R25RR nampaknya tidak terlalu dianggap serius untuk pasar Lokal

Masih ingat artikel yang MG tulis awal april lalu tentang timming kemunculan R25RR (sebut aja gitu dulu untuk new R25 ver 2018). Bagi yang belum baca atau sudah lupa ini linknya :Β https://mygoldmachine.wordpress.com/2018/04/04/r25rr-di-jadwalkan-hadir-mengaspal-di-q3-2018/

Nah kabar bisikan maut terbaru menyatakan kalau Yamaha nampaknya justru lebih fokus mengembangkan R25 terbaru ini mengikuti tuntutan pasar Global (eropa) daripada keinginan pasar lokal Indonesia. Ini sah sah aja sih sebagai produk Global. Namun pasti dibaliknya ada pertimbangan tersendiri bagi Yamaha sampai mengambil hal ini sebagai sebuah kebijakan marketing product development. Ada apakah dibalik strategi ini???IMG_9226

Berbeda dengan Honda yang sangat memanjakan tuntutan pasar Indonesia saat menelurkan produk CBR250RR, CBR250RR benar benar dibuat sesuai selera Indonesia dengan kualitas standart Global. Sebaliknya R25RR ini dibuat untuk memenuhi selera Internasional dan dijual juga untuk pasar Lokal. (Tuntutan selera lokal sedikit-banyak diabaikan oleh Yamaha).

Pasalnya seperti Yamaha tidak mau lagi untuk berperang melawan Honda dan tidak nampak PD bersaing di market Indonesia untuk segment Sport Fairing 250cc. Ada apa???

Beberapa hal berikut ini mungkin bisa menggambarkan kondisi yang ada saat ini, sehingga kita dapat memaklumi keputusan Yamaha untuk R25RR ini:

  1. Pasar sport fairing 250cc di Indonesia tidak lagi menggairahkan, demand sudah tidak lagi mengalami perkembangan yang menarik.
  2. Persaingan di segment sport fairing 250cc sudah berdarah darah di market Indonesia. Kawasaki menguasai pasar dengan Ninja Fi250, sedang Honda menguasai produk “Terbaik” dengan CBR250RR. Sulit bagi Yamaha untuk menancapkan R25RR sebagai suatu produk yang memiliki posisi khas tertentu. Belum lagi Suzuki akan fight Back di Indonesia, dipastikan Suzuki pasti ikutan meramaikan pasar ini dengan tidak setengah-setengah lagi. Nah kalau Yamaha masih mau memilih setengah-setengah, pastinya sulit untuk menancap. Masa mau berperan sebagai produk paling murah dan terjangkau (subtitusi ekonomis dari produk yang diinginkan/digemari konsumen). Hal yang gak berlaku pada segment ini.
  3. Rumusan Kesuksesan NMAX akan sekali lagi dipakai. Gampangnya Selera pasar Eropa dianggap sebagai Trend Setter yang akan diikuti sebagai kiblat bagi Trend Follower di Indonesia. Artinya Kesuksesan sebuah desain di Indonesia dianggap mengikuti cita rasa Eropah oleh pengambil keputusan desain di Yamaha. Formula ini dianggap masih manjur. Jadi dari pada survei pasar Indonesia, lebih baik sekalian aja survei pasar Eropah sono Brow!!! toh nanti orang Indonesia sukanya juga ngikutin selera Eropah atau kalau dibilang ini taste eropah, mereka (orang lokal indonesia) akan bangga ikutan he he he.
  4. Penjualan R25 sampai saat ini lebih baik di pasar Global dari pada di pasar lokal, pasar lokalnya seperti bosen hidup tapi tak mau mati. Apa ya kata kata paling passnya itu… aha “Hidup segan Mati tak mau”. So kalau sudah begini ya pasti surveinya ikutan pasar yang lebih menjanjikan donk.

Nah begitu dulu bisikan yang masih hangat ini, semoga memberikan gambaran yang Uhuuuuuuy!!!

Advertisements

38 thoughts on “R25RR nampaknya tidak terlalu dianggap serius untuk pasar Lokal”

  1. Berarti selera global tuh yg biasa aja.
    Atau mungkin krn di sana cuma learner bike.
    Jadinya ya secukupnya aja deh, biar bisa dijual dg harga miring.

