Produk Mainan Jepang mulai merasakan Gempuran Produk China. Otomotif bagaimana chance-nya???

Resin coatedProduk mainan branded asal Jepang mulai merasakan gempuran merk merk China. Yang Gue maksud disini adalah pasar premium loh!!! Emang untuk pasar kelas bawah… mainan asal China menempati urutan pertama karena alasan harga yang terjangkau dan emang terbaik disana dibandingkan merk lokal. Akan tetapi untuk mainan premium… bahkan mungkin kelasnya sudah seharusnya bukan mainan lagi karena seringkali adalah barang hobi, koleksi ataupun sebagai prestige seperti halnya motor motor juga khan ๐Ÿ™‚ , Jepang mulai kwalahan melawan gempuran China.

Liat saja mulai dari Tamiya mini Yonku (mini 4wd), banyak merk China saat ini yang memiliki line up tersendiri yang tidak kalah canggih, inovasi teknologi, cepat dan stabil di race. Ini membuat pabrikan mainan asal Shizuoka ini akhirnya terpaksa habis habisan mendevelope rancang bangun mainannya dan memunculkan diversifikasi type chasis yang begitu banyak dan sangat innovative. Tak hanya itu, aturan Japan Cup juga memiliki beberapa perubahan baru, serta mulai muncul beberapa jenis baru perlombaan yang mengadopsi peraturan yang diminati oleh konsumen international. Ragam jenis perlombaan underground di Japan sendiri bahkan berkembang menyentuh pelajar tanggung dan orang dewasa Jepang. Sehingga mulai memunculkan teknik teknik dan skill baru untuk memodifikasi dan merancang Mini Yonku ini.

Beralih ke dunia Airsoft Gun, mainan berbau military ini juga sangat populer akhir akhir ini di berbagai belahan dunia. Tokyo Marui sebagai produsen ternama asal Jepang juga akhirnya memunculkan innovasi innovasi muktahir demi berhadapan dengan pabrikan airsoft asal China, Hongkong (bagian dari China) dan Taiwan (China Taipei). Tokyo Marui yang awalnya keukeh hanya bermain di Airsoft berbahan plastik ABS (sesuai regulasi Jepang) akhirnya harus berani terjun membuat airsoft berbahan logam ringan setelah dominasi merk airsoft direbut dari tangan Jepang. Bahkan Tokyo Marui ikutan menelurkan seri GBBR (Gas Blow Back Riffle) yang memang masuk di kelas niche premium untuk bermain MilSim, setelah dominasi GBBR asal Taiwan dan Hongkong meraja di segment ini. Untuk kelas backbone Electric Airsoft, pabrikan Jepang ini bahkan melakukan innovasi luar biasa dan menjadi yang pertama dalam menciptakan EBBR (Electric Blow Back Riffle), setelah ditiru teknologinya oleh produsen asal China, Tokyo Marui bahkan berinnovasi lagi selangkah lebih maju dengan EBBR ver 2, Advance. Sayang faktor harga masih menjadi kendala bagi Tokyo Marui melawan produsen asal China yang jauh lebih kompetitif, sehingga Tokyo Marui yang dahulu pernah menjadi Dominator Mutlak di pasar mainan airsoft harus legowo pasarnya digerogoti dan dihabisi merk merk dari negeri Naga.

Begitu pula bagi pecinta Action Figure, yang dulunya cuma made in Japan, kini mulai muncul made in China yang memiliki kualitas yang bisa diadu atau bahkan memiliki detail yang jauh lebih detail dari made ini Japan. Sculpture asal Hongkong, China dan Taiwan memang memiliki talenta yang luar biasa. Mainan yang sebetulnya lebih cocok di kategorikan barang Kolektor dan Seni ini memiliki peminat dari berbagai lapisan masyarakat dan lapisan umur. Merk merk terkenal asal Jepang seperti SHF, Kotobukiya dan Kayodo kini seperti tidak berdaya menghadapi merk Hot Toys asal Hongkong, China.

