Hati hati mesin kesayanganmu kena Down Grade

Bicara soal spek mesin diatas kertas itu seringkali berbeda dengan kenyataan. Apalagi masalah klaim keunggulan teknologi. Pasalnya gak semua orang paham benar urusan yang satu ini. Hanya segelintir orang yang paham benar, alias insinyur mesin yang benar benar paham. Belum lagi gorengan ini apabila diteruskan oleh “komentator nasi bungkus” mhmmm makin melenceng jauh dari kondisi real.

Nah bicara teknologi itu susah susah gampang, umumnya klaim selalu mengatakan bahwa teknologi mesin yang baru ini lebih unggul dan menggunakan proses modern yang lebih canggih. Jarang sekali diungkap kejujuran di balik proses manufacturing yang lebih simple dan lebih ekonomis dibalik kecanggihan teknologi yang diterapkan pada mesin terbaru tersebut. Kalau bicara bisnis nih, pastinya bicara soal margin khan. So bicaranya orang yang Pure teknik masalah Teknis akan berbeda 180 derajat dengan orang yang memarketingkan hal teknis dalam brosure spesifikasi.

Semakin pandai seorang Technician Marketer, semakin hebat pula claim keunggulan dan advantages enginering yang dapat dijelaskannya. Ini masih belum masuk ke masalah grade metallurgy quality loh!!! masih bicara spesifikasi element mesin yang saling berhubungan membentuk suatu kinerja mesin. Jadi bicara teknologi baru dan terkini, justru bisa jadi malah penyederhanaan dan penyusutan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Pengurangan element-element mesin,  simplifying engine processing, atau justru cost down proses manufacture dalam  industri. Kadang bicara teknologi terhebat justru malah cuma lipstick untuk menutupi berbagai kekurangan kinerja komponen utama mesin yang tidak sempurna pada saat proses rancang bangun. Atau power yang secara spesifikasi “dituntut lebih tinggi” dari produk lain yang sejenis bisa jadi malah pengurangan durabilitas yang juga mengorbankan umur pakai.

Masalahnya konsumen tidak pernah bisa benar benar clear membandingkannya. Siapa yang tahu dibalik dapur masing masing restaurant??? menu boleh sama, harga boleh bersaing…. akan tetapi bagaimana kualitas dapur masing masing? dari kualitas bahan sampai cara memasak dan peralatan yang mereka gunakan…???  Spesifikasi boleh jelas yang satu bilang salmon Atlantic yang satu bilang salmon Norwey, otomatis konsumen pikir lebih mahal dan lebih enak Salmon Atlantic….. dibalik dapur siapa yang tahu itu Salmon Atlantic dari Samudera Atlantic atau Salmon Atlantic dari penangkaran ternak lokal vs Salmon Norwey. Nah abis masuk mulut bagi konsumen yang peka barulah kerasa. Ini masih masalah bahan baku, belum bicara teknik memasak dan peralatan memasak serta bumbu-bumbu yang digunakan. Kadang seringkali disebutlah bumbu yang mahal dan berkelas dalam resep…. bisa jadi bumbu tersebut bertujuan untuk menutupi rasa daging salmon yang kurang fresh (lebih murah) dan rasa alaminya yang kurang semantap kualitas claim. he he he………… sambil melirik Salmon Teriyaki yang menanti didepan meja santap ini. Jujur saja ini semua sangat tergantung bagaimana piawainya chefs / koki yang meracik menu ini dan juga bagaimana desainer+copywriter menu resto yang menyusun kata kata dalam buku spesifikasi #eh menu 🙂 Customer taunya cuman #Beli #Makan #Bayar !!!

Mumpung masih hangat dan keburu ntar Dingin!!! ayo bersantap dulu yang Uhuuuuuuuuuuy!!!

Note Keras:

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hati hati jangan mau dibohongi pakai Spek ya!!!

bukan dibohongi Spek loh!!! Dibohongi pakai Spek !!! Ngoahahahaha

 

95 thoughts on “Hati hati mesin kesayanganmu kena Down Grade”

  1. Bapak-bapak, Ibu-ibu, hati hati jangan mau dibohongi pakai Spek ya!!!

    bukan dibohongi Spek loh!!! Dibohongi pakai Spek !!!

    —————————
    Sesuatu banget
    Jadi teringat kekacauan di jalanan akhir akhir ini

  2. Mungkinkah kualitas new product ini adalah sama dengan yang sebelumnya, karena dilakukan peningkatan spek power tapi tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas metalurgi begitu?

