Category Archives: MOTOR

Perkenalkan new R15 dalam acara meeting tahunan, Main Dealer dan Ratusan Dealer Yamaha Optimis.

Secara internal dalam acara meeting tahunan Yamaha, YIMM sudah memperkenalkan new product kebanggan mereka, yakni New R15 kehadapan para Dealer dan MD jaringan mereka.

Setelah melihat R15 baru yang biasa kita sebut R15v3, aura positif dealer terutama pemilik dealer menjadi positif. Maklum tahun tahun terakhir adalah masa masa sulit bagi mereka. Bergantung pada Nmax aja sebagai fast moving product bikin seret darah cashflow mereka. Namun setelah adanya Aerox155 dan kini melihat R15 baru membuat optimisme terpancar dalam wajah dan obrolan para pemilik dealer Yamaha. Tahun 2017 ini mereka akan songsong dengan semangat.

Menurut para pemilik dealer produk baru andalan Yamaha ini di prediksi akan sukses menekuk CBR150, bahkan melihat R15 baru mereka yakin Vixion baru juga akan bertaji…setidaknya produk baru sebagai penerusnya akan baik dan memiliki keunggulan. Mereka merasa ini saat saat awal kebangkitan produk produk Yamaha mengulang tahun 2003 silam. Diharapkan kebangkitan produk produk unggulan juga akan diteruskan dengan kebangkitan merk dan penjualan Yamaha juga.

Itulah optimisme para pengusaha pemilik dealer Yamaha, bagaimana sudut pandangnya sedikit punya nuansa yang berbeda dengan kebanyakan pengamat dunia r2.
Salam Uhuuuuuuuy dari MG

Kupas Tuntas keunggulan Riding Mode pada Honda CBR250RR

Throttle by Wire sekaligus aplikasi Riding Mode yang ada pada Honda CBR250RR merupakan salah satu fitur unggulan kecanggihan teknologi piranti elektronik yang disematkan pada motor ini. Tak banyak motor sport yang sudah mengaplikasikan teknologi ini. Seperti halnya pada superbike Panigale, luar biasanya atau malah lucunya Honda mencoba menerapkan pada CBR250RR ini terlebih dahulu dibanding motor motor bigbike Honda yang lain.

Karena hal inilah, Throttle by Wire (TWB) dan Riding Mode (RM) selalu menjadi pembicaraan hangat, sesuatu yang baru, tidak biasa dan sekaligus fitur mewah. Beberapa pengamat dan pemerhati blog selain ada yang mengagumi tak banyak pula yang mencibir jikalau piranti TWB dan RM ini cuma bagian dari marketing gimmick. Nah dari pada simpang siur knapa tidak dibedah aja?  Bagaimana review pemakaian langsung dan effect penerapan fiture canggih TWB dan RM, mari kita ikuti.

Sport Mode

Sebagai mode standard, sport mode akan otomatis aktif jika CBR250RR ini dinyalakan. Begitu kunci kontak on, mode ini langsung aktif. Tidak peduli anda gunakan mode apapun sebelumnya, jika kunci kontak off, maka saat anda hidupkan lagi akan secara otomatis akan aktif pada posisi mode sport ini.

Dengan mode sport ini, semua fungsi akan berjalan standard. Karena CBR250RR adalah motor sport sejati, maka standard unjuk kerja mesin adalah sport. Pada mode ini power mesin dan torsi akan tampil apa adanya. Konsumsi bahan bakar ada di kisaran 22-24km per liter pada mode ini.(sangat tergantung dari gaya mengendarai dan bobot pengendara sendiri). Jika mengendarai motor ini untuk hobby dan kondisi single seater idealnya memang memakai mode sport ini. Gak banyak yang bisa dieksplorasi pada mode ini, lah memang kondisi standardnya motor berada pada mode ini. So normalnya performa dapat dirasakan dan diraih pada mode sport ini. Sebagai catatan performa motor ini cukup tinggi dan responsif jika kita bandingkan dengan kompetitor sejenis misal R25 dan Ninja 250fi.

