Category Archives: STORY

Sebagian konsumen masih menginginkan Yamaha memiliki varian mesin sport 150cc DOHC

Walaupun mesin baru SOHC 155c VVA dengan segala keunggulannya menarik hati banyak orang, namun tidak dipungkiri masih banyak orang menanti nantikan dan lebih memilih mesin  DOHC. Ibaratnya SOHC 155 VVA itu ibaratnya gadis cantik yang energic, namun DOHC 150cc itu jelas memiliki karakter lebih “Binal”.  Hal ini Gue rasakan dalam diskusi antar sesama FBY dalam SunMoRi 2 minggu lalu. Timbul keributan kecil (biasalah hal itu, yang penting tetep seduluran) antara kubu fanatik DOHC dengan kubu pendukung SOHC VVA. Walaupun pada akhirnya setelah perdebatan panjang itu usai, beberapa anggota kubu SOHC VVA terseret…ikut menjadi pendukung DOHC, namun beberapa gelintir orang masih keukeh pada SOHC VVA.  Maklum di sini rata rata speed freak dan suka dengan segala sesuatu yang berbau racing racing githu, pas banget sebenarnya dengan DNA Yamaha yang bener.

Dalam diskusi ini Gue ambil beberapa point penting;

Pertama, kumpulan orang yang hobby atau penggemar Racing Enthusiast, umumnya mengerti benar masalah teknis mesin dengan detail….mereka condong pada DOHC secara bijak serta mampu memberikan penjelasan yang detail dengan netral. Sedangkan yang kurang begitu mengerti mesin dengan detail tetapi sok ngotot, akan lebih mudah termakan gimmick marketing dan iklan pabrikan.

Kedua, kumpulan orang yang Speed Freak, umumnya kurang paham masalah teknis pada mesin, mereka lebih paham bagaimana ngoprek jadi kencang saja (ilmu bengkel jadi jadian) akan mati matian pilih DOHC secara Fanatik. Sedang yang suka pura-pura tampil kencang tapi sebenarnya tak punya nyali…lebih cenderung masuk kubu SOHC VVA dengan segudang alasan yang cenderung mengada ada.

Ketiga, kumpulan orang yang suka menikmati Touring dengan jam terbang tinggi, akan lebih memilih SOHC VVA, mereka memiliki argumen argumen non teknis yang kuat berdasarkan pengalaman mereka, sedangkan sebaliknya yang tidak terlalu memiliki jam terbang tinggi cenderung pada mesin DOHC tanpa argumen yang kuat.

Nah dari perdebatan sengit dan lama ini (4jam lebih), separuh lebih dari kubu yang tampil seperti Speed Freak (pura-pura suka tampil kencang) akhirnya terbawa arus oleh senior mereka yang bener bener Speed Freak untuk pilih DOHC pada akhirnya. Sedangkan hampir separuh atau kira kira sepertiga dari golongan penikmat Touring dengan jam terbang tinggi pindah haluan mendukung DOHC setelah mendapatkan penjelasan teknis yang masuk akal dari kubu Racing Enthusiast yang memang mengerti benar mesin secara teknis. Bahkan, beberapa orang dari kubu yang kurang mengerti mesin akan tetapi sok ngotot juga beralih menjadi pendukung DOHC. Diskusi ini seluruhnya dalam topik kerangka pembahasan mesin sport 150cc, bukan mesin moge, bukan mesin 250cc, apalagi kelas matic dan cub.

Gue merasa arus DOHC lebih kuat dan lebih mudah menarik orang orang yang minim pengetahuan akan tetapi banyak pengalaman untuk lari condong pada DOHC. Sedangkan yang minim pengalaman dan minim pengetahuan sangat mudah terombang ambing selama diskusi berlangsung, karena merekalah sebenarnya juga sangat mudah termakan gimmick marketing+promosi.

Karena semua yang hadir disini adalah FBY dan mantan FBY akut, kecuali Gue lah he he he arah pembicaraan pada akhirnya membicarakan kapan Yamaha mengeluarkan mesin sport 150cc yang DOHC. Mulai dari bicara mesin R25 yang dikecilin ccnya sampai pada kejadian mesin gagalnya Yamaha DOHC 150cc yang meleduk saat uji coba lapangan. Beritanya heboh disini…. https://mariodevan.com/2015/06/26/heboh-vixion-dohc-yamaha-meleduk-kalo-jeli-dari-berbulan-bulan-lalu-sudah-madev-share/

bahkan sampai membahas Xabre R baru dan R15R baru yang diisuekan akan bermesin real DOHC. Hanya saja semua itu nampak sebagai impian yang terlalu indah bagi penggemar Yamaha, terutama FBY akut. Setidaknya mereka masih bisa menghela napas sedikit lega dan tersenyum kalau melihat performa mesin DOHC Honda CBR150R yang cupu 🙂 sedangkan kalau untuk klan GSX… masih dianggap no gengsilah bagi kumpulan ini.

Intinya sebagian Konsumen (Yamaha) menginginkan dan mendambakan varian mesin Sport 150cc yang murni DOHC. Kalaupun “meleduk” ya jangan lama lama meleduk terus terusan, cepet diperbaiki dan dirancang ulang biar Uhuuuuuuuuuuuuuy!!!

