Menanggapi New Wave Marketing di dunia motor roda 2

vega-zr-display

Memilih motor memang bukan perkara mudah, seringkali keinginan kita tidak tersedia, tidak di-apresiasi dan bahkan tidak diproduksi oleh produsen. Katanya sekarang era New Wave Marketing? era dimana co-creation, colaboration, customize dan community adalah hal-hal yang sangat perlu diperhatikan oleh perusahaan. Tetapi nyatanya kok muncul Vega-ZR yang jadul gitu! Kok muncul CS-1 yang aneh itu, kok muncul Tiger Asimetris gitu! ada apa ini?

Ingat ini bukan lagi jaman Company Centric, tapi kata pakar marketing Hermawan Kartajaya sekarang ini udah masuk jaman Costumer Centric. Tapi nyatanya…. sekali lagi produk motor masih kelihatan bernuasa Company Centric. Sakarepe Produsen mau buat gimana.

Lha…mengapa bisa begitu..? Ingat ini juga produksi dan bisnis skala besar, skala regional dimana need dan want belum tentu sama di semua area market yang akan digarap. Kalo model motor basicnya berbeda-beda antar negara Asean saja bisa kehitung besarnya modal, cash flow hingga biaya produksi yang jatuh-jatuhnya HPP tiap motor akan naik drastis. Apalagi kalau mau customize produk? #*%#*#

Memang sekarang dunia berubah lebih customize, tapi khan bukan itu saja element dari Costumer Centric Model. Masih ada Community-community yang bisa dibentuk dan digarap untuk keuntungan perusahaan bukan? co-creation produk emang susah, tapi colaboration dalam suatu event dan activity adalah hal yang mudah.

Nah tinggal dilihat saja siapa jagonya New Wave Marketing di tahun 2009 nanti, Yamaha ? Honda? Suzuki? atau malah Kawasaki?

Advertisements

Fino; calm, bersahaja, elegant hadir di 2009

mio-fino

Kabar punya kabar, rupanya YMKI akan berencana merilis New Matic di 2009 untuk memperkuat posisinya di segment category matic. YMKI sadar AHM dengan Honda BeAT rupanya sudah mulai membayangi dan mengincar Mio. Bisa jadi kalau saja Yamaha lengah, Honda akan siap menerkam habis dengan serangan atas, tengah dan bawah secara bersamaan.

Lho serangan apaan tuch atas, tengah dan bawah? Ya di atas AHM sudah memiliki senjata simpanan yang sudah disimpan terlalu lama, yaitu Honda AirBlade si Matic High-End yang sudah lama meluncur di Thailand. Di tengah Vario bersama Agnes Monicanya sudah mulai bergoyang dangdut di jalanan (sejak kapan nich Agnes ndangdutan?) Di bawah, BeAT perlahan tapi pasti mulai menggerogoti Tessa Kaunang, eh salah maksudnya Mio.

Lalu bagaimana Strategy Yamaha, mau bermain aman di bawah dengan menelurkan pengganti Mio atau malah mencoba segmentasi baru? Produk semacam Mio Fino yang emang maniz abis jika dipake wanita yang calm, bersahaja, elegant dengan desain retro classic-nya

Intermeso bentar;

Bicara soal wanita,  wanita yang calm, bersahaja, elegant adalah type dambaan lelaki pada umumnya, jadi lelaki juga pasti ingin melihat wanita semacam ini. Atau bahkan malah wanita ingin dilihat lelaki dan dianggap type wanita model begini. So pasti wanita akan mencoba menampilkan dirinya dengan berbagai atribut untuk memperkuat image dirinya agar dipandang sebagai wanita yang begini di benak laki-laki. Ini model matic pasti laku di kalangan wanita yang ingin dipresepsikan begitu oleh lelaki. jadi ngelantur kagak karuan kalau bicara soal wanita….