Satu lagi mainan asal Jepang yang begitu Dig Daya, Nama besar Bandai di Gundam Plastic Model Kit kini juga dibayang bayang sejumlah merk asal China, mulai dari Daban, Dragon Momoko, Hobby Star, BTF, Effectwing dan masih banyak lagi. Para penggemar Gundam dan Gunpla Builder seringkali menyebutnya dengan sebutan Bootleg. Saat ini Bootleg memiliki penggemar fanatis yang tersendiri, karena tidak saja meniru produk Bandai Japan, bahkan Bootleg seringkali memiliki extra detail yang fantastis. Bootleg juga memiliki lining lebih detail, dilengkapi dengan water decal, bahkan kadang juga extra part modifikasi atau tambahan yang seringkali dijual terpisah oleh Bandai. Bahkan beberapa Merk Bootleg yang ternama seperti Dragon Momoko dan Daban memproduksi Gundam Model Kit yang belum atau bahkan tidak pernah dikeluarkan oleh Bandai. Tentu saja segala kelebihan ini membuat penggemar Gundam Mokit mulai beralih ke produk Bootleg. Bahkan sudah ada yang fanatik dengan merk Bootleg tertentu. Beberapa model Bootleg bahkan memiliki artikulasi dan bentuk desain yang lebih bagus secara mechanical design serta memiliki nilai artistik yang tinggi dikarenakan pabrikan asal China ini seringkali berani meyewa/hire Professional Modeller yang sering menjadi langganan juara. Nah Bandai mulai tercepit, langkah menempuh jalur hukum mulai berbuah, satu merk dan pabrikan Bootleg akhirnya berhasil ditutup paksa, yaitu Dragon Momoko. Sedang merk merk lainnya masih pasti akan mengalami proses jalur Hukum yang dilayangkan oleh Bandai. Sayangnya Pabrikan Bootleg lain pasti akan segera mencari celah hukum hak cipta dan celah hukum dagang International. BTW link berikut ini berupa artikel yang sangat menjelaskan dan menggambarkan dengan sangat baik betapa banyak penggemar Mokit Gundam sudah bingung menentukan membeli Bandai atau Bootleg.ย Japan or China product.

Bagaimana dengan dunia otomotif khususnya di Indonesia??? apakah trend ini juga akan menular??? Di roda 4, merk Wuling sudah mulai berusaha menancapkan kuku dan Brand Imagenya. Dengan jaringan penjualan dan after sales service yang langsung bersamaan menjamur. Dengan Fitur Canggih dan Mewah ala kelas diatasnya yang melimpah khas produk China. Dan tentu saja baru terakhir harga yang lebih terjangkau mampu memberikan penawaran lebih dan berusaha memikat serta membius calon calon pembeli. Lihat bagaimana merk merk ponsel China mulai merebut pasar!!! Oppo, Vivo dan Mi. Sukses story dan sukses strategy mereka juga mirip dengan apa yang coba diaplikasikan oleh Wuling di Indonesia.

Di Roda 2 bagaimana???

Dahulu serbuan produk produk China emang dengan mudah digagalkan oleh 3 Samurai Jepang. Karena pada saat itu, motor China yang masuk ke Indonesia melalui jasa importir lokal yang mau berdagang motor China di Indonesia dan ambil momentum keuntungan Dagang saja. Bukan momentum untuk mengembangkan Brand. Umumnya hanya karena 1 faktor saja, yaitu Harga yang Murah untuk copy cat product. Sedangkan pabrikan China saat itu memberikan keleluasaan range harga dan kualitas bagi pembeli pembeli produk mereka. Mau harga 3,5 juta ya dibuatlah produk kualitas 3,5 juta, mau pesan yang kualitas 1,5 jutaan juga mereka sanggup bikin. Bahkan mau pesan yang harganya cuma 700rebu waktu itu juga disanggupin juga dengan kualitas 700rebuan. Pasalnya di Indonesia dijual dengan keuntungan yang sangat tinggi, harga kulak 700rb dijual 3.8juta. Bersaingkah??? secara Harga iya untuk sebuah copy cat product. Namun secara Brand tidak bertahan lama. Untuk urusan dagang ya memang menguntungkan sekali, dan Kepentingan saat itu cuma menang untuk urusan kepentingan Dagang. Namun kalau benar Brand Principal dari China nanti yang benar benar akan mendapat kesempatan untuk masuk, akhir cerita pasti akan berbeda!!! Suatu masalah besar bagi para Samurai roda 2.

