Tag Archives: Strategy Honda

Perang Strategy Honda-Yamaha 2009

images1

Selama Gue berada di Jepang, tidak ada orang yang membicarakan Honda vs Yamaha, yang rame dibicarakan justru krisis ekonomi global dan pengaruhnya terhadap beberapa perusahaan multinasional raksasa Jepang. Beberapa diantaranya memang adalah perusahaan otomotif, tapi bukan motor seperti di Indonesia, melainkan mobil. Dimana penarikan diri Honda dari keikut-sertaannya selama beberapa tahun ini di F1 telah menjadi pembicaraan yang cukup meresahkan harga diri banyak masyarakat di Jepang. Memang rasa Nasionalisme masyarakat Jepang sangat tinggi, bahkan pada generasi mudanya yang dari luar selama ini gue sangka cuek dan sangat ekspresif dengan berbagai dandanan cosplay-nya. Heuh….ternyata gue salah 1000%…Generasi Muda Jepang yang kelihatan sangat acuh dan eksentrik itu juga langsung berapi-api, manakala pembicaraan sudah sedikit menjurus kearah harga diri Jepang dalam kasus penarikan diri Honda dari F1 yang selama ini gue anggap hal kecil yang mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bahkan tak berarti. Sedangkan kalau Gue singgung masalah Honda motor vs Yamaha Motor, ternyata hanya generasi tua yang tahu.

Dalam histories dunia otomotif roda 2 Jepang pernah terjadi masa perang Yamaha vs Honda di beberapa dekade yang lalu. Perang Honda vs Yamaha yang terkenal dengan “Price War Honda vs Yamaha” ini menyisakan sejarah kelam bagi Industri roda 2 Jepang. Khususnya bagi kubu Yamaha yang sangat terpukul karena peristiwa ini. Lalu….apa hubungannya dengan perang Honda vs Yamaha di Indonesia?

Cut…bentar….

Gue baru merasakan betapa ramenya pembicaraan Honda vs Yamaha motor ketika come back di Indonesia. Heuh…teman-teman bikers pada antusias membicarakan bagaimana jadinya Honda vs Yamaha di 2009 ini. Strategy apalagi yang akan dipakai kedua kubu ini?

Oke Continue reading Perang Strategy Honda-Yamaha 2009

Honda semakin Yamaha dan Yamaha semakin Honda!!!

images-honda

Semenjak Honda dipecundangi dalam beberapa bulan di tahun 2007 oleh Yamaha, terjadi cuci darah dalam kubu management Honda (AHM). Naga ini mulai bangun dari tidurnya yang lelap dan mulai melirik kompetitor yang telah menusuknya itu. Dengan management yang gemuk tersebut, ternyata perusahaan ini masih dapat bergerak dinamis dan cepat setelah terjadinya cuci darah.

Dalam hal product, AHM cepat berbenah, dimulai dengan perang di segment matic mereka langsung berani menurunkan Vario yang unggul dalam sisi teknologi dibanding raja matic saat itu, Mio.

Untuk mengubah image “motor jadul”, mereka bahkan berani mengambil langkah cepat untuk mengubah desain Supra Fit yang segera habis masa life cycle engine-nya dengan model “sementara/peralihan” yang cukup revosional di mata Honda AHM saat itu, yaitu Revo.

Ikut-ikutan demam revolusi, bahkan Honda Tiger juga muncul varian REVO-nya. Sport sebagai flagship Honda Indonesia ini juga harus memberikan image yang baik bukan? Bahkan saat ini Trend Asimetris yang diklaim pihak AHM sebagai trend motor besar di eropa alias trend modern berani diaplikasikan lagi pada Honda Tigernya. Ini bentuk perlawanan Honda untuk menghapus image Jadul, mereka ingin menancapkan image Modern dan Pioner!

Saat ingin melakukan perlawanan maksimal di pasar matic, Beat yang lebih modern dari Mio juga tidak pelit-pelit dikeluarkan oleh Honda dengan harga yang cenderung kompetitif. Ada apa ini? bisa disimpulkan Honda sudah memegang kartu Truf dalam lini produk ini yang masih disimpan untuk moment yang tepat, untuk momen penghabisan.