    Juga perbandingan jumlah klep, apakah 2 klep itu tidak lebih baik dari 4 klep? Bukankah yang menentukan adalah diameter klep ?

    1. Jadi inget salah satu mesin motor yang diperlengkapi dengan radiator super gede untuk Kelas cc dan performancenya. Klaimnya pabrikan spesifikasi radiator lebih baik agar unjuk kerja mesin bagus saat digeber.

      engineers nya pada bisik bisik rancang bangun ini terpaksa dilakukan karena mesin memiliki kendala cepat panas. Kesalahan desain perhitungan sehingga terpaksa harus diberikan radiator dengan kinerja diatas perhitungan awal dikertas rancanagan untuk mampu menyerap panas mesin berlebihan.

      1. Situ sudah belajar mekanika fluida belum? bukan terpaksa, tapi WAJIB bosqu. Goals mesinnya untuk RPM tinggi. Kalo buat yg RPM 9000 ngeden ya kecil aja radiatornya, jgn besar-besar.

        1. @650
          Kayaknya bukan masalah mekanika fluida ini. Ini masalah Calor Tranfers / Perpindahan Panas.

          Pada umumnya/normalnya mesin yang bermain di kinerja rpm tinggi tentu akan berbeda dengan mesin yang bekerja pada rpm rendah untuk kebutuhan pelepasan panas.

          Pada RPM yang lebih tinggi karena kecepatan vektor lebih tinggi maka gaya gesek pastinya juga lebih besar dan mengakibatkan panas lebih besar (bila material mesin dan rancang bangun serta dimensi mesin dianggap sama). Dibutuhkan alat (element2 mesin) untuk melepas panas ini dari combustion room dan bagian utama mesin. Kalau pada mesin mesin yang dirancang untuk bekerja pada rpm rendah tentunya kinerja sirip pendingin yang mengandalkan aliran udara bebas cukup mampu sebagai media element mesin pelepas panas.

          Untuk mesin yang lebih sedikit high performance dari ini, kinerja sirip pendingin yang mengandalkan aliran udara bebas sudah tidak cukup lagi. Sebagai pasangan yang tepat bagi mesin ini adalah sirip pendingin dengan aliran udara paksa. (masih ingat sistem jet cooled Suzuki Crystal/Bravo atau di YPCS di Yamaha Force 1)

          Kalau sudah lebih High performance lagi mungkin selain sirip pendingin juga bisa ditambahkan dengan oil cooler, sistem yang dipakai oli dingin bisa disemprotkan secara paksa pada bagian titik titik panas mesin, utamanya di kubah pembakaran, kemudian oli yang menyerap panas tinggi ini secara khusus dialirkan lewat saluran bersirip pendingin halus mirip dengan radiator yang kita kenal.

          Pada mesin yang lebih High Performance lagi…. Water Jacket is the best result. Aliran air akan senantiasa mengaliri water jacket system yang menyelubungi combustion room mulai dari kubah pembakaran hingga ke seluruhan ruang bakar dan melewati titik titik element mesin yang bersuhu tinggi. Air yang panas ini didinginkan melewati apa yang kita kenal sebagai radiator. Nah Suhu mesin diatur sedemikian rupa tetap pada suhu optimal unjuk kerja mesin, tidak terlalu dingin ataupun terlalu panas. Mengaturnya ya melalui kecepatan pompa cairan pendingin disesuaikan dengan suhu mesin, itu sebabnya secara umum kecepatan pompa ini mengikuti kecepatan putaran mesin baik pada mainshaft maupun bisa juga mengikuti putaran chamshaft, tergantung rancang bangun mesin. Meskipun untuk mesin yang lebih canggih tidak tertutup masih banyak model sistem yang mampu mengatur putaran tersebut secara mandiri tidak selalu equal dengan putaran mesin demi kebutuhan pencapaian suhu optimal. Beberapa Radiator dilengkapi juga dengan aliran udara paksa lewat kipas yang hanya berputar ketika suhu mesin mulai mencapai suhu tertentu dan makin cepat putarannya pada suhu yang makin tinggi.

          Ini sebabnya mesin dengan water jacket system lebih baik, karena bisa lebih mampu untuk mengkondisikan mesin pada suhu optimum kinerja mesin, terutama pada mesin mesin dengan RPM tinggi yang lebih high performance. Makin tinggi kinerjanya ya makin panas, sehingga untuk memindahkan panas mesin (Q), dibutuhkan makin besar volume water jacketnya (m cairan pendingin), makin kencang aliran (v) cairan pendingin dalam waktu tertentu (t) dan tentu saja kemampuan cairan pendingin menyerap panas lewat kalor jenis cairan pendingin (c), serta bentuk dan luasan bidang pelepas panas pada radiator (A), kalor jenis bahan radiator (c) umumnya aluminium yang dipilih.