64 thoughts on “Produk Mainan Jepang mulai merasakan Gempuran Produk China. Otomotif bagaimana chance-nya???”

  1. Sebagai penggemar gunpla, guncin emang menggoda, cuma kualitas plastiknya itu lho….
    Terakhir beli skala 144 rx78 ver ka (yes yes katoki hajime version) merk JS model (merk apa pula itu??) bner2 mantab proporsi n detailnya , kalo masalah snapfit ga rapat mah gw no problem, lah kalo plastiknya ga mau meleleh pake plastic cement (semacam solvent resin + thinner) gimana benerin yg ngaco2nya.
    Ga tau deh kalo yg super premium kaya merk mechanicore (yg penggemar nya banyak bgt)

    Kalo hot toys mah gw udah ngasih standing applause….. Belum kalo ngeliat gimana sablengnya action figure punya threeA.

    Airsoft? Tokyo marui kelamaan main sendiri sih ๐Ÿ˜€
    ______

    tapi entah kenapa menurut gw hal begini masih lama bisa sampe ke produk otomotif,
    Kita masih ngomong urusan uang 20jutaan (standar motor kelas menengah) n 100jutaan (mobil entry level), dimana perhitungan masih harus mantab buat target marketnya.

      1. Kan tahun 2000an awal udah pernah bro….

        Harusnya produk otomotif China kalo mw penetrasi ke produk2 hobby dulu, jangan ke produk yg harus saingan di logika.

        Kasih produk yg fun dengan price yg miring (kaya strategi pabrikan yamaha pas awal bangkit, tp sempet budeg n akhirnya udah korek kuping juga)

      2. Sulit om.Jaman udah berubah.Apalagi mek cina terkenal males ngurusin brand.Masalah wuling pun karna kerjasama beberapa pabrikan mobil

        Untuk HP prospekx cerah makax larix kesana.

        1. Belum tentu juga.. Kalo industri roda duanya mulai mengikuti strategi kaya diindustri smartphone cina skarang, kaya xiaomi, lenovo, asus dll yang sukses merubah image buruk dr smartphone tv kaya imo, mito, hi tech, evercross dll… Ya industri roda dua jepang bakal terancam juga

        2. Ada mas bro merk china yang professional banget ngurusin brand. Lihat aja DJI. Itu merk china 100% tapi mampu merajai pasar UAV untuk kelas konsumer, prosumer, hingga Professional. Mereka tidak ada lawan dipasar quadcopter. Dan semua orang mengakui kualitas dari DJI baik hardware maupun softwarenya. Dan penggunanya pun bangga jika mereka menggunakan produk dari DJI.

      1. yep, mechanicore emang menggiurkan, tapi gw sih ngeliat persamaannya dengan Wuling. kalo pembeli pertama yang pasti2 aja deh, banyak kasus temen2 saya nyobain beli gundam cina bootleg berakhir kapok ngerakit gundam, hahahahaha

        1. Emang bukan pembeli pertama sih. Udah biasa main bandai. Tapi bootleg ternyata jauh lebih asik menantang dan detailnya itu lohh

          1. gw main skala 144 bro, kbanyakan bootleg kan pake sistem reverse casting, jadinya detail berkurang.
            n entah kenapa MC model yg biasa bikin skala 144 kadang desainnya agak lebay, gw lebih suka yg sleek (katoki style)

          2. Nah itu kalau main bootleg yang niru Abis model bandai. Ya reverse casting.

            Tapi sekarang muncul bootleg bootleg yg bagus yang bikin model sendiri dari sculptures professional. Lebih bagus dari bandai malah kalau urusan detail

        2. Bootleg memang bukan untuk pemula. Jika pemula dikasih bootleg yang pasti banyak yang mundur. Buat belajar mulailah dari bandai. mold nya presisi, bahan bagus, & yang paling penting buku petunjuk meski bahasa jepang (baru yang produksi 2016/2017 ke atas disertai bahasa inggris) sangat mudah dipahami. Ya jika pemula langsung bootleg & begitu buka kitabnya bisa langsung pusing.