Back to Our Topic…

Beranikah YMKI bermain-main dengan model matic Mio Fino yang memiliki engine yang sama dengan mio standart? mengingat Mio Soul sudah diposisikan sebagai maticnya Lelaki, dan Mio standart juga diposisikan sebagai matic wanita. Pada kasus Mio standart justru sebagian besar yang beli maupun yang pake malah Pria??? weleh weleh ada apa ini, miss posisioning atau generalisasi segmentation atau malah pergeseran posisioning??? atau karena effect WORM (word of mouth) yang mengatakan mio enak dipake dan engine-nya tangguh mudah di tune-up dan bore up mencapai performa tinggi dengan harga dan biaya yang murah.

Nah segmentasi-positioning produk matic khusus wanita sebenarnya kosong lho, kosong!!! Apa masih kurang tepat kalo YMKI bisa ngisi segmentasi-positioning ini dengan Mio Fino-nya? hayo unjuk gigi silahkan dijawab…monggo…

Hari Wajib Naik Motor!

pacaran-naik-motor

Berandai saja, jika gue punya perusahaan otomotif. Gue akan memperlakukan hari wajib naik motor minimal 3 hari dalam seminggu. Mulai dari buruh pabrik sampai Presiden Direktur di perusahaan Gue mau tidak mau harus tunduk pada hukum ini.

Wa ka ka ka kak… suka-suka Gue donk ini khan perusahaan Gue, kayalan Gue juga khan.. yang penting Uhuuuuuuuuuuuuuy!!! ya gak Bro?

Kenapa? biar semua karyawan Gue, mulai dari jajaran paling atas hingga ke paling bawah menjadi concern akan product yang kami impikan, rancang, buat dan pasarkan. Biar kita semua mencintai, meng-hobby-i apa yang menjadi pekerjaan kami ini. Bahasa kasarnya biar FEELnya dapet gitu!

Gue mau motor yang kami impikan, rancang, produksi dan kami pasarkan ini menjadi way of life bagi seluruh personel di perusahaan kami. Terutama KHUSUSnya di bagian perencanaan produk (product planning), biar dapat bekerja dari dalam hati dan jiwanya. Selama ini manusia-manusia di bagian product planning berhasil mengkonsepkan suatu kendaraan terbaru berdasarkan data-data dari hasil survey ke pengguna motor. Bukan karena mereka memahami motor dari dalam jiwanya yang paling dalam.

Ini sebabnya adakalanya data yang berbicara adalah data mati yang tidak berperasaan. Jiwa dari produk motor baru kadang kurang mengena langsung bagi para Bikers yang sejatinya konsumen mereka yang paling loyal.

Hal yang sama berlaku bagi para pengambil keputusan perusahaan, bagaimana mereka bisa mengambil keputusan yang teramat penting bagi masa depan perusahaan jika jiwa, hobbies dan kesenangan mereka bukan motor? Product yang kami buat dan jual ini.

Bagaimana mungkin akan sehati dengan pekerjaan ini jika tidak pernah sedetikpun dalam hidupnya naik motor dengan perasaan yang bebas seperti layaknya seorang bikers sejati?

Bagaimana mungkin mereka memutuskan suatu product yang cocok bagi konsumennya jika mereka sendiri bahkan selalu naik mobil mewah kemanapun mereka pergi?

Yah….ini sih kahyalan Gue Doank…

Doain Gue biar bisa cepat bikin perusahaan sediri ya Bro!!!

Nanti gue plonco semua jajaran karyawan di perusahaan gue dengan hari wajib naik motor. Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Honda semakin Yamaha dan Yamaha semakin Honda!!!

images-honda

Semenjak Honda dipecundangi dalam beberapa bulan di tahun 2007 oleh Yamaha, terjadi cuci darah dalam kubu management Honda (AHM). Naga ini mulai bangun dari tidurnya yang lelap dan mulai melirik kompetitor yang telah menusuknya itu. Dengan management yang gemuk tersebut, ternyata perusahaan ini masih dapat bergerak dinamis dan cepat setelah terjadinya cuci darah.

Dalam hal product, AHM cepat berbenah, dimulai dengan perang di segment matic mereka langsung berani menurunkan Vario yang unggul dalam sisi teknologi dibanding raja matic saat itu, Mio.