          Nah…kalau sudah paham semua yang Gue jelaskan diatas itu dalam kondisi ideal.

          Padahal sesungguhnya kondisinya bisa beragam tergantung banyak parameter. Ada material mesin yang lebih baik sehingga tidak terlalu menimbulkan panas di banding material lain saat bergesekan, Misal Silicon Carbide, lapisan Teflon dan masih banyak lagi. Adapula rancang bangun elemen mesin yang lebih bagus dan baik sehingga minim gesekan. Ini pengaruhnya besar banget loh. Jadi bisa sama sama mesin di geber di 13.000rpm yang satu sudah butuh radiator besar, mesin yang lainnya butuh radiator kecil, bahkan mesin yang satunya lagi cukup sirip pendingin aja mampu.

          Jadi Gue pikir kasus yang mungkin disebut Bro ToniStarko itu dalam asumsi pada saat bikin mesin rancang bangunnya jelek, atau bahan material yang kurang bagus melepas kalor. Yang terjadi adalah panas mesin berlebih untuk mesin yang selevelnya itu, sehingga membutuhkan sistem pendinginan yang lebih kuat dari seharusnya. Namun kekurangan ini justru berhasil dibalik apik menjadi sebuah advantage statement oleh team marketing yang piawai dengan menitik beratkan pada kecanggihan sistem radiator pendinginnya. It’s how all Marketer work.

    2. Hahaha… Fbh lumutan ini msh eksis aja dimana2… Loe nyinggung mesin apaan tong ? 4 klep sohc 8tahun raja sport Vs 2 klep motor downgrade domba garut lo ? 😂

      1. Memang benar bahwa mesin cs1 downgrade karena kebutuhan pasar domestik kita yang pada saat itu masih doyan premium, tapi setidaknya AHM gak menipu konsumen pakai brosur hee… #menolaklupa

  3. melihat perbedaan power new ninin250 versi jepang vs versi indo yg mncapai sekitar 2hp, dan artikel sblm ny ttg new ninin50 yg “menghilang”. kyakny artikel ini lebih mengarah ke kaoskaki tinja nih,… aplgi review ny om leo ttg tinja ini gak seperti biasanya,…
    klau dilihat sekilas sasis new tinja250 yg kecil, ringkas, simpel dan meragukan kekuatany, kyakny akan bannyak sasis motor tsb yg hancur pas kecelakaan ringan spti terlalu kencang melibas jlanan yg berlubang atau polisi tidur ataupun tabrakan ringan,…
    jdi ragu nih, meminang new tinja25 atau nungguin suzuki aja,… untuk saat ini, kualitas suzuki bisa d andalkan dan hrgany rasionable, tpi desainy suka nyelenehhh

    1. Saya g tahu tentang masalah apa yg ada di kawasaki heavy industries unit motorcycle sekarang. Kenapa mereka terjebak permainan Honda Global? Permainan kelas dan segment. Kelas 400cc guna melawan honda 500cc global. 250-400cctwin bakalan disikat Yamaha dgn R SERIES dimana bakal all out kali ini. Dan Honda global nunggu yamaha nge-jab kawasaki baru ikutan nyerang. Apakah akan demikian? Jare juragan time will tell lagh!!

      Note* kelas 400cc twin untuk market eropa dan amerika utara kedepan akan diisi motor bengis tampilan dan fitur2nya

  4. Mantap ulasanx om
    Gw jd igt,ada 1 pabrikan yg bgtu menggembar gemborkan keunggulan spek mesin produk flagshipnya di banding produk tetangga,tp konsumen gag sadar ternyata kualitas mesinnya downgrade.apalagi si tetangga ini pernah membuka dapur restoranx utk d kunjungi awak media dan blogger.sdgkn si penggembar gembor ini hny bs memberikan buku menu makanan + bumbu yg super lezat..salam uhuuuyy
    maju terus mind genesis

