BEAT VS MIO, ROUND 1 FIGHT!!!

Pertarungan Pasar Skutic akan semakin panas, khususnya di kelas low end yang diprediksikan segera terjadi pertempuran yang sengit antara Yamaha dan Honda.

Setelah sekian lama dinantikan, akhirnya Honda meluncurkan BEAT di kelas skutic low end. Bel Pertarungan Pasar Skutic Low End ronde 1 telah berbunyi.

Sekedar untuk menambah informasi akan jalannya pertarungan ronde 1 ini, tidak ada salahnya bila kita sedikit berbekal komparasi produk antara skutic low end Honda yang baru meluncur, yaitu Beat dengan Produk Yamaha yaitu Mio yang sudah 5 tahun berkelana lebih dahulu di alam skutic. Nah agar komparasi semakin jitu dan tajam Yamaha Mio Soul digunakan sebagai pembanding yang layak di perhitungkan juga mengingat bahwa sebenarnya di market tidak ada produk yang benar-benar head to head 100%. Memang kali ini Beat terasa sangat “mirip” Mio dibanding produk Honda VS Yamaha yang lain, akan tetapi tetap saja beberapa fitur semisal posisi lampu depan dan inner box console bisa dikatakan lebih menyerupai Mio Soul bukan?

Sekilas mengenai komparasi produk dapat dilihat di dalam table berikut ini:

Sebagai gambaran dengan wheel base yang sama, yaitu 1.240mm antara MIO dengan BEAT, tetapi bodi BEAT secara dimensi panjang lebih panjang 39mm. Lebar BEAT dan MIO juga sama persis, sehingga kedua produk ini nyaris sama dalam hal dimensi dan kelincahan. Tetapi bobot kosong MIO lebih ringan 2,3kg dengan kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar 0,2 liter. Yang agak aneh BEAT memiliki kapasitas oli mesin cuma 0,7 liter untuk penggantian periodik.

Untuk sektor mesin kedua produk ini hampir sama, teknologi yang digunakan yaitu 4 stroke SOHC dengan 2 klep yang relative sederhana dan konvesional. Kedua produk tadi juga memakai sistem pendinginan mesin dengan udara, bedanya pada BEAT sudah ada kipas pendingin yang membantu menjaga suhu mesin di tengah kemacetan.

Dengan Diameter Bore yang sama persis, kedua Produk ini berbeda dalam panjang Stroke, sehingga memiliki kapasitas mesin yang berbeda, MIO dengan kapasitas 113.7cc sedangkan BEAT Cuma 108cc. Tentu saja tenaga yang dimuntahkan oleh mesin MIO lebih besar dari BEAT, yaitu 8,9PS untuk MIO dan 8,22PS untuk BEAT yang sama-sama dapat dikeluarkan pada 8.000 rpm. Untuk Torsinya walau BEAT memiliki torsi lebih kecil dari MIO, akan tetapi untuk mengimbanginya torsi maksimal BEAT dapat dikeluarkan pada rpm 5.500rpm, 1000 rpm lebih rendah dari MIO, yang berarti torsi maksimal dapat dikeluarkan pada putaran yang relative lebih rendah.

Dapat dipastikan BEAT enak dikendarai mulai putaran bawah dengan tenaga yang cukup mantap sampai pada putaran mesin yang tinggi karena memiliki perbandingan bore / stroke yang lebih besar walau kapasitas cc lebih kecil dari MIO. Selain itu perbandingan kompresi yang lebih tinggi dari MIO akan memberikan unjuk kerja mesin yang lebih baik sebagai kompensasi atas kapasitas mesin yang lebih kecil. Tentu saja dengan kapasitas mesin yang lebih kecil ditambah dengan kaburator vacuum type Keihin VK22 yang sudah terpasang pada mesin BEAT ini, faktor keiritan akan menjadi salah satu senjata andalan produk BEAT ini.