Lebih gila lagi, keluar versi “gado-gado” ala AHM. Yaitu ; CS-1 yang aneh bagi sebagian bikers. Sebenarnya product ini untuk membuktikan bahwa Honda memiliki mesin high performance, cc kecil tetapi tenaga DAHSYAT!!! Image kedasyatan mesin ber cc kecil Honda ini untuk memuluskan jalannya Blade dan untuk membungkam koar-koar Yamaha dengan Jupiter Z 110cc-nya yang mampu menandingi bebek kelas 125cc.

Bahkan terakhir ini, naga kecil Honda dikeluarkan, Blade 110 R yang memiliki performances oriented tidak lagi mendengungkan kata-kata irit, yang didengungkan adalah kata “winning” yang mengacu pada performa yang luar biasa untuk mesin 110cc-nya itu.

Honda kini berubah semakin Yamaha.

images

Lalu bagaimana dengan Yamaha sendiri?

Setelah berhasil membungkam Honda selama beberapa bulan itu, kebijakan YMKI semakin konservatif saja, selalu bermain dengan Image yang seringkali diexecuting melalui Advertising, Promotion dan Promotion Activity.

Ingat selama ini Yamaha pernah membungkam Honda karena melalui kekuatan product mereka, bukan karena image coorporate-nya. Ingat Jupiter Z yang perkasa di jamannya, Mio yang masuk dalam dasar hati kaum hawa Indonesia, disukai wanita maupun pengemudi pria! kemudian muncul MX yang fenomenal dengan teknologi mesinnya yang luar biasa untuk kelas bebek di Indonesia. Masih kurang juga, V-ixion segera mengikuti sebagai Sport paling canggih di Indonesia untuk kelas 200cc ke bawah / light sport.

Mengapa kebijakan YMKI semakin konservatif saja?, selalu bermain dengan Image yang seringkali diexecuting melalui Advertising, Promotion dan Promotion Activity?.

Bukannya para petinggi YMKI tidak menyadari kekuatan Yamaha yang sesungguhnya ada pada product mereka, justru mereka merasa kekurangan mereka di bidang mengolah Image dibanding Honda. Maka tidak usah heran jika kebijakan mereka saat ini lebih bermain ke arah Image. Yang jadi masalah cashflow Yamaha itu sangat terbatas dibanding Honda, disaat mereka keasyikan membangun Image, justru Honda bangkit dan menggelontorkan berbagai Product unggulan. Yamaha yang terlanjur focus di Image dengan berbagai Activitynya, kini mati kutu. tidak mampu menahan serangan, andaikata masih bisa menelurkan New Mio di tahun ini, itupun tindakan tergesa-gesa yang terpaksa harus dilakukan untuk menahan gempuran Beat.

Masalah bukan hanya dari sisi operasional saja, dalam managerial kini banyak tumbuh manusia pemimpin berotak batu yang sudah terlanjur besar kepala dengan kemenangan semu yang sementara itu. Bagaimana mau berusaha, mereka sangat percaya diri dengan segala macam strategy untuk mengangkat penjualan melalui Image. Belum lagi semua jaringan Yamaha tidak terbiasa dengan sistem pelatihan yang modern, akibatnya terjadi lag dalam peningkatan kualitas SDM.

Satu-satunya senjata yang dahulunya pernah membuat Honda terpojok, yaitu Product yang hebat, kini malah terlepas. Ganti pihak Honda yang mempergunakan senjata itu dengan image besar Honda mendukung di-belakangnya.

Hayo…bingung nich Yamaha, sekarang mau kembali memperkuat product juga sudah terlambat. Product Planning gak bisa diburu-buru dalam waktu dekat, harus penuh perencanaan dan Visi ke depan. Belum lagi infrastruktur dan perencanaan proses produksi untuk mendukung product yang baru tersebut. Bahkan berbagai komponen pendukung dari aneka suplayer tidak bisa begitu saja tersedia tanpa kontrak yang jelas. Nah satu-satunya jalan bertahan dengan strategy semula, yaitu memperkuat imagenya sekuat-kuatnya, disemua lini product yang masih memungkinkan sambil menunggu saat yang tepat dan tenaga yang tersedia (cash flow) untuk kembali membenahi jajaran product-productnya.

Lihat saja kebijakan Yamaha saat ini, selama product masih laku, ya di Branding dulu aja untuk mengumpulkan tenaga (cash). Kalau product masih itu-itu saja, ya tugas bagian marketing-promosi untuk membuat jadi product yang bukan itu-itu saja.

Ya, kini Yamaha semakin Honda aja.

