Isue kenaikan Tarif Ojol menjadi angin segar bagi produsen Otomotif

Namanya dunia bisnis selalu tidak lari dari 3 hal paling penting ini “profit’ “profit” dan “PROFIT”!!! Nah bicara profit tidak jauh dari Sales, baik itu sales quantity maupun margin. Semuanya tentu berhubungan erat lagi dengan permintaan pasar yang sedang terjadi.

Terus terang saja tahun 2018 lalu demand penjualan motor sangat tertopang oleh kredit pembelian motor untuk digunakan sebagai modal usaha perorangan. Tak lain dan tak bukan adalah Ojol!!! Karena pendapatan yang menjanjikan kala itu, banyak orang yang merasa tertarik ikutan bermitra dengan aplikator Ojol. Mereka bergabung dan berani kredit motor baru dengan alasan untuk digunakan sebagai modal kerja. Walau kadang yang terjadi seringkali disebabkan oleh nafsu dan keinginan membeli motor baru yang sesuai impian itu lebih kuat,  mumpung lagi dibarengi alasan yang tepat bagi dirinya maupun bagi orang lain. Jadilah pembelian jumlah besar besaran terjadi secara massal. Duaaaar!!! Otomatis demand motor tertopang naik karena hal ini. Memang sejak 2017 lalu sudah terjadi, namun boom besarnya pada 2018 ini. Nah pada tahun 2019 ini justru diperkirakan akan turun karena mulai titik jenuh perbandingan jumlah driver vs konsumen yang makin kecil. Karena jumlah driver baru tidak akan bertambah dalam jumlah banyak lagi dan driver lama gak mungkin ganti motor baru lagi tiap tahun karena pendapatan akan turun pastinya. Justru gelombang besar kredit macet diperkirakan akan segera terjadi.

IMG_9226

Akan tetapi dengan adanya isue dan tuntutan kenaikan tarif ojol ini, produsen otomotif serasa mendapatkan angin segar lagi di tahun 2019. Ketika bermain di pasar majemuk, satu segment pasar boleh krisis, akan tetapi bila segment pasar yang lain bergairah ini tanda dan sinyalmen positif bagi forecast penjualan di tahun fiskal 2019. Yeaaah!!!

Diperkirakan nantinya kenaikan tarif ojol yang melambung naik cukup drastis ini bikin banyak konsumen yang tadinya setia mengunakan ojol untuk urusan dan keperluan hariannya akan jadi gerah, sehingga memilih beralih lagi menggunakan kendaraan pribadi atau moda transportasi angkutan umum lainnya. Nah di sisi masyarakat yang kembali lagi akan lebih memakai motor sebagai kendaraan transportasi keperluan hariannya di perkirakan cukup banyak. Hasil hitungan hitungan ini berdasarkan tingkat elastisitas harga tarif ojol terhadap banyaknya konsumen yang menggunakan jasa tersebut. Panen penjualan akan terjadi lagi di sisi real konsumen pengguna pribadi. Ibaratnya sawah yang satunya lagi krisis panen, eh sawah yang satunya lagi bagus bagusnya panen. Karena dari sisi pengguna kendaraan pribadi roda 2 mungkin yang mereka miliki sudah agak tertinggal modelnya sehingga butuh pembaharuan unit. Selama nyaman menggunakan jasa ojol, tentunya tidak pernah memikirkan pembaharuan model unit yang dimilikinya karena memang jarang digunakan, namun jika sudah sering pake lagi, ya jadi gengsi bila motor yang masih dipake agak agak ketinggalan jaman modelnya he he he.

Nah kabar gembira ini tentunya akan memeriahkan pasar roda 2 di Indonesia lagi. Pasar kembali bergairah, produsen Happy, Salespun bisa tutup target dapet banyak bonus. Dan yang penting aspal masih rame dengan motor motor model baru.

Salam Uhuuuuuuuuuu!!!

9 thoughts on “Isue kenaikan Tarif Ojol menjadi angin segar bagi produsen Otomotif”

    1. Bener.. setau gue juga masih dimoratorium, apalagi dengan banyaknya kasus jual beli/peretasan akun driver/mitra ojol..

      1. Gara2 orang sini dikasih jalan mudah malah aji mumpungbmanfaatinncelah.. jadilah ojol tuyul .. hape 10 yg punya cuma seorang ..

Leave a Reply to KpgPung Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s