    1. saya tau ujung pembicaraan anda kemana arahnya pasti merk itu yg anda tuju dan merk satuny yg anda puji.entah anda bagian dari suatu agency yg saya curigai ato tidak tapi saya pikir semua pabrikan pasti pernah melakukan downgrade untuk produk terlarisnya.
      dan satu yg ingin saya tanyakan apakah mesin street fire gen 1 tu downgrade dari mesin muka sempaknya thailand?kalo mesin sama kenapa harga bisa beda hampir 10jt? kalo mesin sama brarti pengguna muka sempak thailand adalah obyek laboratorium berjalannya pabrikan yg anda puji dong seperti saya salah satu konsumennya yg masih bertanya sampe saat ini sebagai owner muka sempak apakah saya ini kelinci percobaan atau konsumen

        1. Gue prnah liat diparkiran ada si muka sempak dan si mata belok jejeran..dr kualitas catnya aja kliatan, yg mana masih kinclong dan yg udh mulai burem.. Padahal dr tahun plat nopolnya, si sempak usianya beda 3 tahun..tu dr cat aja lho, apalagi dalemannya…

    2. Apakah dengan melihat dan cara pembuatan di dapur bakal membuktikan kalo kualiatasnya bagus??
      Kan yg di kasih tau cuman cara pembuatannya, bukan bahan baku asli dan bumbu-bumbu pembuatan masakan tersebut..
      Lagian kalo di tabok 2 DIGIT juga bakal mangguk-mangguk dan bilang ” ampunn bossss” hahahahaha

      1. Apalagi kalo dapurnya tertutup

        Yang satu berani buka bukaan, dapur bersih gak ada tikus

        Satunya lagi dapur ditutup tersembunyi
        Banyak lumute ijo ijo
        Akeh tikuse
        Akeh kecoak
        Tepunge mambu
        Kecape kadaluarsa
        Oh menjijikkan
        Pantes a ditutupi dapur terlarang
        Berani percaya kualitas masakannya?
        Taek lah.

        1. @cbrjatim
          Lha ente berani jamin apa kalo gak ada tikus?? Hahaha
          Setiap tikus itu pasti ada dimana² bisa di H, K,S atau Y.. tp mereka itu kasat mata..
          Kan udah di kasih tau sama Om komeng kalo artikel ini ketemu pasukan nasi bungkus kayak ente, jadi dah rancu…

  5. Yang penting bisa bedain lah d produksi dalam negri sm diimpor dari luar negri,ongkos produksi nya bisa di tekan yg berakibat ke harga yang lebih murah.ini sih gag ngomong masalah kualitas y.apalagi mesin CBSF gen 1 ternyata lebih bertenaga namun durabilitynya bagus smp komentar ini gw tulis.

  6. Yamaha tuh yang sering down grade mesin. Dari mio smile ke mio j. Dari jupiter burhan ke jupiter zr. Dari Vega ke Vega zr. Dari Nmax ke Lexi.

  7. Njingg gw tunggu-tunggu artikel lu cuy uhuyyy baru ada lagi, bikin blog yang seru minimal 1 artikel sehari jangan kayak eno-tri lah cuy

  8. Saya tdk pernah merasakan adanya downgrade, hanya optimalisasi produk agar lebih peka keadaan.
    Apakah downgrade sama dengan downspec?

    1. di istilah industri,

      downgrade yach menurunkan spesifikasi teknis suatu produk.

      dgn salah satu tujuan agar bisa bersaing dengan barang lain yg sejenis yg memiliki harga lebih murah,

      atau dengan tujuan mengakomordir konsumen dgn budget terbatas.

      salah satu contoh produk di industri yg kita pake nich yach.

      Valve (katup) merk KSB made in jerman itu harga mahal, kualiats erofa .

      tdk semua owner punya duit lebih, agar konsumen tdk lari ke produk lain,

      maka KSB jerman buka pabrik di china,

      dibuatlah Valve merk KSB dgn harga yg komprtitip dgn kompetitor,

      valve ksb made in erofa diberi nama label Isoria.

      yg medein china diberi label lain, dgn kualitas speks tentunya dibawah spek erofa.

      diberi nama beda berdasarkan country origin utk memudahkan pemasaran.

      intinya, ada harga ada rupa ada kualiatas.

      yg tau barang harga tdk bohong.

      kalu case ymh indonenesia,

      analisa saya, harga motor spt nmax, xmax , intinya yg diekspor juga.

      kenapa bisa murah, sptnya yg harga lokal disubsidi dari harga ekspor.

      yg lokal margin tipis dgn tujuan mengangkat citra bahwa produk lokal kualiatas ekspor tapi murah.

      apakah sepatu nike yg dijual di shopee dgn harga Rp 200 rb sama kualitasnya dgn nike yg di jual ke amerika ato erofa?

      tentu tidak lah, sepatu yg dijual di erofa dan amerika made in indonesia.

      yg di jual di marejh itu made in vietnam dan china,

      kualitas bed toh?

