komen pada artikel Gue terdahulu…

Untuk meluruskan diskusi jadi lebih baik, so Gue jadi ikutan komen, eh jadi panjang lebar githu. Dari pada mubazir, Gue sekalian pasang sebagai artikel ah!!!

Nah yang pengin baca diskusi lengkapnya bisa langsung ke link berikut ya…..

https://mygoldmachine.wordpress.com/2018/01/30/hati-hati-mesin-kesayanganmu-kena-down-grade/#comment-17449

Berikut adalah penjelas Gue:

Kayaknya bukan masalah mekanika fluida ini. Ini masalah Calor Tranfers / Perpindahan Panas.

Pada umumnya/normalnya mesin yang bermain di kinerja rpm tinggi tentu akan berbeda dengan mesin yang bekerja pada rpm rendah untuk kebutuhan pelepasan panas.

Pada RPM yang lebih tinggi karena kecepatan vektor lebih tinggi maka gaya gesek pastinya juga lebih besar dan mengakibatkan panas lebih besar (bila material mesin dan rancang bangun serta dimensi mesin dianggap sama). Dibutuhkan alat (element2 mesin) untuk melepas panas ini dari combustion room dan bagian utama mesin. Kalau pada mesin mesin yang dirancang untuk bekerja pada rpm rendah tentunya kinerja sirip pendingin yang mengandalkan aliran udara bebas cukup mampu sebagai media element mesin pelepas panas.

Untuk mesin yang lebih sedikit high performance dari ini, kinerja sirip pendingin yang mengandalkan aliran udara bebas sudah tidak cukup lagi. Sebagai pasangan yang tepat bagi mesin ini adalah sirip pendingin dengan aliran udara paksa. (masih ingat sistem jet cooled Suzuki Crystal/Bravo atau di YPCS di Yamaha Force 1)

Kalau sudah lebih High performance lagi mungkin selain sirip pendingin juga bisa ditambahkan dengan oil cooler, sistem yang dipakai oli dingin bisa disemprotkan secara paksa pada bagian titik titik panas mesin, utamanya di kubah pembakaran, kemudian oli yang menyerap panas tinggi ini secara khusus dialirkan lewat saluran bersirip pendingin halus mirip dengan radiator yang kita kenal.

Pada mesin yang lebih High Performance lagi…. Water Jacket is the best result. Aliran air akan senantiasa mengaliri water jacket system yang menyelubungi combustion room mulai dari kubah pembakaran hingga ke seluruhan ruang bakar dan melewati titik titik element mesin yang bersuhu tinggi. Air yang panas ini didinginkan melewati apa yang kita kenal sebagai radiator. Nah Suhu mesin diatur sedemikian rupa tetap pada suhu optimal unjuk kerja mesin, tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas. Mengaturnya ya melalui kecepatan pompa cairan pendingin disesuaikan dengan suhu mesin, itu sebabnya secara umum kecepatan pompa ini mengikuti kecepatan putaran mesin baik pada mainshaft maupun bisa juga mengikuti putaran chamshaft, tergantung rancang bangun mesin. Meskipun untuk mesin yang lebih canggih tidak tertutup masih banyak model sistem yang mampu mengatur putaran tersebut secara mandiri tidak selalu equal dengan putaran mesin demi kebutuhan pencapaian suhu optimal. Beberapa Radiator dilengkapi juga dengan aliran udara paksa lewat kipas yang hanya berputar ketika suhu mesin mulai mencapai suhu tertentu dan makin cepat putarannya pada suhu yang makin tinggi.

Ini sebabnya mesin dengan water jacket system lebih baik, karena bisa lebih mampu untuk mengkondisikan mesin pada suhu optimum kinerja mesin, terutama pada mesin mesin dengan RPM tinggi yang lebih high performance. Makin tinggi kinerjanya ya makin panas, sehingga untuk memindahkan panas mesin (Q), dibutuhkan makin besar volume water jacketnya (m cairan pendingin), makin kencang aliran (v) cairan pendingin dalam waktu tertentu (t) dan tentu saja kemampuan cairan pendingin menyerap panas lewat kalor jenis cairan pendingin (c), serta bentuk dan luasan bidang pelepas panas pada radiator (A), kalor jenis bahan radiator (c) umumnya aluminium yang dipilih.

 

Nah…kalau sudah paham semua yang Gue jelaskan diatas itu dalam kondisi ideal.

Padahal sesungguhnya kondisinya bisa beragam tergantung banyak parameter. Ada material mesin yang lebih baik sehingga tidak terlalu menimbulkan panas di banding material lain saat bergesekan, Misal Silicon Carbide, lapisan Teflon dan masih banyak lagi. Adapula rancang bangun elemen mesin yang lebih bagus dan baik sehingga minim gesekan. Ini pengaruhnya besar banget loh. Jadi bisa sama sama mesin di geber di 13.000rpm yang satu sudah butuh radiator besar, mesin yang lainnya butuh radiator kecil, bahkan mesin yang satunya lagi cukup sirip pendingin aja mampu.