    1. learner bike, first user bike. kalau di Indonesia macam Mio dan Beat githu loh. Di eropah 250 adalah cc yang kecil ha ha ha. kalau 125 ada juga sih tapi itu macam di asia kelas scooter 50-70cc

    2. Bayangin Cbr250rr di jual ke Eropa, motor kecil yang norak abiss githu menurut orang eropa. Mending sekalian cc yg lebih gede

      1. Ntar beli Nmax,mending cc yang lebih gede,trus beli Xmax,mending beli cc yang lebih gede lagi,trus beli Tmax,mending cc yang lebih gede lagi,akhirnya jas jes jos gak beli cman nyinyir doank wkwkwk

  2. xabre/spacy/cs-1 style erofa, ngak laku.

    kalu nmax laku menurut saya lebih karena konsumen dpt matic gede harga murah, bukan karen style erofanya.

    karena sebelum itu cuma ada pcx yg harga nya mahal bagi sebagian besar konsumen.

    hanya konsumen berkantong tebal yg bisa beli matic gede dan bisa dilihat dari konsumen golongan mana yg beli.

    kalu sekarang , tukang ojek pun bisa beli matic gede.

      1. yach om, saya mengerti, memang itu menutur pandangan ymh.

        intinya bisa bisa hemat cost risert dan survey.

        jika laku dikit dilokal, ngak masalah, karena target utama produk yg dibuat memang utk pasarekspor.

        1. nah itu dia, kalau di lokal laku ya syukur.
          ups tapi kalau ke bawah, ke team sales ya bilangnya beda lagi om bdt. Bilangnya pasti ini barang kualitas erovah, bagus, harga terjangkau, target penjualan sekian, harus laku loh ya. Kalau penjualan cuman dikit…Hayo mikir loh ya! ini barang bagus kualitas erovah, masa kalian gak bisa jual!!! mikir donk!

          kira kira begithu om.

          1. Halah, kualitas Eropa
            dari hongkong Bro Komeng..???
            Buktinya,
            Produk sejenis yg khusus dipasarkan untuk lokal kualitas downgrade parah.πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ’©πŸ’©
            Noh contoh pernah kasus di warungnya IWB;
            https://www.iwanbanaran.com/2015/12/25/kualitas-motor-eksport-lebih-baik-dibanding-lokal/

            Ada juga Suzuki Address gembar gembor kualitas Eropa…???πŸ’©πŸ‘ŽπŸ‘Ž
            Tapi,
            Faktanya unit lokal gak ada SSS-nyaπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ’©πŸ’©Apa gak kurang ajar itu KARTEL JEPANG..πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ’©πŸ’©πŸ‘ŠπŸ€œπŸ‘Ž
            & juga kabel2nya yg versi Eropa
            lebih banyak…πŸ˜±πŸ˜±πŸ˜±πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ’©πŸ’©
            UDAHLAH,
            STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF itu kartel Jepang..πŸ’©πŸ’©πŸ’©!!!!
            Orang Indo sekarang dah gak bisa dibohongi dgn trik marketing bossok kek gituπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘Ž
            Benar2 parah emang si kartel BAGERO.
            Apa mereka lupa tentang kasus KOBELCO…!!!πŸ’©πŸ’©πŸ’©πŸ’©πŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ‘ŽπŸ˜‚
            https://m.antaranews.com/berita/690743/bos-pembuat-alat-berat-kobelco-mundur-karena-palsukan-data

  3. jadi konsumen sini jelas, maunya kulaitas erofa, harga lokal.

    dan itu sepengetahuan saya di industri itu ngak pernah ada.

    pun barang made in china yg plg bagus kualiatasnya pasti mahal,

    walu tetep di bawah kualitas erofa yg harganya lebih mahal ( biasanya utk part yg mempunyai ketahanan puluhan tahun)

  4. kita beli barang made in erofa yg utk industri,

    biasanya karena kita butuh barang itu tahan utk puluhan thn, 30- 50 thn lah.

    tapi jika kita asumsikan 5 thn ganti,

    bisalah brand erofa yg made in china, bukan brand china yach.

    brand china/india kalu di industri plg tahan 2-3 thn, itu real fakta di lapangan.

    1. sekarang beralih ke brand Turki Om, harga lebih murah, akan tetapi kualitas masih setengah eropa (turki juga masuk eropa timur sih).