Ingat di bisnis motor ini, Factor Product sangat berpengaruh terhadap kesuksesan penjualan suatu merk!!! Moga-moga saja di tahun  2009 nanti, Yamaha kembali menemukan momentumnya untuk kembali mengeluarkan product yang berkualitas bagi konsumen pada umumnya dan komunitas Bikes pada khususnya.

Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy!!!

Product Strategy for Moped (bebek) Category, in 2009

Gambar Bagan di atas merupakan pemetaan secara psikografis produk motor Bebek yang di jual di Indonesia. (produk Yamaha dengan warna Biru, Honda dengan warna Merah dan Suzuki dengan warna Kuning). Pemetaan kita bagi menjadi 2 psikografis konsumen, yaitu conservative dan exspresive. Sedangkan sumbu vertikal membagi produk motor bebek ini dalam kelas Value, dari atas yaitu Hi-end, Standart, dan Low price. Produk dengan warna dasar abu-abu tua adalah produk yang baru saja telah digantikan dengan produk terkini, sedang produk dengan warna dasar abu-abu muda adalah perkiraan Produk Baru yang akan segera muncul di pasaran. (paling tidak sekitar tahun 2009, bisa akhir tahun ini, sepanjang tahun 2009 dan awal tahun 2010.)

Jika kita mau membahas strategi pabrikan motor di kelas bebek pada tahun 2009, maka kita perlu flash back ke belakang sesaat sebelum produk terkini muncul di hadapan kita, Mari kita bahas satu-persatu di tiap kelasnya.

Yah kita mulai saja dari kelas Low Price. Di kelas ini, secara Historis Honda telah melakukan gebrakan dengan memecah merek Supra menjadi merk baru Revo dan Supra. Supra Fit mengalami perubahan face lift produk dan merk baru menjadi Revo, sedangkan Supra Fit S kini menjadi Supra Fit X. Dalam benak konsumen seakan-akan merk Supra berkembang menjadi Revo dan Fit X. Revo masuk di pasar ekspresif dengan menaikan value produknya dan Fit X bertahan di pasar Konvensional dengan value yang lebih rendah, sehingga Dominasi New Vega R mulai di serang dari dua arah ini. Untuk itu Yamaha mulai memikirkan strategi baru untuk lolos dari kepungan duo Fit X dan Revo, Vega ZR diharapkan mampu untuk menjawab tantangan ini. Yamaha mencoba membalik Strategi Honda. Yaitu head to head product by product, Fit X dilawan dengan Vega R (yang dahulu telah membuat Supra Fit series kelimpungan sebelum munculnya Revo) dan Revo akan dilawan dengan Vega ZR yang sama-sama ekspresif dengan value mesin yang lebih baik lagi, yaitu 113,7 cc (kelas 115 cc) dengan harga yang jauh lebih murah dari pada Revo. Hayooooooo !!! Uhuuuuuuuuy khan ??? Tentu saja value mesin 115 cc ini, diharapkan juga akan mengguncang kelas bebek standart baru Honda, yaitu Revo 110 yang akan datang dengan cuma menyuguhkan mesin 110 cc. Sedangkan Suzuki yang terakhir mengeluarkan produk bisa jadi memberikan value terbaik pada bebek kelas low price setelah mengintip para pesaingnya di kelas ini.

Pada kelas Standart, juga tidak kalah seru !!! Dimulai dengan kondisi Supra X 125 yang terjepit oleh MX dan Jupiter Z (Sandwich Strategy Yamaha), New Supra X 125 mencoba menggeliat dan meloloskan diri dari Sandwich Strategy dengan cara yang sangat “Indah”, yaitu menaikkan valuenya mendekati MX dengan penambahan fitur baru macam Double Disk Brake, Sporty Muffler, dan tentu saja desain yang ekspresif, dinamis, sporty tetapi tetap elegant. Sehingga tidak hanya valuenya yang naik, tetapi segmentnya semakin melebar dari konsumen konvensional yang tetap dipertahankan ditambah dengan konsumen ekspresif yang kini jadi tertarik untuk meminangnya. Oleh karena itu Yamaha dengan Jupiter Z seakan melaju sendirian, akan dihadang dengan produk baru Honda, yaitu CZ-i atau Revo 110cc.

Suzuki yang berada di tengah pertempuran Yamaha-Honda seakan bingung menghadapi produk-produk kompetitor di kelas ini mencoba menaikan value Shogun 125 nya tanpa strategy yang briliant menunjang produk barunya, sehingga kondisi Suzuki seakan-akan tidak terlalu ada perubahan yang berarti.

