Mana Mobil Nasional kita?

Indonesia sebagai negara yang kaya dengan kekayaan alam yang begitu melimpah, begitu juga dengan sumber daya manusia yang juga hebat-hebat, juga didukung oleh market terbesar ke-3 di dunia dalam industri otomotif. Artinya harusnya masyarakat Indonesia itu makmur-makmur. Bayangkan…. negara yang tidak punya kekayaan alam seperti Singapura aja bisa maju, atau lebih ekstreemnya lagi Yordania yang tidak memiliki kekayaan alam yang terlalu berarti serta ekstremnya suplay air bersihnya sangat tergantung dari negeri tetangganya Israel itu juga masih maju dan makmur. Bagaimana dengan potensi Indonesia Raya jika harus dibandingkan dengan mereka???

Tentunya kita boleh bangga akan besarnya kekayaan alam kita, namun seringkali orang kita sering salah kaprah dalam menanggapi hal kekayaan alam ini. Betul kita memiliki semua kekayaan alam itu, namun dalam hal ekonomi memiliki belumlah cukup, siapa yang menguasainya itu yang jauh lebih penting!!! Misalnyo nih, seorang suami baru saja membeli motor baru atas namanya, BPKB dan STNK juga atas namanya, namun kalau di rumah yang menguasai sepeda motor itu istrinya, Kopdar tidak boleh, Sunmori juga dilarang, terus sehari hari yang naik motor itu malah Istrinya….. apalah artinya nama kepemilikan di BPKB dan STNK tersebut!!! Maaf kalau ada yang tersindir yee!!! wk k k k

Kembali ke potensi Indonesia, selain kekayaan alam kita punya potensi market, salah satunya potensi market otomotif sebagai yang terbesar ke-3 di dunia. Tidak main main loh!!! Pasalnya bukan hanya didukung oleh market size penduduk Indonesia yang begitu besar, namun juga Orang Indonesia adalah market yang empuk dan gurih bagi pabrikan otomotif. Orang Indonesia mudah bosan dan sering berganti ganti, bahkan seringkali suka memiliki lebih banyak mobil/motor daripada kebutuhannya. Bayangkan !!!

Nah Sebagai yang memiliki pasar 3 besar, hanya kitalah yang tidak memiliki Mobil Nasional. Pasar terbesar didunia, nomer urut 1 yaitu China sudah lama memiliki Industri mobil dalam negeri, bukan hanya mobil nasional, akan tetapi berbagai raksasa Industri Otomotif yang canggih telah lama dimiliki oleh negeri Super Power ini. Skala eksport juga tergolong besar. Luar biasa….. Berikutnya nomer urut 2, India. Negeri ini juga memiliki industri otomotif nasional, sanggup memenuhi kebutuhan otomotif nasionalnya juga.

Bagaimana dengan kita? Indonesia? Sudah saatnya kita memiliki mobil Nasional sendiri. Kita memiliki kemampuan loh, kita juga memiliki modal dan juga yang terpenting kita juga memiliki pasar yang berdaya serap super tinggi. Namun sayang sekali sampai hari ini juga tidak ada satupun progam yang benar benar dijalankan. Pernah sih katanya loh ya…katanya…. pernah ada Haloo!!! Atau mobil listrik Nasional yang punya potensi luar biasa itu kini lenyap suaranya selenyap suara mobil listrik tanpa bunyi dan tanpa asap dan tanpa emisi gas buang itu.

Mana? mana? mana? semua itu lama lama juga hilang karena kita bangsa yang pelupa.

Jadi masih perlukah Mobil Nasional ? atau gak ?

15 thoughts on “Mana Mobil Nasional kita?”

  1. miris juga sih, namun jikalau terwujud mobnas, apakah mampu bersaing dgn brand jepang? secara konsumen indo kiblatnya kl ndak merk T ya H alias mengarah ke gengsi dan 3s. beda lagi kl pola pikir konsumen indo seperti indie/cina.. nasionalisme akan brand negara sendiri cukup kuat.. cmiiw

  2. dizaman orba 32 tahun demi kebahagiaan sang anak lahirlah timor walau tabrak aturan sana sini hasilnya pun menghilang dari peredaran, Sayangnya presiden sekarang bukan diktator kaya dulu jadi tidak mudah untuk membuat mobil nasional sesuai aturan..
    Mau bantu mobil esemka saja sudah dinyiyirin padahal mobil esemka sudah ada sejak era SBY dan saat Presiden yang sekarang waktu itu jadi walikota pernah membantu mempromosikan malah sempat memaklai mobil esemka untuk membantu pemerintah sby dalam mempromosikan dan mendorong mobil esemka hasil cita2 anak bangsa.
    Saya sendiri tetap berharap mobil nasional ada walau perjalanannya pasti berat. Who knows time will tell..

  3. Berkaca dr negri tetangga, disana pun mobnasnya (proton & 1 lg perodua kalau ga salah) suram. Mirip seperti masyarakat awam kita,disana mereka lebih condong ke pabrikan jepang & menganggap mobnas mereka kurang berkualitas. Ini pengalaman pribadi dr teman2x yg berkewarganegaraan sana

  4. Seandainya sang penguasa Niat pasti bisa
    Urusan konsumen mau atau tidak (karena konsumen lebih condong k merek yg Sudah terlanjur beredar) bisa ajah d buat solusi, entah dibuat regulasi pajak lebih murah atau klo bisa Gratis tanpa pajak, Saya yakin bisa bersaing

    Walopun Saya yakin juga sang penguasa gak Akan berani seradikal itu (tau lah kepentingan lebih prioritas) terlebih Lg negara ini boleh dibilang terlanjur Ketergantungan kepada negara lain.
    Entah negara ini yg mau seperti itu atau pun Ada negara lain yg emang me nyeting agar negara ini bergantung.

    1. Ya sbnrnya betul,bahwa ada yg lebih prioritas dibanding mobnas.mobnas jd sekedar alat utk mendongkrak popularitas.di negri tetangga aja project mobnas termasuk yg dikritik,masyarakat lebih cenderung menginginkan fokusnya di fasilitas umum macam mrt/lrt.

      Kalau saya sih,demen2 aja ada mobnas.tapi soal beli,liat2 dulu deh 😆

Leave a Reply to Medimore Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s