Akan tetapi soal keperdulian lingkungan akibat gas buang kendaraan bermotor, Yamaha lebih concern dengan AIS (Air Induction System) untuk mereduksi senyawa beracun yang terkadung dalam gas buang. Sayangnya BEAT masih belum terlampau mementingkan hal ini. Mungkin saja masalah keiritan yang diutamakan terpaksa membuat pabrikan Honda untuk putar otak dengan menggunakan kapasitas cc lebih kecil tetapi tidak ingin masalah performa mesin motor menjadi inferior, akibatnya fitur pereduksi senyawa beracun dalam gas buang bukanlah elemen yang penting untuk diperhitungkan dalam konsep perancangan produk ini.

Kalau berbicara soal tampilan dan desain memang sangat relative, tetapi setidaknya produk yang baru dengan desain lebih modern tentu saja lebih menarik perhatian masyarakat, apalagi dengan Brand Besar HONDA yang mendukung dibelakang BEAT ini. Ditambah pilihan warna yang sangat customize sesuai dengan target dan segment yang dibidiknya, menjadikan 6 pilihan warna ini sebuah keunggulan dalam hal keleluasaan pilihan yang sesuai selera calon pembeli.

Kalau berbicara di seputar sektor roda, BEAT memiliki tampilan yang lebih gagah dengan penggunaan BAN tapak lebih lebar dibanding MIO. Selain itu lebih stabil dalam penggunaan yang tentu saja sedikit mengurangi faktor kelincahan.

Berbicara masalah fitur, justru disinilah letak keunggulan BEAT yang paling terasa nyata. Soal keamanan dari pencurian, BEAT sudah memiliki fitur Secure Key Shutter, yang tidak dimiliki MIO, sebagai catatan SOUL sudah memiliki fitur ini. Fitur perlengkapan kenyamanan juga sudah dimiliki BEAT seperti yang tersedia di SOUL tetapi tidak ada pada MIO, yaitu Inner Box Console yang terletak dibawah stang kemudi. Apalagi soal keamanan Pengemudi, Side Stand Switch dan Parking Brake Lock cuma ada pada BEAT yang diadopsi dari VARIO di kelas skutic premium.

Side Stand Switch akan menjaga mesin tetap mati selama standart samping masih dalam kondisi digunakan. Tentu saja motor tidak mungkin dapat berlari dalam kondisi posisi standart samping masih terjulur ke bawah, tentu saja kondisi yang sangat berbahaya ini telah menjadi perhatian yang cukup serius bagi para perancang Honda.

Bagaimana dengan MIO yang masih polos dengan fitur ini? Alasan kepraktisan menjadi menu dan pertimbangan yang utama. Misalnya saja Anda harus keluar rumah memakai motor, yang ada lakukan pertama kali menghidupkan mesin motor untuk memanasi mesinnya bukan. Setelah itu hendak membuka kunci pagar, motor mati karena di standart samping. Giliran pintu pagar sudah terbuka, motor di starter lagi dan keluar pagar, kemudian harus mati lagi karena hendak mengunci pintu pagar. Setelah pagar dikunci motor kembali harus di starter untuk menghidupkan mesin motor. Hendak pergi saat itu juga tiba-tiba ada panggilan dari dalam rumah karena ada telephone penting atau dompet anda masih tertinggal di dalam rumah??? Wah terbayang betapa repotnya bukan.

Parking Brake Lock adalah fitur yang memang berguna, terutama pada saat Anda harus memarkirkan kendaraan Anda di tempat yang miring, atau untuk piranti keamanan saat motor berhenti dengan kondisi mesin hidup. MIO minus di fitur ini.

Urusan AKI MF (Maintenance Free), Cuma BEAT yang mengaplikasikannya, lagi-lagi MIO dan SOUL juga kalah.

Akan tetapi kalau mau berbicara soal Accessories baik yang Genuine Yamaha maupun yang after sales market. Giliran MIO dan SOUL unggul telak dari BEAT. Komunitas yang banyak mendukung banyaknya accessories yang beredar pula di toko-toko accessories kendaraan bermotor. Anda sangat dimudahkan untuk melakukan modifikasi ringan sampai berat pada MIO, tersedianya beragam accessories akan membantu Anda untuk meng-customize MIO Anda sesuai dengan keinginan dan mimpi Anda.