Untuk mengubah image “motor jadul”, mereka bahkan berani mengambil langkah cepat untuk mengubah desain Supra Fit yang segera habis masa life cycle engine-nya dengan model “sementara/peralihan” yang cukup revosional di mata Honda AHM saat itu, yaitu Revo.

Ikut-ikutan demam revolusi, bahkan Honda Tiger juga muncul varian REVO-nya. Sport sebagai flagship Honda Indonesia ini juga harus memberikan image yang baik bukan? Bahkan saat ini Trend Asimetris yang diklaim pihak AHM sebagai trend motor besar di eropa alias trend modern berani diaplikasikan lagi pada Honda Tigernya. Ini bentuk perlawanan Honda untuk menghapus image Jadul, mereka ingin menancapkan image Modern dan Pioner!

Saat ingin melakukan perlawanan maksimal di pasar matic, Beat yang lebih modern dari Mio juga tidak pelit-pelit dikeluarkan oleh Honda dengan harga yang cenderung kompetitif. Ada apa ini? bisa disimpulkan Honda sudah memegang kartu Truf dalam lini produk ini yang masih disimpan untuk moment yang tepat, untuk momen penghabisan.

Lebih gila lagi, keluar versi “gado-gado” ala AHM. Yaitu ; CS-1 yang aneh bagi sebagian bikers. Sebenarnya product ini untuk membuktikan bahwa Honda memiliki mesin high performance, cc kecil tetapi tenaga DAHSYAT!!! Image kedasyatan mesin ber cc kecil Honda ini untuk memuluskan jalannya Blade dan untuk membungkam koar-koar Yamaha dengan Jupiter Z 110cc-nya yang mampu menandingi bebek kelas 125cc.

Bahkan terakhir ini, naga kecil Honda dikeluarkan, Blade 110 R yang memiliki performances oriented tidak lagi mendengungkan kata-kata irit, yang didengungkan adalah kata “winning” yang mengacu pada performa yang luar biasa untuk mesin 110cc-nya itu.

Honda kini berubah semakin Yamaha.

images

Lalu bagaimana dengan Yamaha sendiri?

Setelah berhasil membungkam Honda selama beberapa bulan itu, kebijakan YMKI semakin konservatif saja, selalu bermain dengan Image yang seringkali diexecuting melalui Advertising, Promotion dan Promotion Activity.

Ingat selama ini Yamaha pernah membungkam Honda karena melalui kekuatan product mereka, bukan karena image coorporate-nya. Ingat Jupiter Z yang perkasa di jamannya, Mio yang masuk dalam dasar hati kaum hawa Indonesia, disukai wanita maupun pengemudi pria! kemudian muncul MX yang fenomenal dengan teknologi mesinnya yang luar biasa untuk kelas bebek di Indonesia. Masih kurang juga, V-ixion segera mengikuti sebagai Sport paling canggih di Indonesia untuk kelas 200cc ke bawah / light sport.

Mengapa kebijakan YMKI semakin konservatif saja?, selalu bermain dengan Image yang seringkali diexecuting melalui Advertising, Promotion dan Promotion Activity?.

Bukannya para petinggi YMKI tidak menyadari kekuatan Yamaha yang sesungguhnya ada pada product mereka, justru mereka merasa kekurangan mereka di bidang mengolah Image dibanding Honda. Maka tidak usah heran jika kebijakan mereka saat ini lebih bermain ke arah Image. Yang jadi masalah cashflow Yamaha itu sangat terbatas dibanding Honda, disaat mereka keasyikan membangun Image, justru Honda bangkit dan menggelontorkan berbagai Product unggulan. Yamaha yang terlanjur focus di Image dengan berbagai Activitynya, kini mati kutu. tidak mampu menahan serangan, andaikata masih bisa menelurkan New Mio di tahun ini, itupun tindakan tergesa-gesa yang terpaksa harus dilakukan untuk menahan gempuran Beat.