          Jika sudah mengerti basicnya kemudian pingin eksplor bootleg silahkan. Bootleg memiliki tantangan tersendiri, sehingga sedikit banyak pasti mampu meningkatkan skill dari buildernya. Nanti kalau sudah advanced pasti juga bakal balik ke Bandai dan bikin custom sendiri yang jauh lebih keren.

    1. Masih lama pake bgt bro, ada 3 temen gw, smuanya bisa dibilang ga merem2 teknologi n tau berita lah, 1 ambil ertiga (perhitungan value n kenyamanan dibanding merk lain), 1 ambil avanza (perhitungan merk), 1 ambil sigra (murah muat banyak).

      Gw nanya ke mereka knp ga ambil wuling (yg katanya paling value di kelasnya), jawabannya seragam, “yakin lo mau gambling pake duit ratusan juta?”

      Dari 3 orang itu, 2 beli mobil pertama, 1 (yg ertiga) ganti dari apv.

  2. jangan samakan kejadian mocin jaman dulu dengan jaman sekarang, dulu itu kenapa dilempar ke indonesia, karena sejumlah besar kota di china melakukan pelarangan roda dua secara berbarengan, kebayangkan pabrik yang udah jadi, operasional tiba tiba ga boleh dagang, pilihannya cuma satu cari pasar lain, pas kebetulan jiwa makelar indonesia cocok, jadilah itu mocin nyerbu indonesia, meskipun umurnya ga panjang tapi bisa nutupin rugi pabrik di cina yang ga bisa jualan ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

  3. Emg ada produk china dohc 150cc liquid cooler? Kalau ada ini lampu kuning. Karena menurut ane, china masuk kelas premium dgn fasilitas premium dan harga yg rasional. Ini mirip oppo sama Xiaomi waktu awal nyerang flagship hp korea n jepang dengan harga yg rasional. Ini Indonesia bro, pasarnya sangat unik. Merk mah bagi yg berduit dan bergaya hits. Viar cross150, cross200se juga lumayan laku loh dikomunitas trail odong2..

  4. Pertanyaannya emang berapa banyak yg mau beli hape xiami harga 8juta?dibanding yg beli samsung dgn harga yg sama?

    Misalkan ada merk cina yg bikin mobil premium sekelas BMW dgn fitur yg jauh lebih banyak dan dengan desain jauh lebih mewah,apakah akan lebih laris dari BMW?lebih murah iya.mindset masyarakat untuk merk cina terutama otomotif masih negatif.kecuali untuk hape, barang2 elektronik dll.

    1. Tunggu saja… Mi6 aja harga 6 jutaan tapi spek setara s8 banyak yang ambil kok, kalo ngeliat harga sih memang harganya mi6 cuman setara A series. Dan jangan lupakan oppo dan vivo yang spek ala kadarnya tapi laris manis karena promo dan penempatan branding yang tepat… Padahal di kisaran harga sudah setara dengan produk2 brand korsel kan

  5. untuk produk yg punya lifecyle panjang kaya mobil atau komponen industri

    china belum bisa lengserkan jepang atu erofa.

    beda dgn produk lifestyle macam hp atau maenan atau elektronik,

    lifecylenya pendek, bosen ganti,

    tapi kalu harga made in china kaya made in erofa atau jepang,

    mereka lebih yg pasti aja, pilih made in korea/jepang atao erofa.

    komponen industri made in china dan merk asli china belum terbukti loh kualitasya.

    kecuali brand erofa yg made in china, itu lain cerita. kualitas sedikit di bawah spek erofa

      1. diproyek industri pun merk china emang dipake, tapi itu kalu kepepet dgn budget. kalupun bukan merk erofa tau jepang,
        industri pake merk taiwan.

        kalu proyek industri yg perlu didesain minimal umurnya 30-50 thn,

        madein china ato china ngak dipake.

        kapok pelaku industri pake barang pure made in india ato china utk proyek mereka.

        saya omong karena terlibat diproyek industri yg banyak pake barang mekanikal ato elektrikal.