Jadi Gue pikir kasus yang mungkin disebut Bro ToniStarko itu dalam asumsi pada saat bikin mesin rancang bangunnya jelek, atau bahan material yang kurang bagus melepas kalor. Yang terjadi adalah panas mesin berlebih untuk mesin yang selevelnya itu, sehingga membutuhkan sistem pendinginan yang lebih kuat dari seharusnya.

Tambahan Note: Mesin Over Heat pada kinerja mesin yang seharusnya wajar. Sehingga untuk sistem pendinginan mesin butuh yang lebih bagus dari kondisi wajarnya. UpGrade Class.

Namun kekurangan ini justru berhasil dibalik apik menjadi sebuah advantage statement oleh team marketing yang piawai dengan menitik beratkan pada kecanggihan sistem radiator pendinginnya. It’s how all Marketer work.

 

Selesai.

Salam Uhuuuuuuuuuy!!!

20 thoughts on “Kenalan dengan Sistem Pendinginan pada Mesin Bakar.”

  1. Oh, jadi case yg seperti itu masuk kategori downgrade ya om? Kan emg kerjaan marketing untuk menutupi kelemahan tsb, cuman apakah itu penting dimata konsumen awam? Awam lo, bukan advance..
    Menurut saya sebagai oknum marketing, terutama di bidang service / jasa, nilai kritis akan produk yg kita jual itu kita paparkan diawal agar konsumen tidak percaya bahwa produk kami itu perfect. Tetapi kenyamanan dan kepuasan konsumen adalah target utama, karena bakal menciptakan continuitas

      1. Kalo agency tu mainnya bc doang bro, produk saingan dijelek2in produk sendiri didewa2in. Kalo kita jualan travel spt itu bisa hancur pasar, mirip nasib travel yg diLampung ancur2an harga. jadi harus jeli dalam menyampaikan. Semisal kita naik bus shd yg bagus ya bilang aja itu avante atau jetbus 2hd. Konsumen skrg kritis2 bosqu

        1. Setuju, agency tuh keras banget hidupnya wk

          Marketer yang baik harusnya bisa elegan main cantik tapi tetap fair dan firm.

  2. Yaa
    Bahasa marketingnya “radiator lebih besar pendinginan mesin makin optimal”,ada benarnya sih,Tapi ada alasan laen yang gak bakalan diketahui oleh orang awam.heheh

    1. Iya nih, gsz am ninju18++ gguedee untuk ukuran dikelasnya. Lah punya cbr aja kicrut ukurannya (kyk g niat bikinl/pake radiator), dan utk 250cc nya merk lain jg sama gk segede gaban. Wah berarti berbanding lurus nih dgn yg di sampaikan bro komeng.. uhuuyyyy

      Tp ada hikmahnya sih, bisa dipake swap radiator yg butuh pendingingan ekstra, ehehehe

  3. kasus CB 150 beda lagi, secara performa dengan radiator, air radiator dan oli standar AHM performa ok, meski di pake jarak jauh ga ada istilah drop power, masalahnya keluar tetesan oli dari selang venting mesin, bahkan banyak yg kejadian pada saat pemakaian normal buat sehari hari, lama lama oli bisa habis. Solusinya, ganti air raditor pake merk beken lsg sembuh, atau ganti oli dengan merek mahal, bahkan pake oli sesat mobil sama diesel yang flash pointnya lebih tinggi sembuh, kesimpulannya oli AHM buat mesin DOHCnya ga sesuai, AHM gagal menyediakan oli yang sesuai dengan karakter mesinCB/CBR 150, maksa pake formula oli yang ada. ga mau keluar modal formulasi oli buat mesin DOHCnya. oli busuk 😀

    1. Oli rebrand pabrikan mah busuk semua hahaha
      Sejak pake piksen tahun 2013 udah keracunan oli sesat kalo ai sendiri.
      Vario bini pake fastr*n techno
      Nmax pake mob*l1 gold

  4. radiator besar identik satria n gsx series… berarti mesin nya mesin busuk…!!!! radiator besar sm marketingnya di dewa2 kan…pendinginan lbh sempurna…padahal sebaliknya…wkwkkkk!!!

  5. Bagaimana dengan system pendinginan CBR150R? Diartikel blogger lain bahwa ada peruban drastis pada sistem pendinginannya daripada CBR gen 1 2 3, lebih diringkas bahasanya, apakah memang lebih optimal dalam mendinginkan mesin atau hanya untuk mengurangi cost produksi?

Leave a Reply to jimmotttt Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s