      Untuk mesin Taiwan bisa sampai 10-15 tahunan. sedang mesin China saat ini juga lumayan kalau mau 5 tahun, tergantung brand China macam macam. Emang ada brand China kelas bawah yang cuma 2-3 tahunan keok.

      1. koreksi salah salah, brand erofa made in china bisa 5-15 thn,

        utk turki emang hampir dibawah erofa , karena turki kan memang di erofa.

        namun yg pasti, made in turki lebih baeik dari pada made in india

    2. Tergantung buat industri apa dulu ya? Kalau industri plastik bisa beda cerita. Taiwan jauh lebih unggul dari eropa.

          1. kualitas msh kalah sama erofa om, kita sering pake . baik pvc , upvc, abs, polypropilne, polietilne, PE dll.

  5. kok jadi agak agak blunder ya, kalau gw jadi Yamaha juga bakal sedikit mumet, kalau mikirin penjualan, gak masalah mau desain kek gimana juga, toh produk gw laris di luar negeri, cash flow sehat.. Intinya dia sedikit banyaknya akan seperti TVS.. produk lokal gak keliatan tapi main kirim ke luar…

    Tapi ini Indonesia, konsumen pun gak mikirin TVS, TVS siapa sih? Tapi Yamaha? Hei ini brand gedeeee.. Rossi disitu loohh.. masa produk di Indonesianya megap megap (ini asumsi terus menerus ngikutin demand eropa/ LN), kalau selama desainnya cocok sih gak msalah, pasti akan sejalan seperti NMax saat ini..

    Begitu kedapetan model kayak Xabre/All New Vixion/MT25/Grand filano (untung cbu) trus di sini gak laris gimana? Mau tutup kuping atau nyiksa sales dan dealer wajib laris?

    Hati hati ah Yamaha.. di sini salah satu pangsa pasar besar kalian loh

    http://kobayogas.com/2018/06/21/yamaha-aerox-redbull-edition-buatan-dealer-bandung-keren-gak-lads/

    1. kan sekarang mereka lagi membangun image,

      ini loh produk kita, kualitas ekspor, harga lokal.

      jadi image yg mau ditanamkan :

      produk ymh berkualitas ekspor, harga kaki lima,

      jadi itu fokus merek dulu. masalah ms dikekepin dulu.

        1. Pasar sport 250 cuma 1000/bln. Mau berdarah2? Ngikutin konsumen indo?
          Paling mentok dapetnya 500/bln, dengan resiko pasar eropa menurun(karena lebih fokus ke design lokal).
          Kayanya yamaha fokus buat ngehadapi regulasi wss300 aja, makanya facelift. Mirip ninja baru lah.. keluarnya kan ga sesuai harapan konsumen lokal. Betooeeell??

          1. seperti yg dibilang, good luck, yang penting tutup kuping aja..

            konsumen sini kan unik, beli belum tentu tapi kalau produk sesembahannya keren udah serasa menang MotoGP… kelas ini efeknya emang lebih ke gengsi kok, bukan ke penjualan..

          2. Setuju ama Om Kobay, beli belom tapi kalau sesembahamnya keren udah kayak menang motogp dan serasa udah yang ter….
            Beda ama orang kaya yang emang bisa beli kaya mang Kobay. Seprot nya aja ada berapa yunit?

    2. Setuju sama om kobay. Bau baunya MS yamaha bisa turun terus nih.. Y kaya udah nyerah dari awal,.. Kayanya new R25 nggak akan memuaskan

    3. R25 baru dibuat buat bersaing dengan ninja 400 yang memang lebih superior. gak mau dong pasar expornya juga ikut digrogoti pesaing. setidaknya new R3 bisa lebih baik dari Ninja 400.

  6. apakah mungkin jika dibuat 2 versi seperti R15 yang berbeda, contohnya R15 yg ada di Indonesia dengan yang ada di India

  7. Kalo desain bisa diterima ya syukur…
    Tapi kalo kurang diterima…keqnya sales yamaha bisa pindah almamater nih :v

    Gak sih, gak separah itu, yg jelas agak males aja jadinya walaupun target lumayan

  8. Ninja baru juga gak maksimal, asli jadi mengecewakan. R25 baru ditunggu tunggu kok jadi males meminang toh. Wes mending njupuk cbr250rr ae wes.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s