  6. simple aja , sepatu NIKE yg di jual di erofa dan USA,

    apa made in china?

    bukan , tapi made in indonesia jaya.

    kulitas sepatu made china atu made in vietnam msh dibawah indonesia.

    makanya, yg dijual di erofa itu made in indonesia

    yg di jual di mareh made in china dan vietnam

    1. Soal sepatu beda lah .

      Cina sendiri punya beberapa kualitas untuk merk Nike dan Reebok

      Pertama kualitas untuk market lokalan, ini karena regulasi pemerintah Cina sendiri, harga paling murah tetapi kualitas juga seadanya. Terutama kualitas bahan nya beda banget, kalau jahitan mirip mirip sih.

      Kedua kualitas export ke negara negara yang tidak peka kualitas, contoh ya ke Indonesia salah satunya. Yang ini kualitas ya medium lah.

      Yang terbaik kualitas export ke negara maju, amerika, jepang, Eropa. Ini yang kualitas nya bagus banget. Emang di Eropa jarang Ada Made in China untuk Nike, tapi bukan berarti gag ada, hanya tertentu saja karena kualitas masih diatas made in Indonesia. Kalau ke amerika nih, malah made In China banyak. Kualitas bagus diatas untuk pasar Eropa yang tidak terlalu cerewet. Perhatikan Nike di Jepang, kualitas bagus, made in China semua Bro

      1. saya cuma dikasih tau mantan safety manager di pabrik yg memproduksi sepatu nike di inonesia om. kebetulan sekarang kerja di perusahaan tempat saya

  7. Untuk barang dengan harga yg harus di bayar nyicil setahun – 3tahun dr separuh gaji

    Merek cina masih sulit menggulingkan merek jepang

    Nah sedihnya itu juga berlaku bwt merek indonesia
    Yg notabene harusnya kita dukung

    Uhuy kan?

    1. Saat ini masih belum, tapi melihat kebangkitan merk China di segala lini bisa jadi motor kedepannya juga kena.

      Sebagai negara dengan jumlah motor terbanyak di Dunia, pabrikan merk China berjaya di negeri sendiri.

      Begitu pula dengan India sebagai negara dengan populasi motor nomer 2 di Dunia.

      Hanya Indonesia, merk Jepang berjaya di negara dengan populasi motor nomer 3 didunia.

      1. bisa berjaya karena pemerintahnya mendukung, merk erof a ato jepang tergiur market di sana. dan kalu mau buka pabrik di sana,

        mereka hrs kasih detail engineering produk tsb ke lembaga desain negara , utntuk dipelajari ( di malaysia juga ada lembaga spt di china, fungsinya sama)

        kalu ngak mau, tdk bisa. setelah jualan di sana atau dpt proyek di sana.

        setelah itu lembaga desain china share detail engineering itu ke pabrikan lokal.

        sekalipun produk erofa itu paten, mereka pabrikan erofa nurut kasih detail itu karena market di sana besar, dan mereka cuma kasih sedikit dari paten produk yg mereka msh simpan,

        jadi dgn kata lain, msh banyak paten prodeuk yg bisa dijula di china.

        itu saya alami sendiri dgn produk paten kita yg kebetulan produk erofa.

        saya share info sedikit waktu saya kerja di konsultan engineering power plant dari luar.

        tenaga ahli kita di suruh mempelajari teknologi dan engineeringnya.

        tapi setelah konsultan dari luar itu kasih dokumen dan perlu approval dari lembaga enginering negara kita, bukan dipejari tapi malah minta pelicin kalu mau dokumen itu diapproval.

        miriskan

        itu sebelum krismon loh.

        lembaga spt di china itu di malaysia pun ada, dan mereka menjalankan fungsinya untuk meminta detail engineering serta rumus perhitungannya.

        kalu ngak mau kasih, ngak dibayar kita sisa tagihan, itu kita alami ditempat kerja saya di engineering erofa yg kerjakan proyek dimalaysia.

        itu kenapa india, malaysia sdh ninggalin kita 2 langkah.

        jadi china bisa ban gun power plant pun karena ada detail engineering dari proyek power plant di negara mereka, tingga copi paste aja, tapi yach itu , cuma bisa buta dgn kapasitas yg sama, dgn typikal yg sama.