Masalah bukan hanya dari sisi operasional saja, dalam managerial kini banyak tumbuh manusia pemimpin berotak batu yang sudah terlanjur besar kepala dengan kemenangan semu yang sementara itu. Bagaimana mau berusaha, mereka sangat percaya diri dengan segala macam strategy untuk mengangkat penjualan melalui Image. Belum lagi semua jaringan Yamaha tidak terbiasa dengan sistem pelatihan yang modern, akibatnya terjadi lag dalam peningkatan kualitas SDM.

Satu-satunya senjata yang dahulunya pernah membuat Honda terpojok, yaitu Product yang hebat, kini malah terlepas. Ganti pihak Honda yang mempergunakan senjata itu dengan image besar Honda mendukung di-belakangnya.

Hayo…bingung nich Yamaha, sekarang mau kembali memperkuat product juga sudah terlambat. Product Planning gak bisa diburu-buru dalam waktu dekat, harus penuh perencanaan dan Visi ke depan. Belum lagi infrastruktur dan perencanaan proses produksi untuk mendukung product yang baru tersebut. Bahkan berbagai komponen pendukung dari aneka suplayer tidak bisa begitu saja tersedia tanpa kontrak yang jelas. Nah satu-satunya jalan bertahan dengan strategy semula, yaitu memperkuat imagenya sekuat-kuatnya, disemua lini product yang masih memungkinkan sambil menunggu saat yang tepat dan tenaga yang tersedia (cash flow) untuk kembali membenahi jajaran product-productnya.

Lihat saja kebijakan Yamaha saat ini, selama product masih laku, ya di Branding dulu aja untuk mengumpulkan tenaga (cash). Kalau product masih itu-itu saja, ya tugas bagian marketing-promosi untuk membuat jadi product yang bukan itu-itu saja.

Ya, kini Yamaha semakin Honda aja.

Ingat di bisnis motor ini, Factor Product sangat berpengaruh terhadap kesuksesan penjualan suatu merk!!! Moga-moga saja di tahun  2009 nanti, Yamaha kembali menemukan momentumnya untuk kembali mengeluarkan product yang berkualitas bagi konsumen pada umumnya dan komunitas Bikes pada khususnya.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Pilih Vega ZR atau Blade 110R ya? Ayo tentukan PilihanMu!

Setelah membandingkan antara Vega ZR dengan Blade 110R, setiap orang tentunya memiliki pertimbangan dan keinginan tersendiri dalam menyikapi kedua pilihan product ini.
Seandainya Anda lagi ingin membeli motor baru, manakah diantara kedua produk ini yang Anda Pilih!

blade-baru

Blade 110R yang performances oriented dengan cc lebih kecil dan desain lebih modern dan dinamis. Ingat ini produk Honda yang Fenomenal, bebek sehari-hari dengan performance mesin yang dasyat untuk menandingi lawannya yaitu bebek Yamaha dan Suzuki. Harga sekitar 13.5 juta.

atau:

vega-zr-display

Vega ZR yang bertema economis dan berperforma dengan cc sedikit lebih besar tetapi diklaim paling irit. Harga lebih murah sekitar 11,9juta, (tentunya dengan fitur-fitur yang lebih minimalis pula). Mungkin saja pada saat launching di January nanti akan lebih murah lagi sekitar 11,7juta-an. Ingat YMKI mungkin akan melakukan adjusting lagi karena saat ini mereka merasa tertohok oleh kehadiran Blade 110R yang fenomenal,

Terima kasih atas partisipasi Anda, partisipasi Anda akan memberikan gambaran tentang market share kedua product baru ini nantinya.