Belum lagi apabila Anda seorang yang suka performa racing motor skutic, spare part racing MIO sangat mudah ditemukan dan banyak sekali bengkel yang mampu memodifikasi MIO menjadi lebih gahar dan kencang.

Kalau berbicara soal Harga, nah silahkan Anda bandingkan kembali pada Tabel.

BEAT dengan harga sekitar 12 jutaan memiliki beberapa fitur sekelas SOUL dan bahkan fitur dan piranti yang tidak dimiliki oleh SOUL. Belum lagi model lampu depan yang sekilas lebih mirip SOUL dari pada MIO dengan cita rasa Honda-nya. Tetapi bodi yang ramping layaknya MIO bisa jadi disengaja oleh pihak HONDA untuk mengangkat perceived / presepsi konsumen tentang produk ini. Bisa jadi Perceived Price akan terasa murah dibenak konsumen karena dibandingkan juga dengan SOUL yang lebih mahal sekitar 600 ribuan. Rasanya harga BEAT yang “cuma” 12 jutaan layak dijadikan senjata ampuh untuk menaklukan MIO yang bertengger di harga 11,7 jutaan, kira-kira selisih 300 ribuan saja dari BEAT. Bagaimana?

Artikel ini memiliki judul “BEAT VS MIO, ROUND 1 FIGHT!!!” karena saat ini barulah Ronde Pertama saja, mengapa dinamakan ronde 1 ?

Karena nanti di bulan JULI 2008 akan hadir MIO yang baru, sehingga Ronde 2 baru terjadi di bulan Juli nanti…

Baca saja Ronde 2-nya di: https://mygoldmachine.wordpress.com/2008/06/28/percobaan/

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!!

Advertisements

Wanita Smart dalam pandangan Pria

Sebagian Pria takut menjalin hubungan dengan seorang wanita yang smart, alasannya karena wanita yang smart cenderung ingin menguasai pasangannya padahal seharusnya dalam rumah tangga yang menjadi pemimpin adalah pria. Biasanya, pandangan ini muncul karena dalam kegiatannya sehari-hari si pria menemukan bahwa wanita yang smart seringkali bertindak semaunya sendiri, tidak mau mendengarkan orang lain, dan mampu memberikan argument yang mendukung keputusan yang diambilnya sehingga tidak ada yang mampu menyalahkan keputusan tersebut.
Yang menjadi pertanyaan apakah seorang wanita yang smart selalu bertindak semaunya dan keras kepala? Ataukah seorang wanita yang smart mempunyai argument yang sangat kuat yang mendukung tindakan yang diambilnya sehingga argument yang melarang tindakannya tidak cukup kuat untuk mengalahkan argumentnya? Atau mungkin malah kedua-duanya benar??
Smart ibarat sebuah pisau. Di dapur pisau sangat berguna, tetapi anda tidak akan memberikan pisau kepada anak anda yang masih balita untuk menjadi mainan baginya, bahkan mungkin anda akan menjauhkannya dari pisau. Pisau sangat bermanfaat juga sangat berbahaya, semua tergantung kedewasaan penggunanya. Smart sangat berguna juga sangat berbahaya.

Seorang wanita smart yang masih kekanak-kanakan secara kepribadian akan bertindak semaunya sendiri menurut kemauannya tanpa peduli perasaan pasangannya, perasaan orang lain, dan pandangan masyarakat umum mengenai tindakan yang diambilnya, tetapi sebaliknya seorang wanita smart yang dewasa secara kepribadian justru akan sangat membantu pasangannya dalam menggapai kesuksesan seperti ungkapan “dibalik kesuksesan seorang pria, ada seorang wanita”.
Jadi yang terpenting adalah kedewasaan pribadi wanita yang smart tersebut.

“it’s not about the gun, but the person behind the gun”

Motor Matic lebih Berbahaya???

