Diskusi diantara Spekulasi New Avanza 2018

Habis Libur lebaran ini, kebetulan bertemu dengan teman lama yang doyan banget bicara otomotif R-4. Doi mengajak nongkrong di cafe kopi “SB”, Okelah Gue jawab. Kebetulan juga lama lagi ngidam ama Java Chip Frappuccino he he he. Awalnya pembicaraan juga seputar pergerakan market mobil terbaru dan makin memanas dan meruncing saat sentuh sentuh Avanza Baru. Doi menyampaikan berbagai banyaknya spekulasi mengenai Avanza baru yang diharapkan bisa kembali membanting Mitsubishi Expander.

Ketika kopi di gelas Venti Gue dah mendekati ajal, sroot srooot sroopt…. klotok klotok klotok (bunyi es) srooopt srooot spooor sroooroook The End. Gue ditodong ama Doi (cewek), “Gimana menurut loe?” “Penggerak Roda Depan atau Belakang?”IMG_9226

Gue Diem aja, masih sibuk mengocok ngocok gelas plastik kopi Gue yang penuh dengan Es batu dan Whip Cream yang masih lengket lengket.

Eh Doi ngegasss gak sabar, sambil menekan maksa (Kayak ngijek Gas Full pada posisi gigi 3 di jalan tanjakan. Ya udah daripada panas dan bergetar getar Gue jawab aja: “Dua duanya donk!!! kalau Gue ya Gue keluarin aja 2-2nya”.

Jadi gini maksutnya, temen Gue tanya seputar spekulasi Avanza baru yang harus berjuang untuk menyaingi trend FWD (sistem penggerak depan) pada kelas LMPV yang akhir akhir ini menjadi pilihan banyak konsumen di Indonesia, khususnya Expander. (walau menurut Gue Pribadi faktor lain juga banyak sih, cuma memang pembicaraan hari itu mengerucut dan fokus ke sana). Temen Gue berpendapat hampir semua mobil LMPV saat ini sudah menganut sistem penggerak depan, Mobilio, Ertiga, Expander, Livina… Hanya Toyota/Daihatsu saja yang masih kekeh memakai pemggerak belakang macam mobil Niaga. Nah Doi berpendapat faktor kenyamanan kini makin jadi perhatian  kuat dan pilihan konsumen saat hendak membeli mobil LMPV. So sistem FWD adalah pilihan yang tepat. Sedang mungkin saja Toyota masih mempertahankan sistem RWD yang lebih konvensional, namun tepat guna. Peminatnya juga masih banyak, selain radius putar yang lebih baik karena sistem kemudi yang lebih ringkas, kemampuan untuk mengangkut beban berlebih juga lebih baik, namun kabin memang tidak bisa rata dengan adanya gardan. Nah disini DOI ngegassss terus… “Gimana menurut loe?” “Penggerak Roda Depan atau Belakang?” jujur memang dilematis. Tapi bagi Gue kenapa gak dua duanya aja he he.

Loh bukannya kalau dua-duanya berati ada dua platform, line produksi makin ribet dan terpecah, stok gudang dll …ujung ujungnya biaya bengkak donk!!! makin ribet, makin mbo cuan lah!!! rugi donk!!!

Tenang dulu, dari semua sisi itu iye, emang.

Tapi coba bayangkan bila ada 2 macam Avanza (nama bisa beda sih), yang satu tetap RWD mengikuti platform lama, tentunya dengan pengembangan yang lebih baik jauh lebih kompetitif dan mengutamakan kehandalan (advance-advanza sesuai nama yang disandangnya). Yang satu lagi dengan sistem FWD yang fokus pada kenyamanan dan tentunya dengan setting Pricing Strategy yang dibuat sangat kompetitif untuk menghadapi kompetitornya sang penguasa baru saat ini yaitu Expander. Nah mulai kebayang khan!!!

Saat ini bukan waktunya bagi ASTRA-TOYOTA untuk bermain margin gemuk terus temerus. Kalau kondisi “sudah begini” khan juga gak apa apa sekali sekali main margin tipis sekaligus ditunjang dengan kemampuan subsidi silang 2 produk yang masih serumpun. Toh ini untuk penguasaan pasar dan keuntungan masa depan yang jauh lebih baik lagi. Istilah kerennya Future Hi-Cash Flow yang diraih melalui Competitive Advantages yang dilakukan di masa kini. Kalau penguasaan pasar kembali diraih lagi mau kembali bermain dengan cara lama Astra yang suka bermain dengan margin gemuk juga sah sah aja khan.

Intinya ini bukan timmingnya Efisiensi Lini Produksi, satu mesin untuk bermacam model produk. Tapi saatnya membalik pola pikir dan strategi dengan kebanyakan pemikiran normal. Lawan arus dan Raih Penguasaan terlebih dahulu walau dengan mengorbankan margin Gemuk jadi Tipis pada produk yang Head2head langsung, Subsidi Silang dari RWD yang bisa di set lebih Hi Margin ke FWD yang di set Thin Margin untuk sebagai produk tempur. Terakhir Sandwich Strategi juga dipakai sebagai bungkus terluar agar apik pada media media komunikasi marketing.

Ini sekali lagi menurut Gue Loh!!! cuman pemikiran seorang Biker yang ngeblog tipis tipis aja.