Sport + mode

Mode ini mengeksplore lebih keperkasaan mesin 250 cc terbaru dari Honda. Semacam program overclock githu. Satu kata cukup menggambarkan, Bengis. Sangat Responsif, rpm mesin mudah dikail naik (hati hati tak terkontrol terlalu cepat naik bagi pengguna pemula motor sport). Perasaan yang gue dapatkan saat memakai mode ini ibaratnya seperti menggunakan piranti “gas kontan”. Akselerasi dan karakter pluntiran handle gas terhadap akselerasi motor fellnya seperti menggendarai motor 2tak (seperti loh). 2stroke lover dan speedfreak lover pasti menyukai mode riding yang satu ini. Penggunaan mode ini cukup mudah tinggal tekan tuas mode di handle kiri menggunakan jari telunjuk kiri, cukup sekali maka dari mode sport akan berubah menjadi mode sport +. 

Nah selanjutnya mode yg dipilih akan aktif secara otomatis dengan cara menutup handle gas dan membukanya kembali. Bila kelupaan menutup handle gas, mode akan berada di mode riding sebelumnya, dan mode yang baru dipilih akan nampak blinking menunggu diaktifkan dengan cara menutup handle gas.

Mode sport + ini akan sangat berguna jika dipakai di sircuit 😂😎, saat butuh akselerasi extra untuk menyalib rangkaian kendaraan yang melaju kencang dalam posisi akselerasi, atau jika dipakai adu drag sama temen temen komunitas 😘. Atau jika ingin nostalgia dengan NSR150RR anda. Wk k k k k k. Mantap Jiwa githu loh.

Nah selain kecepatan, akselerasi, power dan spontanitas karakter bukaan gas, konsumsi bahan bakar pastinya juga terpengaruh loh. Pada posisi mode Sport + konsumsi bahan bakar bisa mencapai 11-12km per liter (gaya mengemudi, buka tutup gas dan pengereman pasti berpengaruh juga pada mode ini sih, enak gila ya makin srontolan tarik sana tarik sini jika karakter mesin mendukung). 2mode awal ini berguna bukan sekedar gimmick teknologi dan gimmick marketing. Bagaimana dengan mode ke 3?

Comfort mode.

Justru menurut MG, inilah mode yang paling berguna dan jarang dieksplore oleh banyak pengemudi CBR250RR.

Mode ini didapatkan dengan menarik tuas mode 1x dari posisi mode sport+ atau menarik tuas mode 2x dari posisi mode sport. Dari mode comfort jika ditarik 1x lagi akan kembali ke mode awal yaitu sport. Begitu seterusnya rotasi terus menerus.

Pada mode ini konsumsi bahan bakar bisa mencapai 40-44km per liter (gaya mengemudi juga kalem ngikut ama mode yang dipilih) hemat sekali untuk kaliber motor sport 250cc. Nah rupanya Honda masih ingin menancapkan image irit effisien sebagai core DNAnya. Tapi jika mau kencang kencangan juga tidak takut meladeni kompetitor. Jawara RR githu loh.

Pada aplikasi harian, mode ini sangat cocok dipakai untuk jalan macet, stop n go pada kecepatan rendah. Anda akan kaget jika motor CBR250RR ini dapat berjalan 6km per jam tanpa harus menarik setengah kopling pada gigi 1. Jika ingin menaikkan kecepatan tinggal pluntir handle gas aja tanpa harus sedikit menekan kopling. Hal yang sangat sulit dilakukan pada motor sport 250 cc kompetitor. So untuk ukuran motor sport racing 250cc sangat nyaman pada mode comfort ini saat macet tanpa perlu jari jemari tangan kiri kaku pegal pegal saat terjebak kemacetan.

Tarikan lembut tapi tetap mantap, cocok bagi pemula kelas 250cc untuk membiasakan diri membawa motor ini. Banyak pengemudi yang baru naik kelas dari bebek, matic atau sport 150cc biasanya akan  sedikit kesulitan menjinakkan performa dan karakter mesin 250cc, nah dengan mode ini mereka akan sangat terbantu dalam masa penyesuaian sampai terbiasa dengan handling motor ini.

Berkendara di kondisi hujan dan pada asphalt yang licin juga sangat berbahaya. Mode Comfort sangat berguna di kondisi ini. Bayangkan jika dengan performa mesin apa adanya yang sudah galak, pengemudi dituntut extra hati hati. Mode ini membantu pengemudi lebih menguasai keganasan performa motor CBR250RRnya.