Seiring dengan meluasnya pemakaian motor matic atau skutic di masyarakat, maka akan muncul pula berbagai pemikiran miring tentang motor matic.

Salah satunya adalah soal bahaya dari kebiasaan mengemudi;
“dengan kebiasaan memakai motor non matic, kemudian memakai motor matic akan menimbulkan masalah. Yaitu kelupaan terbiasa memainkan handel gas diawal seperti pada motor non matic, sehingga motor matic ini akan langsung melaju dan terangkat karena di gas secara cepat dan tiba-tiba.”

Memang opini diatas bisa jadi ada benarnya, mengingat masyarakat Indonesia sebagian besar memiliki budaya acuh terhadap keselamatan, disiplin dan minim pengetahuan akan prosedur pemakaian (SOP=Standart Operational Procedure).

Usaha dari Pabrikan Motor:

Tetapi tentu saja pihak pabrikan yang mengeluarkan dan menjual produk matic ini tidak akan tinggal diam dengan kondisi market mereka yang “low edukated” ini. Tentunya secara Teknis maupun melalui Usaha Edukasi Produk ke konsumen, mereka (pabrikan motor dan jaringan distribusi penjualan) akan terus berusaha melakukan perancangan pengoperasian yang aman secara teknis dan sekaligus mengedukasi masyarakat tentang cara pemakaian dan mengendarai produk motor matic dengan benar. Memang segala usaha ini akan kembali lagi berguna untuk menunjang penjualan produk mereka.

Pengetahuan Masyarakat dan Arus Informasi:

Saat ini, masyarakat Indonesia juga mulai terjangkau oleh berbagai media informasi dan pengetahuan. Media Internet mulai menjangkau ke seluruh lapisan masyarakat. Hadirnya internet di sekolah-sekolah terpencil, hot spot di berbagai tempat umum dan beberapa fasilitas umum pemerintah.
Teknologi komunikasi yang semakin murah juga akan meransang minat masyarakat untuk memperoleh informasi terkini.
Masyarakat Indonesia akan semakin mudah terkoneksi dan berinteraksi dengan arus informasi dan pengetahuan, sehingga akan membantu dan memacu bangsa ini untuk lebih mengenal dan menerima berbagai kemajuan teknology secara umum dan transportasi secara khusus. Motor Matic bukan lagi hal yang sulit untuk dimengerti, termasuk metode dan prosedur pemakaian yang benar.

Secara Perancangan Teknis:

Motor matic dirancang dengan piranti keamanan pada saat pertama kali dihidupkan. Tuas rem harus ditarik terlebih dahulu jika pengendara ingin menghidupkan mesin motor matic ini. Atau mesin motor matic ini tentunya tidak akan hidup. Sehingga urutan prosedur ini akan segera mengingatkan pengemudinya untuk menyadari bahwa motor ini mengadopsi system CVT/matic dimana tidak diperbolehkan memainkan handel gas pada saat motor diam. “Remainder Signal Prosedure” (prinsip yang sama dengan yang digunakan oleh mobil matic, sehingga mobil matic juga tidak ‘meloncat’ saat pertama kali dihidupkan bila terbiasa menggunakan varian mobil non matic juga).

KeDisiplinan Pengemudi:

Memang faktor utama tetap dipegang oleh kedisiplinan pengemudi motor yang bersangkutan. Tentunya dengan berdisiplin diri saat mengendarai kendaraan apapun itu, kejadian konyol semacam ini tidak perlu sampai terjadi. Sikap Disiplin ini sangat diperlukan tidak memandang apakah saat itu pengemudi mengendarai motor varian matic maupun non matic, bisa jadi semua kendaraan akan sangat berbahaya tanpa didukung dengan kedisiplian saat mengemudikan atau mulai mengendarai kendaraan tersebut.