Lanjut cerita eh… adik si Doi akhirnya ikutan nyusul ke kafe dan nongol, Kalau si Doi itu wanita yang smart, dewasa dan berkarakter kuat. Eh lain pula dengan adiknya yang ternyata berkarakter manis, manja, ceria dan kekanak-kanakan seperti pada umumnya kesukaan biker nowdays. Anyway Body sama sama Okey, Paras wajah juga sama sama Cantik. Elu pilih yang mana sob??? Kalau Gue ya pilih Dua-duanya he he he, yang penting terus Uhuuuuuuuuuuy khan!!! Akhirnya malam berlanjuuut dalam diskusi yang lebih ringan namun “intim”, nambah juga Gue segelas kopi lagi, kali ini yang “Tall” aja cukup deh!!! he he he :p

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

20 thoughts on “Diskusi diantara Spekulasi New Avanza 2018”

  1. menurut ane seh justru FWD… kenapa? coz jika RWD new Apanza bakal keteteran untuk urusan kenyamanan dibanding Xpander- new Ertiga – dan calon mobilio, untuk RWD tetep ditugaskan ke Rush yg secara price bisa head-to-head dengan Xpander type tertinggi sementara Terios ditugaskan menggasak segmen dibawahnya… walau tetep ToyoDai harus siaga dengan aliansi Nissan-Mitsu yg bakal munculkan Lipina berbasis Xpander-nya

    1. Kalau ane lebih pilih RWD. Alesannya simple, kalau avanza biasa buat muat banyak. Kadang buat kerja, kadang isi keluarga juga orang banyak. RWD tarikan lebih nyahut. Power Terasa. Dan lebih Kuat narik beban berat. Kalau di ganti FWD lebih nyaman memang. Tapi lebih susah kendaliin steer nya. Enak RWD lebih masuk kalau di ajak nikung dan lebih responsif kemudinya saat diajak kencang.

  2. Setuju kalo sebenarx expander bs dilawan rush. Sama2 gagah.
    Sebenarx kalo urusan lega, brv lebih lega dan nyaman. Sayang tampilan luarnya kalah macho.

    Kalo mau ada new avanza, mestinya duduk dibuat lebih nyaman. Avanza terlalu tegak duduknya. Di kursi tengah juga tdk nyaman.

    Dan yg jelas, harga bersaing.

  3. kalu saya,

    justru desain rush salah alamat, mestinya itu dipake buat mayor change avanza.

    atau desain rush itu buat new avanza fwd.

    desain rush itu mesti macho, ini malah kemayu, ngak match.

    1. Setuju, desain rush setengah hati machonya. Kebanyakan plastik item jadi malah keramean, kurang gagah.

  4. Nissan indo lagi stagnan, denger dari salesnya. Jadi lipina baru dengan basis expander bisa dicuekin dulu karena kayanya nggak akan dalam waktu dekat munculnya.

    Mestinya rush dengan rwdnya dibuat lebih gagah dan desain lebih berotot untuk tabok expander. Tapi apanjah yang sudah terkenal sebagai mobil beban sayang kalo dilepas jadi fwd. Expander bisa menang sekarang karena fiturnya menang jauh dari apanjah kok, tamparan buat toyota yang pelit fitur. Mestinya apanjah bisa lebih dimanjakan fiturnya, bangku yang saat ini sudah lebih nyaman kok, ditingkatkan sedikit kualitasnya sudah cukup untuk kenyamanan di kelas ini, kecuali mau jadi pelopor dengan tingkat kenyamanan lebih.

    Sama satu lagi, desain. Mesti disegarkan lagi, jangan desain setengah jadi kaya punya rush. Mau elegan ya elegan sekalian, macho ya macho sekalian. Desain dashboard juga dibikin lebih keren lah, jangan kosong kaya sekarang.

    Mungkin kalo dibuat strategi sandwich dengan apanjah versi murah untuk angkat beban dan kenyamanan minim dengan apanjah mahalan dengan kenyamanan lebih, bisa jadi alternatif. Subsidi silangnya disini.

  5. Baru tau rwd ama fwd ngaruh ama kenyamanan. Perasaan bmw mercy rwd nyaman2 aja tuh (kata ulasan media), gak punya soalnya.
    Hrv fwd juga bantingannya firmm

    1. Elo mbandingin sama mercy t0ng. Ban ama peleknya aja beda. Pentil peleknya aja beda.

      Kalau mbandingin sama sama kelasnya. Expander ama avanza beda enakan dan nyaman expander.

  6. Kenyamanan kalau menurut saya bukan dari penggeraknya, tapi dari sasis dan suspensinya. Ertiga itu stabil dan enak bukan karena fwd, tapi karena basisnya sedan dan suspensinya menyesuaikan. Mobil eropa seperti bmw dan mercy atau bahkan rolls royce yg jelas rwd tapi karena sasisnya di rancang untuk kenyamanan berikut suspensinya, maka nyaman lah dia.
    Menurut saya, banyak LMPV di RI itu fwd untuk menekan cost production aja, jadi harga bisa ditekan atau di subsidi dg fitur dan kualitas mobil itu sendiri

  7. Pembahasan fwd rwd di r4 udh kayak dohc sohc di r2, dan keqnya gak akan jadi tu mobil kalo masih pusing mikirin enak yg mana :v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s