Spesifikasi dan Pricing Strategy Yamaha Vega ZR

vega-zr-display

Spesifikasi Vega ZR

Mesin
Tipe
4-stroke, 1 silinder, SOHC, pendingin sirip udara
Diameter x Langkah
50.0 x 57,9 mm
Volume silinder
Karburator
Tenaga
Torsi
113.7 CC
Mikuni VM15SH
6,5 kW (8,7 PS)@7.500 rpm
8,3 Nm (0,85 kgf-m)@4.500 rpm
Kopling
Manual, basah, multiplat
Transmisi
4 percepatan
Sistem starter
Starter listrik dan kaki
Kelistrikan
Baterai
12 V, 5 AH
Busi
NGK/C6HSA/W2OFS-U
Sistem pengapian
DC- CDI
Sasis
Rem depan
Cakram  hidraulis/tromol
Rem belakang
Tromol
Ukuran ban depan
70/90-17M 38P
Ukuran ban belakang
80/90-17M 44P
Dimensi
Panjang x lebar x tinggi
1.930 x 675 x 1055 mm
Jarak sumbu roda
1.235 mm
Jarak terendah
126 mm
Berat
97.0 kg
Kapasitas tangki BBM
4.2 liter

Setelah melihat spesifikasi diatas, tentunya banyak dari kita yang segera membandingkannya dengan Honda Blade 110 R yang baru saja dirilis AHM. Memang jika kita perhatikan, Vega ZR dengan kapasitas mesin 4.6 cc lebih besar dari pada Blade 110R masih belum memiliki superioritas performa mesin. Adapun Tenaga yang mampu dikeluarkan mesin hampir setara bahkan baru keluar pada rpm yang lebih tinggi. Bahkan torsi yang dikeluarkan lebih kecil. Eit jangan pesimistis dulu……..!!! Torsi sebesar 8,3 Nm ini dikail pada rpm yang sangat rendah yaitu di 4.500 rpm, artinya Vega ZR ini praktis sangat enak untuk diajak ber-manuever di kemacetan lalu lintas perkotaan yang padat. Lebih ekstrim lagi cocok untuk road race pasar senggol.

Mungkin dari sisi mesin superioritas mesin Yamaha tidak tampak, ini bukan berarti Vega ZR mengalami kemunduran dalam hal performa mesin dibanding pendahulunya, akan tetapi kubu Honda dengan Blade 110R-nya memang kali ini tampil “luar biasa” keluar dari pakem ke-Honda-annya. Ya… keluar dari “pakem” ke-Honda-annya.

Pricing Strategy Vega ZR

Coba kita lihat dari sudut pandang yang lain, dengan performa bebek 110cc yang cukup Dashyat ini, Honda Blade 110R dapat dimiliki dengan Rp.13,5 Jt. So what up? Vega ZR dengan performa yang mirip dapat Anda miliki dengan harga Rp. 11,9 Jt-an, paling mahal Rp.12Jt-an. He he h e….ingat om-om, tante-tante, kakak-kakak, adik-adik semuanya…sekarang jamannya cari uang susah…kata orang mulai krisis dunia. Lalu value for money mulai diperhitungkan oleh konsumen. Nah bagi para konsumen yang berorientasi pada performa mesin, tetapi dengan memperhitungkan budget yang terbatas, ya…  ini dia si Vega ZR bisa jadi solusinya.

Yamaha memang membidik pasar ini, dimana banyak kaula muda yang mendambakan performa mesin terbaik, dengan harga yang terjangkau oleh kantong mereka yang notabene banyak diantara mereka yang masih bergantung secara finansial pada orang tua-nya. Nah Yamaha menawarkan solusinya melalui produk baru mereka yaitu Vega ZR.

Soal keiritan…mhm Vega R pendahulunya sudah cukup banyak membuktikan keunggulan Yamaha soal irit-iritan. Bahkan sudah diakui sebagai motor paling irit versi Mr. Testo di tabloit “You Know Who!”

Soal harga jual kembali? Yamaha sudah membuktikan bahwa harga jual kembali mereka di beberapa tipe produk bahkan lebih baik dari Honda.  Salah satunya ya… Vega R “si gesit irit” yang memiliki resale value yang tinggi.

Bagaimana dengan harga spare-part? tidak perlu diragukan lagi harga spare-part asli Yamaha adalah yang paling murah dibanding Honda dan Suzuki.

Kalau masalah Desain Body motor mah selera konsumen aja… memang ada harga, ada benefit yang harus dibayar, entah itu value benefit maupun emotional benefit semata.

Pilihan ditangan Anda…

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy aja dulu…

Intelligent Information about Indonesian Motorcycle