Fakta Matic dilapangan:

Berdasarkan Fakta dilapangan, berapa banyak pengemudi motor yang terbiasa memakai varian non matic akan mengalami kecelakaan seperti yang diopinikan diatas? terutama saat mulai memakai motor varian matic? Memang tidak ada data yang signifikan untuk mendukung artikel ini. Tetapi tentunya jika kejadian sejenis memang sering terjadi, maka varian matic tidaklah mungkin semakin menjadi trend kendaraan bermotor roda dua seperti saat ini. Kecelakaan semacam opini diatas tentunya akan menjadi blunder perkembangan dan barrier trend matic di Indonesia.
Saat ini berdasarkan data AISI(Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia)untuk penjualan perkategori, motor matic mengalami perkembangan kontribusi yang sangat besar di 5 tahun yang telah lewat dan diproyeksikan akan semakin besar sampai tahun 2012 yang akan datang.
Bila kejadian yang diopinikan diatas sering terjadi, maka bisa dipastikan Data AISI tidak akan berkata demikian.
Jadi berdasarkan data AISI ini, maka bisa dipastikan kejadian sesuai opini diatas hanya sebatas opini dan wacana saja tanpa ada bukti statistic yang jelas. Fakta dilapangan berbicara lain melalui data AISI.

Saatnya Anda untuk Memilih 1 dari 3 Politisi !

Artikel ini dibuat dengan tujuan agar kita dapat menjadi lebih arif dalam menilai dan memilih seorang pemimpin.

Seringkali kita memilih seorang pemimpin hanya berdasarkan suatu penilaian yang sempit, misalnya hanya berdasarkan penampilan fisik beliau atau karena beliau adalah seseorang putra atau putri dari seorang pemimipin besar, atau karena beliau merupakan seorang pelopor sebuah revolusi (Reformasi, red).

Sekarang ini anda diberi kesempatan untuk memilih seorang pemimpin dunia dan keputusan anda berpengaruh besar terhadap siapa yang akan menjadi pemenang. Berikut ini fakta mengenai ketiga calon tersebut:

Calon A: Dihubung-hubungkan dengan politisi jahat dan sering berkonsultasi dengan astrologis, punya dua istri muda, dia juga seorang perokok berat dan minum 8-10 botol martini setiap hari.

Calon B: Dipecat dua kali dari kantor, selalu bangun sore hari, pernah menggunakan narkoba waktu kuliah dan minum wiski tiap sore.

Calon C: Dianggap pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, hanya sesekali minum bir, tidak pernah berselingkuh diluar perkawinannya.

Siapa diantara ketiga calon ini yang akan anda pilih?

Anda mungkin tidak akan menduga siapa sebenarnya calon-calon ini.

Calon A adalah Franklin D. Roosevelt

Calon B adalah Winston Churchill

Calon C adalah Adolf Hitler

Sejarah mengajarkan untuk tidak menilai orang hanya dari penampilan luarnya. Kalau anda ingin memilih seorang pemimpin, anda harus melihat VISI nya, bukan penampilan luarnya. Seorang pemimpin juga seorang manusia yang tidak sempurna, punya kelebihan dan kekurangan karena itu yang kita butuhkan dari seorang pemimpin adalah VISI nya.

Artikel By Peace Boy

Honda Beat, Strategy Jitu AHM

Setelah dinanti-nanti sejak pertengahan tahun lalu, akhirnya AHM jadi me-launch produk andalannya yaitu: Honda Beat yang diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi penjualan Honda di segment motor matic. Memang kemunculan Beat ini dirasa paling pas, mengingat Honda sudah terlebih dahulu menanamkan image Matic yang canggih pada “Vario” yang sudah terlebih dahulu melakukan penetrasi pasar di segment matic ini untuk menghadapi kejayaan Yamaha Mio.

MIO >>>BackBone Yamaha.

Sebenarnya Market share dan penjualan Yamaha di Indonesia tidak terlepas dari 2 macam Produk andalannya, yaitu Jupiter Z yang memang terkenal sebagai motor 4 tak yang memiliki peforma tinggi, mudah dimodif dengan biaya ringan tetapi hasil yang luar biasa. Dan tentu saja Yamaha Mio yang mendobrak pakem trend roda 2 di Indonesia. Dengan dua Produk yang bermain di 2 kategori inilah YMKI berhasil memiliki Sales Growth dan mulai mengejar market share Honda yang selama puluhan tahun menjadi rajanya motor di Indonesia. Sehingga tidak dapat dipungkiri lagi jika kejayaan Yamaha saat ini terjadi karena adanya kontribusi besar dari ke dua produk tadi yang saat ini menjadi BackBone (tulang belakang/penyangga utama) penjualan Yamaha di Indonesia.

