Tag Archives: Siasat Jitu

CBR 150 VS R 15

Honda memang tahu betul bagaimana memposisikan Brand nya dengan baik, bahkan di tiap-tiap category ada minimal 1 Product yang menjadi Flagship Product, sebagai duta positioning Brand semua lini product di category yang sama. Di category Matic ada PCX, seolah bicara matic Honda paling canggih, modern, luxurius dan Irit. Di Category Bebek ada CS-1 yang juga seolah bicara bebek Honda Irit, kencang, cc kecil  tapi power besar. Bahkan untuk sub category bebek sub premium sampai low end ada Blade yang juga berani berbicara, Irit, Kencang, Model Keren dan Racing look juga. Ditambah lagi ada Revo AT yang bicara walau Revo itu motor Irit kelas Low End, tapi soal fitur premium dan teknology juga ditanamkan. Di kelas HSX125 juga ada HSX FI, dimana kesannya semua HSX 125 series itu Irit, berteknologi maju dilengkapi dengan Injeksi.

Nah cara yang sama diterapkan di Category Sport, jadi jelas sekali mengapa CBR 250 harus dimunculkan. Sebagai Flagship product Sport Honda tentunya. Image Honda adalah Continue reading CBR 150 VS R 15

Siasat saat kepepet dengan kekurangan dan keterbatasan ala Kawasaki

Ninja 250

Saat menyadari kekurangan diri atau kekurangan suatu perusahaan, tak jarang langkah strategy yang dibuat tak jauh dari jurang kematian. Disaat menghadapi kekurangan dan keterbatasan tak jarang suatu perusahaan sanggup mengakali kondisi dan keadaan yang kepepet tadi menjadi suatu kondisi yang malah dapat menjadi kondisi yang tepat baginya untuk terus maju dan berkembang. Disinilah kita harus belajar pada Kawasaki.

Kawasaki emang salah satu Brand Motor Jepang yang paling tertinggal secara market share dibanding dengan rekan-rekan perusahaan Jepang lainnya. Bahkan Jaringan penjualan serta after sales servis-nya adalah yang paling tertinggal jika tak mau dibilang yang paling buruk. Resale Value-nya juga secara otomatis mengikuti jejak performa penjualan, yaitu rendah dibanding motor sejenis merk Jepang lainnya.

Dalam masalah ketertinggalan jaringan penjualan, after sales services dan tentu saja jatuhnya harga resale value product second-nya.  Kawasaki tidak patah arang, malah Continue reading Siasat saat kepepet dengan kekurangan dan keterbatasan ala Kawasaki