Hal yang sama saat harus melalui jalan bumpy, keriting, perbukitan dengan asphalt bumpy berpasir, naik turun kelak kelok jadi lebih nyaman dan aman dengan mode Comfort ini. Bayangkan memakai mode Sport apalagi Sport +, mesin motor akan tersentak sentak akibat tangan kita ikutan bergoyang saat jalan bumpy atau bergeronjalan. Dengan mode Comfort yang lembut dan halus berkendara makin aman.

So MG paling puas dengan fitur mode Comfort, benar benar paling usefull dan berguna banget. Apalagi kalau bawa boncengan cewek, motor boleh Sangar, tapi kenyamanan berkendara itu perlu. Jangan sampai mau dibonceng cuma 1x aja karena penasaran dengan tampilan motor sport yang super kece dan ingin punya pengalaman dibonceng dgn motor itu. Akan lebih baik jika merasa nyaman dan ngak puas cuma 1x aja riding dengan anda. Uhuuuuuuuy khan.

Yamaha segera launching Aerox 155 tanggal 23 January 2017 di sirkuit Sentul

Motor matic beraura sport Aerox 155 segera dilaunching Yamaha dalam waktu dekat. Tanggal 23 January 2017 jam 10.30am sirkuit internasional Sentul akan menjadi saksi launchingnya motor yang di unggulkan dan sekaligus menjadi harapan team marketing Yamaha sebagai produk yang diharapkan dapat mendobrak market seperti Nmax.

Yamaha cukup pd masuk di market premium skutik, apalagi semenjak diberlakukannya kebijakan ojk dan kondisi market r2 yang demandnya makin turun. Hasil analisa kondisi yg turun daya belinya adalah kalangan bawah. Nah Yamaha coba peruntungan masuk di segment premium, kalau hoki ya bisa mengulang kesuksesan masa lalu lewat mio yg hadir di blue ocean market. Mirip kondisinya. Sayang masalah hoki makin ke sini makin gak bisa diandalkan lagi, kompetitor waspada dan sudah berbenah tak mau kecolongan lagi khan.

Nah di sentul ini komunitas dan blogger akan diundang untuk mencicipi kedahsyatan aerox 155 melahap sirkuit Sentul. Tapi bagaimanapun menurut MG secara pribadi, handling motor matic tidak akan cocok dibawa ke sirkuit, lebih cocok di jalan raya. Saat belok di tikungan sircuit pasti body akan terasa ngebuang dan dampak yang dirasakan tester akan negatif. Image pertama biasanya berkesan dan begitu melekat…selanjutnya terserah anda.

Uhuuuuuuuuuy

Panasnya Pasar Sport Fairing 150, dan opini product baru versi MG.

Melihat pasar sport fairing 150cc di tahun 2017 ini bakalan asyik. Bagaimana tidak new CBR150R sudah menempatkan diri sebagai benchmark sport fairing 150cc, menguasai market share sport fairing 150cc dan sudah memiliki strong value yang sudah benar benar leading di jalur trend line yang Honda bentuk. Disini berarti penguasaan kendali trend ada di tangan Honda lewat CBR150R untuk market ini.

Hanya saja kompetitor tidak tinggal diam di segment manis yang secara kontribusi kategori makin naik aja persentasenya dari tahun ke tahun ini. Suzuki muncul sebagai kuda hitam yang menawarkan difrensiasi produk yang jelas, power advantages dan harga. Sudah jelas market segment yang dituju sangat jelas, dan ini ada marketnya sendiri. Tidak head to head dengan produk honda CBR150R tapi pastinya akan ada sebagian kecil market yg tadinya tidak memiliki pilihan dan terpaksa membeli cbr karena value lainnya kini bisa banting setir ke selera asal mereka dan pilihan itu mendarat di Suzuki GSXR .

Yamaha sendiri tidak tinggal diam, seolah ingin merebut tahta demi menyelamatkan muka dan sekaligus mempertahankan image Brand DNAnya. R15 akan segera hadir lebih Racing dari present model, dan melihat animo pasar yang haus akan pilihan di segment ini, eforia r15 v3 yang tabirnya sudah terkuak makin bikin penasaran seperti apa bakalan penetrasinya nanti.

3 motor ini pastinya akan berebut dan bersaing keras di market. Suzuki jelas akan mulai masuk di segment komunitas ultranya yang heavy. Ini satu satunya daya ungkit pasar yang mereka miliki, lajut ke segment speed freak. Berharap image terbentuk secara natural dan berefek ke mass market. Sebaliknya Yamaha yang paling nafsu untuk mengukuhkan diri di market ini, segala senjata telah dipersiapkan dan dipertaruhkan habis habisan untuk mempersenjatai produk unggulan mereka R15v3, nampaknya mereka cukup pd disini. 