Strategi AHM (Honda)

Dalam dunia marketing, ada suatu ilmu menyerang yang paling baik, yaitu: “seranglah kekuatan lawanmu!!!”

Mengapa demikian,

Sebab jika menyerang kelemahan lawan, justru lawan akan cepat untuk menutupi atau memperbaiki kelemahannya tadi. Sama halnya dengan kita mengkritisi lawan supaya berkembang menjadi lebih baik.

Lain halnya jika yang diserang adalah kekuatan lawan, saat serangan telah dilancarkan, kekuatan lawan yang terserang tadi akan memperlemah posisinya secara total sehingga resources untuk memulihkan diri dan melawan kembali menjadi lebih berat. Tentu saja akan berpengaruh besar bagi langkah-langkah yang akan dilakukan di masa depan.

Honda Beat the low price skutic model.

Ya, perhitungan AHM memang sangat tepat dan jitu bila me-lauch produck ini. Strategi untuk menyerang Mio yang nyata-nyata sebagai BackBone Yamaha, satu dari kekuatan Yamaha adalah langkah strategic yang baik sekali. Mio yang selama ini telah menguasai market skutic low price model, kini harus berbagi market share dengan Honda Beat yang masuk dalam market yang sama. Head to Head dengan Mio.

Persiapan Amunisi Beat

Dalam menghadapi Mio yang sudah malang melintang menguasai medan market Low Price Skutik Model, tentu saja Beat harus ekstra berhati-hati. Minimal sejumlah keunggulan teknis haruslah di lengkapi sebagai senjata yang cukup untuk mematikan lawan yang sudah lebih dulu menguasai market di kategori ini. Nah Beat telah dilengkapi sejumlah piranti keselamatan yang lebih dibanding lawannya. Ada “Side Stang Switch” untuk menjaga mesin motor tetap mati jika standart samping diturunkan. Ada pula “Parking Brake”, piranti ini bekerja seperti hand brake mobil yang digunakan untuk menjaga posisi kendaraan pada saat diparkirkan pada area yang tidak horisontal.

Memang Mio sudah memiliki sejumlah keunggulan, yaitu komunitas pemakai yang lebih banyak, accesories dan spare-part after market yang lengkap dan murah, dan tentu saja sudah banyak bengkel umum yang menguasai produk ini. Tetapi tentu saja peluang Beat untuk masuk ke pasar ini masih sangat besar, mengingat nama besar HONDA yang sudah lama melekat di konsumen motor Indonesia dan penggunaan mesin yang lebih sederhana dari Vario yang sudah lebih dulu bermain di Premium Skutic Model.

Strategi Pelengkap Honda untuk melawan YMKI

Jika Beat diposisikan untuk menghabisi Mio sebagai salah satu BackBone Yamaha, maka harus ada satu produk baru Honda yang dapat menghancurkan BackBone Yamaha yang lain, yaitu Jupiter Z. Maka sangatlah masuk akal bila pada tahun ini, minimal akhir tahun ini NEW REVO 110 juga akan menghiasi jalanan di Indonesia untuk bersaing dengan Jupiter Z yang terlalu lama berkuasa di kelas Bebek Premium 110cc.

Seekor Ikan Hiu di Tangki

Orang Jepang sejak lama selalu menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah besar lebih dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa ikan hasil tangkapan itu kembali.

Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?

Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?

Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar

Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.

Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya. Taklukanlah. Nikmati permainannya. Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan membuat anda lelah. Sebaliknya, atur kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan dari orang lain.

Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia. Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan. Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat berapa jauh yang dapat anda capai!

Artikel oleh Peace Boy

Intelligent Information about Indonesian Motorcycle