      1. “kenapa bisa murah, sptnya yg harga lokal disubsidi dari harga ekspor.

        yg lokal margin tipis dgn tujuan mengangkat citra bahwa produk lokal kualiatas ekspor tapi murah”.

        ga mungkin, justru yang dijual di indonesia sama YIMM cash cow buat Yamaha global. soal indonesia jual murah ya emang cost produksinya memang rendah dan saya yakin margin yang diambil YIMM ga diturunin, knp yang ekspor mahal. tentu saja buat nutupin biaya distribusi dan promosi di negara yang dituju, lagi pula, ni brg yang diekspor dijual ke afiliatenya YIMM lo, masih dalam naungan yamaha global, pasti harganya jauh lebih murah dibanding jual ke ATPM di negara yang dituju..jadi sebenarnya yang bilang kipas kipas dolar itu semu, wujudnya aja dolar, margin keuntungannya buat YIMM lebih tipis dibanding yang dijual lokal sama YIMM

        1. Ada simbiosis mutualisme : YIMM eksport cash cow k yamaha jepang dan keuntungan yg di ambil YIMM sedikit (klo gag mw dibilang sangat2 tipis krn hampir semuax di ambil yamaha jepang).tp YIMM untung besarx dlm hal lain yaitu CITRA produk.nah dlm sisi marketing sgt mnguntungkan krn produk yg djual di mari adlh produk yg jg d jual d luar negri,bgtulah bhs marketing yg sll mereka pakai.

      2. Betul, saya setuju

        Sebagai gitaris yg saya rasakan itugitar elektrik. MIJ dan MII beda jauh, mau pake embel-embel spek “kosmetik” yg lebih advance sekalipun ya tetap beda. Material adalah hal yg tidak terbantahkan bung!

  9. Ini hook kesemua pabrikan, g cmn h, y, atau k. Case study h: crf150 dgn mesin gl series dan kualitasny dipertanyakan spt velg mlesok, rantai putus, mesin kasar dll.
    Case study y: parts ekspor kualitas s, sedang konsumsi lokal kualitas a. Kalo g percaya monggo dibuktikan.
    Case studi k: ninin 250fi 2018 hanya menuruti market bahwa di Indonesia itu kelas 250cc adalah kelas prestige yg artinya motor tsb g akan dibuat aneh2. Kekuatan brand Ninja membuat overconfident dgn memberikan harga tinggi.

    Menurut saya yg HARI INI BERMASALAH dalam produk adalah AHM dan KMI. Perbedaannya adalah AHM klaim akan problem lebih mudah, kalo dipersulit tinggal hub hc3. Sedangkan kawasaki??
    Dalam penanganan masalah YIMM juga mulai berbenah lebih baik. Contac centerny sudah mulai tanggap, terlebih flagship produknya laku banyak model nmax atau xmax.
    SIS juga mulai baik dalam responsible aware terhadap kualitas produknya.
    Saya setuju dgn perkataan AHM jualan produk alakadarnya dan itu bisa dipahami konsumennya daripada beli produk tapi akhirnya didowngrade. Kenapa g bikin fit series seperti AHM yg jelas itu adalah versi pahe? Bayangin aja, AHM bikin produk alakadarnya pun ada versi pahe nya 😂😂

    1. Nah setuju banget

      Yang justru masalah adalah Kawasaki yang pongah

      Bikin Ninin 250 dia yakin banget masyarakat indonesia banyak pakai buat harian

      Kualitas harian sudah cukup dari sebelumnya yang kualitas balap. Ini juga namanya downgrade menyesuaikan peruntukan user atau market.

    2. Menurut saya produk AHM konsisten bagus dan berkualitas,tidak alakadarnya.faktanya honda jadi leader dalam penjualan secara umum..artinya memang mayoritas mengakui kualitasnya bagus,dari dulu sampai sekarang.simpel aja.

      1. Kalo kualitas emang bagus pasti gak bakal adalah pembodohan otomotif yg dilakukan pasukan nasi bungkus..
        Kalo soal laris itu sumbernya banyak vrohhh.. bisa dari after salesnya yg emang ane akui mudah, Mindset dari generasi ke generasi tentang produk itu dan satu lagi FANSBOY AKUT.. hahaha

        1. Kalau Ninja 2018 jelas jelas kualitasnya cuman se Kelas Vario

          Liat aja lo tampangnya

          Masa sprort kualitas metik

          Jauh kalau sama Honda Cbr250rr gak bakalan nyampai kalau diadu

          Sama R25 aja masih bagus kualitas mesin R25

          1. @Cbrjatim, plak!!!! (lempar nasi bungkus)
            dah ga usah komen lagi ya, fansboy juga ga gitu2 amat komennya . . . .

