Akankah W175 Face Off atau malah disuntik Mati?

Setelah Yamaha XSR diterjunkan masuk pasar Indonesia, W175 Kawasaki langsung klepek klepek. Ya tentu saja hal ini sudah dapat diprediksi dengan mudah oleh banyak pengamat roda 2 di Indonesia. Pasalnya sebelum kemunculan XSR, W175 seperti segan hidup mati tak mau. Banyak konsumen yang terlanjur beli juga kecewa berat dengan kualitas W175. Gampangnya begini… diawal emang kelihatan memikat namun kualitasnya murahan dengan harga yang ditawarkan cukup tinggi. Mulai dari knalpot, setang dll yang nampak terlalu standart, dimodif dikit dikit eh dari segi biaya kok malah muahal banget jatuhnya… sebab terlalu banyak yang harus diganti untuk terlihat cantik merangsang mata. Alhasil kalau diganti semua tinggal rangka dan mesin doank lho!!! gak worth it juga itu, pasalnya mesinnya juga terlalu underspec untuk dipadu padankan dengan semua part modifikasi yang akhirnya harus tersemat.

Belum lagi banyak konsumen yang merasa kecewa dengan kualitas part W175 yang kacangan. Mudah karatan dan nampaknya dari bahan yang tidak bagus. Coba baca juga artikel ini : “W175 gak Worth it Banget” banyak konsumen Kawasaki yang menyesal telah beli W175 ini.

Padahal W175 ini sebenarnya jika saja sukses dalam penjualan bisa dijadikan backbone Kawasaki di rentang harga “rakyat”. Ya dalam Bisnis apapun sebuah perusahaan Global dengan Brand besar sudah seharusnya punya backbone penjualan di kelas receh walau prime menu nya tetap di kelas Premium sekalipun. Karena kelas receh begini memiliki kekuatan mass market yang gedhe banget Market sizenya. Walau margin-nya sedikit namun multiply effect-nya itu kuat banget untuk menopang stabilitas financial Bisnis. Jadi produk premium (divisi premium) punya kekuatan yang menopang segala kesombongan dan adidaya merknya, mau jor joran promo okey, mau habis habisan research & development juga ayuk! Bahkan mau bikin event yang habis habisin duit untuk naikin pamor juga masih kuat. Gampangnya gini Honda dan Yamaha tidak akan bisa pamer kedigdayaan di MOTOGP jika tidak jualan motor bebek dan matic recehan. Atau Kesombongan CBR-RRR series itu juga dananya dari mana? Mau gempur gempuran ya kuat.

Hal yang berbeda terjadi pada Kawasaki!!! Mau promo event dan apapun ya terbatas pelurunya, cuman ngandalin Kadal Hijau aja ya gak kuat. Makanya persis seperti filsafat namanya, “Ninja tak pernah perang frontal”, beda sama para Samurai yang berani perang Frontal karena dukungan financial yang mumpuni. Mau rugi sekalipun jika dibutuhkan bisa, mau habis habisan juga masih bisa eksis. Beda dengan Kawasaki yang jualan produk premium namun harus hati hati melangkahkan bidak bidak caturnya, lah dia gak punya pion apapun 🙂

Sebetulnya kalau Kawasaki mau bisa bermain agak leluasa, produk lini bawah seperti W175 ini yang harus di pikirkan matang matang strateginya, harus di jaga dan di maintenance power sales-nya, image dan promonya, serta value dan total marginnya, bukan main cut loss gini adeuhhh!!! Pasalnya Dealer Kawasaki sudah terbiasa cuan gedhe, sekali jual untung 15-30jeti, lah mana maulah dengan cuan cuman 3-5 jutaan per unit. Ya jelas yang gini ini gak pernah diperhatikan dengan bener, cuma sekedipan sekelilit mata aja jadinya. Prinsipnya dah gak bener nih!!! Selagi bisa Untung gedhe ya diraup, kalau sudah tidak menguntungkan ya kembali fokus di bisnis lainnya. (Pemilik Dealer K pada umumnya memiliki beberapa bisnis besar lainnya di luar K, Bisnis Dealer K cuman usaha sampingan saja. Berbeda dengan pelaku pemilik Dealer Y dan H yang selektif dipilih dari Pembisnis yg memang mau fokus di H atau Y saja). Otomatis disini pemilik Dealer lebih bermain selagi ada kesempatan ya raup habis, mirip di meja poker Casino.

Oke kita kembali ke topik utama. Bagaimana dengan nasib W175 mau Face Off atau disuntik Mati aja nih? Karena terus terang saja Pabrik Kawasaki sudah menghentikan produksi W175, kondisi stock baik di gudang maupun di market (Main Dealer Stock) sudah ampun ampun banyaknya. Dengan kondisi tidak diproduksi saja rasanya cukup sulit untuk menghabiskan stock. Ya berbahagialah yang sudah memiliki motor ini ya…. he he he.