Yamaha Jupiter Z yang akan menghadapi tantangan CZ-i/Revo 110cc bersiap untuk memperbaharui diri lagi dengan mesin baru 113,7 cc (kelas 115cc), karena Vega ZR sudah memakai mesin dengan kapasitas ini. Jupiter Z baru akan memetakan posisinya lebih ekspresif lagi sesuai karakter Yamaha dengan menaikan value produknya melalui penggunaan mesin baru dan desain yang lebih modern serta lebih berani. Posisi ini akan menyebabkan New Jupiter Z lari ke atas dari Head to Head dengan Honda CZ-i/Revo 110cc, dan tentu saja juga diharapkan akan menggerogoti New Supra X 125 dari bawah.

MX yang kini semakin terdesak oleh New Supra X 125, jadi makin terjepit pit pit (gantian di Sandwich Honda) dengan munculnya CS-1. Jika saja Jupiter Z naik kelas, maka tidak dapat dihindari lagi oleh MX agar tidak tertohok dari bawah dan tetap survive harus segera mengambil langkah face lift, baik secara tampilan desain kecil-kecilan dan tentu saja dengan tambahan fitur macam double disck brake akan sangat berarti untuk menaikan valuenya dari kondisi yang sekarang. Tetapi Tambahan fitur diusahakan untuk tidak memperkecil segment produk itu sendiri. Dengan demikian New MX masih tetap Bebek sehari-hari yang Canggih dan Cepat, bukan Bebek Racing macam Fu.

Pada kelas Hi-End, Jika saja perubahan New MX ini dirasa kurang, bisa jadi di awal 2010 akan muncul lagi varian bebek racing Yamaha yang Sakti Mandraguna (diluar MX), sehingga bisa memperkokoh Yamaha sebagai “Rajanya Bebek 4 tak” yang Sejati. Bisa jadi Basis mesin yang diambil masih sama dengan MX yang sekarang, dengan multi katup DOHC, 150cc silinder V-ixion, 6 tingkat percepatan, double disck brake, delta box frame, suspensi depan teleskopic (jago). Jadi makin ekstreem saja kelas bebek jadinya. Buat nge-Sandwich CS-1 dan menyaingi Suzuki Satria Fu-150.

Setelah panas dingin di tahun 2008 menahan diri melihat Honda nelor terus, di tahun 2009 gantian pihak Yamaha bisa-bisa nelorrrrrr yang banyak. Satu Species Baru Yamaha akan keluar untuk benar-benar menghancurkan pasar bebek kompetitor sekitar bulan September 2009. Dengan Value di atas CS-1 tetapi harga dibawah CS-1akan merupakan senjata terbaik Yamaha di tahun 2009. Varian baru ini diprediksi juga akan menggoncang pasar kategori Matic sekalipun, Model Matic Hi-End macam Vario atau New Vario-i dan Sky Wave bakalan termehek-mehek dan gemetaran.

Overall:

Honda mungkin akan lebih Fokus pada kategori Matic dan Sport di tahun 2009, karena di tahun 2008 telah dirasa sukses di kelas motor bebek ini. Perhatian dan Upaya perang selanjutnya akan lebih diutamakan di medan Matic yang harus segera dikuasainya dan medan Sport yang mendapatkan banyak serangan dari Product Sport India yang murah tetapi perkasa selain dari Yamaha V-ixion dan Suzuki Thunder 125.

Suzuki akan lebih Fokus pada Marketing Promotion Strategy, Corporate branding dan Below the Lines Activities dari pada Strategy Product baru macam Honda dan Yamaha. Mengingat product-product Suzuki sebenarnya cukup berkualitas, hanya saja strategi STP (Segmentation, Targeting, dan Positioning) Produknya yang tidak Pas. Suzuki pada tahun 2009 akan lebih Focus pada Low Price/Low-end Product Market, Bisa jadi New productnya di kelas Low Price akan jadi jagoan yang sakti secara value karena muncul belakangan.

Yamaha ??? yang pasti, pabrikan yang satu ini akan berjuang mati-matian untuk menggusur Honda dari singasananya dengan bertempur habis-habisan di semua kelas dan semua kategori product.

Tahun 2009 jadi tahun yang Uhuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuy Bro !!!