          2. Jiah…motor baru keluar aja sudah digiring ke kualitasnya..emang ente tau standardnya kualitas premium…?
            Kalau udah tau misalnya A…produsen keluarin motor terus ente beli dan teliti materialnya dll ternyata standardnya B baru bisa dibilang downgrade
            Nah itu Cibi jalan api rangka patah, mesin klothok, sama cieeref yang banyak keluhannya itu barus bisa diambil kesimpulannya ketimbang nerka2…
            Auuuu ah gelep

  10. Ini hook kesemua pabrikan, g cmn h, y, atau k. Case study h: crf150 dgn mesin gl series dan kualitasny dipertanyakan spt velg mlesok, rantai putus, mesin kasar dll.
    Case study y: parts ekspor kualitas s, sedang konsumsi lokal kualitas a. Kalo g percaya monggo dibuktikan.
    Case studi k: ninin 250fi 2018 hanya menuruti market bahwa di Indonesia itu kelas 250cc adalah kelas prestige yg artinya motor tsb g akan dibuat aneh2. Kekuatan brand Ninja membuat overconfident dgn memberikan harga tinggi.

    Menurut saya yg HARI INI BERMASALAH dalam produk adalah AHM dan KMI. Perbedaannya adalah AHM klaim akan problem lebih mudah, kalo dipersulit tinggal hub hc3. Sedangkan kawasaki??
    Dalam penanganan masalah YIMM juga mulai berbenah lebih baik. Contac centerny sudah mulai tanggap, terlebih flagship produknya laku banyak model nmax atau xmax.
    SIS juga mulai baik dalam responsible aware terhadap kualitas produknya.
    Saya setuju dgn perkataan AHM jualan produk alakadarnya dan itu bisa dipahami konsumennya daripada beli produk tapi akhirnya didowngrade. Kenapa g bikin fit series seperti AHM yg jelas itu adalah versi pahe? Bayangin aja, AHM bikin produk alakadarnya pun ada versi pahe nya 😂😂

    1. Gimana gak lampu kuning

      Masyarakat makin pinter gak mudah dibohongi kualitas kawasaki
      Banyak yang kapok beli ninja fi

      Masa nasi pecel dijuwal lebih mahal dari tenderloin steak

      Ngaca dulu….

      Ntar lagi pasti nyungsep

  11. semua sih sekarang kayaknya downgrade baik mesin maupun part lainnya, efek samping di fitur yang ditambah sesuai permintaan konsumen idonesia
    si H : mesin klotok – klotok, crankcase maticnya ringkih, CRF yang banyak keluhan
    si Y : mesin ngebul, cvt getar,
    si S : mesinnya keren tapi puanasss, kalo untuk long run tahunan ane rasa ga sekuat s jadul
    si K : over pede, dari ninin karbu ke FI downgrade di build quality, sekarang malah over pede dengan fitur ala kadarnya, seperti ga berkaca kasus mio bisa aja nyerang di segmen sport

  12. Tinja itu kualitas sampah

    Punya ane ninja fi, mesin sudah klotok klotok dipakai baru 6 bulan. Beda banget dengan tinja keluaran pertama yg karbu.

    Akhirnya beli cbr250rr dan ngak nyesel guys, mesin kuat kenceng stabil, model keren lebih dari Tinja dan yang paling penting ane pake sudah satu tahon ini masih joss mulus suara mesin masih halus.

    Emang kualitas partnya beda. Walau part lokal kualitas Honda Indonesia diatas kualitas made in thailand

  13. Agency sudah mulai masuk sini dengan komen2 tendensius biar artikel ini seolah2 hanya menyudutkan satu restoran sajakah

  14. Setau saya, kalau di A** ada yang namanya kualitas paradigma baru.
    Dimana kualitas bukan lagi tentang daya tahan dan keawetan, akan tetapi lebih kepada hal (dalam hal ini fitur) yang melebihi keinginan konsumen.
    Bingung? Coba ingat masa awal kemunculan HP2 merk c*na.
    – Dual sim bahkan triple sim.
    – Layar lebar (meski burem).
    – Kamera dengan MP besar (tau sendiri lah kualitas hasil jepretannya).
    – Speaker super keras.
    – Dijaman smartphone, muncul HP dengan prosesor super besar (bukan qualqom, apalagi nvidia).
    Ya, kurang lebih seperti itulah kualias paradigma baru di A**.