Tentunya kedua pilihan diatas adalah pilihan yang sulit, tak hanya “maju kena mundurpun kena”, kondisinya sudah lebih runyam dari pada itu. Ini lebih cocok dengan perumpamaan “Bergerak salah, diam-pun mampus”.

Mau habisin stock dulu sebelum face off atau New Product, udah ketinggalan momentum bahkan timming untuk bergerak. Disaat nanti suatu saat stocknya menipis, Finacial power sudah gak kuat lagi, Lini low end dah gak bergairah karena sudah habis dilumat lumat kompetitor dan dijadikan lahan berdarah darah habis bis tersedot kering kerontang. Mau Suntik mati sekarang jelas kerugian tiada tara, gimana sisa stocknya? mau diapain? Buat subsidi ojol kah atau gimana? Mau Face Off sekarang dan dikeluarin barengan eh juga ke kanibal, malah gak laku laku dan produk baru juga keganjel imag produk lama. Serba salah khan. Ya itu tadi “Bergerak salah, diam-pun mampus”.

Lah gimana pendapat Bro dan Om Om disini? waktu dan tempat dipersilahkan Uhuuuuuuuy!!!

23 thoughts on “Akankah W175 Face Off atau malah disuntik Mati?”

  1. Dah suntik mati aja, tuh motor ngeselin banget. Gantian rusak ini itu part ganti yang satu rusak yang lain. Gampang karatan lagi. Bikin bokek aja.

  2. Betul w175 ga worth to money bgd… Udah kebaca sih Dr speknya yg kebangetan retro… Tp Harga nyrempet” motor yg udah bs dibilang fiturnya bnyk walopun beda genre…
    Ngomongin motor retro… Ga coba bahas Benelli om uhuy? Soalnya eksis bgd di acara event walopun jarang bgd keliatan dijalanan… Jd penasaran sama rahasia dapurnya Benelli…

  3. Baca ini saya sebagai penggemar berat merk Kawasaki sedih banget.
    Memang bener kenyataan yang tertulis di sini, saya memiliki beberapa motor Kawasaki, ketika w175 keluar otomatis saya ikutan membeli bahkan indent lama banget berlarut larut waktu itu. Dalam pemikiran saya waktu itu Kawasaki adalah merk motor yang bagus partnya kuat dan mutunya paling baik. Betul Ninja memang seperti itu, kebetulan KLX250 juga bagus banget. Ketika beli W175 asumsi saya pasti barang ini kualitasnya bagus juga.
    Tapi saya kecewa berat ternyata mutunya jelek banget, terutama bahan material besinya seperti besi murah yang tipis, catnya juga seperti cat murahan, mudah berkarat pada bagian bagian yg tipis dan kasar. Pokoknya kecewa sekali.
    Namun saya masih setia dengan Ninja, baru baru ini ikutan beli ZX25 walaupun saat ini tidak langsung beli tapi denger dengerin dulu dari kiri kanan bagaimana kualitasnya. Kapok terulang pengalaman pahit dengan w175

  4. Tergelitik dengan perumpamaan bermain catur tanpa pion.

    Bener bener pas. Apalah artinya sebuah pion? Disini motor matic 125cc dan 150cc atau bebek 150cc. Secara margin memang tidak banyak seperti sport tapi marketnya besar. Sehingga bisa menopang biaya promosi sport flagship. Ya seperti main catur tadi tanpa adanya pion, maka benteng, kuda, mentri dan Ratu tak berarti apa apa lagi.

  5. Teman saya ngeluh W175nya jalan di atas 80 kpj goyang dombret gak karuan…giliran komplain ke beres eeh jawabannya “itu motor buat foto mas bukan buat touring”
    Ngakak tapi ngenes juga dengernya

  6. Kawak emang kejepit sih..kalopun niat jualan skuter, emang pusat masih ngeluarin model skuter? Gw cari di google cuman nongol j series yang notabene cuma rebadge dari kymco..itupun udah lama banget…

    1. Kapan hari kalau gag salah Kawak Indo emang mau keluarin J series. Gag tau knapa kok beritanya malah hilang menguap. Kayaknya gag jadi setelah survei sana sini.

  7. Ini motor emang serba alakadar dari segala sisi..Motor guyon.Dan motor retro gak blh kencang2 n bertenaga kata kawasaki w k w k w k
    Sangat2 wajar klo motor ini gak laku

    1. Kata dealernya motor ini hanya buat foto peruntukannya bukan buat touring atau buat kenceng kenceng. Hanya peruntukan buat foto foto memorables untuk panjat sosmed aja. 🤣🤣🤣

    1. Tenang…. Mesin W175 ini yg nanti akan nemplok di KLX baru. KLX 150 diskontinyu, diganti KLX 175. Mesin karbu yg konon katanya, lebih cocok buat terabasan….🤭😁

    1. Kemahalen bingit emang semua produk kawak. Dulunya alsan cbu thailand, lah sekarang semua lokal sampe se pelek peleknya , mau alesan apa lagi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s