Jika melihat pasar yang ada, pemilik sport 150cc sebagian besar masih menggunakan kendaraan ini untuk harian dan pemuasan passion nya. Beberapa ada juga yang memilihnya untuk kendaraan hobi yang masih terjangkau secara ekonomis. Disisi ini market yg di tuju CBR150R  masih central dan memiliki size terbesar. Bandingkan dengan GSXR yang sangat jelas dan niche. Justru R15v3 memiliki chance untuk mereset trend dan benchmark di market ini. Mungkin tidak dari segi quantity penjualan secara direct sales, tapi bakalan dari sisi customer expectation. Nah ini umpamanya seperti membunuh seseorang lewat cara pembunuhan karakternya terlebih dahulu, baru kemudian ketika massa sudah memiliki presepsi memihak alasan kita, barulah kita pojokkan dan habisi. CBR150R bisa dikatakan digiring ke pojok sudut ring secara perlahan lahan, apalagi ditunjang dengan move comebacknya Suzuki dengan karakter yang jelas masuk di market ini. Penggiringan opini lewat desain product itu sendiri yang sebenarnya sebagai senjata utama. Seakan akan under yoke jadi fitur sport fairing sejati. Dst dst…

Ergonomi bisa ditinggalkan perlahan lahan alih alih demi gengsi motor sport faring tulen. Gak langsung sih…tapi pada akhirnya akan mengacu ke sana. Posisi CBR150R bisa terancam nantinya. Walau harus kita akui market sport fairing 150cc terbesar saat ini masih untuk harian dan butuh ergonomi yang nyaman, dan saat ini segment terbesar yang mass masih ada di market ini. Tapi pergeseran opini bisa terjadi ditarik oleh ke dua produk komperitor lainnya itu. Karakter Latahnya orang Indonesia bisa dimanfaatkan dengan baik untuk strategi ini.

Apakah CBR150R harus juga berubah lebih Racy? Pake USD, under Yoke, banana arm dst dst….

Opini MG gak perlu… Biarin aja.

Terlalu cepat melakukan product facelift dan mengeluarkan generasi baru bisa menyakitkan bagi konsumen setia CBR bahkan konsumen merk Honda. Pasar akan bereaksi negatif nantinya. Apalagi secara historis sudah 2 kali cbr150r telah berubah wujud secara drastis sejak dilokalkan. Sedang sebelum cbr lokal hadir r15 telah hadir dan masih bertahan, kalau saat ini muncul generasi baru ya sudah wajar dan memang timingnya tepat.

Lalu bagaimana? Berubah salah, gak berubah juga tergerus.

Opini MG gampang aja. Manfaatkan image dan eforia kakak yang jagoan CBR 250 RR. Trendline dapat dibentuk dgn mudah akibat anchor point trend CBR 250 RR. Honda bisa bermain cantik di market yang semakin menjanjikan ini. Cbr 150 r lama cukup dipertahankan sebagai backbone product dan cash cow di mass market. Dan munculkan seri RR yang Racy abis untuk kelas 150cc, CBR 150 RR.

Tandem ini akan apik membuat musuh tidak leluasa bergerak dan kontrol trend serta opini tetap pada kendali Honda.

Mau racy ada RR series yang race ready dgn mesin pure overbore DOHC, usd dst dst dst yang tentunya memiliki ultimate advantages positioning. Mau yang serbaguna ada CBR 150 R yang memiliki spectrum luas untuk memenuhi segala kebutuhan ridernya sebagai kendaraan utama harian.
Just Opini aja ya…

Salam Uhuuuuuuuy 2jari 

Product Development Strategy Salah Satu Pabrikan Besar di Segment SPORT

Membaca Strategi pabrikan otomotif R2 memang selalu asik bagi banyak orang. Bisnis R2 di Indonesia tergolong massive business dengan market demand yang sangat besar, nomer 3 di Dunia atau lebih tepatnya nomer 1 bagi pabrikan R2 Jepang.

Berikut ini Gue tampilkan “teaser” salah satu gambar ilustrasinya sebelum penjelasan dan detail informasinya.

Picture1

Continue reading