Category Archives: STORY

FIX, tgl 22-23July MG hadir di acara RAA2

Setelah kapan hari MG sempat membahas suatu event keren yaitu RAA2, (LINK https://mygoldmachine.wordpress.com/2017/05/31/event-seru-berani-melawan-gajah-gajah-pabrikan-otomotif/ ) timbul keinginan juga merasakan serunya petualangan di Event ini, pastinya Uhuuuuuuy!!!.

Survival mission - slide show

Maka dari pada itu MG segera meluncur untuk melakukan pendaftaran secara online di MicroSite acara ini; www.realactionadventure.com .

Setelah baca baca rules dan melihat banyaknya fasilitas yang didapatkan peserta, maka MG sangat tertarik untuk mengikutinya. Pendaftaran cukup mudah, online juga neh. Tinggal isi  Registration Form ini, maka panitia akan segera menghubungi dan pendaftaran komplit setelah Continue reading FIX, tgl 22-23July MG hadir di acara RAA2

Sebagian konsumen masih menginginkan Yamaha memiliki varian mesin sport 150cc DOHC

Walaupun mesin baru SOHC 155c VVA dengan segala keunggulannya menarik hati banyak orang, namun tidak dipungkiri masih banyak orang menanti nantikan dan lebih memilih mesin  DOHC. Ibaratnya SOHC 155 VVA itu ibaratnya gadis cantik yang energic, namun DOHC 150cc itu jelas memiliki karakter lebih “Binal”.  Hal ini Gue rasakan dalam diskusi antar sesama FBY dalam SunMoRi 2 minggu lalu. Timbul keributan kecil (biasalah hal itu, yang penting tetep seduluran) antara kubu fanatik DOHC dengan kubu pendukung SOHC VVA. Walaupun pada akhirnya setelah perdebatan panjang itu usai, beberapa anggota kubu SOHC VVA terseret…ikut menjadi pendukung DOHC, namun beberapa gelintir orang masih keukeh pada SOHC VVA.  Maklum di sini rata rata speed freak dan suka dengan segala sesuatu yang berbau racing racing githu, pas banget sebenarnya dengan DNA Yamaha yang bener.

Dalam diskusi ini Gue ambil beberapa point penting; Continue reading Sebagian konsumen masih menginginkan Yamaha memiliki varian mesin sport 150cc DOHC

Biker Social Climber, penyakit jiwa orang miskin yang kepingin kelihatan Kaya

Hari gene, gak hanya ibu ibu, cewek cewek, emak emak, maupun para ABeGe yang terkena Viris Social Climber. Biker juga mulai tertular virus ini rupanya. Gimana bukan Social Climber…. Gaji cuman #3jeti sebulan, Motornya Ninja250Fi dan CBR250RR, hidup di kontrakan, beli makan aja kurang kurang bahkan ngutang ke warung pas tanggal tua, istri sering curhat mengeluh kurang uang belanjaan, #eh waktu #SunMoRi udah pakai #knalpot Racing merk luar negeri yang beken. Uangnya abis buat modif motor walau pengasilan pas pasan. Helm Arai, Jaket dan Glove merk Dainese, semua cicil pakai kartu kredit, foto sana foto sini buat instapic dan foto foto di FB, keren seeeh… tapi tiap hari makan indomie. So mau sebut apa kalau bukan Biker Social Climber. Continue reading Biker Social Climber, penyakit jiwa orang miskin yang kepingin kelihatan Kaya

Masih baru, sudah ada CBR250RR yang kecelakaan.

Total Control, tag line ini tak selamanya benar adanya. Motor kelas 250cc memiliki potensi power yang besar. Memang di kelas ini handling CBR250RR memiliki handling yang paling jempolan. Akan tetapi tetaplah ini sebuah mesin dengan tenaga buas yng susah dikendalikan.

Apalagi bagi pengendara yang baru naik kelas ke 250cc, dibutuhkan lebih dari sekedar skill up grade, mental up grade juga butuh. Semakin besar power, semakin juga butuh lebih besar responsibility. Memang arah Penjenjangan sim C patut di support, akan tetapi menurut Gue bukan test teori dan praktek lagi harusnya. Itu tidak perlu lagi di test setelah seseorang memiliki sim C selama 2 tahun sebelumnya. Justru yang seharusnya di test pada sim C1 adalah psikotest tentang kedewasaan mental, bagaimana kemampuan berkeputusan secara rasional dan bertanggung jawab. Kemampuan akan memperhitungkan efek efek dari tindakan yang diambil, ya kedewasaan mentalitas, melebihi dari skill berkendara itu sendiri.

Contohnya begini, seseorang yang memiliki kedewasaan mental akan penuh perhitungan, ia mengerti benar skillnya. Walau ia diberi moge 1000cc sekalipun saat ia tahu kemampuan mengendalikannya cuma sampai di batas 50km perjam ia akan berusaha menjalankan motornya tidak melewati batas kecepatan dimana kemampuannya itu, sambil selalu memperhitungkan kondisi sekitarnya secara terus menerus. Sampai tiba saatnya ia merasa mampu barulah ia berani memacu lebih cepat lagi tetap dengan perhitungan yang mantap dan bertanggung jawab. Ia tahu mana sircuit dan mana jalan raya. Bandingkan dengan pribadi yang mentalnya belum matang, saat diberikan motor 250cc ia akan hajar habis menggeber tanpa perduli kemampuan skillnya lagi, batas kecepatan adalah batas kemampuan mesin motornya. Walau motornya memiliki tagline Total Control ya tetap gak ter control lagi.

Nah dengan massivenya pemberitaan positive tentang CBR250RR semakin membuat banyak orang yang mengidamkan dan memimpikan motor ini. Banyak yang tiba tiba naik kelas. Jadi maraknya pemberitaan CBR250RR menjadi bahaya laten tersendiri di jalan. Banyak yg belum secara mental siap kini memiliki mesin yang buas ini. Paling tidak kalau mentalnya siap khan bisa pakai mode Comfort buat penyesuaian awal agar belajar mengendalikannya.

Tetap save di jalan Brother. Kendalikan passionmu, kendalikan adrenalinmu baru kendalikan motormu. Uhuuuuuuuuy!!!

Bahagia itu Sederhana

Tanyakan kebahagiaan itu apa?

Naik motor sport di jalan antar kota menembus kabut tipis di aspal pegunungan.

Memiliki Motor idaman di garasi, kemudian mengelus elusnya.

Atau kumpul sama teman teman nongkrong bersama di pinggir jalan seperti malam ini.

Bahagia itu sederhana. Sesederhana anak anak yang berteriak Om Telolet Om saat ada truk atau bus antar kota melintas.

Mungkin ini sebabnya angka kebahagiaan anak anak di Indonesia yang paling tinggi di Dunia. Bahagia itu komoditas yang masih murah di Indonesia.

Seperti hari ini, malam ini…. Bahagia itu Sederhana.

Yuk komen apa kebahagian bagi kita masing masing?