Biker Social Climber, penyakit jiwa orang miskin yang kepingin kelihatan Kaya

Hari gene, gak hanya ibu ibu, cewek cewek, emak emak, maupun para ABeGe yang terkena Viris Social Climber. Biker juga mulai tertular virus ini rupanya. Gimana bukan Social Climber…. Gaji cuman #3jeti sebulan, Motornya Ninja250Fi dan CBR250RR, hidup di kontrakan, beli makan aja kurang kurang bahkan ngutang ke warung pas tanggal tua, istri sering curhat mengeluh kurang uang belanjaan, #eh waktu #SunMoRi udah pakai #knalpot Racing merk luar negeri yang beken. Uangnya abis buat modif motor walau pengasilan pas pasan. Helm Arai, Jaket dan Glove merk Dainese, semua cicil pakai kartu kredit, foto sana foto sini buat instapic dan foto foto di FB, keren seeeh… tapi tiap hari makan indomie. So mau sebut apa kalau bukan Biker Social Climber. Continue reading Biker Social Climber, penyakit jiwa orang miskin yang kepingin kelihatan Kaya

Masih baru, sudah ada CBR250RR yang kecelakaan.

Total Control, tag line ini tak selamanya benar adanya. Motor kelas 250cc memiliki potensi power yang besar. Memang di kelas ini handling CBR250RR memiliki handling yang paling jempolan. Akan tetapi tetaplah ini sebuah mesin dengan tenaga buas yng susah dikendalikan.

Apalagi bagi pengendara yang baru naik kelas ke 250cc, dibutuhkan lebih dari sekedar skill up grade, mental up grade juga butuh. Semakin besar power, semakin juga butuh lebih besar responsibility. Memang arah Penjenjangan sim C patut di support, akan tetapi menurut Gue bukan test teori dan praktek lagi harusnya. Itu tidak perlu lagi di test setelah seseorang memiliki sim C selama 2 tahun sebelumnya. Justru yang seharusnya di test pada sim C1 adalah psikotest tentang kedewasaan mental, bagaimana kemampuan berkeputusan secara rasional dan bertanggung jawab. Kemampuan akan memperhitungkan efek efek dari tindakan yang diambil, ya kedewasaan mentalitas, melebihi dari skill berkendara itu sendiri.

Contohnya begini, seseorang yang memiliki kedewasaan mental akan penuh perhitungan, ia mengerti benar skillnya. Walau ia diberi moge 1000cc sekalipun saat ia tahu kemampuan mengendalikannya cuma sampai di batas 50km perjam ia akan berusaha menjalankan motornya tidak melewati batas kecepatan dimana kemampuannya itu, sambil selalu memperhitungkan kondisi sekitarnya secara terus menerus. Sampai tiba saatnya ia merasa mampu barulah ia berani memacu lebih cepat lagi tetap dengan perhitungan yang mantap dan bertanggung jawab. Ia tahu mana sircuit dan mana jalan raya. Bandingkan dengan pribadi yang mentalnya belum matang, saat diberikan motor 250cc ia akan hajar habis menggeber tanpa perduli kemampuan skillnya lagi, batas kecepatan adalah batas kemampuan mesin motornya. Walau motornya memiliki tagline Total Control ya tetap gak ter control lagi.

Nah dengan massivenya pemberitaan positive tentang CBR250RR semakin membuat banyak orang yang mengidamkan dan memimpikan motor ini. Banyak yang tiba tiba naik kelas. Jadi maraknya pemberitaan CBR250RR menjadi bahaya laten tersendiri di jalan. Banyak yg belum secara mental siap kini memiliki mesin yang buas ini. Paling tidak kalau mentalnya siap khan bisa pakai mode Comfort buat penyesuaian awal agar belajar mengendalikannya.

Tetap save di jalan Brother. Kendalikan passionmu, kendalikan adrenalinmu baru kendalikan motormu. Uhuuuuuuuuy!!!

Bahagia itu Sederhana

Tanyakan kebahagiaan itu apa?

Naik motor sport di jalan antar kota menembus kabut tipis di aspal pegunungan.

Memiliki Motor idaman di garasi, kemudian mengelus elusnya.

Atau kumpul sama teman teman nongkrong bersama di pinggir jalan seperti malam ini.

Bahagia itu sederhana. Sesederhana anak anak yang berteriak Om Telolet Om saat ada truk atau bus antar kota melintas.

Mungkin ini sebabnya angka kebahagiaan anak anak di Indonesia yang paling tinggi di Dunia. Bahagia itu komoditas yang masih murah di Indonesia.

Seperti hari ini, malam ini…. Bahagia itu Sederhana.

Yuk komen apa kebahagian bagi kita masing masing?

Satu satunya motor Sport Fairing yang paling MG suka.

Bicara motor sport fairing itu mah bicara passion, bicara sensasi kecepatan, akselerasi, jiwa liar lelaki, impian dan kemenangan.

Mind Genesis tentu juga punya pilihan, passion dan dream terhadap motor sport beefairing ini. Dan menurut Gue, pilihan itu cuma satu, top of the top, best of the bestnya motor sport berfairing. Ini pilihan Gue, Continue reading Satu satunya motor Sport Fairing yang paling MG suka.