          1. saya sdh alami sendiri, kerja dgn konsultan jepang buat DED power plant di jaman soehartom,

            dan buat DED utk proyek Instalasi air bersih di indonesi dgn perusahaan engineering dari perancis.

            malaysia ngak mau bayar lunas kalu kita ngak kasih rumus

            gitu juga china. ngak mau kasih proyek kalu ngak kasih rumus dan detail DED

            kalu ina, ngak mau kasih approval kalu ngak kasih pelicin,

            Peduli amat dgn tranfaser ilmu kata oknum , yg penting didi sendiri duit banyak.

          2. Ini pelicin dan ribut pada mau dapet bagian masalah akut sih.. alm presiden ke dua sudah mau teken pembangunan MRT tahun 1995 loh, eh batal gara gara ada yang ribut karena nggak dapet bagian.. Indo sangat ketinggalan jauh karena mental begini..

  8. Terbuka aja yaa,bukannya gag mau dukung tp merk otomotif lokal yg bisa dibanggain apanya?kualitasnya atau teknologinya?Lagian gimana mw dukung,wong pemerintah aja gag mw merhatiin kog.

    Ngomongin merk lokal di luar otomotif,udah pasti banyak merk lokal yg mendunia.

  9. Baca berita kalo esemka hanya merakit barang ckd dari china Foday Landrover. Apakah dgn komponen dari luar negri bisa disebut mobnas buat esemka? Nanti jadi semacam viar. Apakah viar produk motor nasional. Kalo iya ane beli satu

      1. Kalau suruh dari NOL ya pihak sekolahnya yang tidak mampu. ga hanya dari masalah duitnya untuk membeli berbagai mesin pabrik, beli lokasi & bangun pabriknya. Soal keilmuannya sendiri memang tidak untuk anak setingkat SMK.

        Setingkat SMK itu tujuannya untuk memberikan ilmu praktis yang siap kerja. Lulusan mereka nanti akan disalurkan ke pabrikan jepang & erofa yang buka pabrik perakitan di Indo

  10. Made in china tapi tetap di kontrol langsung ama principle brand nike sendiri..seperti samsung,iphone dll.Alasan setiap brand dunia membuka pabrik di cina karna upah karyawannya paling rendah.bahan baku murah

    Klo asli made in china mana bagus.standard kualitas china tetap masih di bawah eropa dan amerika.

  11. sebagai airsofter aktif saya setuju
    Jepang udah kehabisan nafas sekarang.
    harga mahal buat milsim juga sayang mending beli yg agak murah kualitas beda tipis udah full metal aksesoris dan sparepart bejibun bahkan over ya kalau rusak gak nyesek banget pas repair lah muehehehehe

      1. Harga murah kualitas gak malu”in

        Emang sih ada barang Japan yg masuk item koleksi macam inokatsu tapi ya sayang kalo dibawa Sukir

        1. Inokatsu proud to be made ini China Taipei (Taiwan), bukan barang jepang, namanya aja kejepang jepangan,

          Kalau collector items brand Jepang sih mainnya di merk Tanaka, itu bener2 collectible item, tapi harganya bener bener buat sakit perut bahkan bagi orang mampu sekalipun.

          sekarang pilihan barang koleksi makin banyak kalau gak mengandalkan merk Jepang, bisa main ke merk HK atau China Taipei. Innokatsu, VFC, GHK

        2. Tapi secara umum soal Kualitas Performa, Akurasi, Presisi, Kestabilan, Durability dan performa jarak BB, TM dan KSC Jepang is the best!!!

          Bukan bicara power dan penampilan loh

          1. ajib memang, tapi ada harga ada kualitas.

            bandingin antara Guarder (HK) tune up part dengan Systema (Jpn) tune up part, beda loh. Belum kita bicara Prometheus dan Laylax

            bandingin sama merk Element (Chn)

          2. Serbuan merk Eropa juga mulai menggoda apalagi dengan marking yg sudah bersertifikat resmi
            Tapi ya lebih mahal lagi wkwkwkwk

Leave a Reply to P.E.K.KA Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s