    Untuk masalah CBR CBU vs LOAKL.
    Cara simpel saya untuk membandingkan harganya begini.
    Harga CBU didolarkan.
    Harga LOKAL didolarkan.
    Lalu masing2 dibagi dengan pendapatan masy. pada umumnya di negaranya.
    Data2 tersebut bisa dicari di internet.
    Seperti ini misalnya.
    https://www.iwanbanaran.com/2014/04/11/apakah-kualitas-material-honda-cbr150-versi-lokal-nanti-setara-dengan-versi-thailand/

    1. Saya suka cara pemikiran bang ono. Saya sebagai fbh tulenpun ga menutup mata akan kelemahan produk ahm. Ternyata menurut saya, strongpoint untuk contraissue dari produk alakadarnya ahm adalah hc3 dimana pelayanan customer care Honda sangat paham akan keluhan konsumennya. Case closed.

      Untuk teman fansboy generasi micin saya harap gak ngrusuh diblog ini. Karena disini bukan ranah agency2 pabrikan. Debat boleh, bego gara2 micin, jangan deh 😂

    2. jadi bangga sama CBR150 2007 saya (yg udah 3 tahun ga idup, hahahaha)

      terakhir beli produk ahaem tahun 2009, Beat karbu, setelah itu ga kepikir beli motor lg sampe sekarang akhirnya tahun kemarin hampir beli scoopy. sekarang bener banget saya putusin buat beli picex karena fitur, ya kalo mesin sih saya yakin so so aja, khas ahaem.

      udah tanya2 pemilik vario125 gen awal akhir, yg 150 juga, problem mesin cuma gitu2 aja. agak beda kalo nanya pemilik nmax (sory to say) lebih berat masalahnya. so….. picex kalo plek2an pake mesin vario 150 harusnya masalahnya ya cuma gitu2 aja 😀

      1. Hahahaha dari komen mu kmu hrus dikasih nasi bngkus..
        Bilang aja trus terang g usah, mbulet kyak entut..
        Klo ujung2 kek gitu.. Dsar fensboy nasbung ternkan…

  15. Klo soal kualitas paradigma baru gw kurang setuju krn kualitas plus penambahan fitur itu berbeda.Pabrikan mempunyai standart kualitasnya masing2 dan gag mungkin menyampingkan keawetan.Makin banyaknya fitur lebih kepada tuntutan kebutuhan konsumen dan persaingan pasar.Nah pabrikan pasti muter otak gimana carax memberikan fitur yang banyak tanpa ngorbanin kualitas maka ada beberapa bagian yang dikorbankan mis : knalpot,setang,behel dll yg berlapis krom mulai lenyap,kemudian cover rantai,kunci anti maling ditiadakan lalu cover plastik kulit jeruk diperbanyak dan masih banyak contoh lainnya.
    lha hape2 cina jadul malah banyak yg lebih besar lebih tebal dll.jaman skrg hp layar 6 inci malah kelihatan lebih ramping dari hp dengan layar 5 inci

      1. betulll jadi inget tuhh penggunaan LED pada pengganti Neon sebenerew gak melulu upgrade teknologi tapi semata2 masalah pricee yang jauh lebih murah..

    1. teknologi memang makin maju, tp tuntutan pasar sbg akibat dr persaingan bebas jg makin kejam. teknologi bkn lagi berbicara kemajuan produk scr fungsi, tp kemampuan meredam bahkan mengurangi biaya produksi.

    2. contoh sederhana, penggunaan rem cakram. motor apapun, coba bro ganti selang remnya dgn grade terbaik. pst akan terasa bedanya, misal putaran ban lebih lancar, dipake jauh tidak ngunci krn oli rem tdk mendidih. itu terjadi bkn krn ketidak mampuan pabrikan membuat cakram yg baik.
      tp justru teknologi cakram yg ada di re-teknologi lagi untuk mendapatkan harga “terbaik” sesuai kemampuan pasar.

  16. Baca2 komen di atas banyak yg nyinggung soal CRF & KLX, memang sih pasti banyak part yg protol.
    Kenapa??
    Soalnya mereka jual nya produk street legal. Kalo itu produk diperuntukkan untuk pemakaian sehari-hari sama mungkin pemakaian off-road utk beginner yg trek2 nya ga extrim.
    Kalo mau utk track extrim mungkin beli versi off-road nya (pasti pakai spesial engine + part2 lain yg spesial) dan pasti harganya lebih mahal…

  17. Motor modifan trail aja sering kog di pake di medan2 ekstrim termasuk sepeda gunung,masa iya kalah sama sepeda gunung…Hehehhe

    SE lebih ke arah kompetisi,

  18. jiakakakaka, masyarakat sekarang maunya bagosss murah aweeet..hehe awet cmn paradigma, kenyataannya 2-3 tahun banyak yang bosen, walaupun banyak yang enngan ganti…. jadi buat apa bkin awet sampai 10 tahun, bangkrut..part gak dibeli dan gak ganti2 model, kecuali you mo bayar mahal.

    see sony ambruk di bidang LCD, kalah sama produk korea , yang cuman sanggup 10000 jam, atau 3 4 tahun musti ada yang ganti, its oke karena harga murah dan kita lihat juga dah bagus,,,,next nya pgn ganti yang frameless…wait sampai rusak….

    pdhal sony itu the best lcd nya sampai hp nya juga,,,tapi yah harganya gak nguati….

    1. Sony awet banget, kualitas juga above expectation. Nah market sekarang diisi oleh orang orang kaum milenial yang gak terlalu perduli kualitas akan tetapi lebih peduli dianggap WAH… WOW… dan life style. Nah Produk Korea lebih masuk di sisi sini. Belum lagi karena banyak kaum milineal menganggap dirinya jauh lebih pintar dari kenyataanya, maka mereka kurang melek spesifikasi teknis elektronik. Misal saat beli AC gak tau soal “BTU” dan cara hitung hitungan kebutuhan dan performa AC untuk ruang tertentu. Mereka lebih ributin teknologi lipstiknya, taunya ini AC ada teknologi apanya kek, ion… amazing purify… bla bla bla. Akhirnya pada ketipu brosur dan spesifikasi teknis marketing he he he. Sama ketika beli motor..ups!!!

    2. kl soal sony itu lebih rumit lagi. basically tv sony itu bagus, Bandel, tp sayangnya minim fitur. sialnya ada distributor sony yg emang kurang ajar soal after service. ada cerita lcd sony baru 3bln mati, pas diklaim mst bayar setengah dr harga tv, alasan kesalahan pemakaian. ini yg bikin calon konsumen termomoki. begitu jg kiprah hp2 yg sempat menjawarai perponselan Indonesia, katakan No***, yg after service nya luar biasa brengsek. makanya pd saat hp cina masuk dgn harga realistis, cust lebih sigap. mikirnya, toh yg ber merk kl rusak msk garansi ga bs diapa2in. mending hp cina, harga miring, rusak ya buang. mskipun pd kenyataannya after service hp cina malah lebih bagus, sekalipun garansi distributor.

  19. Begimana dengan kasus Ninja MY2018 yang kalah Adu cepet dengan CBR250RR? Apakah mengarah emang mesin Ninja ada Downgrade kualitas?

  20. d brosur power new ninin250versi indo lebih besar sekitar 2hp d banding new ninin250 versi jepang(on crank),… tpi begitu d test d dyno, power new ninin250 versi indo mlah lebih kecil hampir 2hp d banding new ninin250(on wheel),..
    apkah dyno dan tempat pengetesan ny yg berbeda sehingga hasilny bisa jomplang banget???? klau bedany hanya nol koma sekian(0,xx) bisa d bilang wajarrrr, tpi klau bedany sampai 2hp pdhal d brosur versi indo unggul 2hp ehk d dyno mlah versi indo lebih kecil 2hp jelas ini TANDA TANYA BESARR . . ..

  21. kalau soal spesifikasi teknis yang umum memang seringkali konsumen mudah ditipu. misal 150cc, DOHC, atau teknologi FI atau suspensi USD. jadi ya bisa saja 150ccnya itu tipe overbore atau overstroke, atau 150cc dg piston Kw 2, atau mungkin suspensi USD merk gak jelas. jadinya konsumen cuman bs percaya “ni motor superior secara spek” tapi bagi konsumen yg smart ya susah dikibulin

  22. Ketika ada artikel jujur dari pemikiran penulis
    Tentang suatu produk
    Pasukan nasi bungkus tidak henti henti nya menyerang blog si penulis
    Di kolom komentar
    Pake auto cyduk segala lagi
    #caramunorak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s